Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 16


__ADS_3

Setahuku, ratu dunia bawah punya kemampuan khusus. Yaitu mampu membuat dirinya seperti hantu dan membuatnya tidak dapat disentuh dengan cara apapun.


Dan itu mungkin alasannya kenapa dia selamat dari ledakan yang kuciptakan saat itu.


..."Fuuuu!!"...


Dia bergerak menembus tubuhku saat aku menyerangnya, tapi dia bisa menyentuhku saat berada di titik butaku.


...Gwahkk!!...


Serangannya mengenaiku begitu telak. Jika seperti ini, aku pasti terbunuh. Aku butuh waktu untuk melakukan itu, tapi dia tidak membiarkan diriku menjauh.


Mau bagaimana lagi, aku tidak punya pilihan. Kupakai saja kemampuan menghilang dari si peniru itu.


...Huu!!...


Tubuhku menghilang dari pandangan dia. Dengan begini aku bisa menyiapkan rencananya.


Dibuku di tuliskan, untuk mengalahkan ratu dunia bawah, maka harus menggunakan adaptasi khusus yang setara.


Dengan kata lain, hanya si peniru yang mempunyai peluang menang, karena dapat meniru kemampuan lawan hanya dengan melihat.


Setelah beberapa menit, tubuhku sudah sama seperti ratu dunia bawah itu. Rasanya begitu ringan, dan aku dapat terbang dengan mudah.


Lalu ku serang balik wanita itu dengan kemampuan baruku ini.


...Hyaa!! Hya! Hya! Hya! Hya!...


Serangan bertubi-tubi terus kulancarkan, dan membuat wanita itu terkena luka cukup besar.


Namun, saat aku ingin mengakhirinya, dia kabur dengan membuat kabut asap. Aku berusaha melacaknya, tapi kabut asap ini benar-benar mengganggu instingku.


Dan saat kabutnya ku hilangkan semua, dia sudah tidak ada. Kemana dia pergi?


Dengan luka yang besar itu, seharusnya dia tidak bisa kabur lebih jauh. Tapi anehnya, hawanya benar-benar menghilang.


Sebagai penjagaan, aku pasang pelindung khusus dirumah ini. Supaya aku tahu, siapa saja yang berani menyusup ke tempat tinggalku ini.


...------------------...


Tak lama kemudian, kak Mila datang menghampiriku, karena mendengar suara pertarunganku tadi. Lalu dia bertanya tentang sosok itu, jujur saja aku bingung untuk menjawabnya.


......................


^^^"Ris, tadi itu apa?" Tanya kak Mila.^^^


"Ma..maaf kak, karena gerakannya yang begitu cepat ditambah suasana yang gelap. Aku tidak tahu itu apa." Ucapku dengan jawaban palsu.


^^^"Terus ini gimana? Apa kita akan diteror sepanjang malam?" Tanya kak Mila dengan begitu cemas.^^^


"Tenang kak! Untuk malam ini kita bisa tidur dengan tenang. Dan untuk besoknya kita pasang cctv dan sistem pengaman. Supaya kita tahu siapa saja yang menyusup ke rumah kita." Ucapku.


^^^"Malam ini kita bisa tidur bersama kan? Aku takut kalau dia datang lagi." Ucap kak Mila.^^^


"Iya kak, nanti kita tidur bareng." Ucapku.


"Ya udah, kita masuk yuk!" Ucapku.


^^^"Ehm." Ucap kak Mila.^^^


......................

__ADS_1


Aku mengajak kak Mila masuk ke rumah. Dan malam ini aku dan kak Mila akan tidur bersama dulu, karena takut akan ada teror tambahan.


Saat kak Mila ingin tidur, dia berteriak padaku dan memintaku untuk segera menemaninya tidur.


......................


^^^"Ris, cepetan sini! Jangan lama-lama disana!" Ucap kak Mila.^^^


"Iya kak sabar, ini aku sedang mematikan lampu." Ucapku dari dapur.


......................


Lalu aku masuk ke kamar kak Mila, setelah itu kututup pintunya dan berbaring di sebelahnya.


Tak lama kemudian, kak Mila langsung memelukku dengan erat. Aku tidak tahu, kak Mila ini sedang takut atau cari kesempatan.


......................


"Kak, kau memelukku terlalu kuat, aku jadi sulit untuk tidur." Ucapku.


^^^"Oh maaf, kakak nggak sadar, karena terlalu takut." Ucap kak Mila sambil melonggarkan pelukannya.^^^


"Kak, aku mau bicara serius denganmu, bolehkan?" Ucapku.


^^^"Iya silahkan, mau bicara tentang apa?" Tanya kak Mila.^^^


"Kalau satu saat nanti tiada, apa yang akan kakak lakukan?" Tanyaku.


^^^"Heh? Tunggu, apa maksud dari pertanyaanmu itu?" Tanya kak Mila dengan wajah yang terkejut.^^^


"Tidak ada maksud apa-apa, hanya berandai-andai saja." Ucapku.


......................


Ris, kau tidak seharusnya mengatakan itu!


Apa maksud dari pertanyaanmu itu? Kau ingin meninggalku? Sendirian?


Tidak, tidak akan terjadi! Hiks..hiks..


Kau adalah pria satu-satunya yang kumiliki! Tidak ada yang boleh mengambilmu dariku, bahkan mereka yang ingin dirimu ataupun kematianmu, tidak akan kubiarkan begitu saja.


Kau milikku! Dan takkan berubah!! Aku kakakmu, sekaligus wanitamu Ris!!!


Kalau kau mengatakan hal seperti ini lagi, akan ku sekap dirimu hingga kita punya anak nanti!


...---------...


"Baik kak, aku mengerti." Ucapku.


^^^"Sungguh? Kamu beneran ngerti maksudku?" Tanya kak Mila.^^^


"Iya kak. Sekarang, bisakah kau menyingkir dari tubuhku!" Ucapku.


^^^"Nggak mau! Ini hukuman, karena kamu bikin aku nangis." Ucap kak Mila.^^^


"Kak, kau ini sudah dewasa, berhentilah manja seperti itu!" Ucapku.


^^^"Biarin! Usia bukan hal yang penting." Ucap kak Mila.^^^


......................

__ADS_1


Kemudian kak Mila mendekapku dengan begitu lembut. Detak jantungnya begitu terasa, dan membuat suasana jadi sunyi seketika.


......................


^^^"Ris, bolehkan, aku tetap memelukmu seperti ini?" Tanya kak Mila.^^^


"Baiklah tidak apa-apa. Tapi detak jantungmu sangat terasa." Ucapku.


^^^"Biarkan saja, aku hanya ingin menikmati waktu ini bersamamu. Jadi tetaplah fokus padaku! Jangan alihkan pandanganmu sayang!" Ucap kak Mila dengan imut dan manja.^^^


"Baik kak, sesuai permintaanmu." Ucapku.


......................


Kemudian kakak tertidur di atas tubuhku. Dengan pelan, aku membaringkannya ke ranjang agar dapat tidur nyenyak.


Lalu saat aku melihat wajah kak Mila, terdapat pesona yang membuatku terkesima. Aku bingung kenapa tidak ada yang mau dengan wanita cantik ini.


Aku yang di dekatnya saja sulit untuk bertahan dari pesona kecantiknya.


Lalu ku elus rambutnya dengan lembut, tak lama kemudian, mataku telah mencapai batasnya. Setelah itu aku tertidur di samping kak Mila.


...----------------...


Pada keesokan harinya, tubuhku terasa sulit untuk bergerak. Rasanya ada yang mengikat tubuhku. Dan saat kubuka mataku,


Bu Karin telah mendekapku dengan tangan kanannya, dan dia juga menindihkan kakinya padaku. Ditambah, bu Karin hanya pakai baju singlet beserta celana pendeknya.


......................


"Bu, bisakah kau melepaskanku!" Ucapku.


^^^"Engga bisa, karena kamu imut banget!" Ucap bu Karin dengan senyuman.^^^


"Kalau begitu, apa aku boleh bertanya?" Ucapku.


^^^"Silahkan, tanya aja!" Ucap bu Karin.^^^


"Bagaimana kau bisa masuk kamar ini? Dan dimana kakakku?" Tanyaku.


^^^"Ceritanya bakal panjan lho!" Ucap bu Karin dengan wajah mengesalkan.^^^


"Pendekkan!" Ucapku.


^^^"Tadi kakakmu mengunjungiku sebelum berangkat, dia memintaku untuk menjagamu. Kemudian aku di ijinkan masuk, dan beginilah jadinya." Ucap bu Karin.^^^


"Tunggu, jangan bilang kau kesini dengan pakaian ini?" Tanyaku dengan terkejut.


^^^"Iya, emang kenapa?" Tanya bu Karin dengan wajah bingung.^^^


"Bu..bukan apa-apa." Ucapku gugup.


......................


Lalu bu Karin melepaskanku dan melihat tubuhnya, setelah itu dia menatapku dengan tatapan nakal wanita. Dia merangkak ke ranjang dan mulai menggodaku.


^^^"Kamu kegoda ya sama tubuhku ini?" Ucap bu Karin.^^^


"Ti..tidak, ma..mana mungkin aku tergoda dengan tubuh tante-tante." Ucapku.


^^^"Lalu kenapa kamu gugup begini? Dan kenapa wajahmu memerah?" Ucap bu Karin dengan nakalnya.^^^

__ADS_1


"A..aku hanya kepanasan saja." Ucapku.


^^^"Hei, berhentilah sok kuat gitu! Kalo kamu terus begitu, aku bakal agresif ke kamu lho!" Ucap bu Karin sambil menyentuh pipiku.^^^


__ADS_2