
Bu Siska ketagihan dan kembali meminta jatah.
Padahal kemarin aku dan dia sudah bermain begitu banyak, sampai-sampai membuatku sulit untuk istirahat.
Tapi aku juga tak bisa menolaknya, karena dia pasti akan memperkosaku dan mengikatku seperti tahanan perang.
Pada akhirnya aku kembali bermain dengan dosen cantikku ini, meskipun tidak sebanyak pagi tadi, tapi paling tidak dia puas.
Dan beberapa jam kemudian kami logout dari hotel sambil bergandengan. Tapi tiba-tiba saja langkah kami dihentikan oleh staf hotel yang memanggil kami.
......................
^^^"Tunggu sebentar tuan dan nona!" ucapnya sambil menghadang kami.^^^
"Ada apa? Apa ada masalah?" tanyaku.
^^^"Tidak, hanya saja kalian mendapatkan hadiah dari kami sebagai pasangan teromantis bulan ini." ucapnya sambil memberikan kami sebuah kado.^^^
"Ha? Pasangan romantis?"
^^^"Iya!"^^^
"Tapi-" mulutku ditutup bu Siska.
"Terima kasih ya! Tak kusangka menginap di hotel dapat hadiah." ucap bu Siska dengan wajah bahagia.
^^^"Kalau begitu, silahkan lanjutkan aktivitas kalian! Kapan-kapan kesini lagi ya!"^^^
"Iya!" ucap bu Siska sambil melambai.
......................
Kemudian kami berjalan ke sebuah taman dan membuka hadiah tersebut, ternyata isinya sebuah buku tebal dengan gantungan kunci berbentuk hati.
Aku jadi bingung mau kuapakan hadiah ini. Dan saat aku ingin bertanya pada bu Siska, dia terlihat begitu bahagia sekali. Senyum manis kembali terpancar dari wajahnya.
Lalu dia mulai berbicara padaku dengan gembiranya.
......................
^^^"Lihat Ris, gantungan kunci ini ada nama kita! Kelihatan imut banget! Menurutmu bagaimana?" ucap bu Siska.^^^
"Kupikir ini biasa-biasa saja!"
^^^"He?"^^^
"Tapi kalau kau menanggapinya sampai seperti itu, maka aku juga sependapat denganmu!"
▪Lalu wajah bu Siska memerah.
^^^"La-lalu mau kau apakan hadiah-hadiah ini?" tanya bu Siska dengan wajahnya yang masih memerah.^^^
"Tentu saja akan kusimpan!"
^^^"Kau tidak membuangnya?"^^^
"Kenapa aku membuangnya, inikan bukti kalau kita punya kenangan manis sebagai pasangan!" ucapku sambil tersenyum padanya.
__ADS_1
▪Tiba-tiba saja bu Siska memelukku.
"Sa-sayang, kau baik-baik saja kan?" tanyaku.
^^^"Iya aku baik-baik saja! Malahan aku sangat bahagia sekarang karena dirimu!"^^^
"Kalau begitu syukurlah!"
......................
Kemudian bu Siska melepaskan pelukannya dan menggandengku berjalan keliling tempat luas ini.
Singkat cerita, kami putuskan untuk segera pulang, karena besok sudah hari Senin. Dan saat berpisahpun, bu Siska menciumku dulu, seakan aku ini seperti suaminya saja.
Akhirnya kencan panjang kami selesai. Dan sudah saatnya aku kembali ke rumah.
Kemudian aku langsung melompat tinggi dan berlari ke atap-atap rumah, hingga akhirnya aku sampai ke rumah.
Tapi aku baru ingat, kalau rumah ini bukanlah rumahku lagi.
Bagaimana aku bisa lupa? Apa diriku ini masih belum bisa melupakan kenangan manis selama ada di rumah ini?
Kurasa itu ada benarnya. Lagipula aku juga belum terbiasa hidup sendiri. Sebaiknya aku pergi sebelum ada yang tahu.
......................
Aku kembali lab ini, kemudian aku masuk dan menaruh hadiah tadi. Setelah itu aku beristirahat sebentar di kursi lab sambil menganalisis kembali si makhluk hitam ini.
Jujur saja aku ingin melakukan percobaan pada diriku ini. Tapi aku juga takut kalau dna makhluk ini malah balik melahapku nantinya.
Kurasa aku perlu menyiapkan kelemahannya dulu tanpa membunuhku sebagai kelinci percobaannya.
Jika makhluk ini lemah dengan suhu panas tertentu, maka aku perlu berada di tempat dengan suhu khusus untuk melakukan percobaan. Dengan begitu aku takkan terbunuh dengan konyol.
Kemudian aku berpindah ruangan khusus dan langsung menyuntikan dna makhluk ini ke tubuhku. Tapi tak terjadi apa-apa.
Namun setelah beberapa menit kemudian, tubuhku terasa aneh. Seperti ada yang berusaha mengambil alih kesadaranku.
Dan tanpa pikir panjang, aku langsung mengaktifkan sistem pemanas. Karena dna mkahluk ini membuatku tersiksa.
Tapi entah kenapa, dna makhluk ini tidak terpengaruh. Apa mungkin karena aku punya kemampuan khusus, jadi dia lebih kuat dari sebelumnya.
"Arrrggghhhh!!!! Aarrrgghhh!!
Aku berteriak! Diriku kesakitan! Aku tak bisa mengontrol diriku dengan benar. Tubuhku bergerak dengan sendirinya tanpa perintah otak. Hingga akhirnya aku kehilangan kesadaranku.
......................
Aku membuka mataku. Ternyata aku masih terkapar di ruangan khusus ini. Dan saat aku melihat seluruh tubuhku, ternyata tidak ada masalah.
Syukurlah, berarti kemarin tubuhku mencoba melawan dna itu. Mungkin karena itu tubuhku jadi kesakitan.
Dan saat aku melihat jam, aku terkejut. Karena waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi.
Jadi semalaman aku terkapar di ruangan kuhusus ini! Kupikir aku hanya terkapar beberapa jam saja. Ya ampun! Sebaiknya aku segera mandi sebelum aku terlambat berangkat ke kampus.
......................
__ADS_1
Singkat cerita, aku telah ke kampus sambil terengah-engah karena berpacu dengan waktu.
Lalu bu Siska datang dari samping sambil menjewer telingaku.
......................
"Adu..duh..duh! Sakit!" ucapku.
^^^"Biarin! Siapa suruh kamu berangkat telat-telatan!" ucap bu Siska.^^^
"Maafkan aku bu! Aku ketiduran!"
^^^"Oh gitu ya! Kalau begitu kumaafkan." ucap bu Siska yang masih menjewer telingaku.^^^
"Kalau begitu kenapa kau masih menjewer telingaku?"
^^^"Karena aku masih kesal padamu!"^^^
"Ha? Aku tidak melakukan kesalahan apapun kecuali terlambat bukan!"
^^^"Ha!!! Percaya diri sekali kau ini! Kau memanggilku dengaan sebutan "bu" lagi barusan! Dan kau bilang tak melakukan kesalahan!" ucap bu Siska sambil menjewerku lebih keras.^^^
"Iya-iya aku minta maaf! Jadi tolong lepaskan tanganmu dari telingaku! Sepertinya telingaku akan lepas."
▪Lalu bu Siska berhenti menjewerku.
"Adu..duh..duh.. Ya ampun rasanya sakit sekali." ucapku.
^^^"Kalau begitu cepatlah masuk kelas! Sebentar lagi pelajaran akan dimulai."^^^
"Baiklah aku mengerti."
......................
Saat bu Siska berjalan, aku merasakan hawa asing di sekitar sini. Jaraknya sangat dekat, dan kelihatannya seperti mau menyerang.
Saat aku mengecek sekitar, ternyata orang itu berada diatas gedung kampus. Dan dia siap menembakkan sesuatu. Jika dilihat dari arahnya kurasa dia ingin-
▪Mataku mengarah ke bu Siska.
Orang itu ingin menembak bu Siska!
Tanpa pikir panjang aku langsung berlari secepat mungkin ke arah bu Siska.
"Sayang!! Awass!!" Teriakku.
......................
"Jrroootttt!!"
Senjatanya menembus tubuhku yang menghadang bu Siska. Cucuran darah keluar dari tubuhku. Bu Siska terlihat terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Dan saat aku menoleh ke belakang, orang itu terlihat mau kabur.
Tentu saja takkan kubiarkan. Aku langsung memakai kemapuan si benang merah untuk menangkapnya sambil menutup mata bu Siska agar tak melihat kemampuanku.
Kutanamkan benang pengendali pada orang-orang yang ada disekitarku untuk mengejarnya.
__ADS_1
Tapi yang jadi masalahnya adalah bu Siska yang melihatku tertusuk. Dia terlihat panik dan gemetaran.
Kurasa aku harus mengubah ingatannya sebelum keadaan semakin memburuk. Tapi aku malah kehilangan kesadaranku dulu dan terjatuh di pelukan bu Siska.