
Untuk beberapa hari ini, aku bisa hidup santai dengan kakak tersayangku. Dan juga aku bisa kuliah dengan tenang seperti biasanya. Meskipun terkadang bu Siska dan kak Aira sering membuatku kerepotan.
Dan hari dimana aku sedang satu kamar dengan kak Mila. Aku terbangun dari tidur lelapku. Karena aku merasakan hawa yang sama saat kak Mila berada di kamar mandi saat itu.
Pelan-pelan aku bangun dari ranjang agar tidak membuat kak Mila terbangun dari tidurnya. Kemudian aku keluar dari rumah sambil memantau sekitar.
Suasana malam yang dingin dan hembusan angin yang lumayan kencang membuatku jadi tambah yakin kalau orang yang mengawasi rumah ini dan letaknya tidak jauh. Dengan kata lain, dia berada dalam area seranganku.
Lalu aku menutup mata dan fokus. Tetap diam selama 1 menit untuk memastikan keberadaanya. Kemudian aku membuka mata dan bersiap untuk menyerangnya.
Untuk menghindari kejadian sebelumnya, aku memakai kemampuan ratu dunia bawah untuk menembus tanah dan menghilangkan hawa keberadaanku.
"Brruuhh!!"
Tanganku keluar dari tanah dan langsung mencekiknya. Setelah itu aku juga keluar dan langsung melemparkannya jauh dari rumah agar kak Mila tak terbangun dengan keributan yang kubuat.
Setelah dia terlempar, aku langsung berlari cepat dan menghantamnya dengan cukup keras.
"Braakkk!! Brakkk!!"
Dia terjatuh ke tanah dekat hutan dengan cukup keras. Kebulan asap dari tanah menutupinya.
Lalu tak lama kemudian dia bangun. Aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena kebulan asapnya cukup tebal. Lalu orang itu langsung bergerak ke arah samping dan melompat-melompat dari pohon satu ke pohon lainnya.
Dia melempariku dengan kunai, yaitu senjata tajam dengan ukuran pendek. Tapi sayang sekali, tidak ada satupun yang mengenaiku. Karena bagiku dia terlalu lambat dan cenderung membuang-buang tenaga.
Lalu tiba-tiba saja muncul sosok hitam besar dari belakangku. Kemudian dia langsung menyerangku dengan tangan besar itu.
Aku langsung menghindar dengan cepat, kemudian orang yang kulempar tadi juga menyerangku.
"Tangg!!"
Pedangku beradu dengan pedangnya. Lalu aku beradu pedang dengannya sambil menghindari makhluk hitam besar itu.
"Tangg!! Taaangg!!"
Aku terus beradu pedangnya, tapi entah kenapa gerakannya jadi lebih gesit dari sebelumnya. Makhluk hitam itu juga lebih brutal dari sebelumnya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang aku melempar bom asap dan langsung lompat ke atas sambil menganalisis mereka. Entah kenapa rasanya aku pernah bertemu dengan mereka sebelumnya.
Dan saat kulihat baik-baik, ternyata mereka adalah si pengguna pedang sialan dan makhluk hitam kurang ajar yang menghancurkan taman rumahku tempo hari lalu.
Tapi anehnya, hawa dan wujud mereka jadi lebih mengerikan dari sebelumnya. Apa mereka latihan setelah kabur dariku saat itu? Atau mungkin mereka menggunakan obat atau sesuatu untuk meningkatkan kemampuannya?
Tidak ada gunanya berpikir, kurasa aku harus segera menyelesaikan ini sebelum kak Mila sadar kalau aku tidak ada di rumah.
Aku turun dari langit dan berdiri di atas batang pohon sambil menatap mereka. Fisik mereka terlihat lebih mengerikan dan terlihat lebih besar dari sebelumnya. Raut wajah mereka juga tegang seperti orang banyak hutang.
Aku turun ke tanah dan mulai berbicara dengan mereka.
......................
"Kalian ini sungguh menyebalkan! Aku tidak pernah cari masalah dengan kalian, tapi kenapa kalian cari masalah denganku?" ucapku.
^^^"Diam! Orang yang hendak mati tak perlu banyak bicara!" ucapnya sambil membentakku.^^^
"Siapa yang kau sebut hendak mati! Dilihat dari manapun kalian yang hendak mati seharusnya."
^^^"Berisik! Lebih baik kau menyerah! Akan kubuat kematianmu jadi tak menyakitkan."^^^
^^^"Kau ini! Potrelium, habisi dia!" ucapnya pada makhluk hitam besar itu.^^^
......................
Lalu makhluk itu mulai bergerak dan merubah bentuknya jadi lebih besar. Ternyata makhluk ini mampu menyerap energi yang ada disekitarnya dan membuatnya jadi tambah kuat.
Kurasa menebasnya dengan pedang takkan berguna, karena makhluk hitam ini mampu meregenerasi tubuhnya dengan cukup cepat.
Dan tanpa pikir panjang, aku langsung memakai kemapuan si peniru yang kubunuh dulu, yaitu pukulan ledakan.
Aku bergerak cepat dan memukulinya bertubi tubi hingga membuatnya tak bisa beregenerasi dengan sempurna. Kemudian aku membuka portal dan menjatuhkan ribuan pedang ke arah si pemakai pedang itu. Supaya dia tidak mengganggu pertarunganku dengan si makhluk hitam ini.
"Bhukk! Bhukk! Bhukk! Bhukk! Bhukk!"
Saat kupukuli, makhluk hitam ini tidak bisa membalasku. Mungkin dia tidak bisa menyerang sambil meregenerasi.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, makhluk hitam ini mulai kehilangan kekuatannya dan mengecil.
Kemudian aku langsung mundur, karena efek ledakkannya akan segera dimulai.
"Duarr!! Duarr!! Duaaar!! Duarr!! Duarr!! Blengg!!!!"
Ledakan bertubi-tubi memang hal yang cukup hebat untuk membasmi makhluk sepertinya.
Setelah dia meledak, aku mengambil beberapa sampel tubuh makhluk itu yang berceceran dimana-mana untuk ku teliti di lab mendiang orang tuaku.
Aku menoleh ke samping dan melihat si pemakai pedang itu benar-benar kewalahan. Kurasa lebih baik segera kubunuh dia saja daripada melihatnya tersiksa seperti itu.
"Sraaasshhh!!"
Aku menebas kepalanya dengan cepat, dia langsung terkapar dengan beberapa pedang yang masih tertancap di tubuhnya.
Kemudian aku mengeceknya untuk memastikan bahwa orang ini benar-benar sudah mati atau belum. Dan saat aku melihatnya, tiba-tiba tubuhnya kembali seperti masnusia biasa lagi.
Jika perkiraanku benar, maka dia pasti memakai atau memakan sesuatu untuk meningkatkan kemampuannya dengan pesat. Tapi ada yang aneh, tubuhnya terlihat begitu mengering setelah kuhabisi nyawanya. Kurasa aku perlu meneliti hal ini.
Lalu aku juga menyeret mayatnya dan membawanya ke lab. Kemudian memasukannya ke inkubator khusus. Setelah itu aku aktifkan sistemnya dan membiarkannya bekerja. Dan untuk si makhluk hitam ini, aku menaruhnya ke sistem khusus untuk menyelidiki tentang spesiesnya.
Ngomong-ngomong, aku bisa memakai mesinnya karena aku membaca buku-buku yang ditinggalkan mendiang ayah dan ibu di lab saat aku pergi dulu.
Karena sistemnya butuh waktu lama hingga 2 hari lebih, aku langsung pulang. Kemudian aku kembali ke rumah. Sebelum aku masuk, aku mengecek penampilanku dulu, takutnya kak Mila curiga denganku nantinya saat bangun.
Dan saat aku berjalan dari teras rumah, aku membuka pintu dan berjalan seperti biasa. Lalu tiba-tiba saja dari belakang.
...----------------...
^^^"Kamu dari mana aja?" Tanya kak Mila yang berdiri di balik pintu.^^^
"Aku pergi jalan-jalan sebentar tadi." ucapku.
^^^"Jalan-jalan? pukul 2 pagi? Aku ini kakakmu! Alasan konyolmu itu sama sekali tak mengubah kecurigaanku padamu. Katakan yang sejujurnya!" Ucap kak Mila dengan ekspresi serius.^^^
"Maaf kak, untuk sekarang aku tak bisa menjelaskan apapun padamu. Tapi aku janji, jika waktunya sudah tepat nanti. Aku pasti akan bicarakan semuanya padamu." ucapku.
__ADS_1
......................
Kak Mila nampak kesal dan kecewa dengan jawaban yang kuberikan. Dia menatapku dengan penuh kecurigaan.