
Malam ini begitu hangat rasanya. Aku berciuman dengan sosok yang sangat menyayangiku saat ini. Dan bahkan dia tak mempedulikan tentang diriku yang sebenarnya.
Setelah kami berciuman, bu Siska terlihat memandangiku dengan wajah cantiknya itu.
Aku jadi malu, karena bu Siska terus memandangiku terus-terusan. Bahkan matanya tak berpaling hingga beberapa menit berlalu.
Kemudian aku aku mulai berbicara padanya.
......................
"Sa-sayang, berhentilah menatapku seperti itu! Kau membuatku jadi malu!" ucapku.
^^^"Kenapa malu? Kamu tampan kok. Jadi nggak ada alasan untukmu malu, lagipula malam inikan kamu pasanganku." ucap bu Siska.^^^
"Tapi apa perlu kau memandangiku sampai selama itu!"
^^^"Iya perlu lah, karena aku butuh gambaran wajahmu itu di ingatanku. Lagipula aku juga tak mungkin mengajakmu kencan setiap hari bukan! Jadi tolong nikmati malam ini bersamaku!"^^^
"Baiklah, aku mengerti."
^^^"Kalau begitu, mau nggak jalan-jalan sebentar bersamaku?"^^^
"Iya aku mau, tapi tunggu sebentar ya! Aku akan bayar bill nya dulu."
^^^"Tidak usah! Biar aku yang bayar!"^^^
"Bu- maksudku sayang, jika kau yang membayarnya, aku terlihat seperti pria tak berguna."
^^^"Jangan bicara gitu! Kau ini kan belum bekerja, jadi biarkan aku yang membayarnya!"^^^
▪Lalu aku mengusap pipi bu Siska dengan lembut.
"Bu, aku ini memang masih kuliah, tapi aku juga punya penghasilan sendiri saat ini. Jadi berhentilah memperlakukanku seperti orang yang tak beruang."
^^^"Iya deh, kalau begitu kamu yang bayar semua yang kuinginkan malam ini ya!" ucap bu Siska sambil mencubit pipiku.^^^
"He?"
^^^"Kok he! Cepat bayar sana! Aku tunggu diluar ya!" ucap bu Siska.^^^
......................
Kemudian bu Siska keluar, tentu saja aku sedang membayar bill nya. Dan saat aku keluar, ada 2 pria yang menggoda bu Siska.
Bu Siska terlihat terganggu dengan mereka, padahal sudah berulang kali ditolak, tapi mereka tetap ngeyel. Tanpa pikir lama, aku menarik bu Siska dan meninggalkan 2 pria itu.
Namun saat baru berjalan beberapa langkah, kepalaku di lempar botol plastik oleh mereka. Jujur saja itu membuatku kesal, tapi bu Siska melarangku untuk meladeni mereka dengan cara merangkul tanganku dengan erat.
Tapi aku menolaknya, dan berbicara halus pada bu Siska.
......................
"Sayang, kau tak perlu khawatir! Pasanganmu ini sosok yang kuat! Jadi aku jamin mereka akan kuhabisi dalam beberapa menit. Jadi tolong tunggulah sebentar ya!" ucapku.
^^^"Tapi-"^^^
"Sudah! Percayalah padaku!"
......................
__ADS_1
Lalu aku berbalik badan dan menantang mereka di tempat yang sepi. Dan dengan bodohnya mereka mau-mau saja, padahal aku melakukannya demi menghindari saksi.
Kemudian aku langsung menghajar mereka habis-habisan. Dan singkat ceritanya mereka terkapar dengan beberapa tulang yang sengaja kupatahkan. Tak ketinggalan, aku juga mengubah ingatan mereka tentangku dan bu Siska, sekaligus mengubah kejadian yang sebenarnya. Dengan begini aku bisa pergi dengan tenang.
Setelah itu aku kembali pada bu Siska yang daritadi mencemaskanku.
......................
"Sayang ayo pergi!" ucapku.
^^^"Pria-pria itu gimana? Apa mereka kabur?" tanya bu Siska.^^^
"Iya mereka kabur! Sudahlah ayo kita jalan-jalan!"
......................
Lalu aku dan bu Siska berjalan-jalan di rentetan ruko-ruko yang meriah ini. Sambil mampir ke stan-stan permainan yang ada.
Bu Siska terlihat begitu bahagia, ya meskipun kadang dia agak berlebihan saat kalah main game denganku.
Dan tak lama setelah itu, hujan turun tiba-tiba. Orang-orang sekitar berhamburan mencari tempat untuk berteduh, namun saat aku dan bu Siska berjalan, tiba-tiba bu Siska terjatuh karena terdorong oleh orang lain. Kakinya terkilir dan hak sepatunya juga patah.
Tanpa pikir panjang, aku langsung menendang mereka yang menghadangi jalan sambil membuka ruang agar aku dapat menggendong bu Siska.
Setelah menggendong bu Siska, aku langsung mencari tempat berteduh.
Dan saat aku berteduh, bu Siska terlihat memandang ke arah lain sambil tersenyum.
Karena aku bingung, jadi aku bertanya padanya.
......................
"Sayang, kau melihat apa?" tanyaku.
"Ha? Apa maksudmu?" ucapku bingung.
▪Aku menengok ke belakang. Dan ternyata tempat yang kujadikan tempat berteduh adalah hotel melati.
"A-aku tidak tahu! Niatku tadi hanya mencari tempat yang nyaman untuk berteduh." ucapku gugup.
^^^"Iya aku ngerti!" ucap bu Siska sambil tersipu.^^^
▪Suasana sunyi sejenak.
^^^"Ris, kalau kamu mau, bagaima kalau kita masuk saja? Aku merasa kedinginan sebenarnya." ucap bu Siska.^^^
"Kau benar, kalau begitu kita masuk dan pesan dua kamar."
^^^"Dua kamar? Satu kamar aja!"^^^
"Ha? Apa kau yakin ingin tidur sekamar denganku? Apa kau tak takut kalau aku berbuat aneh-aneh padamu?"
^^^"Berbuat aneh-aneh itu yang kayak gimana? Jelasin yang bener dong sayang!" ucap bu Siska sambil tersenyum padaku.^^^
"Yang kumaksudkan aneh-aneh itu dalam artian mesum!" ucapku dengan terpaksa.
^^^"Oohh.. Jadi kamu kepikiran buat ngelakuin itu ke aku!"^^^
"Bu-bukan begitu! Hanya saja-"
^^^"Aku nggak masalah kok! Kalo kamu mau, aku siap." ucap bu Siska.^^^
__ADS_1
▪Mendengar jawaban bu Siska, aku jadi tersipu malu. Karena baru pertama kalinya ada wanita yang berbicara begitu jujurnya.
^^^"Ris, kok diem gitu? Ayo cepetan masuk! Katanya mau ngelakuin itu ke aku!"^^^
"Aku nggak bilang gitu!"
^^^"Tapi kamu kepikiran kan!"^^^
"Sudahlah, aku akan pesan kamar!" ucapku sambil pergi resepsionis.
......................
Setelah mendapat kunci kamar, aku kembali menggendong bu Siska. Pelayan dan staff hotel terlihat kagum padaku. Karena mereka kira aku ini sosok yang romantis.
......................
"Ya ampun, kau beruntung sekali nona punya pria romantis dan tampan seperti ini!" ucap si pelayan hotel.
^^^"Iya kau benar! Aku juga bersyukur punya pasangan yang super perhatian ini." ucap nu Siska.^^^
......................
Dan akhirnya kami sampai ke kamar, pelayan menaruh barang bawaan kami dan langsung pergi. Setelah itu, aku mendudukan bu Siska ke sofa. Lalu aku memeriksa dan memijat kakinya yang terlikir tadi.
Singkat cerita, kakinya telah sembuh. Dan bisa digunakan untuk berjalan seperti biasa.
Setelah itu, aku meminta bu Siska untuk mandi, karena aku takut kalau dia bisa kait karena basah dari air hujan.
Dan saat aku memintanya mandi, dia mulai menawariku aneh-aneh.
......................
^^^"Aku aja yang mandi? Kamu nggak mandi?" tanya bu Siska.^^^
"Aku akan mandi setelahmu!"
^^^"Kelamaan! Kenapa kita nggak mandi bareng aja!"^^^
"Sudahlah cepat mandi! Ja-jangan nawarin hal-hal seperti itu lagi!" ucapku sambil gugup.
^^^"Iya-iya, jangan salting gitu dong!" ucap bu Siska.^^^
......................
Singkat cerita bu Siska telah selesai mandi, kemudian dia berjalan keluar dengan handuk yang menutupi tubuhnya. Tapi bu Siska terlihat agak bingung.
Karena penasaran, aku bertanya padanya.
......................
"Sayang, kenapa kau terlihat bingung begitu?" tanyaku.
^^^"A-aku nggak bawa baju ganti, aku harus pakai apa dong?"^^^
"Kupikir ada hal rumit, ternyata cuma itu!"
^^^"Apa maksudmu cuma itu? Kau ingin aku terus memakai handuk ini?"^^^
"Tidak bukan begitu, kalau masalah pakaian ganti, ada kok di bawaan kita. Tadi kita beli 2 set pakaian bukan! Jadi pakai itu aja!"
^^^"Oh iya aku lupa! Tapi dalemannya gimana?" tanya bu Siska.^^^
__ADS_1
"Kurasa untuk sementara ini, kita tak perlu memakai daleman dulu sampai semua pakaian kita kering nantinya."