Ibu Untuk Oi

Ibu Untuk Oi
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Di ruangan yang begitu temaram, seorang wanita menarik tali gorden.


“Ibu....Meta masih mau tidur” ujar gadis yang masih memeluk erat boneka beruangnya.


“Kalau kamu mau tidur-tiduran....nanti saat kamu sudah sukses" ujar bu Vega.


Meta malah kembali menutup matanya. Ia ingi sekali kembali melanjutkan mimpinya.


“Ayo bangun” Vega menarik kaki Meta.


Dengan bersusah paya gadis itu bangun.


"Ibu.....Meta masih ngantuk"


"Bangun....."


Rambutnya yang masih acak-acakan terlihat seperti rambut singa.


Meta berjalan menuju kamar mandi. Daun pintu langsung dibantingnya. Meta tidak peduli dengan itu.


Selesai mandi Meta langsung turun ke ruang tengah.


Ibunya yang sedang nonton televisi kaget melihat meta yang hanya mengenakan handuk


“Meta pakaian dulu” namun Meta tidak mempedulikan ucapan ibunya.


Meta menarik kursi dan mendudukinya. Ada beberapa potong roti dan beberapa keranjang buah. Diambilnya sepotong roti lalu dimakannya. Sebelum naik ke lantai dua dimana kamarnya berada, Meta langsung mengambil apel.


Lima belas menit kemudian, gadis itu sudah rapi dan wangi. Rambut cokelatnya di tutupi oleh kerudung. Wajahnya di poles tipis dengan make up, namun aura cantik naturalnya tetap terpancar. Ditambah lagi ginsul yang ada di sebelah kirinya akan melelehkan hati siapa saja yang memandangnya saat tersenyum. Gadis itu bernama Meta Amelia Qomairoh Hasan yang kini berusia dua puluh satu tahun.


“Mah....Meta berangkat" Meta langsung mencium tangan ibunya.

__ADS_1


Meta berjalan menuju garasi. Meta langsung masuk mobil, menyalakan mesin mobilnya, kemudian menyetel lagu religi favoritnya. Setelah itu, secara perlahan mobil itu meninggalkan garasi.


“Assalamualaikum. Iya”


Meta langsung mematikan handponnya. Saat menoleh kedepan, ia begitu kaget, matanya terbelalak sudah ada seorang anak laki-laki berdiri di hadapannya sambil berteriak. Dengan cepat kaki Meta menginjak Rem.


Meta belum bisa tenang. Dia berusaha tenang. Namun wajahnya sudah pias.


“Ya Allah...” kemudian Meta menarik napas


“Hah.....harus turun”


Perlahan tapi dengan langkah yang pasti Meta turun dari mobilnya.


Meta memandagi anak laki-laki yang ada di hadapannya.


“Sayang kamu baik-baik saja?” tanya meta pada anak itu. Anak itu hanya mengangguk.


Pipi bulat, mata yang begitu jernih dan bedak bayi yang ada di pipinya mampu menarik hati Meta.


“Oh...Iya. kaka minta maaf ya sayang" ujar Meta dengan penuh penasaran.


Anak laki-laki itu hanya mengangguk.


“Nama kaka siapa?” tanya anak laki-laki itu.


“Ya Allah betapa menggemaskan anak ini" batin Meta.


“Meta. Nama kamu siapa sayang?” tanya Meta.


“Nama aku Oi"

__ADS_1


“Sayang...Oi mau kemana? Biar kaka anter” ujar Meta.


“Mau nyeblang" ujar Oi.


Meta yang tadinya jongkok langsung menggandeng anak itu.


“Sayang lain waktu jangan nyebrang sendiri. Takutnya ketabrak.” Ujar Meta sambil mengelus rambut Oi.


"Tadi Oi ingin ambil bulung kecil?" ujar Oi.


"Burung?" tanya Meta. kemudian melanjutkan "Dimana burungnya sayang"


"I...lumput" ujar Oi sambil menunjuk kearah semak-semak.


"kaka itu bulungnya" ujar Oi kemudian.


"Oh...itu belalang sayang" ujar Meta memberi tahu.


"Bengala?" tanya Oi.


Meta tertawa. kemudian "Be...La...La...Ng"


"Belalang?" tanya Oi memastikan.


"Pintar" ujar Meta.


"Belalang itu makan apa? Nasi? atau ikan goleng?" tanya Oi.


"Makan daun sayang" kemudian “Oi belum pulang? Sekolah sudah sepi” Tanya Meta penasaran dengan anak itu.


“Mau nungguin ayah jemput" ujar Oi.

__ADS_1


“Oi...Oi"


Seketika Meta menoleh. Masya Allah. Inikah ayahnya?.


__ADS_2