
Setelah dari kampus, aku langsung pulang ke rumah dengan kondisiku yang sedang lemas ini. Lalu aku segera ke kamar untuk beristirahat sejenak. Lama-kelamaan aku tertidur dengan pulas.
Beberapa jam kemudian, aku merasakan sensasi aneh di tanganku. Lalu saat aku membuka mata, kak Mila sudah berada disampingku sambil mengompres dahiku dengan air hangat.
Dengan perlahan, aku mencoba bangun dari posisiku. Tapi kak Mila memintaku untuk istirahat saja.
......................
^^^"Ris, kamu nggak perlu bangun! Tetap tiduran aja." Ucap kak Mila.^^^
"Maaf ya kak, jadi merepotkanmu." Ucapku.
^^^"Udah nggakpapa sayang, lagipula sudah jadi tugas kakak dan istri masa depan untuk merawatmu sampai sembuh." Ucap kak Mila.^^^
"Kakak ini jangan ngomong gitu ah! Aku jadi malu tahu!" Ucapku.
^^^"Lho kenapa malu? Kan benar, kalau aku memang istri masa depanmu nanti." Ucap kak Mila sambil tersenyum manis.^^^
......................
Setelah bersendang gurau dengan kak Mila, hatiku benar-benar tenang. Setiap aku bersamanya, ada hal yang membuatku tetap nyaman di dekatnya. Kuharap apa yang diucapkan kak Mila dapat terwujud nantinya.
Kemudian kak Mila memintaku untuk istirahat di rumah mulai besok. Karena kondisiku yang memburuk.
......................
^^^"Ris, mulai besok kamu istirahat dirumah dulu! Karena tubuhmu yang lemas ini membuatku khawatir." Ucap kak Mila.^^^
"Baik kak, aku mengerti." Ucapku.
^^^"Untuk masalah surat ijinnya, nanti biar kakak bicarakan dengan dosenmu itu." Ucap kak Mila.^^^
"Terima kasih kak." Ucapku.
^^^"Sama-sama sayang! Udah kamu tidur dulu! Biar kamu bisa sehat lagi." Ucap kak Mila sambil mengelus kepalaku.^^^
......................
Tak lama kemudian, aku benar-benar tertidur pulas. Kehangatan dari kak Mila memang hal yang tak pernah kudapatkan ditempat manapun.
Lalu pada keesokan harinya, aku bangun pukul sebelas siang. Dan tentu saja, kak Mila sudah berangkat kerja pagi tadi. Suasana yang cerah membuatku ingin keluar sebentar ke depan rumah.
Dan saat di depan rumah, aku duduk dan mengecek hpku.
..."Ting..ting..ting.." ...
Banyak notifikasi masuk setelah kuhidupkan data selulernya.
__ADS_1
Lalu saat aku mengeceknya, ternyata ada pesan dari Tina dan Kak Aira. Mereka menyakan hal yang sama. Yaitu alasan kenapa aku tidak masuk kampus hari ini.
Yang membuatku terkejut disini adalah pesan dari kak Aira, adik dari bu Siska. Ini pertama kalinya dia mengirim pesan padaku, dan ini pertama kalinya juga dia mengkhawatirkan diriku setelah bersikap dingin tempo hari lalu.
Tak pakai waktu lama, aku langsung membalas pesan mereka. Karena aku juga tidak enak membuat mereka khawatir tentang kondisiku. Setelah itu, aku menaruh hpku dan duduk santai.
Lalu dari depan gerbang rumah, ada bu Karin yang ingin bertemu denganku. Kemudian aku langsung membukakan gerbangnya dan mempersilahkannya untuk masuk.
......................
^^^"Ris, ini aku bawakan vitamin dan buah segar untukmu!" Ucap bu Karin sambil menyodorkan bawaannya itu.^^^
"Oh terima kasih bu! Ngomong-ngomong kok tumben ngasih kayak gini? Apa kau habis piknik?" Tanyaku bingung.
^^^"Apa maksudmu? Aku kesini karena ingin menjengukmu!" Ucap bu Karin.^^^
"Tunggu! Darimana kau tahu kalau aku sedang sakit?" Tanyaku terkejut.
^^^"Kakakmu yang bilang kok! Dan dia juga memintaku untuk merawatmu!" Ucap bu Karin.^^^
......................
Tiba-tiba saja bu Karin langsung mendekatiku dengan begitu gesit. Setelah itu dia menempelkan dahinya pada dahiku untuk mengecek suhu tubuh.
Aku jadi kaget, tubuhku jadi agak gemetaran setelah melihat wajah bu Karin yang sangat dekat. Lalu bu Karin juga ikut menatapku dengan wajah cantiknya. Aroma wangi darinya membuatku terpesona.
......................
"Maaf bu, aku tidak bermaksud menatapmu. Tapi karena kau cantik, aku jadi sulit mengalihkan pandanganku darimu." Ucapku.
^^^"Apa maksudmu? Apa kamu jatuh hati dengan diriku ini?" Ucap bu Karin sambil memegang pipiku.^^^
"Ti..tidak, aku hanya kagum saja." Ucapku sambil memalingkan kepala.
^^^"Hei! Lihat sini dong! Jawabanmu tadi kurasa tidak sesuai dengan hati kecilmu. Sekarang lihat aku dan jawab dengan jujur!" Ucap bu Karin.^^^
"Udah dong bu, jangan gitu ah! Aku beneran cuma kagum aja! Tidak ada maksud lain!" Ucapku.
^^^"Iya-iya maaf! Kalau gitu kita masuk dulu! Akan kubuatkan makan siang untukmu." Ucap bu Karin sambil berjalan masuk ke rumah.^^^
......................
Sebagai tanda petik, pada episode yang lalu. Aku telah mengubah ingatan bu Karin yang dulunya sangat agresif padaku. Mungkin sekarang, dia telah menjadi menjadi tetangga yang baik bagiku dan juga telah menjadi wanita dengan karisma yang tinggi.
......................
Bu Karin memasak dengan apron yang kakakku pakai, dia terlihat tambah cantik setelah menguncir rambutnya ke belakang. Dan disaat yang sama pula, aku ketahuan memandangi terus-terusan.
__ADS_1
Setelah bu Karin selesai masak, dia langsung membawa semangkuk bubur hangat ke sampingku. Dan disaat yang sama, bu Karin juga duduk disampingku.
Lalu dia menarik mangkuknya dan menyedok bubur hangat itu sambil meniupnya. Dan siapa sangka, ternyata bu Karin ingin menyuapi diriku ini.
......................
^^^"Hakk!! Buka mulutmu Ris!" Ucapnya sambil menyodorkan sendoknya.^^^
"Bu, kau tidak perlu melakukan ini, aku bisa makan dengan tanganku sendiri." Ucapku.
^^^"Udah jangan banyak alasan! Cepat buka mulutmu, sebelum aku melemparkan bubur ini ke wajahmu!" Ancam bu Karin.^^^
......................
Lalu aku terpaksa disupai oleh bu Karin. Jujur saja aku malu saat disuapinya, karena wajah cantiknya membuat jantungku berdebar dengan aneh. Dan terkadang, dia juga memandangiku dengan senyum manisnya.
Setelah menyuapiku, dia langsung ke dapur untuk mencuci mangkuk tadi. Lalu aku berjalan ke kamarku pelan-pelan, karena kondisiku belum sepenuhnya pulih.
Tiba-tiba saja aku tersandung, dan hampir saja jatuh ke lantai. Tak lama kemudian, bu Karin datang untuk membantuku berjalan ke kamarku.
Sesampainya di kamar, aku langsung berbaring ke ranjang sambil menata ulang bantalku yang berantakan. Dan tiba-tiba saja bu Karin juga ikutan berbaring di ranjangku.
......................
"Bu, apa yang kau lakukan?" Tanyaku.
^^^"Tidur di sampingmu. Apa ada masalah?" Tanya bu Karin dengan wajah tanpa dosa.^^^
"Tidak ada." Ucapku pasrah.
......................
Lalu bu Siska, mulai bergeser kearahku dan akhirnya memelukku. Ku harap bu Karin tidak melakukan hal agresif lagi seperti waktu itu. Jika dia melakukannya, dengan terpaksa, aku akan mengubah ingatanya lagi.
......................
"Bu, kenapa kau memelukku?" Tanyaku.
^^^"Kau tidak suka ya? Tapi maaf ya, mau tidak mau kau harus bertahan. Karena aku ingin kehangatan dari seorang pria sejak aku berpisah dengan mantan suamiku." Ucap bu Siska.^^^
"Kalau hanya pelukan saja tidak masalah, tapi jika kau minta lebih, aku tidak bisa memberikannya padamu." Ucapku.
^^^"Tidak perlu khawatir, aku hanya ingin pelukan saja kok! Tidak lebih." Ucap bu Karin.^^^
......................
Tak lama kemudian, bu Karin tertidur sambil memelukku dengan lembut. Perlahan-lahan mataku juga sudah tidak kuat, dan akhirnya aku juga tertidur di samping bu Karin.
__ADS_1