Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 30


__ADS_3

Lalu pada keesokan harinya, kak Mila datang ke kamarku untuk membangunkan diriku yang masih tertidur.


"Ris, ayo bangun! Ini sudah jam setengah tujuh." ucap kak Mila.


Sebenarnya aku sudah bangun, tapi aku hanya berpura-pura tidur saja di hadapan kak Mila.


"Ris, cepetan bangun! Sarapannya keburu dingin nanti!" ucap kak Mila.


Tapi aku tetap masih belum ingin bangun. Karena aku masih kecapekan dengan kejadian yang kemarin.


"Dasar pemalas! Ya udah, kalo kamu nggak mau bangun, maka jangan salahkan aku ya, kalau kakakmu ini berbuat macam-macam padamu!" ucap kak Mila.


......................


Lalu kak Mila mulai merayap ke tubuhku dengan ekspresinya yang penuh nafsu itu. Namun dalam sekejap aku langsung bangun dan mendorong tubuhku ke belakang.


"Maaf kak aku sudah bangun! Jadi kau tak perlu melakukan itu!" ucapku sambil mundur ke belakang.


^^^"Mana boleh gitu! Kakak udah terlanjur nafsu padamu! Jadi ini takkan berakhir sesuai kemauanmu, sayang!" ucap kak Mila dengan wajah cantiknya.^^^


"Kak, kurasa itu benar-benar tidak perlu! Lagipula kita bisa terlambat jika melakukan itu dulu!"


^^^"Itu apa coba? Ucapin yang jelas dong! Kakak nggak tahu apa yang kamu maksudkan?" ucap kak Mila sambil terus mendekat padaku.^^^


"Sudahlah kak, berhentilah menggodaku!"


^^^"Aku nggak menggodamu kok! Hanya nafsu padamu saja."^^^


"Itu bahkan lebih buruk!"


^^^"Oh ayolah sayang, cuma sebentar kok! Nggak akan lama kalo kakakmu ini sudah terpuaskan."^^^


"Beneran cuma sebentar?"


^^^"Iya cuma sebentar aja kok!"^^^


"Ba..baiklah, kalo hanya sebentar. Kurasa tak masalah."


......................


Lalu kak Mila langsung bertindak agresif padaku. Tangannya yang lembut langsung masuk ke dalam bajuku.


Setelah itu bibirnya menerjang bibirku dengam begitu brutal. Parfum wanginya benar-benar membuatku tak berdaya, ditambah tubuhnya yang seksi membuatku nyaman.


Kemudian kak Mila mengalungkan tangannya ke belakang leherku. Dia memelukku begitu erat, sampai dadanya benar-benar menempel padaku.


Puluhan menit telah berlalu, Aku melihat jam sudah menunjukan pukul setengah delapan. Setelah itu, aku meminta kak Mila untuk berhenti.


......................


"Kak, ini sudah jam tujuh lebih!" ucapku sambil melepas ciumannya.


^^^"Memang kenapa? Aku masih belum puas."^^^


"Kau dan aku bisa terlambat. Lain kali kita lanjutkan lagi!"


^^^"Lain kali itu kapan? Setiap aku meminta jatah, kamu selalu menolak dengan jutaan alasan."^^^


"Aku tidak akan menyangkal itu karena memang benar kenyataannya. Tapi kali ini aku janji, setiap kakak cantikku ini minta jatah, aku nggak akan nolak. Kecuali jika kondisinya tidak memungkinkan."


^^^"Baiklah, bagaimana setelah aku pulang kerja nanti?"^^^

__ADS_1


"Aku bahkan belum pulang kampus saat kau pulang kerja."


^^^"Kok bisa gitu! Bukannya kamu pulangnya lebih cepat daripada aku?"^^^


"Kak, belakangan ini banyak tugas praktik kelompok dari dosen. Jadi aku tidak bisa pulang cepat seperti biasanya.


^^^"Katanya nggak nolak kalau aku minta jatah!"^^^


"Sudah kubilang, kondisinya tidak menyesuaikan. Jadi bersabarlah!"


^^^"Pokoknya pulang nanti, kamu langsung aku masukan ke kamarku!"^^^


"Itu menakutkan! Dasar kakak nafsuan."


^^^"Terserah apa katamu, tapi tetap bakal tak lakuin."^^^


......................


Setelah pembicaraan yang begitu panjang, aku langsung turun dari ranjang dan bersiap berangkat kuliah. Tentu saja aku mandi dulu sebelum berangkat.


Dan seperti biasa, kak Mila yang mengantarku sampai ke depan kampus. Dan sesampainya disana,


Kak Mila langsung menarik kerah bajuku dan langsung menciumku seperti biasanya. Jujur saja saat pertama-tama dulu, aku masih belum terbiasa. Tapi sekarang, malah jadi kebiasaan tersendiri.


Lalu aku keluar dari mobil dan langsung berjalan ke dalam kampus.


Dari belakang tanganku langsung dirangkul. Dan aku sudah tahu siapa itu, karena hampir setiap aku berangkat kampus selalu terjadi.


......................


^^^"Pagi sayang!" ucap bu Siska.^^^


"Pagi bu."


"Mana bisa, apa yang akan anak-anak kampus pikirkan kalau aku memanggil dosen dengan namanya langsung."


^^^"Siapa peduli! Aku nggak masalah kok!"^^^


"Woi peduli lah! Kau bisa dipecat karena terlalu perhatian pada seorang mahasiswa."


^^^"Mana bisa, aku tinggal bilang kalau mahasiswa yang sering kuperhatikan adalah calon suamiku masa depan." Ucap bu Siska dengan suara yang keras.^^^


"Hei, jangan keras-keras bicaranya!"


......................


Saat kami berjalan menuju lorong kampus, di depan pintu ada Aira yang berdiri disitu.


Tiba-tiba bu Siska menguatkan rangkulannya saat melihat kak Aira.


......................


^^^"Kak!"^^^


"Apapun itu, jika kau ingin mengambil pacarku, aku akan kujamin takkan kuberikan!" ucap bu Siska.


^^^"Aku tidak mengambilnya, aku mau meminjamnya sebentar. Ada hal yang ingin kubicarakan dengannya."^^^


"Kau ingin berbicara apa memang? Apa jangan-jangan kamu mau melancarkan niat licikmu itu ya!"


^^^"Kau ini bicara apa sih kak? Pacarmu ini meminjam buku satu minggu yang lalu, dan dia belum mengembalikannya. Ditambah, ada beberapa dokumen yang harus dia urus sebagai mahasiswa."^^^

__ADS_1


"Beneran cuma begitu aja?"


...□...


...Lalu kak Aira menarikku dari bu Siska....


^^^"Iya kak cuma itu! Tidak lebih! Jadi berhentilah bersikap manja seperti itu! Itu membuatku jijik!"^^^


"Baiklah aku mengerti."


......................


Lalu bu Siska berjalan ke ruangannya. Setelah itu kak Aira menarikku, dan saat berjalan bersamanya, aku melihat kak Aira tersenyum sedikit. Aku bingung, sebenarnya arti senyuman itu sebuah kebahagiaan atau memang ekspresi liciknya.


Sesampainya di perpustakaan, aku diminta mengembalikan buku yang pernah kupinjam dulu. Setelah itu, aku mengurus beberapa dokumen yang diberikan.


Dan saat aku mengisinya di meja lain, tiba-tiba kak Aira duduk disampingku. Aku hanya mengabaikannya saja, tapi dia terus-terusan memandangiku.


......................


"Kak Aira, apa ada yang ingin kau katakan padaku?"


^^^"Tidak ada."^^^


"Lalu kenapa kau terus-terusan memandangiku?"


^^^"Mau bagaimana lagi, habisnya kamu tampan sih!"^^^


"Itu bahkan tidak menjawab pertanyaanku."


^^^"Aku bingung, kenapa kau lebih memilih kakakku daripada aku?"^^^


"Aku tidak mau menjawab pertanyaanmu itu."


^^^"Ayolah jangan ketus gitu! Aku mau ngobrol seru sama kamu aja!"^^^


"Tapi kondisinya tidak memungkinkan aku untuk bisa mengobrol denganmu." Ucapku sambil mengisi dokumen.


^^^"Kalau begitu, mau nggak coba hal lain?"^^^


"Kita saja bahkan sulit untuk mengobrol, dan kau ingin melakukan hal lain. Lagipula hal apa yang ingin kau lakukan?"


^^^"Hal yang kulakukan kali ini tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata."^^^


"Kau ingin melakukan apa?"


^^^"Tutup matamu dulu! Nanti kamu akan tahu sendiri."^^^


"Maaf aku tidak bisa menutup mata. Karena dokumen ini harus di isi dengan aktual."


^^^"Cuma sebentar aja kok! Nggak sampai sepuluh detik!"^^^


"Haaahhh.." menghela nafas.


"Baiklah, aku sudah menutup mataku. Lalu sekarang apa?"


^^^"Diem aja dulu!"^^^


......................


Lalu aku merasakan kedua tangan kak Aira yang menyentuh pipiku. Dan tak lama setelah itu, sensasi lembut dan basah telah mengenai bibirku.

__ADS_1


Aku terkejut dengan itu. Dalam sekejap, aku membuka mataku. Dan benar saja, kak Aira telah menciumku.


__ADS_2