
“Meta"
“Ya Allah ampuni hamba. Hamba langsung marah saat melihat ayah Oi” Aku paling benci melihat kesan pertama bagaimana ia memandangku.
“Enak saja dia pikir aku ini pencuri” ujarku sambil membanting boneka monyet yang ada di depanku.
“Syukur dia sudah menikah", ujarku.
“kalau tidak. Aku tidak ingin menikah dengan pria seangkuh itu"
Lagu religi favoritku sudah tidak terdengar lagi da telingku. Aku terlalu fokus pada pertemuan konyol ini.
“Bagaimana bisa pria angkuh itu memandangku serendah itu?”
“Ya Allah Meta. Sadar Please” ujarku sambil menampar wajahku.
“Mungkin kah aku akan bertemu laki-laki seperti itu? Semoga saja tidak”
“Semoga tidak" jaku menjawab pertanyaanku sendiri. Aku langsung menyetir mobil dengan tujuan kampus. Aku sudah terlambat.
Hanya butuh waktu lima belas menit, akhirnya aku sampai juga di kampus.
“Yeh...aku bebas" aku tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanku saat tahu pak Budiman telah di ganti oleh dosen baru yang belum hadir.
Dengan cepat aku membuka pintu mobil dan pergi menjauh dari parkiran. Hari yang begitu cerah.
Aku langsung menarik smartphone yang ada di dalam tas. Mengambil gambar langit yang begitu indah siang ini.
“Assalamualaikum Meta” sapa Ninda padaku.
“Waalaikumussalam" jawabku sambil terus tersenyum.
“Bahagia bangat ya?” tanya Ninda.
“Iya"
“Meta sholat yuk” ajak Ninda.
Aku menggeleng.
“Lagi dapet?”
__ADS_1
Aku hanya mengangguk.
“kok sering" ujar Ninda.
“Kalau nggak sering kecuali gue hamil" ujarku sambil tertawa.
Masuk sholat zuhur, aku memutuskan untuk pulang. Toh, percuma dosennya ga bakal dateng. Batinku.
Ku kemudikan mobilku, meninggalkan kampus menuju mall.
“Pokoknya aku ingin shopping” teriakku dalam mobil.
Baju gamis pesananku telah selesai, tanpa berpikir panjang aku langsung tersenyum.
“Gamis laku datang"
Kuparkirkan mobilku di pingir area parkir. Dengan sesikit berlari aku masuk ke mall.
Perasaanku begitu menggebu-gebu.
Aku seperti melihat Oi. Namun aku coba menghilangkannya dari pikiranku.
Ya Allah hatiku seperti dicambuk. Aku langsung membungkuk.
“Sayang, kok Oi di sini sendiri?” tanya.
“Ayah sedang pelgi” Ampun....anak ini ingin kucubit. Begitu menggemaskan.
“Permisi mbak”
Suara itu menggetkanku. Oi langsung menjuk wanita itu sambil berkata “Tante Lama"
ujarnya.
“Tante Lama?” tanyaku sambil mengerutkan keningku.
“Maaf mba saya Rama. Saya di percayakan untuk menjaga Oi” ujar wanita itu.
“Kebetulan mba, saya bisakan ajak Oi buat makan es krim" ujarku sambil memelas.
Wanita itu tidak bergeming.
__ADS_1
“Ini, ktp saya dan ini kartu nama saya” sebelum wanita itu menyahut, aku sudah meletakan ktp dan kartu namaku di tangannya.
“Sayang ayo ikut kaka" ujarku menyodorkan tanganku. Digenggamnya jari kelingkingku.
Saat sudah di tempat es kirim Oi hanya meminta rasa stroberi.
Setelah beli satu es kirim, aku kembali menuju ke toko buku, tempat Oi tadi.
“Oi capek?”
Oi hanya menggeleng.
“Ayo sayang makn es krim” ujarku saat kami kembali.
“Kaka juga makan ya" ujarnya.
Cepat ku buka taasku. Masih ada sendok yang selalu ku bawa.
“Ayo" ucapku.
“Baca doa” ujar Oi sambil menengadah.
Aku sedikit malu. Dia berdoa?
“BISMILLAH” ujarku berbarengan dengan Oi.
“Ayah” Ujar Oi girang.
Aku menoleh. Ya Allah begitu rupawan ciptaanmu yang ada di hadapanku ini. Batinku. Namun rasa jengkel kembali menjumpaiku disaat seperti ini.
Manik matanya berpapasan dengan mataku.
Secara spontan aku segera beristiqfar.
“Astagfirullah" ujarku ku secara berbarengan dengan ayah Oi.
Seketika ponselku berdering.
“Waalaikumussalam. Iya aku sudah sampai"
Dengan cepat aku memonta maaf sebelum pergi dan yang pasti aku langsung melambaikan tangan pada pangeran kecil. Oi.
__ADS_1