
Aku terkunci bersama si wanita penjaga loket. Dia memojokkanku ke pojok toilet, sehingga aku tidak dapat menggapai pintunya.
......................
^^^"Setelah dilihat-lihat, ternyata kau tampan juga!" Ucap wanita itu.^^^
"Menyingkirlah dariku! Aku harus segera pergi!" Ucapku.
^^^"Jangan terburu-buru seperti itu! Kita bahkan belum mulai bersenang-senang." Ucap wanita itu.^^^
"Kenapa aku harus bersenang-senang dengan wanita yang bahkan belum ku ketahui namanya!" Ucapku.
^^^"Namaku Lisa. Sekarang kau sudah tahu namaku, apa kita bisa bersenang-senang?" Ucap wanita itu.^^^
"Sudah kubilang, aku harus pergi! Ada wanita diluar sana yang sedang menungguku." Ucapku.
^^^"Maksudmu pacarmu itu ya? Ya ampun, maafkan aku kalau mengganggu kencan indah kalian! Tapi maaf saja, kurasa pacarmu harus terima kenyataan kalau kau akan bermain satu ronde denganku!" Ucap Lisa dengan wajah penuh nafsu.^^^
"Kurasa apa yang kau inginkan kali ini takkan terwujud! Karena aku adalah seorang pria. Dan kau tahu kalau pria selalu lebih kuat dari wanita." Ucapku.
......................
Tanpa pikir lama, aku langsung mengangkatnya dan menceburkannya ke bak air. Setelah itu aku langsung kabur dan berlari secepat mungkin dari wanita itu. Dan kuharap ini terakhir kalinya aku bertemu dengannya.
Setelah kabur, aku langsung ke mobil kak Mila.
......................
"Maaf kak, membuatmu menunggu." Ucapku sambil masuk mobil.
^^^"Kamu kok lama banget sih sayang?" Tanya kak Mila.^^^
"Tadi aku mengantri dulu dengan pengunjung lainnya saat masuk toilet." Ucapku dengan jawaban palsu.
^^^"Oh gitu ya! Ya udah, kita langsung pulang yuk! Aku mau segera istirahat." Ucap kak Mila.^^^
"Iya kak." Ucapku.
......................
Lalu kami pulang dan langsung istirahat. Karena kecapekan setelah bermain dan bersenang-senang di taman hiburan.
Saat aku sedang rebahan, aku teringat dengan pengaruh kendali boneka yang pernah menyerang Tina waktu itu.
Kurasa ini saat yang tepat untuk menyelidiki dalang dari semua ini. Ditambah kak Mila yang sedang tertidur pulas bisa membuatku bergerak bebas tanpa khawatir apapun.
__ADS_1
Lalu aku keluar rumah melalui jendela kamar, Setelah itu aku melompat ke atap-atap rumah dengan cepat. Sesampainya di daerah rumah Tina, aku merasakan hal yang sama saat aku menyembuhkan Tina.
Lalu aku menunggu hingga tengah malam. Setelah itu ada hal aneh terjadi, beberapa orang keluar dari rumahnya dan berjalan ke arah yang sama. Karena penasaran, aku langsung mengikuti mereka dari atap-atap rumah yang ku lompati.
Kemudian mereka semua berhenti setelah masuk hutan dan berkumpul di satu tempat yang aneh. Karena disitu ada banyak benang merah aneh, aku hanya bisa mengambil jarak agak jauh dari mereka. Jika terlalu dekat, mungkin aku akan ketahuan nantinya.
Tak lama kemudian ada orang berpenampilan aneh keluar dari balik kegelapan. Lalu disampingnya juga ada wanita cantik bertubuh seksi. Aku bingung siapa dari mereka berdua yang mengendalikan orang-orang ini.
......................
"Nona, aku sudah mengumpulkan banyak orang malam ini untuk persembahan." Ucap si pria.
^^^"Jumlahnya kurang banyak! Ini masih kurang untuk ritual persembahan!" Ucap si wanita.^^^
"Maafkan aku nona, tapi kalau membawa lebih banyak dari ini, takutnya akan menimbulkan kecurigaan dari orang diluar sana." Ucap si pria.
^^^"Kau benar, tapi aku juga tidak mau kalau setiap malam harus kesini untuk menguras energi mereka terus-terusan." Ucap si wanita.^^^
"Mau bagaimana lagi, kondisinya sangat tidak membantu." Ucap si pria.
^^^"Apa ada masalah saat kau mengendalikan mereka semua?" Tanya si wanita.^^^
"Sebebarnya tidak ada masalah, tapi ada satu hal aneh yang kudapati beberapa hari yang lalu." Ucap si pria.
^^^"Apa itu?" Tanya si wanita.^^^
^^^"Apa maksudmu dengan penghalang?" Tanya si wanita.^^^
"Di dalam tubuh wanita itu tertanam sebuah inti kecil. Dari hawanya, inti itu bukan dari sosok yang lemah. Tapi aku pernah melihat hawa besar ini sebelumnya, namun aku tidak ingat dimana itu." Ucap si pria.
^^^"Dengan kata lain, ada sosok berkemampuan khusus seperti kita yang melindungi perempuan itu." Ucap si wanita.^^^
"Jadi, apa kita perlu menculik wanita itu?" Tanya si pria.
^^^"Tidak perlu, bunuh saja! Dan biarkan waktu yang membuatnya muncul ke hadapan kita." Ucap si wanita.^^^
......................
Ternyata nomer 23 si benang merah adalah pria itu. Dan wanita itu kurasa atasannya. Jika aku membiarkan mereka bertindak lebih, maka akan banyak korban berjatuhan.
Kemudian aku langsung bersiap untuk posisi menyerang cepat. Target utamaku adalah si benang merah itu. Untuk wanita disampingnya akan ku urus nanti.
..."Dusshhh"...
Aku langsung melesat menusuk si benang merah.
__ADS_1
..."Aghkkk"...
Dia tertusuk oleh pedangku.
Lalu aku langsung menendang wanita itu menjauh dariku. Setelah itu aku langsung mengambil pedang lagi dari portal untuk membunuhnya.
Tiba-tiba saja dari belakangku, munculah monster besar yang siap mencakarku. Lalu dengan cepat, aku menghindar darinya.
Aku bingung, darimana monster besar ini berasal? Setahuku hutan ini hanya berisi hewan liar saja, dan jika ada monster sebesar ini, seharusnya aku tahu keberadaannya.
Kemudian dari belakangku lagi, munculah monster bertaring dengan nafas api dari mulutnya. Seketika itu juga, aku langsung menghindar.
Lalu saat aku melompat ke atas langit, aku meilhat wanita itu yang memanggil para monster-monster itu. Kalau begitu wanita itu adalah, nomer 48 sang penjaga gerbang.
Dan saat aku turun dari langit. Monster bercakar itu berusaha untuk memakanku. Tak perlu waktu lama, aku langsung meledakan monster itu dengan kemampuan si peniru.
Dan dari sini, aku perlu mengulur waktu untuk membuat jebakan agar wanita itu tidak bisa menggunakan kemampuannya.
......................
^^^"Siapa kau beraninya menyerang kami?" Tanya wanita itu.^^^
"Aku bukan siapa-siapa, hanya saja kebetulan lewat disini dan menemukan target untuk menguji kemampuan baruku." Ucapku.
^^^"Kami bahkan tidak mengusikmu, kenapa kau mengacaukan ritual kami?" Tanya si wanita.^^^
"Tidak mengusik? Yang benar saja, kalian telah membuat temanku jadi salah satu boneka aneh. Dan jangan harap kalau kalian akan lolos dariku." Ucapku.
^^^"Kau sama seperti kami, anak dengan berkemampuan khusus yang hampir terbunuh belasan tahun yang lalu. Kenapa kau tidak bergabung dengan kami saja? Sebagai gantinya, kami takkan menyentuh orang-orang yang kau sayangi." Ucap si wanita.^^^
"Apa kau tahu siapa pelaku yang meledakan area penelitian itu?" Tanyaku.
^^^"Kami tahu, mereka adalah tim khusus dari organisasi gelap. Dan juga nomer 39 sang penghancur yang meledakkan seluruh area penelitian." Ucap wanita itu.^^^
"Kau benar, berkat ledakan itu, aku menemukan banyak hal yang belum pernah kulihat." Ucapku.
^^^"Kalau begitu, maukah kau bergabung dengan kami untuk membalas dendam?" Ucap si wanita.^^^
"Maaf aku tidak bisa!" Ucapku.
^^^"Kenapa?" Tanya si wanita.^^^
"Karena akulah pelaku yang meledakan tempat itu, dasar kalian bodoh!" Ucapku sambil tersenyum.
......................
__ADS_1
Lalu kuaktifkan kemampuanku. Tanda nomer 39 di dadaku menyala terang di bawah sinar bulan.
Mereka terkejut dan gemetaran akan kekuatanku yang meluap. Dan dari sinilah, akan kuhancurkan seluruh ancaman yang berani mengusik kehidupanku.