Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 37


__ADS_3

Alarm hpku berbunyi, menandakan pukul 6 pagi. Aku langsung bangun untuk mandi dan menyiapkan segala sesuatu untuk kuliah hari ini.


Jujur saja aku masih belum terbiasa dengan kehidupan baruku ini. Sendirian, tanpa keluarga dan tak ada yang mendapingi. Tapi aku juga harus sadar diri! Karena inilah takdir yang telah ditentukan untuk diriku ini.


Kemudian aku berangkat ke kampus dengan memakai kemampuanku sendiri.


Dan sesampainya di kampus aku melihat bu Siska lagi di gerbang sambil bermain ponsel, lalu aku berjalan dan menyapanya.


......................


"Bu!" ucapku sambil menepuk pundaknya.


^^^"Ah Ris, maaf aku nggak tahu kalo kamu datang." ucap bu Siska.^^^


"Nggak apa-apa, kalo begitu ayo masuk bu! Kalau kau disini terus, kau bisa jadi hitam nanti karena kepanasan." ucapku sambil menggandeng tangannya.


^^^"Ris? Kamu-" ucap bu Siska yang terkejut karena aku dulu yang menggandeng tangannya.^^^


"Iya bu ada apa?"


^^^"Apa kamu baik-baik saja?"^^^


"Iya kau baik-baik saja kok bu. Memang ada apa?"


^^^"Engga, engga ada apa-apa. Hanya saja aku terkejut karena kamu menggandeng tanganku langsung."^^^


"Kalo kau tidak suka, akan kulepaskan!"


^^^"Tidak perlu! Begini aja terus, sampai kita sampai ke kelas nanti." ucap bu Siska sambil tersipu.^^^


......................


Aku menggandeng tangan bu Siska di hadapan anak-anak kampus. Jujur saja aku juga deg-degan. Karena aku melakukannya secara spontan.


Tak lama kemudian bu Siska kembali bicara padaku.


......................


^^^"Ris, kamu kenapa? Kok mukamu memerah gitu?" Tanya bu Siska.^^^


"Aku tidak apa-apa kok bu." ucapku.


^^^"Apa kamu sakit?" ucap bu Siska sambil menyentuh dahiku.^^^


"Bu, aku tidak sakit! Hanya saja aku ini sedang tersipu malu."


^^^"Kenapa kamu tersipu? Aku tak melakukan hal apapun kan padamu."^^^


"Iya, tapi akunya yang-" ucapanku terpotong karena bu Siska menutup bibirku dengan tangannya.


^^^"Kamu masih gugup gandengan sama aku ya?" Tanya bu Siska sambil tersenyum manis.^^^


Lalu aku menganggukan kepala.


^^^"Ya ampun kamu ini! Kalau ngelakuin sesuatu itu jangan setengah-setengah! Mukamu itu bikin aku gemes tahu!" ucap bu Siska sambil mencubit pipiku.^^^


"I-iya bu aku minta maaf! Jadi berhentilah mencubiti pipiku! Nanti jadi tembem!"


^^^"Nggak akan! Kecuali kau mau kencan denganku sore ini!"^^^


"Tapi-"


^^^"Kalau kamu nggak mau, tanganku nggak akan lepas dari pipimu ini!"^^^


"Baiklah, jam berapa?"


^^^"Akan ku kabari nanti lewat pesan."^^^

__ADS_1


......................


Setelah melepaskan tangannya dari pipiku, bu Siska langsung merangkulku sambil tersenyum-senyum


Mungkin suasana hatinya hari ini sangat senang, sampai-sampai terlihat dari ekspresinya itu.


Singkat cerita kuliah hari ini selesai. Kemudian aku pulang ke lab untuk ganti baju. Karena bu Siska mengajakku untuk kencan.


Hingga pada waktunya, aku menunggunya di sebuah distrik yang meriah sebagai tempat pertemuannya. Dan setelah beberapa menit menunggu, Akhirnya bu Siska datang dengan penampilannya yang cukup mempesona. Mataku sampai tak berkedip saat melihatnya.


......................


^^^"Maaf ya membuatmu menunggu lama." ucap bu Siska.^^^


Aku terdiam sambil menatap bu Siska.


^^^"Ris, kamu tidak apa-apa kan?" tanya bu Siska sambil menyentuh pipiku.^^^


"Ti-tidak apa-apa."


^^^"Apa kamu lagi nggak sehat?"^^^


"Aku sehat kok. Hanya saja aku terpana melihat penampilanmu ini."


^^^"Apa aku terlihat aneh setelan ini?"^^^


"Engga kok, justru kau terlihat cantik bu! Sampai-sampai membuatku tidak berkedip!" ucapku.


^^^"Halah.. Gombal! Udah ah, ayo sini nanti tempatnya keburu rame!"^^^


"Memang kita ini sebenarnya mau kemana?"


^^^"Udah ikut aja, kamu pasti suka kok!" ucap bu Siska sambil menggandeng tanganku.^^^


......................


Kemudian aku dan bu Siska masuk dan memesan meja beserta makanan dan minumannya. Setelah itu kami naik ke lantai paling atas. Dan sesampainya disana, mataku terkesima.


Ternyata yang ingin ditunjukan bu Siska adalah pemandangan kota beserta langit malam yang indah. Jujur saat aku melihatnya, aku sedikit terkagum-kagum. Karena baru pertama kalinya aku melihat pemandangan seindah ini.


Dan tak lama kemudian, bu Siska menarikku ke sebuah bangku dekat balkon. Lalu aku melihat ke bawah, ternyata pemandangan di bawah sana juga tak kalah menarik. Banyak lampu merah dan kunig menyala menerangi jalan dan atraksi-atraksi hebat.


Lalu bu Siska bertanya padaku tentang pendapatku mengenai tempat ini.


......................


^^^"Gimana menurutmu?"^^^


"Aku cukup terhibur, maaf maksudku sangat terhibur dengan semua ini. Darimana kau tahu tempat hebat ini?"


^^^"Kau hanya kebetulan menemukannya saat jalan-jalan cari angin. Ngomong-ngomong apa kakakmu tidak marah?"^^^


"Marah kenapa?"


^^^"Ya, karena aku mengambilmu darinya untuk malam ini."^^^


"Tidak, aku bahkan tidak bilang kalau aku bersamamu."


^^^"Jadi ceritanya aku ini selingkuhanmu ya?" ucap bu Siska sambil tersenyum.^^^


"Kapan aku bilang kalau kau jadi selingkuhanku? Lagipula yang mengajakku itukan kau sendiri bu."


▪Lalu bu Siska mentutup mulutku dengan jari telunjuknya.


^^^"Jangan panggil aku bu! Kita tidak berada di lingkungan sekolah. Jadi bersikaplah romantis padaku!"^^^


"Lalu aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?"

__ADS_1


^^^"Sa-yang!"^^^


"He?"


^^^"Kenapa? Apa kamu nggak suka?"^^^


"Bu-bukan,"


^^^"Kalau begitu coba panggil aku!"^^^


"Sa-sa-sayang!"


^^^"Sekali lagi!"^^^


"Sayang!"


^^^"iya ada apa sayang?" sahut bu Siska.^^^


"Ayolah jangan main ginian!"


^^^"Main? Aku serius kok!"^^^


"Ha?"


^^^"Mulai sekarang, tetap panggil aku seperti itu! Dan tak ada lagi kata "bu" kecuali saat jam pelajaran!"^^^


"Tapi-"


^^^"Kalau kamu membantah, aku akan lompat dari sini!"^^^


"Baiklah, aku paham. Sa-sayang!"


▪Lalu bu Siska merasa gemas padaku dan langsung mencubiti pipiku.


"Hentikan, kau membuat pipiku melebar!"


^^^"Biarin! Habisnya kamu nggemesin sih!" ucap bu Siska.^^^


......................


Tak lama kemudian, akihrnya pelayan membawakan makanan dan minuman pesanan kami tadi. Setelah itu kami makan. Kemudian tiba-tiba saja, bu Siska menyodorkam sendoknya kepadaku dan memintaku untuk memakannya.


"Bu- maksudku sayang, kau tak perlu melakukan ini! Aku ini bukan anak kecil!"


^^^"Aku nyuapin kamu sebagai kekasih, bukan sebagai ibu! Jadi cepatlah buka mulutmu! Tanganku mulai pegal."^^^


"Iya-iya aku mengerti."


......................


Setelah selesai makan, aku melihat bibir bu Siska ada sisa makanannya. Tanpa pikir panjang, aku berdiri dan mengusap bibir bu Siska dengan sapu tanganku.


Lalu secara tak sadar, diriku terpesona dengan wajah cantik bu Siska. Kemudian aku tak sengaja mencium bibirnya karena nafsuku mulai mengontrolku.


Kemudian aku sadar sepenuhnya dan langsung melepaskan bibirku dari bu Siska.


^^^"Tunggu!"^^^


"Ma-maafkan aku! Aku tak sengaja melakukan itu karena terpesona dengan kecantikanmu!"


^^^"Bukan begitu, maksudku kamu menciumnya kurang lama! Aku bahkan masih merasakan sensasinya. Jadi lakukan sekali lagi!"^^^


"A-apa tidak masalah?"


^^^"Udah lakuin aja! Jangan bikin aku geregetan!"^^^


......................

__ADS_1


Lalu aku kembali mencium bu Siska. Bibir lembutnya benar-benar membuatku nyaman.


__ADS_2