Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku

Ikatan Cinta Dari Kakak Tiriku
BAB 9


__ADS_3

Nomor 39, sang penghancur. Itulah namaku saat kecil dulu. Suatu ketika saat tengah malam, ruang penelitian telah dikepung oleh pasukan khusus. Mereka datang untuk memusnahkan ruang penelitian beserta apa yang di dalamnya. Para peneliti tertembak dan mati ditempat. 50 anak penelitian juga tak luput dari peluru mereka.


Seketika itu juga, aku mengamuk, lalu menggunakan kekuatanku untuk memusnahkan mereka pada saat itu. Dan saat aku melakukan serangan besar itu, aku telah menghabisi para pasukan itu beserta para peneliti dan 49 anak lainnya.


Kemudian gedungnya runtuh, dan kesadaranku telah menghilang. Lalu ayah dan ibu membawaku keluar dari gedung itu. Tapi masih ada pasukan diluar sana.


Sebab itulah aku ditinggalkan di sebuah desa terpencil untuk menghilangkan jejak pada hari itu.


 


Buku harian ibu ini telah menceritakan semua tentang kejadian yang telah hilang dari ingatanku. Dan dari sini aku dapat menyimpulkan, bahwa ada anak yang selamat setelah ledakan besar yang kulalukan pada hari itu. Karena beberapa dari mereka punya kemampuan untuk membuat tameng, dan ada juga yang mampu hidup kembali.


Lalu aku membaca buku-buku lain yang ada di ruangan ini. Dan menemukan beberapa eksperimen yang dilakukan mendiang orang tuaku dulu.


Dalam waktu seminggu, aku telah menemukan cara untuk mengontrol sekaligus menyembunyikan kemampuan ini. Selain itu, aku juga latihan untuk penguatan dan pengontrolan kekuatanku ini.


3 minggu berlalu, aku merasa sudah cukup untuk bisa mengendalikan kemampuan ini. Lalu aku membuka gerbang dan menutupnya kembali. Setelah itu, mengubur gerbang itu dengan tanah dan batu besar.


 


Lalu aku pulang dengan naik angkutan umum yang lewat. Sesampainya ke rumah, aku langsung membuka pintunya. Dan hal yang tak terduga terjadi.


Seisi rumah begitu berantakan dan gelap. Seluruh perabotan dan pakaian tergeletak kemana-mana. Lalu dari belakang, aku merasakan ada yang ingin menyerangku.


"Wuusshhhh..." Hunusan pisau yang cepat hampir saja mengenaiku.


Lalu aku menangkap tangan dan lehernya, kemudian mendorongnya ke tembok. Dan tak sengaja, tombol lampu terpencet.


Betapa terkejutnya diriku, ternyata yang berusaha membunuhku adalah kak Mila sendiri.


......................


^^^"Siapa kau? Berani masuk ke rumah orang!" Ucap kak Mila yang tak mengenaliku.^^^


"Ini aku kak! Adik tirimu! Risan!" Kataku.


^^^"Haaah!!" Kak Mila terkejut, lalu menjatuhkan pisaunya.^^^


Lalu kak Mila meraba pipi dan wajahku dengan begitu lembut. Setelah dia yakin bahwa aku telah kembali, kak Mila langsung memelukku dengan begitu erat. Dan dia menangis begitu hebat.


^^^"Hiks..hiks..hiks.. Kamu kemana saja? Kenapa kamu pergi meninggalkan kakak begitu saja? Kenapa kamu tidak bilang pada kakakmu ini? Hiks..hiks." Ucap kak Mila sambil menangis.^^^


"Maaf kak, aku pergi tanpa pamit padamu. Tapi sekarang aku sudah kembali. Jadi kau tak perlu khawatir lagi." Kataku.


^^^"Hiks..hiks..hiks.. Kamu harus janji, mulai sekarang jangan pergi tanpaku! Jangan tinggalkan aku ke tempat yang tak dapat kujangkau!" Ucap kak Mila.^^^

__ADS_1


"Baiklah aku berjanji, akan selalu bersamamu sampai kematian datang menjemputku." Kataku dengan jari kelingking yang terkalung dengan jari kak Mila.


......................


Kemudian aku dan kakak pindah ke sofa untuk bersantai sebentar. Tapi kak Mila tidak melepaskan pelukannya dariku. Untuk mencairkan suasana, aku mulai sedikit perbincangan.


......................


"Kak, boleh aku bertanya?" Kataku.


^^^"Mau tanya apa?" Ucap kak Mila.^^^


"Kenapa perabotan rumah kita begitu berantakan? Dan kenapa banyak piring pecah dan baju bertebaran disini?" Tanyaku.


^^^"Itu gara-gara kamu bodoh! Ucap kak Mila.^^^


"Gara-gara aku? Kataku.


^^^"Kalau kamu nggak pergi begitu saja, aku tidak mungkin jadi sedih dan gila karena kepergianmu itu. Kupikir kau takkan kembali, dan meninggalkanku untuk selamanya. Tapi tak kusangka, sekarang kau kembali dengan penampilan yang berbeda." Ucap kak Mila.^^^


"Iya maaf kak, membuatmu jadi khawatir." Ucapku sambil menundukkan kepala.


^^^"Sebenarnya kamu pergi kemana? Dan kenapa rambutmu jadi tambah panjang begini? Bagaimana bisa tubuh bertambah kekar? Dan juga, wajahmu jadi lebih tampan dari sebelumnya." Ucap kak Mila dengan tanganya menyentuh wajahku.^^^


"Maaf kak, kalau itu aku belum bisa mengatakannya padamu. Tapi aku janji, satu saat nanti aku akan mengajakmu kesana." Kataku.


"Kalau begitu, bisakah kau melepaskan tanganmu dariku! Kita harus membereskan kekacauan ini!" Kataku.


^^^"Hhmm..iya baiklah." Ucap kak Mila.^^^


......................


Lalu kami membersihkan rumah dan membereskan barang-barang yang rusak. Beberapa jam kemudian, pemandangan rumah menjadi bersih. Meskipun ada banyak yang yang hilang karena kerusakan.


Setelah itu, aku mandi. Lalu saat aku kembali ke kamar untuk tidur, kak Mila telah menungguku di ranjang.


......................


"Apa yang kau lakukan kak?" Kataku.


^^^"Menunggumu untuk tidur bareng." Ucap kak Mila.^^^


"Kak, kita ini sudah besar, pria dan wanita tidak boleh tidur disatu ranjang yang sama, dan seharusnya kau ini segera menikah. Agar ada yang bisa jadi pendamping hidupmu." Kataku.


^^^"Aku belum punya pasangan yang cocok! Mana mungkin bisa menikah. Kalau aku tak mendapat pasangan nikah, kamu harus jadi suamiku!" Ucap kak Mila.^^^

__ADS_1


"HAA!! Tunggu itu namanya tidak adil. Kenapa aku yang menjadi targetmu." Kataku.


^^^"Udah jangan berisik! Cepetan tidur, ini sudah tengah malam." Ucap kak Mila.^^^


Lalu dengan terpaksa, aku tidur disamping kak Mila. Dan dengan cepatnya, kak Mila langsung memelukku, dengan kaki dan tangan kanannya menindih tubuhku.


"Kak, kalau begini bagaimana aku bisa tidur." Kataku.


^^^"Ris, coba kamu menghadap kesini!" Ucap kak Mila.^^^


"Sekarang kau mau apa kak?" Ucapku setelah membalik tubuhku ke hadapannya.


^^^"Ris, maafin aku ya!" Ucap kak Mila.^^^


"Maaf kenapa? Kataku.


^^^"Kurasa aku sudah menganggapmu sebagai pria. Jadi mulai sekarang aku akan sedikit manja padamu." Ucap kak Mila.^^^


"Kak, berhentilah mengatakan hal yang aneh. Ini sudah tengah malam, cepatlah tidur!" kataku.


^^^"Kamu ini kebiasaan, suka ngalihin pembicaraan. Tapi nggak masalah, yang penting kamu udah tahu perasaanku! Selamat tidur Ris." Ucap kak Mila.^^^


"Selamat tidur kak!" Kataku.


......................


Dan pada keesokan harinya, aku dan kak Mila tertidur terlalu pulas. Sehingga kami bangun kesiangan.


Setelah itu aku dan kak Mila bergegas dan bersiap untuk berangkat. Setelah itu kami naik mobil dan melaju dengan cepat. Sesampainya di kampus, suasananya sepi, karena aku terlambat. Dan sesuai dugaanku, kelas telah dimulai.


Kemudian aku berlari menuju kelas, dan akhirnya sampai ke depan pintu kelas dengan nafas yang terengah-engah.


......................


"Maaf bu, aku terlambat!" Ucapku di depan pintu kelas.


Lalu satu kelas terdiam melihatku, mereka memasang ekspresi aneh seakan tak mengenalku. Lalu salah satu siswi berteriak dari jauh.


^^^"Maaf kak, kurasa kau salah masuk kelas." Ucap mahasiswi itu.^^^


"Apa makaudmu tidak mengenalku? Ini aku Risan! Dasar kalian orang-orang bodoh!" Kataku.


......................


Kemudian satu kelas terkejut dengan perubahanku. Mereka baru sadar setelah mengenal suaraku dan memperhatikan baik-baik wajahku.

__ADS_1


Lalu bu Siska terkejut, dia membuang bukunya dan berlari kearahku. Kemudian dia memelukku dan menangis begitu hebat.


__ADS_2