
Mereka terkejut setelah mengetahui identitasku yang sebenarnya. Suasana sekitar berubah drastis, lalu mereka agak menjauh dariku untuk menjaga jarak.
......................
^^^"Ja..jadi kau si penghancur itu!" Ucap si wanita.^^^
"Nona, kita harus pergi dan menjauh darinya." Ucap si pria.
^^^"Tidak bisa, akan kubuat di mati disini, karena telah menghabisi teman-temanku." Ucap si wanita dengan penuh amarah.^^^
"Tapi nona, kekuatanmu tidak sebanding dengannya!" Ucap si pria.
^^^"Memang benar, tapi kalau kita pakai energi orang-orang ini, kita punya kesempatan untuk menang." Ucap si wanita.^^^
......................
Lalu wanita itu langsung melompat kearahku dengan monster yang dia panggil tadi. Dalam waktu singkat, aku melemparkannya jauh keatas langit dan langsung menghabisi monsternya.
Setelah itu, aku langsung menyerang si benang merah. Tak tinggal diam saja, dia membuat sebuah pelindung dari orang-orang yang dia kendalikan. Tentu saja, ini membuatku tak bisa menyerangnya.
......................
^^^"Hahaha.. Kenapa? Apa kau tak bisa menyakiti orang-orang ini? Hahahaha." Ucapnya sambil tertawa.^^^
"Sebaiknya kau segeralah menyerah, cepat atau lambat nyawamu akan hilang dari tubuhmu." Ucapku.
^^^"Kalau begitu, cepat serang aku! Dasar penakut!" Ucapnya sambil menantangku.^^^
"...." Aku diam saja.
^^^"Jika kau tak menyerang, maka orang-orang ini akan kusiksa habis-habisan." Ucapnya sambil memukul salah satu dari mereka.^^^
......................
Lalu aku langsung melompat kearahnya dengan gesit. Dengan cepat, dia membangun barikade pertahanan dari orang-orang yang di kendalikannya.
Namun aku juga punya rencana untuk membunuhnya tanpa harus melukai mereka. Kugunakan kemampuan ratu dunia bawah untuk dapat menembus objek sesuai keinginanku.
Lalu setelah sampai di depannya, ku gerakan pedangku menembus jantungnya. Dan disaat itu pula, kekuatannya telah masuk ke tubuhku. Sebagai bukti kalau dia akan segera mati.
Kemudian saat aku mau pergi, tangannya memegang kaki ku.
^^^"Tung..gu!!" Ucapnya dengan kondisi sekarat.^^^
"Ada apa lagi? Tetaplah disana, nanti kau juga akan mati sendiri." Ucapku.
^^^"Sebelum a..aku mati! Bisakah kau mengabulkan permintaan terakhirku?" Ucapnya sambil mengeluarkan air mata.^^^
"Kalau aku bisa, akan ku kabulkan!" Ucapku.
^^^"Nona bukanlah orang jahat, dia hanya patuh dengan seniornya selama bertahun-tahun. Pada dasarnya dia hanya wanita polos." Ucapnya sambil terbaring.^^^
"Lalu kau ingin aku apa?" Tanyaku.
^^^"Bunuhlah seniornya itu! Dan bimbing dia untuk berhenti membalas dendam. Jadikan dia wanita biasa saja." Kata-kata terakhir dari pria yang kubunuh.^^^
__ADS_1
......................
Kupikir dia jahat, ternyata benar-benar orang baik. Yang jadi pertanyaanku disini, siapa seniornya? Apa dia juga salah satu yang memiliki kemampuan khusus? Hah.. Ini pasti akan merepotkan.
Tak lama kemudian wanita itu kembali, dia terkejut dengan rekannya yang telah terbunuh.
......................
^^^"A..apa yang kau lakukan padanya!" Teriak wanita itu.^^^
"Aku hanya membebaskannya dari dunia yang kejam ini." Ucapku.
^^^"Satu-satunya yang kejam disini adalah dirimu!" Ucap wanita itu.^^^
"Kau jangan berbicara seolah-olah aku penjahatnya disini." Ucapku.
^^^"Dasar pembunuh! Akan kuhabisi kau sekarang juga!" Ucap wanita itu.^^^
......................
Lalu dia memanggil monster yang lebih besar dari sebelumnya. Kali ini raungannya benar-benar begitu keras. Aku takut kalau kak Mila bangun nanti, dia akan mencariku karena menghilang dari rumah.
Tanpa butuh waktu lama, ku buka portal untuk menghabisi monster itu dengan ribuan pedang yang jatuh menusuknya. Setelah itu aku melompat kearah wanita itu dan mendorongnya menjauh dari monsternya.
Lalu aku memojokkannya di sebuah pohon besar, sambil menahan lehernya dengan tangaku.
......................
"Mulai sekarang, berhentilah menjadi bidak balas dendam! Rekanmu tadi ingin kau jadi wanita biasa." Ucapku.
"Terserah apa katamu! Tapi yang jelas, aku mengatakan ini dengan jujur. Karena ini permintaan terakhirnya sebelum meninggal." Ucapku.
......................
Setelah mendengar kata-kataku, dia jadi terdiam dan berhenti memberontak padaku. Kemudian aku melepaskan tanganku dari lehernya.
Tiba-tiba saja dari dalam tanah, muncul seseorang yang dengan jubah putih. Sontak aku langsung menarik wanita itu, karena dia masih sangat lemah bagiku.
Pria berjubah putih itu cukup berbahaya. Karena aura dan daya serangnya sangat besar. Saat aku melihatnya, terdapat tanda di dadanya yang bertuliskan nomer 50.
Dia melayang di langit bagaikan legenda, jubah putih dan sayapnya yang besar membuat auranya terlihat menakutkan.
Lalu dia turun dan berbicara padaku.
......................
^^^"Wahai kau sang penghancur, bisakah kau berikan wanita itu padaku!" Ucapnya.^^^
"Maaf saja, tapi wanita ini harus pulang! Karena sudah saatnya untuk tidur malam." Ucapku.
^^^"Kalau kau tidak menyerahkannya padaku, maka aku akan menghabisimu!" Ucapnya.^^^
Lalu aku berbicara pada wanita yang barusan kuselamatakan.
"Siapa namamu?" Tanyaku.
__ADS_1
^^^"Ha?" Dia bingung^^^
"Udah jawab aja!" Ucapku.
^^^"Ti..tiara." Jawabnya.^^^
"Baiklah Tiara, sekarang kau harus pergi dari sini! Menjauhlah dan jangan sampai biarkan dirimu tertangkap olehnya." Ucapku.
^^^"Kenapa kau tiba-tiba baik padaku, setelah membunuh sahabatku." Ucap Tiara.^^^
"Kau jangan banyak tanya! Pria yang diatas sana inginkan kekuatan dan kematianmu! Jadi kau harus pergi! Sekarang!" Ucapku.
^^^"Ta..tapi?" Tiara bingung.^^^
"Pergilah!" Ucapku.
......................
Kemudian Tiara pergi menjauh dariku dan si nomer 50 ini. Lalu pria itu ingin menembak Tiara dari jarak jauh, namun tak kubiarkan.
Aku langsung menghujaninya dengan ribuan pedang. Setelah itu aku langsung menyerangnya dengan cepat.
..."Taaanggg!!"...
Sebuah pelindung keluar dari tubuhnya.
Seranganku benar-benar ditahan olehnya. Namun aku tak kehabisan akal, kupakai kemapuan ratu dunia bawah untuk menembusnya. Dan akhirnya, seranganku mengenainya.
Dia terpental beberapa meter ke belakang, tapi yang membuatku kaget disini, dia hanya menerima luka goresan saja. Padahal aku benar-benar menghantamnya dengan kuat.
......................
^^^"Wahai sang penghancur, kau tidak akan mampu mengalahkanku dengan kekuatanmu yang sekarang!" Ucapnya.^^^
"Kurasa kau terlalu sombong setelah gagal menahan seranganku tadi." Ucapku.
^^^"Kau memang keras kepala. Kalau begitu, akan kutunjukan padamu! Apa yang disebut dengan kekuatan." Ucapnya sambil melebarkan sayapnya.^^^
"Kalau begitu, aku juga akan serius padamu!" Ucapku sambil menaikan kekuatanku.
......................
Kekuatan orang itu benar-benar meningkat pesat. Kemudian seluruh tubuhnya tertutup oleh zirah tempur berwarna putih terang. Sayapnya berubah bentuk, dan sekarang di tangannya telah muncul sebuah tombak.
Tapi aku juga tidak akan kalah, karena aku juga menaikan daya tempurku. Fisikku berubah lebih besar dari sebelumnya, tangan dan bentuk fisikku terselebung zirah hitam menyala, disertai dengan dua pedang ditanganku.
...----------------...
Dalam sekejap, kami beradu kekuatan. Tombak dan sayapnya benar-benar bukan pajangan belaka. Ditambah daya tempurnya yang terus meningkat dengan pesat.
Tak lama setelah itu, aku jatuh terpental ke dalam hutan. Setelah itu dia menembaki diriku dengan cahaya putihnya. Lalu dengan sigap, aku bertahan sekuat tenaga.
Tapi sayang sekali, perbedaan kekuatanku dan dia termasuk jauh. Mungkin aku menyamai daya tempurnya, tapi aku tetap kalah dalam adu kekuatan.
Zirah tempurku telah rusak, aku harus kabur darinya. Karena tidak ada kesempatan untuk menghabisinya. Lalu aku menembakan tenaga terakhirku, dan dia langsung menahannya.
__ADS_1
Dan disaat itulah waktu yang tepat untuk kabur. Aku langsung menghilangkan hawa keberadaanku dan berlari kebawah tanah dengan kemampuan ratu dunia bawah.