Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 26


__ADS_3

Singkat cerita, aku berhasil kabur dari si nomer 50 yang super kuat itu. Suara tembakan keras terdengar dari jauh, yang menandakan kalau pria itu masih menembak dengan cara membabi buta.


Untungnya, aku berhasil kabur jauh dari pandangannya. Untuk berjaga-jaga, aku akan tetap diam di hutan ini. Supaya dia tidak bisa menemukanku.


Beberapa jam kemudian, suara tembakan telah hilang, Itu berarti dia sudah pergi. Luka yang kuterima kali ini cukup parah, bahkan beberapa luka ditubuhku terus meneteskan darah.


Lalu aku berjalan keluar hutan sambil menahan rasa sakit yang hebat ini. Dan akhirnya aku menemukan sebuah jalan. Setelah itu aku duduk dipinggir jalan, berharap ada orang lewat membawaku ke rumah sakit.


Tak lama kemudian ada sebuah mobil lewat dari arah barat. Aku ingin meminta bantuannya, tapi aku benar-benar kehabisan tenaga. Kesadaranku semakin menipis, suaraku makin mengecil, dan tubuhku tak bisa kugerakkan.


Kemudian mobil itu berhenti tepat didepanku, lalu turunlah si pengemudi.


"Ya ampun! Ris! Bangunlah!"


Suara ini sangat tidak asing bagiku, terdengar sangat familiar di telingaku. Sebenarnya siapa dia ini? Kenapa dia tahu namaku? Apa dia kenalanku?


Lalu saat aku melihatnya, ternyata itu bu Siska. Wajahnya yang cantik telah rusak setelah meneteskan air mata, aku bingung kenapa dia masih mempedulikanku.


Beberapa detik kemudian, aku telah pingsan.


...---------------...


Aku membuka mataku, tubuhku masih terasa sakit. Dan sekarang aku tidur di ranjang empuk. Bahkan aku tidak tahu siapa pemilik rumah ini.


Tak lama kemudian, terdengar suara langkah mendekat ke kamar ini. Dan itu adalah bu Siska yang sedang membawakan perban tambahan untukku.


Saat melihatku sudah bangun, dia hanya terdiam dengan wajah tanpa ekspresi. Setelah itu dia duduk disampingku.


......................


"Terima kasih telah menolongku bu." Ucapku.


^^^"Aku sebenarnya tidak sudi menolongmu! Tapi karena ada cctv di bagian timur, mau tidak mau aku harus membawamu. Dan juga kau tetap muridku, mana ada guru yang diam melihat salah satu muridnya terluka." Ucap bu Siska tanpa menatapku.^^^


"Kalau itu alasannya, aku juga tidak masalah. Meskipun kau tidak ikhlas, tapi aku akan tetap bersyukur." Ucapku.


^^^"Terserah apa katamu, yang penting aku ingin kau cepat keluar. Karena besok ada keluargaku yang akan menginap disini." Ucap bu Siska^^^

__ADS_1


"Ya ampun, aku malah jadi merepotkanmu. Kalau begitu aku akan keluar sekarang!" Ucapku.


^^^"Kalau begitu baguslah!" Balas bu Siska.^^^


......................


Lalu aku berusaha bangun dari ranjang, seluruh luka yang diperban kembali terbuka. Warna merah terlihat dari perban yang putih.


Setelah itu aku berjalan keluar pelan-pelan. Karena luka, otot, dan sarafku masih belum sembuh.


Dari belakang, tiba-tiba saja bu Siska memelukku dan menangis begitu hebat.


......................


^^^"Hiks..hiks.. Kenapa kau malah benar-benar bagun dari ranjang? Lukamu bahkan terbuka lagi! Apa sampai segitunya kau membenciku! Hiks..hiks." Ucap bu Siska sambil menangis.^^^


"Tadi kau sendiri yang bilang, ingin aku segera meninggalkan kamar ini. Sekarang kenapa kau menangis untukku?" Ucapku sambil menahan air mata.


^^^"Kau ini memang bodoh! Mana ada orang dengan luka parah seperti ini dibiarkan pergi begitu saja!" Ucap bu Siska.^^^


"Kau ini sungguh aneh! Tadi kau memintaku pergi! Sekarang kau memintaku kembali! Aku ini bukan siapa-siapamu lagi! Jadi biarkan aku pergi!" Ucapku.


^^^"Iya aku memang aneh! Itu sebabnya kenapa aku tidak membiarkanmu pergi! Karena aku benar-benar mencintaimu!" Ucap bu Siska.^^^


"Beberapa hari yang lalu kau membenciku! Lalu sekarang kenapa kau menolongku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati disana? Aku ini bukan mainan! Aku juga manusia, punya hati dan perasaan." Ucapku.


^^^"Aku tidak membencimu! Aku hanya berbohong dengan perasaanku! Dan setelah hari itu, kenapa kau tidak terlihat di kampus! Kau menghilang selama tiga hari dengan alasan sakit dari kakakmu. Dan sekarang kau kembali dengan luka yang bahkan belum pernah kubayangkan! Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" Ucap bu Siska dengan suara keras.^^^


"Aku tidak bisa menjelaskannya padamu!" Ucapku.


^^^"Lihatlah dirimu ini! Kau bahkan tidak mau memberitahu penjelasannya padaku? Kau ini memang misterius!" Ucap bu Siska.^^^


^^^"Dan apa yang kau lakukan padaku hari itu? Saat aku pergi ke rumah sakit, dokter bilang tumor di jantung telah hilang! Kau ini apa? Kau ini siapa sebenarnya? Hiks..hiks..hiks.. Kumohon berhentilah menjauh dariku! Hiks..hiks..hiks..haaa!!!" Ucap bu Siska disertai tangisannya.^^^


"Kau hanya bermimpi! Aku tidak melakukan apa-apa padamu!" Ucapku dengan jawaban palsu.


^^^"Jangan berbohong!!!!! Berhentilah membohongiku! Aku bahkan tidak pernah membohingimu! Kenapa kau selalu berbohong padaku? Kalau kau tak ingin menjelaskannya, aku akan hargai itu. Tapi jika kau berbohong, kau bisa membuatku mati karena gelisah atas kebohonganmu itu! Hiks..hiks..hiks." Ucap bu Siska dengan tangisannya.^^^

__ADS_1


"Baiklah, aku akui telah banyak berbohong padamu! Dan maafkan aku telah melukai hati dan perasaanmu itu." Ucapku.


^^^"Aku juga minta maaf! Hiks..hiks..hiks.. Te..telah mengatakan hal aneh dan bertindak kejam padamu!" Ucap bu Siska.^^^


"Iya tidak apa-apa. Kalau begitu, bisakah kau bangun dari tubuhku?" Ucapku.


^^^"Tidak bisa!" Bentak bu Siska.^^^


"Kenapa?" Tanyaku bingung.


^^^"Karena aku takut kau menghilang lagi entah kemana! Dan aku tak mau melihatmu sekarat lagi!" Ucap bu Siska.^^^


"Kalau begitu bagaimana caranya agar kau bisa bangun dari tubuhku?" Tanyaku.


^^^"Kau harus berjanji padaku!" Ucap bu Siska.^^^


"Berjanji apa?" Tanyaku.


^^^"Jika kau menghilang lagi dan membuatku khawatir dan gila, maka kau harus menikah dan menghamiliku pada saat kau kembali!" Ucap bu Siska.^^^


"Ha!! Itu berlebihan! Bagaimana kalau aku hanya menghilang demi istirahat saja? Apa kau akan datang padaku dan memperkosaku?" Tanyaku.


^^^"Tentu saja, aku akan melakukan itu!" Ucap bu Siska.^^^


"Itu namanya pemaksaan! Begini saja, mungkin suatu saat nanti aku akan pergi bersama kakakku untuk liburan. Dan sebelum itu aku akan pastikan telah memberitahu mu." Ucapku.


^^^"Itu tidak adil! Kenapa hanya kakakmu yang bersenang-senang denganmu? Apa kau tidak mau mengajakku?" Ucap bu Siska.^^^


"Kak Mila yang biasanya ingin liburan! Aku tidak mungkin minta sesuatu yang membuat mood kak Mila hancur." Ucapku.


^^^"Kalau begitu, sebelum liburan kau harus bersenang-senang denganku! Titik! Kau tidak boleh menolak!" Ucap bu Siska dengan ekspresi imutnya.^^^


"Hmm... Baiklah kuterima persyaratanmu itu!" Ucapku.


......................


Lalu bu Siska bangun dari tubuhku dan berdiri di pinggir ranjang. Kemudian dia pergi keluar dengan senyum manis yang terpancar jelas di wajahnya.

__ADS_1


Dan saat bu Siska pergi, Dari kantong celana, aku mengambil formula khusus. Setelah itu langsung kuminum dengan cepat.


Sebenarnya formula ini kuambil dari lab mendiang ayah dan ibu. Fungsinya mempercepat penyembuhan luka separah apapun. Dengan catatan hanya menutup luka luar saja.


__ADS_2