
Tina berbohong pada ibunya. Dia mengatakan bahwa aku ini pacarnya, padahal hanyalah seorang teman. Saat mendengar Tina mengatakan itu, ibunya terkejut dengan ekspresi bahagianya.
Sebenarnya aku ingin bilang, kalau aku hanya temannya saja. Tapi aku tak enak jika merusak ekspresi bahagianya itu.
Lalu ibunya memintaku masuk dan makan bersama dengannya. Kami mengobrol beberapa pembicaraan ringan dan sedikit sendau gurau saat makan.
Malam makin larut. Tina malah ketiduran di sofa dengan santainya. Dan malah ibunya Tina yang beres-beres kekacauan ini, tanpa pikir lama aku langsung membantunya beres-beres. Karena aku tidak tega melihatnya melakukan pekerjaan dengan tubuh tua itu.
Dan saat aku membantunya mencuci piring, dia kembali mengajakku berbicara.
^^^"Nak, kau istirahat saja! Biar ibu yang membersihkannya." ucap ibunya Tina.^^^
"Sudah tidak apa-apa bu! Lagipula aku tidak datang kesini setiap hari, jadi istirahatlah saja!" ucapku.
^^^"Kau ini baik sekali, padahal kamu tamu disini."^^^
"Tidak perlu memuji begitu bu! Ini sudah jadi tugasku untuk membantu orang yang sudah tua seperti anda."
^^^"Ya ampun, kau ini terlalu baik. Ngomong-ngomong kau bukan pacarnya putriku kan?"^^^
"Ha? Apa maksudmu bu?"
^^^"Aku sudah tahu kok, putriku suka mengatakan sesuatu tanpa berpikir hanya demi menyenangkan hatiku."^^^
"Kalau anda sudah tahu, kenapa tadi hanya diam saja?"
^^^"Aku juga tak mau melukai hati putriku sendiri, lagipula umurku sudah tak panjang lagi. Sebentar lagi aku akan meninggal."^^^
"Bu, aku sudah mendengar penyakitmu dari putrimu. Jadi kau tak perlu membahasnya lagi!"
^^^"Oh, maaf ya nak!"^^^
"Ngomong-ngomong aku belum memberikan hadiah pada anda."
^^^"Sudah tidak perlu, simpan saja hadiahmu itu! Aku sudah cukup senang melihatmu disini."^^^
"Tidak-tidak, hadiah ini sangat rahasia. Jadi aku tak bisa menyimpan ini terlalu lama." ucapku sambil mendekat ke ibunya Tina.
^^^"Ha..hadiah apa yang kau maksudkan itu nak?"^^^
"Tutup matamu bu!"
...----------------...
Lalu ibunya Tina benar-benar menutup matanya. Dengan perlahan aku menyembuhkan penyakitnya ini. Dan akhirnya aku bisa menyembuhkannya.
Kemudian aku meminta ibunya Tina untuk membuka matanya. Dan saat itu juga, dia terkejut.
^^^"Nak, a..apa yang kau lakukan padaku tadi?" Tanya ibunya Tina.^^^
"Aku hanya memberikan hadiahku padamu bu!"
^^^"Hadiah apa? Dan kenapa tubuhku jadi bisa digerakkan seperti dulu? Sebenarnya kau ini siapa?"^^^
"Aku hanya manusia biasa kok! Hanya saja aku diciptakan sedikit berbeda dari yang lain."
^^^"A..aku tidak paham dengan maksudmu!"^^^
"Tidak masalah kalau anda tidak paham, yang penting anda harus merahasiakan ini dari siapapun! Termasuk putri anda sendiri."
__ADS_1
^^^"Ta..tapi!"^^^
"Sudahlah jangan dipikir terlalu dalam! Intinya kau sudah sembuh. Dan aku mau pulang!"
^^^"Terima kasih atas kebaikanmu nak! Kalau begitu biar ibu antar sampai halte!"^^^
"Tidak perlu bu! Lebih baik anda istirahat saja! Lagipula ini sudah larut malam."
^^^"Baiklah kalau itu maumu! Kapan-kapan mampir lagi ya nak!"^^^
"Iya bu."
......................
Lalu aku keluar dari pintu dan berjalan sedikit jauh dari rumahnya. Setelah itu aku langsung lompat ke atap dan bergegas untuk pulang.
Dan saat aku sampai di rumah, aku langsung masuk dan mengunci pintunya. Namun saat aku melewati kamarnya kak Mila, tiba-tiba aku ditarik ke dalam.
Kamar kak Mila begitu gelap karena lampunya sama sekali tak dinyalakan. Dan saat lampunya menyala, kak Mila sudah berdiri di samping saklar dengan wajah penuh gairah.
......................
^^^"Sayang, kok kamu lama banget! Kemana aja kamu seharian ini?" Tanya kak Mila sambil mendekat padaku.^^^
"Aku baru saja pulang dari rumah ibunya Tina kak."
^^^"Ada acara apa kok kamu bisa sampai kesana?"^^^
"Dia ulang tahun hari ini, dan Tina memaksaku untuk datang."
^^^"Lalu?"^^^
^^^"Kamu ini nakal!"^^^
"Nakal? Tapi aku tidak melakukan tindakan kejahatan apapun!"
^^^"Kau sudah bertindak jahat padaku!"^^^
"Ha?"
^^^"Aku menunggumu dari sore, tapi kamu malah bersenang-senang dengan wanita lain!"^^^
"Kak, aku hanya menghadiri acara ulang tahun saja."
^^^"Tapi tetap saja kau bersenang-senang bukan?"^^^
"I..iya." ucapku pasrah.
^^^"Karena kau bersenang-senang di atas penderitaanku, kau harus dihukum!"^^^
"Ka..kalau boleh tahu, hukuman apa yang akan kau berikan padaku?"
^^^"Hukumannya adalah kau harus melayaniku malam ini."^^^
"Ba..baiklah, ta..tapi-" ucapanku terpotong."
^^^"Tidak ada tapi-tapian! Sekarang giliran aku yang bersenang-senang!"^^^
......................
__ADS_1
Lalu kak Mila mulai melampiaskan nafsunya padaku. Dia langsung menjatuhkanku ke ranjangnya dan menciumku dengan bibirnya yang lembut itu.
Tangan kak Mila, mulai masuk ke dalam bajuku dan meraba-meraba perutku. Setelah itu kak Mila mulai main lidah denganku. Dan aku ikut terangsang karena sentuhan kak Mila.
Lalu tak lama setelah itu, kak Mila melepaskan ciumannya dan berpindah menciumi leherku. Sedikit sakit, tapi sangat begitu nyaman. Setelah itu, kak Mila membuka kancingnya satu per satu.
Setelah itu dia menarik tanganku untuk memegang dada besarnya itu. Beberapa menit berlalu, nafsu kak Mila makin memuncak. Kemudian dia ingin lebih dari ini.
^^^"Ris, kamu masih perjaka bukan?" Tanya kak Mila.^^^
"Iya kak!"
^^^"Kamu mau nggak melepaskan keperjakaanmu ke kakak cantikmu ini?"^^^
"Kenapa kakak bertanya seperti itu? Kalau kakak mau ambil saja! Lagipula aku juga tak terlalu membutuhkannya."
^^^"Kalau begitu, aku lepas celanamu dulu ya!" ucap kak Mila."^^^
"Kak, apa kau yakin ingin melakukan ini denganku?"
^^^"Iya, aku sangat yakin! Karena kamulah pria yang satu-satunya kucintai!"^^^
......................
Di malam itu, aku dan kak Mila telah bersetubuh. Keperjakaanku telah diambil oleh kak Mila. Untuk pertama kalinya aku merasakan sensasi nyaman yang membuatku ketagihan. Hingga membuatku kehilangan akal sehat, sampai-sampai aku bermain 7 ronde lebih dengan kakak ku sendiri.
Dan pada keesokan harinya, aku bangun dengan posisi tanpa sehelai kain. Kak Mila memandangiku dari samping sambil tersenyum manis.
......................
^^^"Gimana tidurmu sayang?" Tanya kak Mila.^^^
"Sangat nyenyak kak!"
^^^"Semalam kamu benar-benar agresif banget, sampai membuatku hampir gila karena nafsumu meledak-ledak itu!"^^^
"Ma..maafkan aku kak!"
^^^"Kenapa kamu malah minta maaf?"^^^
"He?"
^^^"Justru gara-gara ulahmu, aku jadi ketagihan sekarang!"^^^
"Maskud kakak?"
^^^"Aku mau main lagi! Sekarang!"^^^
"Tapi, kau bisa hamil nanti!"
^^^"Tidak perlu khawatir! Hari ini aku masih aman kok! Jadi kita bisa bermain sepuasnya."^^^
"Tapi kak, kau harus berangkat kerja dan aku harus berangkat kuliah hari ini!"
^^^"Kau banyak alasan! Libur satu hari tak masalah bukan! Jika ada yang bertanya nantinya, bilang saja urusan keluarga." ucap kak Mila sambil mendekatiku.^^^
"Kalau itu maumu, akan kuladeni! Tapi mungkin aku akan jadi lebih liar dari semalam lho kak!"
^^^"Tidak masalah, lakuin aja!"^^^
__ADS_1