
Kak Mila ingin bersetubuh denganku lagi, padahal tadi malam sudah bermain 7 ronde lebih. Tapi entah kenapa, tenagaku juga masih melimpah.
Dan pada akhirnya aku menuruti permintaan kak Mila. 3 jam telah berlalu, aku kehabisan tenaga. Kak Mila juga terbaring lemas diranjang. Aku tak tahu berapa ronde yang sudah kujalani kali ini.
Tapi kurasa lebih dari 9 mungkin. Kak Mila tetap terbaring dan tertidur di ranjangnya. Dan aku berjalan keluar dari kamar kak Mila sambil telanjang untuk mandi. Namun, saat aku mau pergi ke kamar mandi, ada suara bel berbunyi dari pintu depan.
Jujur saja aku tak ingin membukakannya karena tenagaku benar-benar terkuras habis, tapi tak sopan juga jika membiarkan tamu menunggu di luar.
Dengan cepat aku mencari celana dan berjalan cepat ke arah pintu. Lalu saat aku membukakan pintu, tiba-tiba saja ada hunusan pedang yang hampir saja melubangi kepalaku.
Kemudian dengan cepat aku menendangnya keluar. Lalu aku langsung bergerak mendekatinya dan memukulnya dari bawah.
"Taanngggg!!!"
Pukulanku ditahan oleh pedangnya. Namun sayang sekali itu tak cukup. Karena dampaknya juga akan tetap mengenainya.
"Brraaakkk!!"
Dia terlempar dan terjatuh begitu jauh dariku. Ini kesempatanku untuk menghabisinya karena dilihat dari manapun dia adalah tipe jarak dekat.
Kubuka portal dan menjatuhkan banyak pedang dari atas. Lalu dia berusaha menghindar sambil menangkis beberapa pedang yang hampir mengenainya.
Tanpa pikir lama, aku juga mendekat dari arah yang sebaliknya untuk menghantamnya. Tapi tiba-tiba saja, munculah sosok hitam besar yang menghadang seranganku.
Lalu sosok itu mengayunkan palu besar ke arahku dengan begitu kerasnya. Alhasil, taman rumahku jadi rusak.
Melawan si pemakai pedang itu mungkin bukan masalah, tapi sosok hitam ini benar-benar mengganggu. Ukurannya saja 4 kali lebih tinggi dariku. Ditambah daya tempurnya yang begitu kuat.
Kalau bertarung disini, mungkin akan membuat orang-orang sekitar penasaran. Lebih parahnya lagi jika kedua lawanku ini menyerang warga disini, aku pasti akan kewalahan untuk menghabisinya.
Tapi bagaimana cara memindahkan kedua lawanku ini?
......................
Kurasa aku tak punya pilihan selain memakai zirah tempurku, kemungkinan lukaku yang terdahulu akan kembali melebar lagi karena zirah ini pada dasarnya butuh tenaga dan kekuatan yang cukup tinggi.
"Duaarr!!"
Suara tembakan dari sisiku mengenai makhluk hitam besar ini.
"Duaarrr!!"
Suara tembakan itu kembali terdengar. Tapi kali ini dari arah yang berlawanan. Si pemakai pedang itu terkena tembakan tadi.
Kemudian si hitam besar itu tiba-tiba saja berubah bentuk menjadi bola hitam besar yang melindungi si pemakai pedang.
Dan saat aku mau menyerangnya, dia mengeluarkan kabut hitam pekat. Tak lama kemudian mereka menghilang, tak ada jejak yang tertinggal.
Aku tak mengerti keadaannya, tapi aku terselamatkan oleh penembak jitu tadi. Meskipun aku tak tahu dimana dia dan siapa dia sebenarnya.
__ADS_1
...----------------...
Untuk mengindari kecurigaan, aku membenahkan tanah yang dirusak oleh si hitam besar itu dengan alat pemutar waktu milik mendiang ayah.
Alat ini cukup unik bagiku, karena dapat memutar waktu ke objek yang di inginkan. Tapi tetap saja, alat ini masih belum sempurna. Karena terkadang suka meledak sendiri.
Singkat cerita, taman depan rumah telah kubenahi. Kemudian aku langsung masuk dan pergi ke kamar mandi. Dan saat mandi, aku merasakan kalau ada seseorang yang mengawasi rumah ini.
Dia berdiri tepat di area ranjauku. Dari gerakanya, kurasa dia bisa melihatku atau merasakan langkah kakiku. Aku berpura-pura tak tahu, sambil memakai baju. Setelah itu aku pergi keluar untuk menjauhkannya dari kakak ku.
Dan sesuai dugaanku, dia mengincarku sejak awal. Untuk mengelabuhinya, aku masuk ke daerah penuh orang dan berhimpit-himpitan diantara mereka sambil menghilangkan hawa keberadaanku.
Dan disaat itu pula, aku memakai kemampuan ratu dunia bawah untuk menghilangkan dari dan menembus dinding.
Lalu aku langsung menuju kearahnya melalui dalam tanah. Setelah itu aku berdiri di belakangnya dan mengacungkan pedang.
Disampingnya terdapat monster yang bentuknya seperti serigala. Kurasa monster ini yang daritadi memantauku.
...----------------...
"Siapa kau? Lepaskan jubahmu itu!" ucapku.
^^^"Tunggu, i..ini aku! Kau ingat?" ucapnya sambil melepas jubahnya.^^^
"Maaf, kurasa kau salah orang! Aku tidak kenal denganmu!"
^^^"Dasar kejam! Ini aku wanita yang kau selamatkan dari pria berjubah putih itu!"^^^
^^^"Iya, kau benar."^^^
"Ada perlu denganku? Apa kau kesini untuk membalas dendam kematian si benang merah itu?" ucapku sambik menodongkan pedang.
^^^"Tidak, bukan itu! Aku kesini karena butuh bantuan darimu!"^^^
"Bantuan?"
^^^"Iya, bisakah kita bicara sebentar!"^^^
"Tentu saja tak masalah! Bicaralah!" ucapku sambil menarik pedang-pedangku.
^^^"Aku tak bisa membicarakannya disini!"^^^
"Ha? Kenapa? Bukannya ini tempat yang paling cocok untuk mengatakan rahasia!"
^^^"Bukan itu! Masalahnya aku belum makan dari kemarin!" ucapnya sambil menghadap ke samping.^^^
"Dengan kata lain, kau ingin aku mentraktir makan siangmu begitu?"
^^^"I..iya!"^^^
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, tapi ada syaratnya!"
^^^"Syaratnya apa?"^^^
"Pertama, simpan anjingmu ini! Dia terlalu besar untuk masuk ke daerah umum. Dan yang kedua, jika kau kembali menyerangku. Aku akan langsung menghabisimu!"
^^^"Ba..baiklah aku mengerti!"^^^
...----------------...
Lalu aku membawanya ke kafe terdekat dan makan siang bersamanya. Dan setelah makan dia mulai berbicara tentang apa yang di inginkannya.
^^^"Aku ingin kau bergabung ke aliansi kami!"^^^
"Sebelum kau berbicara, setidaknya lihat wajahmu dulu! Banyak kuah makanan di sekitar mulutmu!"
^^^"Oh, maafkan aku!"^^^
"Kenapa aku harus bergabung ke aliansi konyolmu itu? Sementara kau sendiri masih begitu lemah di hadapanku!"
^^^"Aku tahu itu, tapi kami butuh sosok yang kuat untuk menghadapi sosok berjubah putih itu!"^^^
"Maksudmu, si nomor 50 yang kuhadapi waktu itu?"
^^^"I..iya!"^^^
"Kenapa harus aku? Kenapa tidak ketua aliansimu saja yang menghadapinya?"
^^^"Se..sebenarnya."^^^
"Jangan bilang kalau dia hanya menyuruhmu saja tanpa alasan apapun demi tujuannya!"
^^^"Ti..tidak! Bu..bukan begitu!"^^^
"Bilang padanya, aku takkan sudi jadi pion untuknya! Dan jika kondisinya memaksa, aku akan menyerang aliansinya dengan brutal."
^^^"Ketua tidak bermaksud seperti itu! Di..dia hanya-" ucapannya terpotong.^^^
"Berhentilah membelanya! Rekanmu yang kuhabisi waktu itu sudah memberitahuku kalau sosok yang kau kagumi itu hanyalah tukang suruh saja! Seharusnya kau sadar akan hal itu!"
^^^"Ta-tapi, dia yang mengadopsiku setelah insiden ledakan yang kau buat itu!"^^^
"Aku tak peduli dengan masa lalu! Lagipula kejadian itu sudah terlupakan cukup lama! Dan juga kau ini sudah dewasa, sudah saatnya kau bertindak sesuai keinginanmu!"
^^^"Tapi-"^^^
"Cukup! Kalau kau hanya ingin membela ketuamu itu, lebih baik aku pulang saja! Ucapkan salamku padanya juga!"
...----------------...
__ADS_1
Lalu aku pergi dari kafe sambil belanja stok makanan bulan ini. Dan saat perjalanan pulang, aku ditodong oleh senapan besar dari arah kanan dan kiri.