Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 8


__ADS_3

Aku membaca buku, sambil menunggu kelas dimulai. Saat aku membaca dengan tenang, tiba-tiba Tina datang ke depan bangku ku.


Kemudian dia menatapku dengan wajah yang serius. Karena aku merasa terganggu, aku bertanya padanya.


......................


"Kenapa? Apa ada yang ingin kau katakan padaku?" Tanyaku.


^^^"Kemarin bu Siska menginap di rumahmu ya?" Tanya Tina.^^^


"Iya, kemarin bu Siska menginap ke rumahku." Kataku.


^^^"Apa kau bersetubuh dengannya?" Tanya Tina.^^^


"Huuffh.. Tidak bodoh, mana mungkin aku melakukan itu." Ucapku sambil mengelus kepalanya.


^^^"Kalau begitu syukurlah." Ucap Tina.^^^


"Kau ini jangan suka mikir aneh-aneh. Nanti kerutan wajahmu keluar lho!" Kataku.


^^^"Engga ah! Kamu jangan gitu dong! Nanti keluar beneran gimana?" Ucap Tina dengan wajah imutnya.^^^


"Hahaha..hahaha.. Iya-iya maaf." Kataku sambil tertawa.


......................


Lalu bu Siska masuk, dan kelaspun dimulai. Singkat cerita, kelaspun berakhir cepat. Karena ini hari jumat. Jam pulangnya jauh lebih cepat.


Kemudian Tina ke bangku ku dan berbicara padaku. Dan bu Siska langsung ke ruangannya, karena sibuk dengan dokumen yang menumpuk.


......................


^^^"Ris, kamu nggak ada rencana kan habis ini?" Tanya Tina.^^^


"Nggak ada. Emang kenapa?" Kataku.


^^^"Kita ke kafe yuk! Aku mau santai sama kamu." Ucap Tina.^^^


"Ok baiklah." Kataku.


......................


Lalu kami pergi keluar kelas bersama, kemudian Tina merangkul tanganku seperti seorang pacar. Dan mata anak-anak kampus kembali tertuju padaku. Mereka berbisik-bisik dengan wajah yang mencurigakan. Dan itu membuat reputasiku sebagai mahasiswa biasa hancur.


......................


"Tina, apa perlu sampai perlu merangkul tanganku begini?" Tanyaku.


^^^"Iya perlu, biar mereka semua tahu kalau kamu ini milikku." Ucap Tina dengan senyum manisnya.^^^


......................


Kemudian Tina merangkulku hingga sampai depan kafe yang dia maksudkan. Lalu kami masuk dan memesan makanan dan minuman. Setelah kami duduk di kursi yang telah di sediakan.

__ADS_1


......................


^^^"Ris, kamu beneran nggak mau sama aku?" Ucap Tina.^^^


"Bukannya engga mau, tapi kondisinya sama sekali tak membantu sementara ini." Kataku.


^^^"Apa maksudmu? apanya yang tak membantu?" Tanya Tina.^^^


"Maaf, aku tidak bisa bilang." Kataku.


^^^"Dasar orang aneh." Ucap Tina.^^^


"Udah tahu aku aneh, kenapa kau tetap dekat denganku. Nanti kalau ketularan aneh, jangan nyalahin lho ya!" Kataku.


^^^"Kalo aku jadi aneh, aku bersyukur dong. Karena aku bisa cocok dengan pria aneh setampan dirimu ini." Goda Tina.^^^


"Ka..ka..kau ini ngomong apaan sih." Ucapku dengan gugup.


^^^"Hei..hei..kok mukamu jadi merah gitu! Kamu kalo bahagia jangan ditutupin gitu dong." Ucap Tina sambil mencoba melihat wajahku yang kututup.^^^


"Udah jangan liatin aku terus, aku jadi tambah malu." Kataku.


^^^"Jangan bilang, kamu udah mulai suka sama aku ya!" Kata Tina.^^^


"Kalo itu masih mustahil" Kataku dengan ekspresi datar.


......................


Lalu Tina cemberut, kemudian dia mencubit pipiku dengan begitu kencang. Setelah itu pelayan kafe menyajikan makanan dan minumannya.


Dan seketika itu pula, wajah Tina memerah. Pupil matanya mengecil karena terkejut dengan apa yang kulakukan.


......................


^^^"Ris, ka..ka..kamu jangan ngelakuin itu lagi!" Ucap Tina.^^^


"Kenapa? Aku hanya membersihkan noda di sekitar mulutmu saja." Kataku.


^^^"Kalau kamu ngelakuin itu lagi, jangan salahkan aku, jika nanti aku akan melakukan apapun untuk memilikimu sepenuhnya." Ucap Tina dengan mata yang berbinar dan bertekad penuh.^^^


"Ba..baiklah aku paham." Kataku.


......................


Kemudian kami melanjutkan makan bersama lagi. Setelah itu kami keluar dari kafe dengan perut kenyang.


Tiba-tiba saja ada mobil yang terkendali mengarah pada Tina. Dengan sigap aku langsung menggendongnya, lalu aku langsung lompat sekuat tenaga.


Tak kusangka aku melompat setinggi lima meter dari tempat kami berasal. Dan tanda nomor 39 kembali lagi menyala di dadaku.


Tina terkejut dengan lompatan yang kulakukan. Dan dia juga terkejut dengan tanda yang menyala di dadaku.


Lalu aku langsung berlari menuju toilet kafe sambil menutup tanda di dadaku yang menyala. Dari belakang, Tina membuntutiku karena khawatir padaku.

__ADS_1


......................


^^^"Ris, kamu nggakpapa kan?" Ucap Tina dari luar pintu toilet.^^^


"Iya aku nggakpapa, hanya ada masalah sedikit dengan bajuku." Ucapku dengan jawaban palsu.


......................


Lalu setelah beberapa menit kemudian, tanda di dadaku telah hilang. Setelah itu aku keluar dari toilet. Tina masih menungguku di depan toilet dengan wajah cemas.


......................


^^^"Ris, tadi itu apa?" Tanya Tina.^^^


"Yang mana?" Ucapku.


^^^"Yang bersinar di dadamu tadi dan lompatan super tinggi barusan!" Ucap Tina.^^^


"Aku hanya melompat terlalu kuat saja, dan tadi senter hpku mengarah ketubuhku, jadi kelihatan seperti bersinar." Kataku.


^^^"Ris jujur! Kamu sembunyiin apa dariku?" Tanya Tina dengan wajah serius.^^^


"Ti..tidak ada, ayo kita pulang! Sebelum hari makin gelap." Ucapku untuk mengalihkan pembicaraan.


^^^"Kalau kamu tidak mau mengatakannya, tidak masalah! Sebagai gantinya, mulai sekarang jauhi aku!" Ucap Tina dengan mata seriusnya.^^^


......................


Lalu Tina pergi begitu saja dengan raut muka marah. Dan kupikir, apa yang dikatakan Tina tadi ada benarnya. Seharusnya aku tidak mendekati siapapun selama kekuatan ini belum bisa ku kontrol. Mungkin aku bisa membahayakan orang lain.


 


Kemudian aku pergi ke tempat yang pernah ditunjukan oleh mendiang ayah dan ibu. Tempat itu begitu sepi dan jauh dari kota.


Mungkin seharusnya aku pamit pada kak Mila. Tapi baterai hpku sudah habis. Aku pikir kak Mila akan khawatir padaku.


Karena untuk sementara ini, aku tidak akan pulang sampai bisa mengontrol kekuatan ini.


Kemudian aku sampai pada tempat yang begitu tersembunyi ini. Pintu masuknya terkubur di balik jurang.


Lalu aku memukulnya dengan sekuat tenaga. Dan tak kusangka, pukulanku mampu menghacurkan tanah keras dan batu penghalangnya.


Setelah itu aku membuka gerbang itu dengan sidik jariku yang telah di aktivasi oleh mendiang ibu dulu.


Saat aku masuk, banyak barang-barang yang belum kukenal. Dan juga banyak buku yang usang tergeletak di pinggir lantai.


Saat aku melihat-lihat ruangan. Aku menginjak sebuah buku. Dan buku itu adalah catatan keseharian ibu. Lalu aku mengambilnya dan membacanya, siapa tahu ada informasi untuk mengontrol kekuatan ini.


Saat membaca, aku terkejut. Ternyata dulu aku adalah salah satu percobaan proyek penelitian tentang penguatan spesies.


Disini tertulis bahwa ada 50 anak yang berhasil mendapat kemampuan khusus untuk bertempur. Dan setiap dari mereka, memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda.


Dan saat aku membaca lebih dalam lagi. Ternyata ibu juga menuliskan kemampuan mereka dan kelemahannya.

__ADS_1


Kemudian saat aku membalik halamannya lagi. Aku terkejut sekaligus terharu. Karena ini alasan mereka terkejut dengan tandaku.


Ternyata aku adalah anak yang mereka teliti sendiri. Disini tertulis, bahwa namaku adalah nomor 39, sang penghancur.


__ADS_2