Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 28


__ADS_3

Bu Siska membopongku ke kamarnya dengan ekspresi yang berbeda. Setelah itu dia membaringkanku ke ranjangnya. Jujur saja aku khawatir padanya. Kemudian aku coba berbicara padanya.


......................


"Bu, apa kau baik-baik saja?" Tanyaku.


^^^"Iya, aku baik-baik saja. Ngomong-ngomong kamu lapar nggak? Biar aku buatin sesuatu untukmu." Ucap bu Siska.^^^


"Iya, aku sedikit lapar. Tapi aku masih tidak ingin makan dulu!" Ucapku.


^^^"Kenapa?" Tanya bu Siska.^^^


"Ya, karena aku masih belum punya nafsu makan." Ucapku.


^^^"Oh gitu ya, kalau begitu kalau nafsu lainnya gimana?" Tanya bu Siska.^^^


"Nafsu lainnya? Apa maksudmu bu?" Tanyaku.


^^^"Masak kamu nggak paham?" Tanya bu Siska.^^^


"Ti..tidak paham! Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya di pikiranku." Ucapku.


^^^"Kalau begitu biar ku jelaskan langsung lewat contoh langsung!" Ucap bu Siska.^^^


"Contoh langsung?" Ucapku bingung.


......................


Lalu bu Siska mendekat padaku dan mulai menyempitkan jarak antara wajahku dengan wajahnya. Setelah itu dia menciumku dengan begitu kembutnya.


..."Uhmmm...hhhmm...uumm."...


Setelah itu, lidahnya masuk dan mulai menari didalam mulutku. Sensasi lembut dan rasa manis ini membuatku sulit untuk mempertahankan akal sehatku.


Lalu kupeluk bu Siska dan kubaringkannya ke ranjang bersamaku. Lalu nafsu bu Siska mulai meluap, dan malam itu aku melakukan banyak hal dengannya.


...----------------...


Lalu pada keesokan harinya, aku membuka mataku. Rasa hangat dari selimut ini membuatku tak ingin bangun dari ranjang. Kemudian, saat aku menoleh ke samping, aku melihat bu Siska yang masih tidur dengan bajunya yang terbuka.


Setelah itu aku ingat, bahwa tadi malam aku melakukan hal dewasa bersamanya. Lalu aku membuka selimut dan memastikan bahwa celanaku belum turun. Dan saat aku mengeceknya, ternyata celanaku dengan apa yang didalamnya masih belum diapa-apakan.


Aku bersyukur, karena tadi malam cuma main bagian atas aja. Tak lama kemudian, bu Siska bangun dengan kedua dadanya yang bergoyang.


......................


^^^"Pagi Ris." Ucap bu Siska sambil bangun tidur.^^^


"Pagi juga bu." Ucapku.


^^^"Kamu bangunnya kok cepet banget sih?" Tanya bu Siska.^^^


"Karena suasana pagi sangat menyehatkan untuk tubuh." Ucapku.


^^^"Oh gitu!" Ucap bu Siska.^^^


...Lalu dia melihat bajunya yang terbuka. Lalu matanya seperti orang terkejut. Setelah itu dia menatapku dengan ekspresi kaget....


"Ris, kamu apain aku tadi malam?" Tanya bu Siska.


"Seharusnya itu kata-kataku." Ucapku.


^^^"Tunggu! Apa maksudmu?" Tanya bu Siska.^^^

__ADS_1


"Tadi malam kau meluapkan nafsumu padaku." Ucapku.


^^^"Ki..kita tidak sampai melakukan itu kan?" Tanya bu Siska.^^^


"Melakukan apa?" Tanyaku bingung.


^^^"Halah itu lho!" Ucap bu Siska.^^^


"Apanya yang itu? Katakan dengan jelas?" Ucapku.


^^^"Adegan malam pertama!" Ucap bu Siska dengan nada tinggi.^^^


"Ohh itu." Ucapku.


^^^"Kamu ini sengaja ya buat aku mengatakan itu!" Ucap bu Siska.^^^


"Iya." Ucapku sambil tersenyum.


^^^"Ihhh!! Kamu ini nyebelin ah!" Ucap bu Siska sambil menepuk bahuku.^^^


"Iya-iya maaf." Ucapku.


^^^"Jadi kita benar-benar melakukannya?" Ucap bu Siska.^^^


"Kita tidak melakukannya bu! Buktinya celanaku dan celanamu masih kering dan terpakai dengan rapi." Ucapku.


^^^"Kau benar! Syukurlah!" Ucap bu Siska dengan wajah lega.^^^


"Kenapa kau sampai khawatir begitu bu?" Tanyaku.


^^^"Kalau kita benar-benar melakukannya, kupikir aku tidak akan melepaskanmu!" Ucap bu Siska.^^^


"Maksudnya?" Tanyaku.


"Itu bukan penyayang namanya. Jelas-jelas itu posesif." Ucapku.


^^^"Jadi gimana? Kamu mau nggak bersetubuh denganku sekarang?" Ucap bu Siska.^^^


"Maaf bu, tapi aku masih belum siap kehilangan keperjakaanku." Ucapku.


^^^"Cih!" Desis bu Siska.^^^


"Apa barusan kau kesal padaku bu?" Tanyaku.


^^^"Mana mungkin, aku sayang kamu kok!" Ucap bu Siska sambil tersenyum.^^^


"Oh ok, kalau begitu aku mau ke toilet dulu!" Ucapku.


^^^"Mau kutemenin nggak?" Ucap bu Siska.^^^


"Tidak perlu, aku bisa sendiri!" Ucapku.


^^^"Terus nanti kamu ngarahin bendamu gimana?" Tanya bu Siska.^^^


"Tanganku masih bisa kupakai! Jadi kau jangan berpikiran mesum untuk masuk ke toilet sambil memegangi punyaku!" Ucapku.


...Setelah itu aku masuk toilet untuk buang air kecil. Lalu aku keluar dari toilet....


^^^"Ris, aku boleh nggak minta sesuatu?" Tanya bu Siska.^^^


"Kau ingin minta apa bu?" Tanyaku.


^^^"Boleh nggak aku menyakiti tenganmu hingga tak bisa dipakai lagi?" Ucap bu Siska.^^^

__ADS_1


"Bu, jangan bilang kau masih ingin memegang punyaku. Seratus persen aku takkan biarkan itu terjadi!" Ucapku.


^^^"Cih." Desis bu Siska.^^^


"Jangan pasang ekspresi kecewa sepwrti itu!" Ucapku setelah melihatnya.


^^^"Kalau tanganmu sakit karena insiden, kurasa itu takkan terhindari bukan?" Ucap bh Siska.^^^


"Bu, kuharap kau tidak berusaha merencakan hal busuk demi memegang organ kelaminku!" Ucapku.


^^^"Aku nggak ngerencanain kok! Semuanya insiden itu tak terduga dan tak tahu kapan datangnya." Ucap bu Siska dengan senyum manisnya.^^^


"Dan saat insiden itu terjadi, aku akan langsung berlari ke rumah sakit!" Ucapku.


^^^"Kenapa jauh-jauh? Biar aku yang merawatmu!" Ucap bu Siska.^^^


"Tidak perlu repot-repot! Aku lebih suka pelayanan rumah sakit yang aman dari wanita penuh nafsu sepertimu!" Ucapku.


^^^"Itu bukan nafsu! Namanya kasih sayang!" Ucap bu Siska.^^^


"Kasih sayang seharusnya tidak memiliki tujuan tertentu. Apalagi jika tujuan itu busuk!" Ucapku.


^^^"Ihh, kamu nyebelin ah!" Ucap bu Siska.^^^


"Terserah kau saja, aku mau makan!" Ucapku.


^^^"Makan saja sendiri sana!" Ucap bu Siska dengan jutek.^^^


"Baiklah aku akan makan sendiri, tapi kalau kak Aira menyerangku. Kau tidak akan menyesal kan!" Ucapku.


^^^"Ihh kamu ini benar-benar nyebelin! Ya udah kutemenin kamu makan. Sekalian aku buatin kamu bubur hangat." Ucap bu Siska.^^^


Lalu kami berjalan ke ruang makan. Dan disana sudah ada kak Aira yang sedang bermain hp.


......................


^^^"Pagi kak! Pagi Risan!" Sapa kak Aira.^^^


"Pagi Aira." Ucap bu Siska.


"Pagi juga kak." Ucapku.


...Lalu kak Aira terkejut setelah melihat baju bu Siska yang masih terbuka....


^^^"Kak, tadi malam apa yang kau lakukan bersamanya?" Tanya kak Aira dengan wajah serius.^^^


"Tentu saja melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh pasangan kekasih." Ucap bu Siska.


...Kemudian kak Aira menatap dengan wajah kesal....


^^^"Ris, kamu duduk dulu! Biar kumasakin sebentar!" Ucap bu Siska.^^^


"Iya bu." Ucapku.


......................


Setelah duduk, aku melepas semua perban yang ada di tubuhku. Kemudian kak Aira dan bu Siska kaget. Karena melihat tubuhku yang sudah bersih tanpa luka.


......................


^^^"Ris? Ka..kamu masih satu hari disini. Ta..tapi kenapa lukamu sudah sembuh." Ucap bu Siska yang terheran-heran.^^^


"Untuk itu aku tidak bisa menjelaskannya padamu bu! Yang jelas peyembuhan luka di tubuhku termasuk cepat. Jadi aku tidak butuh waktu lama kalau sekedar luka tebasan dan tusukan." Ucapku.

__ADS_1


__ADS_2