
Malamku masih berlanjut. Kali ini aku dan bu Siska hanya memakai baju yang kami beli dari ruko-ruko tadi, yaa.. meskipun tanpa daleman, tapi kurasa itu lebih baik daripada memakai pakaian basah itu.
Saat aku melihat bu Siska, kurasa dia terlihat agak gelisah. Daritadi dia melonggar-longgarkan bajunya seperti ada yang membuatnya tidak nyaman.
Kemudian aku berbicara padanya.
......................
"Sayang, apa kau baik-baik saja? Apa ada masalah dengan bajunya?"
^^^"Aku baik-baik saja! Hanya saja, aku kan gak pakai daleman. Jadi agak bikin sakit karena kegesek."^^^
"Sakit? Kegesek? Kau ini bicara apa sayang? Aku tidak paham!"
^^^"Halah itu lho!"^^^
"Itu apa?"
^^^"Ujung payudaraku kegesek terus, jadi rasanya agak sakit! Pekalah sedikit dong!" ucap bu Siska dengan wajahnya yang memerah.^^^
"Oh maaf, membuatmu mengatakannya dengan jelas."
^^^"Yasudah nggak papa! Udah terlanjur juga kok!" ucap bu Siska yang terlihat agak kesal.^^^
"Ka-kalau begitu aku akan keluar beli daleman untukmu!"
^^^"Kau benar cepat beli sana! Ukurannya kamu tahu kan!" ucap bu Siska yang masih kesal.^^^
"I-iya, kalau begitu aku pergi dulu!" ucapku sambil membuka pintu.
▪Tiba-tiba saja tanganku ditarik oleh bu Siska.
^^^"Kenapa kamu malah pergi beneran! Nanti kalau kamu sakit gimana?" ucap bu Siska yang menatap kebawah sambil memegangi tanganku.^^^
"Santai aja! Aku nggak akan sakit kok, nanti aku pinjem payung milik hotel untuk pergi!" ucapku.
^^^"Lalu apa kau ingin menghancurkan harga dirimu sendiri?"^^^
"Apa maksudmu?"
^^^"Mana ada seorang pria beli daleman wanita satu set! Kau bisa dicap sebagai orang mesum nantinya!"^^^
▪Aku mengusap pipi bu Siska.
"Aku tidak masalah kok! Itu lebih baik daripada melihatmu tersiksa seperti itu!" ucapku.
......................
Setelah mendengar ucapanku, wajah bu Siska jadi memerah. Kemudian dia langsung memelukku dengan erat. Dan saat aku melepaskan pelukannya karena mau pergi beli daleman, dia tetap memelukku dan tak mau melepaskannya.
"Bu- maksudku sayang, Bisakah kau melepaskanku? Kalau begini terus, aku tak bisa pergi daleman untukmu."
^^^"Nggak usah!"^^^
"He?"
^^^"Nggak usah beli daleman! Disini aja bersamaku!"^^^
"Tapi bukannya kamu nggak nyaman tanpa daleman?"
^^^"Iya, tapi tak masalah. Nanti aku tinggal telanjang aja saat tidur."^^^
__ADS_1
"Telanjang! Hei kau ini!"
^^^"Kenapa? Kalo kamu mau lihat tubuhku, silahkan aja!"^^^
"Apa kau tidak malu?"
^^^"Ya aku malu lah!"^^^
"Lalu kenapa-"
^^^"Tapi aku nggak malu, kalau yang lihat tubuhku adalah pasangan tampanku ini!"^^^
^^^ucap bu Siska sambil menyentuh daguku.^^^
"Sudahlah bu! Tetaplah disini, aku akan membeli daleman untukmu sebentar." ucapku sambil berjalan pergi.
......................
Dan saat aku sampai di depan toko pakaian wanita, Aku bingung. Karena apa yang dikatakan bu Siska ada benarnya. Mana ada pria membeli daleman wanita satu set.
Kemudian aku berpikir ulang. Setelah beberapa menit, akhirnya aku menemukan solusinya. Yaitu dengan memakai kemampuan si benang merah.
Tanpa butuh waktu lama, aku menancapkan benang merah ini pada seorang wanita. Kemudian aku memberinya perintah untuk membeli daleman di dalam toko tersebut.
Singkat cerita, aku berhasil mendapatkan apa yang kubutuhkan. Setelah itu aku mengganti uangnya dan langsung melepas benangnya.
Setelah itu, aku langsung berjalan kembali ke hotel. Namun entah mengapa, aku merasa kalau ada yang sedang mengawasiku. Jujur saja aku tak ingin meladeninya, tapi membiarkannya mengikuti terus-terusan juga akan menyebabkan masalah nantinya.
......................
Kemudian aku berbelok ke gang yang sempit dan langsung menembus tanah. Supaya sosok yang mengawasiku itu jadi kebingungan dan kehilangan jejakku sepenuhnya.
Dan akhirnya aku sampai ke hotel dengan aman. Lalu saat aku masuk ke kamar, bu Siska telah tertidur pulas.
Lalu aku menaruh belanjaanku dan membenahkan posisi tidur bu Siska. Kemudian aku juga berbaring di sampingnya sambil menyelimutinya.
Dan pada akhirnya aku juga ikut tertidur.
......................
Dan pada keesokan harinya, aku merasa tubuhku agak berat. Kemudian saat aku membuka mata, ternyata bu Siska sedang menduduki diriku sambil memandangiku dengan senyum manisnya.
......................
"Bu, apa yang kau lakukan? Menjauhlah dariku!" ucapku.
^^^"Bu? Siapa yang kau sebut bu! Yang ada di depanmu ini adalah wanita kesayanganmu!" ucap bu Siska sambil mendekat ke wajahku.^^^
"Bu- maksudku sayang, bisakah kau tak terlalu dekat dengan wajahku! Karena aku ini orangnya agak pemalu."
^^^"Maaf ya, tapi nggak bisa!"^^^
"Ha?"
^^^"Karena saat ini nafsuku benar-benar mau meledak!"^^^
"Nafsu? Sa-sayang, kau ini bicara apa?"
^^^"Ris, kamu mau kan menjadi pelampiasan untuk nafsuku ini?"^^^
"Kurasa itu tid-"
__ADS_1
^^^"Kalau kau menolak, berarti aku akan memperkosamu saja!"^^^
"Tunggu! Tunggu!"
^^^"Apa kamu nggak mau main denganku?"^^^
"Sebenarnya-"
^^^"Kalau kamu nggak mau tidak apa-apa, aku akan langsung pergi. Dan untuk ancaman tadi itu hanya gertakan saja, jadi kamu tak perlu panik." ucap bu Siska sambil turun dari ranjang.^^^
......................
Lalu aku bangun dan memegang tangan bu Siska dari belakang.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diriku ini, tubuhku seenaknya bergerak begitu saja.
Mungkin ini pertanda kalau aku belum siap kehilangan dia dari mataku.
Kemudian aku berbicara pada bu Siska tentang apa yang kurasakan saat ini.
......................
"Sayang!"
^^^"Kau tak perlu memanggilku sayang! Aku ini dosen yang mengajarmu." ucap bu Siska.^^^
"Jujur saja, aku tak tahu ini benar atau salah. Tapi aku yakin kalau ini tindakan dari hati kecilku."
^^^"Berhentilah berbicara aneh-aneh! Dan segera lepaskan tanganku!"^^^
"Aku ma-mau melakukannya denganmu! Sayang!" ucapku dengan sedikit gugup.
^^^"Maaf, tapi aku sudah tidak bernafsu sekarang, jadi lain kali kita akan melakukannya.^^^
......................
Lalu bu Siska melepas paksa tanganku dan berjalan pergi.
Tak tinggal diam, aku langsung berlari menghadang dan mengunci pintunya. Aku melihat wajah bu Siska terlihat murung seperti manusia tanpa harapan.
Kemudian aku mendorong dan menjatuhkan bu Siska ke ranjang. Setelah itu aku menciumnya dengan lembut.
Dan pada saat yang singkat, bu Siska mulai memelukku dan mengerti apa yang kumaksudkan. Bu Siska mulai membalasku dengan memperdekat kepalanya sambil bermain lidah.
Tangan lembut yang kurasakan saat ini benar-benar begitu nyaman. Bibir lembut yang kucium ini sangat mempesona sampai membuatku bahagia seperti ini.
Kemudian bu Siska mulai melepaskan pakaianku dan mulai bermain nakal. Dan tak lama setelah itu, bu Siska juga ikut melepaskan pakaiannya karena sudah tak tahan lagi.
......................
Singkat cerita, aku bersetubuh dengan dosenku sendiri. Pada akhirnya kami bermain hingga 9 ronde lebih tanpa istirahat. Dan juga, aku memperpanjang waktu inapnya pada pihak hotel. Supaya kami bisa beristirahat untuk memulihkan tenaga.
Jujur saja aku kecapekan bermain dengan bu Siska yang super agresif ini. Karena dia selalu tidak puas dan selalu minta jatah lebih.
Beberapa jam berlau, bu Siska kembali menindihku denga piyama yang dipakainya.
Ngomong-ngomong, piyama itu juga fasilitas hotel yang lupa diberikan oleh pelayan hotel.
^^^"Ris, kita main sekali lagi ya!"^^^
__ADS_1
"Kau ini yang benar saja, pagi tadi kita sudah melakukannya sebanyak itu. Dan sekarang kau ingin lagi?"
^^^"Mau bagaimana lagi, namanya ketagihan!"^^^