
“Musa"
Sudah yang kesepuluh kalinya nomor handphone gadis itu kutulis di handphone ku. Kali ini kucoba manggilnya.
Sambungan masuk.
“Hallo Assalamualaikum dengan siapa dimana?” cewek unik. Ujarku sambil semringah.
Aku tersenyum sambil mengelengkan kepala saat mendengar perkataannya “Saya takut istri bapak mengira saya pelakor" sejauh itu ia berpikir.
“Oh. Jadi kapan kamu mau....belum selesai aku bertanya, sebuah pesan masuk di ponselku.
“kaka aku akan menikah" secara spontan aku langsung berteriak minikah"
Spontan saja gadis itu marah-marah.
Setelah menelpon gadis itu beban di punndakku semakin berkurang.
“Saatnya isirahat” ucapku sambil kurebahkan badanku diatas ranjang.
“Ah"
Saat azan dikumandangkan aku segera bagun.
“Oi.... sayang bangun sayang" ujarku sambil mencium pipinya.
“Ayah... Ayo mandi" ujar Oi sambil mengucek mata. Tidak butuh lima menit, aku langsung mengangkat Oi.
“Ayah...kapan aku ikut ayah ke sekolah?” pertanyaan itu mampu membuatku tertawa.
“Kapan ayah?” desak Oi.
“Setelah berjumpa ibumu sayang"
__ADS_1
Aku sudah berada di mushola. Kali ini aku yang mengimami sholat Asar.
“Assalamualaikum warahmatullah" seluruh jamaah langsung menoleh ke kanan dan kiri.
Setelah sholat, aku langsung menuju meja makan.
“Ayah melalang Oi dekat sama kaka Meta ya?” pertanyaan Oi mampu membuatku diam beberapa saat.
“Kenapa Oi tanya seperti itu?” tanyaku penuh curiga.
“Kalena kaka Meta..” Oi seolah berpikir keras. Mencari alasan yang cocok mungkin.
“Kenapa kak Meta sayang?” tanyaku sambil mengerutkan keningku.
“Baik" ujar Oi sambil tersenyum.
“Ayo kita makan"
“BISMILLAH”
“Ayo minum”
ucapku sambil menyerahkan segelas air putih.
#
Di rumah Meta duduk di sofa di ruang tengah rumahnya. Sekarang ia sudah tidak berkerudung lagi. Ia hanya mengenakan baju berlengan pendek, dengan bawahan celana setengah paha.
“Meta, kamu jangan pakain terbuka dong sayang" ujar Vega saat menoleh, anak tunggalnya itu sedang duduk sambil memainkan handphone nya.
“Mam....Ini dalam rumah loh" ujar meta tampa menoleh sedikitpun pada ibunya.
Setelah asyik memainkan game online di handphone nya, Meta langsung duduk di samping ibunya. Disandarkannya kepalanya di bahu ibunya.
__ADS_1
“Ma...boleh nggak Meta tanya?”
“Meta kalau tanya ya langsung tanya aja” ujar Vega tanpa sedikitpun melihat Meta. Wanita paru baya itu fokus memandangi drama yang ia tonton.
“Ma...boleh nggak Meta menikah?” pertanyaan itu mampu menarik perhatian ibunya.
“Meta kamu serius sayang?”
“Iya. Lagi pula Meta sudah pengen nikah. Biar ada yang jagain" jawab Meta.
“hm...bilang saja kamu takut tidur sendiri" goda Vega.
“Mamah....”
“Emang sudah ada calonnya?” tanya Vega.
“Belom" ujar Meta sambil tersenyum bahagia.
Di pihak lain, pria pemilik nama lengkap Musa Alma Al Azka masih sibuk dengan menyiapkan materi yang akan dia sampaikan besok.
“Ayah Oi malas sekolah”
“Kenapa sayang?”
“Oi mau sekolah di sekolah ayah saja" ujar Oi sambil melompat diatas tempat tidur.
“Anak ayah" ujar Musa sambil menggendong Oi. Seketika Oi sudah tertidur.
Sepanjang malam Musa tidak bisa tidur. Dia tidak habis pikir pertanyaan “kapan kamu akan menikah” terlontar begitusaja dari lisannya.
Mana mungkin orang yang belum di kenal dilontarkan pertanyaan seperti itu langsung di terima.
Musa berbaring dengan gusar.
__ADS_1
“Apakah gadis ituakan berpikiran aku ini gila?” Ya Allah dia dia sudah terjebak di pikiranku” bersusah paya Musa menghilangkan ingatannya tentang pertanyaannya tadi, namun bayang Meta selalu menari dalam pikirannya.
“Ya Allah sampai kapan ini berlanjut? Arza... sahabatmu ini sedang memikirkan gadis itu"