Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 36


__ADS_3

Kak Mila menatapku dengan wajah penuh kekesalan. Setelah itu dia berjalan dan melewatiku begitu saja. Dan saat dia berjalan tepat di sampingku, dia mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut untuk pertama kalinya.


^^^"Mulai sekarang jauhi aku dan jangan anggap aku kakakmu lagi!" ucap kak Mila.^^^


Mendengar hal itu, aku sangat terkejut hingga membuatku tak bisa berkata-kata. Jujur saja hatiku terasa sakit, karena dia yang kusayangi dari dulu, sekarang malah membenciku.


Tapi aku juga tak bisa mengatakan hal yang sebenarnya. Jika kak Mila tahu tentang kejadian yang sebenarnya, dia pasti akan syok dan langsung membawaku pergi jauh dari kota ini. Padahal itu tak ada gunanya, karena sejak awal akulah incaran utamanya.


Lagipula aku sudah berjanji pada ibu, kalau aku harus melindungi kak Mila apapun yang terjadi dengan nyawa ini.


......................


Setelah kak Mila melewati dan masuk kamar, aku pergi ke dapur sebentar untuk menenangkan pikiran dan hatiku ini. Setelah beberapa menit berlalu, aku langsung ke kamar untuk tidur.


Kemudian pada keesokan harinya, aku bangun dan bersiap berangkat ke kampus. Aku juga melihat kak Mila bersiap berangkat kerja.


Dan saat aku masuk ke mobil, kak Mila kembali memasang ekspresi kesalnya.


^^^"Siapa yang menyuruhmu masuk ke mobil?" tanya kak Mila.^^^


"He?"


^^^"Apa kau tak ingat ucapanku semalam?" tanya kak Mila.^^^


"Baik kak, aku mengerti." ucapku sambil keluar dari mobil.


......................


Kak Mila benar-benar serius dengan ucapannya kemarin. Setelah aku keluar dari mobil, kak Mila langsung tancap gas.


Mungkin orang normal akan naik angkutan umum jika dalam posisiku sekarang. Tapi karena diriku ini tak normal, aku cukup melompat ke atap-atap rumah untuk berangkat ke kampus.


Dan sesampainya di kampus, aku melihat bu Siska di gerbang depan. Aku bingung kenapa dia selalu melakukan itu setiap pagi. Apa sampai segitunya dia sayang padaku?


*Kalau aku menghindarinya, dia bisa khawatir padaku. Karena dikira aku tak berangkat ke kampus. Tapi kalau aku datang seperti biasa, dia akan-


Ah, masa bodoh! Kurasa tak masalah tetap seperti ini setiap hari. Lagipula aku sudah terbiasa dengan kelakuannya itu*.


Lalu aku berjalan ke gerbang kampus seperti biasanya. Tanpa butuh waktu lama, tanganku di gandeng olehnya. Dan bu Siska memandangiku dengan senyum manisnya.


......................


"Bu, kau ini membuatku jadi tidak enak!" ucapku.


^^^"Oh maaf." ucap bu Siska sambil melepaskan gandengannya.^^^

__ADS_1


"Bukan tangannya bu, tapi perilakumu itu."


^^^"Perilaku ku? Memang ada yang salah?"^^^


...▪Aku berhenti dan memandang bu Siska....


"Ada, kenapa kau selalu menungguku di depan gerbang seperti itu? Apa sampai segitunya kau menyayangiku? Tolong berhentilah melakukan itu! Aku jadi terlihat seperti bocah kurang ajar!" ucapku.


^^^"Ris, kamu bocah kurang ajar. Iya aku sangat menyayangimu, mungkin tindakanku ini memang terlihat berlebihan. Tapi aku melakukannya karena diriku ini sangat ingin memilikimu seutuhnya."^^^


...----------------...


Mendengar ucapan bu Siska membuatku jadi perasaanku campur aduk, hingga tak sadar kalau air mataku menetes.


^^^"Ris, kamu nggak apa-apa kan?" tanya bu Siska sambil mengusap air mataku.^^^


"Tidak apa-apa bu, hanya saja aku baru sadar akan kasih sayangmu itu."


^^^"Kamu ini ngomong apa sih."^^^


"Bu, boleh aku memelukmu?"


^^^"Iya boleh, kenapa nggak." Ucap bu Siska sambil membuka tangannya.^^^


......................


Dibenci kak Mila saja sudah cukup membuatku sangat terluka. Aku tak bisa bayangkan apa yang terjadi pada diriku nanti saat semua orang kusayangi telah membenciku nantinya.


......................


Bu Siska memelukku sambil mengelus-ngelus kepalaku di depan banyak anak kampus. Dan setelah beberapa menit kemudian, aku melepaskan pelukanku dari bu Siska. Karena aku sudah cukup merasa baikan dari sebelumnya.


Lalu bu Siska mengelus pipiku dan berbicara padaku.


......................


^^^"Aku tak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi aku mengerti kok apa yang kau rasakan sekarang. Kurasa kau terlalu memikirkannya, jika kau terus memikirkannya, itu akan membuatmu tambah sakit. Ada kalanya apa yang kau genggam selama ini harus dilepaskan demi kebaikanmu sayang!"^^^


"Baik bu, aku mengerti. Terima kasih telah meladeni tangisanku."


^^^"Iya sama-sama. Kalau gitu cepat masuk kelas sana!"^^^


"Iya bu."


......................

__ADS_1


Lalu aku pergi sambil mengusap air mataku yang tersisa. Dan saat menoleh ke belakang, aku melihat bu Siska melambai sambil tersenyum manis padaku. Jujur saja itu membuatku bahagia. Dan mulai sekarang aku harus bersikap dewasa. Mau tidak mau aku harus menjalani hidupku ini sampai malaikat maut menjemputku nanti.


...----------------...


Singkat cerita pelajaran telah usai, dan aku langsung pulang untuk membuat makan malam.


Sesampainya di rumah aku memasak sebentar sambil menunggu kedatangan kak Mila.


Satu jam kemudian, kak Mila datang. Dan saat aku mengajaknya makan, dia merespon dengan jawaban yang cukup kejam bagiku.


......................


"Kak, kita makan dulu yuk!" ucapku.


^^^"Tidak usah, aku sudah kenyang tadi makan di kafe. Dan juga jangan panggil aku kakak! Itu menjijikan!" ucap kak Mila.^^^


"Kalau begitu, aku akan menyimpannya untuk sarapan besok."


^^^"Tidak usah! Aku tak mau makan makanan busuk itu! Buang saja! Sekalian buang dirimu juga dari rumah ini!" Ucap kak Mila sambil berjalan ke kamarnya.^^^


...----------------...


Kak Mila benar-benar tak menyukai diriku sekarang. Mungkin aku hanya sampah di matanya sekarang. Kurasa aku tak punya hak lagi untuk tinggal disini.


Mungkin sudah saatnya aku hidup sebatang kara dan meninggalkan semua kenangan manis yang kudapatkan dulu.


......................


Aku masuk kamar dan merenung sebentar. Kemudian aku mengambil tasku dan membawa seluruh pakaianku. Kemudian aku pergi dengan langkah tenang.


Setelah itu aku pergi bersama tekadku ini.


...****************...


Tempat yang akan kutinggali adalah lab mendiang ayah dan ibu. Jujur saja aku bersyukur karena ayah dan ibu meninggalkan tempat tersembunyi yang istimewa ini. Mungkin perlu sedikit pembenahan agar dapat ditinggali.


Dan setelah beberapa jam kemudian, aku membuat ruangan khusus untuk diriku tinggal lengkap dengan fasilitas kelas atas.


Setelah itu aku mengecek kembali mayat si pemakai pedang dan si makhluk hitam itu. Menganalisis dna mereka membuatku kerepotan. Karena apa yang mereka konsumsi ini memilik efek yang fantastis dan berbahaya setelah kuteliti.


Dugaanku sementara, target yang mengkonsumsi obat atau pil ini akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari normalnya. Namun sebagai gantinya, target akan kehilangan kontrol pada diri sendiri dan cenderung agresif dan kasar.


Dan saat aku meneliti si makhluk hitam ini. Ada banyak hal yang tak terduga. Mulai dari regenerasinya yang cukup fantastis, hingga mampu membelah dirinya dan menyerap energi dari tikus percobaanku hingga mati.


Aku jadi termotivasi dan ingin melakukan banyak percobaan dengan sampel makhluk hitam ini.

__ADS_1


Aku meneliti dan mengamati segala perubahan dan hal-hal khusus yang ada. Hingga aku ketiduran di kursi lab.


__ADS_2