Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 41


__ADS_3

Diriku tertusuk saat melindungi bu Siska. Dan tak lama setelah itu, aku terkapar karena kesadaranku minipis.


......................


Saat aku membuka mata, ternyata aku sudah terbaring di rumah sakit. Dan saat aku menengok ke samping, kak Aira duduk di sampingku sambil memegang tanganku.


Dan saat tahu aku sudah sadar, kak Aira langsung memelukku begitu saja.


......................


^^^"Ris.." ucapnya sambil memelukku.^^^


"Kak, aku tahu perasaanmu. Tapi bisakah kau melepaskan pelukanmu? Kau membuat nafasku menipis." ucapku.


^^^"Oh maaf, habisnya kau tidak bangun selama dua hari penuh setelah operasi. Kupikir kau sudah-"^^^


"Kak, jangan mengatakan hal menakutkan seperti itu! Aku masih hidup kok."


^^^"Bagaimana keadaanmu? Apa ada bagian yang masih sakit?"^^^


"Tidak ada, untuk sementara ini aku hanya tak bisa bergerak. Ngomong-ngomong bagaimana aku bisa sampai ke rumah sakit ini?"


^^^"Ceritanya panjang."^^^


"Pendekan!"


^^^"Kau ini! Setelah kau tertusuk saat itu, kak Siska langsung berteriak dan meminta bantuan. Singkat cerita, kau dibawa oleh ambulan dan langsung masuk ke ruang operasi."^^^


"Apa dokter yang mengoperasiku mengatakan sesuatu?"


^^^"Aku tidak tahu, karena saat itu kak Siska yang berada bersamamu."^^^


"Oh ternyata begitu ya. Ngomong-ngomong dimana bu Siska?"


^^^"Kakakku di kampus sedang mengajar. Dan dia memintaku untuk merawatmu."^^^


......................


Untuk sementara waktu aku terdiam sambil fokus pada kemampuanku. Karena tepat sebelum pingsan, aku mengendalikan beberapa orang untuk mengejar pelaku itu.


Sesuai dugaanku, dia tak bisa melawan. Aku melihatnya dari mata orang-orang yang ku kendalikan yang sedang menyekapnya di sebuah gedung kosong. Dan dia terlihat babak belur karena terpukuli dengan masa yang kukendalikan ini.


Untuk sementara ini, aku bisa tenang. Karena pelakunya sudah kuamankan.


Dan saat aku menoleh ke samping, kak Aira menatapku dengan raut wajah aneh.


......................


"Kak, apa ada masalah? Kenapa kau menatapku seperti itu daritadi?" tanyaku.


^^^"Tidak ada masalah, hanya saja muka mu kelihatan masih tampan." ucap kak Aira.^^^


"Kak, jangan bermain-main! Aku ini sedang sakit."


^^^"Bermain-main? Kalau begitu lihat aku! Apa wajahku ini terlihat seperti bermain-main?"^^^

__ADS_1



▪Aku melihat wajahnya.


"Ma-maaf, aku akui kalau kau tidak sedang bermain-main!" ucapku sambil mengalihkan pandangan setelah melihat wajah cantiknya.


^^^"Hei, kok kamu memalingkan wajahmu! Lihat aku lagi dong!"^^^


"Tidak bisa!"


^^^"Kenapa?"^^^


"Karena kau terlihat begitu cantik! Jadi aku tak bisa melihatmu lama-lama, karena aku orangnya mudah jatuh cinta." ucapku.


▪Setelah kak Aira mendengar jawabanku, dia terlihat tersenyum sedikit. Kemudian dia memegang kepalaku dan langsung memutar kepalaku ke arahnya.


"Kak, apa yang kau lakukan?" ucapku.


^^^"Aku nggak ngelakuin apa-apa kok! Aku cuma memutar kepalamu dan membuatmu terus menatapku."^^^


"Kak, hentikan itu! Kau membuatku leherku sakit." ucapku sambil menutup mata.


^^^"Kalo nggak mau lehermu sakit, lihat aku dong! Jangan menghindar dariku!"^^^


"Maaf, aku tak bisa!"


^^^"Beneran nggak bisa?"^^^


"Engga!!"


"Ha? Cara paksa?"


......................


Kak Aira langsung menciumku begitu saja. Dan dia juga mengangkat kedua tanganku ke atas ranjang supaya aku tak bisa melawan.


Kemudian dia mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulutku. Sensasi empuk, basah, dan manis menyelimuti seisi mulutku.


Tak tinggal disitu, kak Aira juga meraba-raba bagian bawahku. Jujur saja aku kaget dengan tindakannya itu. Tapi aku juga tak bisa berteriak meminta tolong karena mulutku sedang dicium paksa olehnya.


Dan saat aku menjauhkan bibirku darinya, dia malah makin brutal padaku dan kali ini dia malah menggigit bibirku, kemudian lidahku juga.


Gawat aku benar-benar diperkosa!


Kemudian ada seseorang membuka pintu, dengan cepat kak Aira langsung melepaskanku dan bertingkah seperti tak terjadi apa-apa.


Dan orang yang masuk adalah dokter yang ingin memeriksa keadaanku. Kemudian dokter cantik tersebut meminta kak Aira keluar sebentar karena ada hal penting.


...----------------...


Kemudian aku berpikir, seharusnya saat mereka mengoperasiku. Mereka pasti menemukan gejala atau keadaan aneh pada fisikku ini. Tapi kenapa dari tadi tidak ada laporan khusus tentangku? Apa mereka merencanakan sesuatu padaku? Jika iya, maka aku langsung kabur saja nanti.


Dan saat dokter cantik ini memeriksaku, dia mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut sekaligus waspada dengannya.


......................

__ADS_1


^^^"Nomer 39, Sang penghancur!" ucap si dokter.^^^


▪Aku terkejut, kemudian melepas infus dan melompat jauh untuk menjaga jarak dengannya.


^^^"Kenapa kau melompat sejauh itu? Apa kau terkejut karena aku tahu identitasmu?"^^^


"Hanya mereka yang ada di masa lalu yang tahu identitasku sebenarnya. Siapa kau ini?" tanyaku.


^^^"Ya ampun, kau ini jangan berburuk sangka dulu. Aku yang mengoperasimu tadi lho! Apa kau tak mau berterima kasih padaku?"^^^


"Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku. Tapi maaf saja, bagiku kau sosok yang berbahaya saat ini."


^^^"Apa sampai segitu kamu menganggapku musuh? Kalau begitu, kau tahu kan benda ini dari siapa?" ucap si dokter sambil menunjukan sebuah liontin.^^^


▪Mendiang ayah dan ibu pernah mengatakan padaku, kalau liontin ini adalah bukti mutlak atas sosok yang merawatku saat berada di tempat khusus itu.


"Jadi, kau ini siapanya mereka? Rekan? Asisten? Atau pengkhianat?" tanyaku.


^^^"Aku ini partner mereka. Aku juga yang memandikanmu saat kecil dulu!"^^^


"Tunggu! Kalau kau yang memandikanku saat aku masih kecil, lalu berapa umurmu sekarang?" tanyaku sambil terkejut.


......................


Setelah mendengar pertanyaanku, dia nampak tersenyum. Tapi dalam waktu yang singkat dia menerjangku dan langsung mendorongku ke dinding.


Aku tak sempat mengelak karena lukaku masih parah sehabis operasi. Setelah itu dia berbicara dengan wajah tersenyum, tapi entah kenapa aku merasa kalau dia sedang marah padaku.


......................


^^^"Apa kau tahu, menanyakan usia seorang wanita itu merupakan tindakan yang tidak sopan." ucap si dokter.^^^


"Ba-baiklah. Aku minta maaf, aku takkan mengulanginya lagi."


^^^"Baguslah!" ucapnya sambil melepaskanku.^^^


"Ngomong-ngomong, saat kau mengoperasiku, apa kau mengadukan gejala aneh pada fisikku ini?"


^^^"Gejala? Tidak ada gejala aneh pada fisikmu saat aku mengoperasimu. Kau sama saja dengan manusia lainnya."^^^


"Kurasa-" aku tidak jadi mengatakan sesuatu.


^^^"Kau ingin bilang apa? Jangan bilang kau menyembunyikan sesuatu dariku!" ucap dokter itu sambil berjalan mendekat padaku.^^^


"Apa maksud "darimu", aku bahkan tidak punya ingatan tentangmu!" ucapku panik.


^^^"Apa katamu! Dulu kau bilang kalau besar ingin menikahiku! Dan sekarang kau berpura-pura tak mengingatnya!!!!" ucapnya dengan nada tinggi dan terlihat marah.^^^


"Tunggu-tunggu! Kau mau apa?" ucapku sambil mundur ke belakang.


......................


Lalu dia melakukan aksi bela diri untuk menahanku. Tak lama setelah itu tanganku diikat ke atas, dan menahan kedua kakiku.


Dia mendekatkan dirinya dengan nafasnya mulai berat, dan wajahnya terlihat sangat bernafsu.

__ADS_1


Tak lama kemudian, dia mulai melepas kancing bajuku satu per satu. Jujur saja aku mulai panik, karena dia akan melakukan hal mesum padaku.


__ADS_2