
Aku mencoba melacaknya kembali, tapi entah kenapa keberadaannya terus berpindah-pindah. Dan kuputuskan untuk menerjang ke sebuah lokasi keberadaanya.
Dan saat aku sampai disana, tidak ada apapun! Tapi keberdaanya begitu pekat. Setelah aku berjalan sedikit.
..."Kraakk!!"...
Aku menginjak sebuah benda, dan saat ku lihat, benda ini memancarkan keberadaan palsu dari si ratu dunia bawah.
Jadi ini alasannya kenapa aku sulit menemukannya. Kalau benda pengganggu ini tersebar di seluruh ruangan rahasia ini, maka melacaknya adalah hal mustahil.
Terpaksa ku pakai kemampuanku untuk menerjang semua dinding yang menghalang, meskipun aku tidak menemukannya, paling tidak dia tahu kalau tempat ini sudah ku ketahui.
..."Hya!! Duarr!! Hyaaa!! Duaarr! Duar! Darr!!"...
Aku terus memukul seluruh ruangan yang ada di depanku sampai seluruh bagian ruangan-ruangan ini terlihat begitu jelas.
Lalu sekelebat bayangan putih terlihat dari arah jam 2. Aku langsung bergerak cepat mengejarnya, dan saat aku siap dalam jarak serang.
Ku hempaskan targetku ini dengan keras, dia terpental begitu hebat, sampai dinding yang ku rusak tadi jadi tambah besar.
Dan benar saja, ratu dunia bawah telah menunjukan wujudnya.
......................
^^^"Hrruuaaahhhh!!!!"^^^
"Kau sudah tidak punya apa-apa untuk melawanku, sekarang menyerahlah!" Ucapku.
^^^"Hreeeehhhhh!!!!"^^^
"Aku tidak paham dengan apa yang kau katakan, dasar aneh!" Ucapku.
^^^"Huarrhh huerrehhh!"^^^
"Sudah kubilang, aku tidak paham! Pokoknya gini deh, aku tidak akan membunuhmu. Tapi sebagai gantinya menjauhlah dari tempat ramai seperti kota ini. Dan jika kau berani menyerang lagi, aku akan langsung menarik kemampuan mu itu dan menghabisimu!" Ucapku dengan serius.
^^^"Hrrruuhhh..."^^^
......................
Lalu dia mundur dariku dan memberi salam padaku, setelah itu dia pergi menjauh dan akhirnya menghilang di balik kegelapan.
Aku tidak begitu mengerti dengan apa yang dia pikirkan. Tapi intinya dia paham dengan maksudku.
Dan masalah keduanya adalah ruangan-ruangan ini, saat aku mengubah ingatan bu Karin, tidak ada ingatan atau pengetahuan tentang ruangan ini. Yang artinya, bu Karin tidak tahu dengan ruangan rahasia ini.
Tapi aku juga baru tahu ruangan ini, padahal aku sudah tinggal bertahun-tahun di sekitar sini.
Dan ratu dunia bawah hanya kebetulan menemukan ruangan ini. Dan juga infrastruktur ruangan ini begitu kuno.
Kurasa akan ada banyak hal yang harus kuselidiki tentang ruangan ini. Tapi sebelum itu, aku harus keluar dari sini, sebelum kak Mila pulang dari kantor.
...--------------------...
Lalu aku melompat keluar dengan kemampuan tembus objek yang kutiru dari ratu dunia bawah. Setelah keluar, aku berlari secepat mungkin untuk sampai ke rumah.
Karena aku melihat kak Mila sudah ada di halaman depan. Aku langsung bergerak dengan sedikit usaha dan akting, agar bisa kembali ke tempat tidurku.
__ADS_1
Kemudian kak Mila membuka pintu kamarku.
......................
^^^"Ris.."^^^
"Iya kak, ada apa?"
^^^"Tidak apa-apa, bu Karin mana?"^^^
"Oh bu Karin tadi pulang, karena kepalanya mendadak pusing." Ucapku dengan jawaban palsu.
^^^"Oh ya udah, Nih kakak bawa ayam krispi, kita makan bareng yuk!"^^^
"Iya kak, sebentar." Ucapku.
......................
Lalu aku pergi ke ruang makan dan makan malam bersama kak Mila. Dan saat makan, aku masih memikirkan tentang ruangan rahasia itu.
Karena aku terdiam agak lama, kak Mila menempuk pundak dan bertanya padaku.
......................
^^^"Ris, kamu kenapa? Kok ngelamun gitu?" Tanya kak Mila.^^^
"Bukan apa-apa kak, aku hanya kurang tidur saja." Ucapku dengan jawaban palsu.
^^^"Kalau begitu sini, biar kakak suapin." Ucap kak Mila sambil menarik piringku.^^^
"Tidak perlu kak! Aku bisa makan sendiri." Ucapku.
"Haum."aku di suapi.
......................
Setelah makan malam, kak Mila memintaku untuk tidur dengannya hari ini. Karena dia masih khawatir dengan sosok meneror waktu itu.
Meskipun sebenarnya sosok itu adalah ratu dunia bawah yang sudah ku usir pergi.
......................
^^^"Ris, cepetan jangan lama-lama berdiri disitu!" Ucap kak Mila.^^^
"Iya-iya sabar kak." Ucapku.
...---------...
Lalu aku berbaring di samping kak Mila. Dan seperti biasa, kak Mila langsung manja padaku. Wajah cantiknya benar-benar bisa membuat suasana hatiku jadi tenang.
...--------...
"Kak, apa aku boleh bertanya padamu?" Ucapku.
^^^"Apa kau akan selalu minta ijin, setiap kali kamu bertanya? Kalau ada hal yang membingungkan dirimu, kau bisa tanya kakakmu ini" Ucap kak Mila.^^^
"Kak, kenapa kau meminta bu Karin untuk menjagaku? Aku ini bukan anak kecil lagi kak." Ucapku.
__ADS_1
^^^"Habisnya, aku masih khawatir dengan kejadian malam itu. Saat aku ingin berangkat kerja, aku takut kalau dia bakal menyerangmu. Jadi aku meminta bantuan dengan tetangga kita." Ucap kak Mila.^^^
"Kak, mulai sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Aku sudah bukan bocah umur 8 tahun yang harus diawasi. Sekarang aku sudah dewasa dan menjadi pria yang kau cintai saat ini. Jadi hilangkan pikiran beratmu itu kak!" Ucapku.
^^^"Kalau gitu maumu, ya udah aku turutin aja. Lagipula aku juga tidak enak merepotkan tetangga baru kita." Ucap kak Mila.^^^
......................
Tak lama kemudian, kami tertidur dengan nyenyak. Pikiran dan hatiku jadi tenang setiap aku bersama kak Mila.
Jujur saja, seharian ini aku kelelahan dengan kelakuan bu Karin dan ratu dunia bawah itu. Tenaga benar-benar terkuras hari ini.
......................
Kemudian pada keesokan harinya, mentari telah bersinar. Dan hari ini aku ada kelas, sudah 3 hari aku libur dengan kesibukan tak terduga.
......................
^^^"Ris, sayang! Ayo bangun, ini sudah jam setengah tujuh." Ucap kak Mila yang membangunkanku.^^^
"Iya kak sebentar, aku akan mandi dulu!" Ucapku setelah bangun tidur.
^^^"Cepetan lho ya! Kakak tunggu di depan!" Ucap kak Mila.^^^
"Iya kak."
......................
Setelah mandi dan berpakaian, aku segera naik mobil kakak dan langsung berangkat bersamanya. Dan sesampainya di kampus, kak Mila membawakanku bekal yang dia buat pagi tadi saat aku belum bangun.
......................
^^^"Ris, ini bekalnya! Nanti istirahat dimakan ya!" Ucap kak Mila.^^^
"Iya kak. Kalau gitu aku pergi dulu ya kak!" Ucapku sambil membuka pintu mobil.
^^^"Tunggu!" Kak Mila menarik tanganku lagi.^^^
"Ada apa kak?" Tanyaku.
^^^"Kau nggak ngerasa ada yang kurang gitu?" Tanya kak Mila.^^^
"Tidak ada kurasa, memang apa yang kurang?" Tanyaku.
^^^"Uuhmmm!!!" Kak Mila cemberut.^^^
"Tunggu kak, kenapa kau cemberut gitu?" Tanyaku setelah melihatnya.
^^^"Kamu ini sebenarnya nggak peka atau sengaja bikin kakak kesal ya!" Ucap kak Mila.^^^
"Aku serius tidak tahu kak! Aku sudah membawa buku, alat tulis, dan bekal ini. Lalu apa yang kurang?" Ucapku.
^^^"Ih, dasar nyebelin! Mendekatlah kesini anak kurang peka!" Ucap ka Mila.^^^
"Hauppfff.. Uuumm'ah" Kak Mila menciumku.
^^^"Mulai sekarang, kau harus mencium kakak sebelum meninggalkan mobil ini! Ingat ya!" Ucap kak Mila dengan serius.^^^
__ADS_1
"Ba..baik kak, aku mengerti." Ucapku.