I'M Not An Angel

I'M Not An Angel
Bab 30 Puas


__ADS_3

"Kamu serius maafin aku?" Katanya menatap Angel dengan mata yang sembab.


Angel hanya mengangguk mengiyakan dan tersenyum tipis.


Tiffany menatap Angel senang sekaligus tersenyum dan bersiap berdiri.


Tetapi Angel menekan kembali bahunya agar berlutut lagi, sedangkan Angel berdiri dan tertawa kecil ia menyeringai melihat Tiffany.


"Gimana akting aku udah bagus? Pasti kamu udah tertipu kan."


Angel mengambil sebatang kayu yang berada di pojokan. Melihat hal itu Tiffany semakin waspada dan ketakutan.


"Maafin kamu? Mimpi ya? Aku gak sebodoh yang dulu lagi."


"Semudah itu maafin Lo? Setelah yang pernah Lo lakuin ke gue, gue bakalan maafin Lo?


Angel mengelus sebatang kayu dipojokan tidak bergerak.


"Sebetulnya gue gak peduli saat kelakuan Lo yang dulu. Setelah kejadian kemaren jangan harap Lo gak ngerasain pembalasan gue?"


"Mak-maksudnya apa sih, Njel."


"Heh. Pura-pura amnesia Lo. Basi, Nyet. Gak liat tangan gue dibalut perban gini. Gak usah pura b*go deh Lo. Makin kelihatan b**onya." Angel menunjukan tangan kanannya yang diperban.


"Pasti Lo kecewa kan kalau gue gak jadi perkosa sama Chan. Kalau kejadian itu berhasil mungkin Lo bakalan nyebarin satu sekolah kan?" Katanya sambil mengetuk-ngetukan batang kayu ke lantai hingga terdengar bunyi yang menggangu.


Tiffanny hanya terdiam tidak bisa menjawab dan mengelak.


"Kenapa Lo diem? Haha. Mulus banget rencana Lo sama Chan." Angel berjalan mendekat membawa batang kayu yang lumayan besar dengan cara diseret.


Ia berjalan mendekat kearah Tiffanny dan mengetukkan ujunh batang kayu itu tepat hanya selisih beberapa milimeter antara jari-jari tangannya yang berada di lantai.


Tiffanny yang tersadar jari-jari tangannya hampir patah karena ditidih batang kayu dengan sengaja, ia menarik tangannya dan menatap Angel shock dan tidak percaya.


"Kenapa liatin gue begitu amat. Lu ngira gue psikopat ya? Itu cuma peringatan. Gak usah tegang amat muka Lo."


Angel menyenderkan badannya ke lemari yang ada di samping.


"Oh iya gue pengen cerita sedikit kenapa tangan gue ini bisa diperban. Sebenarnya gara-gara kemaren habis ninju Chan." Angel memegang pipi Tiffanny kasar dengan satu tangan.


Tiffanny terkejut untuk kedua kalinya bahkan ia bersujud memohon di hadapan Angel agar mengampuni perbuatannya.

__ADS_1


"Njel, gue beneran minta maaf. Gua ngaku kalau gue sama Chan yang ngerencanain itu semua. It..itu karena Lo yang makin berani sama gue dan gue makin gak suka sama Lo!" Ujarnya dengan suara yang terdengar membenci Angel.


Angel menarik rambut Tiffanny dari yang sujud sampai terbaring di lantai. Bahkan terdengar benturan yang lumayan keras antara lantai dan tengkorak kepalanya. Emosi Angel benar-benar sudah mencapai ubun-ubun.


Plak!


Suara tamparan dari Angel yang melayang di pipi Tiffanny. Dan untuk pembalasannya atas tamparan yang pernah ia pernah ia rasakan darinya.


"Ngaku juga kan Lo. Gue gak denger sama pengakuan Lo! Silakan aja mohon sampe seribu kali juga gak bakalan gua dengerin. Gue udah kasih kesempatan dulu, Lo aja makin menjadi. Dan kenapa Lo bisa-bisanya bawa-bawa nama mama gue, Lo ketemu sama dia aja gak pernah dan Lo bilang mama gue itu *******. Mimpi Lo gue bakalan lepasin Lo." Angel mengetuk kening Tiffanny berkali-kali dengan kekuatan yang berbeda-beda.


Tiffanny sama sekali tidak bersuara, pasrah walaupun ia sudah diperlakukan sangat kasar oleh Angel. Ia hanya meringis kesakitan dengan air mata yang mengalir dengan mata yang terpejam pula.


"Lo gak tau kan keadaan Chan waktu itu. Gue pengen buat Lo kayak Chan bahkan lebih, tapi walaupun Lo udah jahatinya gue masih aja gak tega." Katanya sedikit berbisik agar Tiffany semakin takut.


"Hahaha! Aneh gua!" Angel tertawa sambil mengusap wajahnya kasar.


Angel mengambil gunting di lemari yang ada di gudang dan duduk di samping kepala Tiffanny.


"Nih untuk orang-orang yang udah Lo bully dan Lo jahatin." Angel menggunting rambut Tiffanny dengan asal-asalan.


Terdengar isakan tangis yang ditahan oleh Tiffanny.


"Gak guna Lo nangis. Ini yang mereka rasain pas Lo bully mereka dan sekarang giliran Lo yang ngerasain."


"Oh my God kamu cantik banget." Angel menyisir rambut hitam Tiffanny yang sudah ia potong asal-asalan dengan tangan.


Angel berdiri dan membersihkan roknya setelah duduk dilantai bermain dengan bonekanya.


Penampakan rambut Tiffanny sangat tidak beraturan ada yang dipotong sangat pendek dan menjadi tidak rata.


Ia berjalan keluar dari gudang meninggalkan Tiffanny yang masih tiduran dilantai gudang.


"Gue bisa aja nonjok muka lu sampel rusak, kalau Lo buat tingkah yang lebih parah lagi nanti. Gue tunggu tingkah Lo selanjutnya." Angel berjalan keluar gudang dengan membanting pintu.


Didepan pintu Angel sudah ditunggu oleh Lucas dan anggota Genk nya.


"Gimana udah selesai?" Tanya Mark.


Angel yang tidak menyadari dan tidak mengira bahwa ia dinantikan oleh Genk Lucas terkejut.


"Apaan sih, Lo Mark." Angel melirik Mark yang tiba-tiba muncul dan memberi pertanyaan.

__ADS_1


"Eh itu Tiffanny gak papa tuh ko cuma tiduran aja, apa dia pingsan." Heboh salah satu teman Lucas yang melihat keadaan Tiffanny dari celah pintu gudang.


"Udah biarin aja. Aku juga gak ngapa-ngapain dia kok. Belum maksudnya. Udah cabut aja gak penting ngurusin dia lagi."


"Wesss!" Mendengar jawaban Angel teman-teman Lucas menyahuti dengan ke savage-kannya.


Mereka mengantarkan Angel ke ruang kelasnya serombongan.


Sampai di depan kelas, Mark yang melihat Lucas yang menatap Angel lama mengetahui keadaan ini.


"Guys cabut yok. Ah masa kalian gak peka sih?"


Mereka melihat Lucas dan Angel langsung paham dan mengikuti arah Mark untuk menjauh dari mereka berdua.


"Kamu gak papa?" Tanya Lucas.


"Enggak kenapa-kenapa kok, dia juga gak ngelawan."


"Gimana udah puas belum?"


"Sebenernya sih belum. Sebetulnya pengen gue tonjok muka dia sampe patah tuh hidung."


Lucas tertawa mendengar perkataan Angel.


"Hahaha... Udah lah kamu tuh terlalu sadis. Kasian!"


"Hah? Kasian? Kamu kasian sama dia? Kenapa gak sekalian aja gendong dia tadi di gudang terus bawa ke rumah sakit." Angel melihat Lucas dengan tangan didepan dada menatap marah.


"Ngambek Lo? Atau cemburu?" Goda Lucas melihat ekspresi Angel yang tidak dapat disembunyikan.


"Siapa Lo gue cemburuin." Jawab Angel judes.


"Udah udah." Lucas menarik pipi Angel dan membuatnya langsung menepiskan tangan Lucas dari pipinya.


"Ngapain sih pegang-pegang."


"Dih sensian. Pasti gara-gara belum makan. Nih aku beliin makanan buat isi perut sebelum belajar lagi nanti." Lucas memberikan kantong kresek yang berisi makanan untuk mengisi perut Angel.


"Pak Sandy kesini woy cepet masuk!" Suara salah satu teman Angel yang berlari dari luar kelas dan masuk menuju ke dalam kelas.


"Aku masuk dulu. Udah ada guru sana pergi masuk kelas."

__ADS_1


"Iya-iya!" Lucas berjalan pergi menuju kelas setelah di usir oleh Angel.


__ADS_2