
Kondisiku masih terluka, tidak memungkinkan diriku untuk pulang. Lalu aku menelepon kak Mila dengan alasan kerja kelompok. Agar aku punya cukup waktu sampai luka luarku tertutup sempurna.
Lalu bu Siska datang membawakan bubur yang dia buat.
......................
^^^"Ini bubur hangat untukmu Ris!" Ucap bu Siska.^^^
"Terima kasih bu." Ucapku.
^^^"Ngomong-ngomong kamu dah bilang ke kakakmu kalau terluka parah dan kurawat disini?"^^^
"Iya aku mengatakannya, tapi aku tidak bilang hal yang sesungguhnya padanya. Aku takut kalau nanti dia akan histeris setelah melihat kondisiku." Ucapku.
^^^"Oh, jadi gitu ya!" Ucap bu Siska sambil tersenyum.^^^
"Kenapa kau tersenyum bu?" Tanyaku.
^^^"Bukan apa-apa! Sudahlah, segera habiskan buburmu itu! Aku akan berangkat ke kampus." Ucap bu Siska.^^^
"Baik bu." Ucapku.
^^^"Oh iya Ris!" Ucap bu Siska.^^^
"Ada apa bu?" Tanyaku.
^^^"Kau jangan pergi kemana-mana! Karena lukamu masih sangat parah. Dan jika kau melakukannya, apa kau tahu apa yang akan kulakukan padamu?" Ucap bu Siska dengan senyum cantiknya.^^^
"Ti..tidak perlu! Lebih baik aku tidak tahu!" Ucapku sambil agak ketakutan.
^^^"Ya udah, aku pergi dulu ya!" Ucapnya sambil menutup pintu.^^^
......................
Setelah bu Siska pergi, aku memilih untuk tidur. Karena dari kemarin malam aku belum tidur dengan benar. Lagipula tubuhku juga tidak bisa bergerak normal.
Beberapa jam telah berlalu, tiba-tiba aku merasa kalau ada sensasi aneh di jari-jari kiri tanganku. Dan saat aku membuka mata,
Ternyata ada kak Aira disampingku. Dan dia sedang mengemut dan menjilat jari-jariku dengan wajah penuh nafsunya.
......................
"Kak Aira? Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku.
^^^"Seharusnya itu kata-kataku! Kenapa kau ada dikamar ini?" Tanya kak Aira.^^^
"Karena aku sedang terluka." Ucapku.
^^^"Kalau kau terluka, seharusnya kau istirahat dirumah! Bagaimana ceritanya kau bisa sampai istirahat dikamar ini?" Tanya kak Aira.^^^
"Ceritanya panjang." Ucapku.
^^^"Ceritakan!" Ucap kak Aira.^^^
"Tidak akan!" Ucapku.
^^^"Kenapa?" Tanya kak Aira.^^^
__ADS_1
"Karena aku tidak ingin menceritakannya!" Ucapku.
^^^"Kalau begitu, pergi dari kamar ini! Dasar orang asing!" Ucap kak Aira.^^^
"Tidak bisa! Bu Siska tetap memintaku untuk istirahat hingga lukaku sembuh nanti." Ucapku.
^^^"Kamu ini ternyata anak yang menyebalkan! Kalau begitu, jangan salahkan aku kalau aku akan melampiaskan nafsuku pada tubuhmu ini!" Ucap kak Aira.^^^
"Heh!! Maaf, aku berubah pikiran! Aku akan bangun dan segera pulang!" Ucapku sambil bangun dari ranjang.
Tiba-tiba kak Aira menarikku lagi ke ranjang.
^^^"Hei tunggu kamu mau kemana? Kamu ini masih terluka, jadi kamu harus tetap istirahat disini!" Ucap kak Aira.^^^
"Ku..kurasa itu tidak perlu! Karena aku sudah punya sedikit tenaga untuk sampai ke rumahku." Ucapku.
Lalu kak Aira menahan tanganku dan langsung duduk diatas tubuhku.
^^^"Saat awal kita bertemu, kupikir kamu ini pria imut tanpa pengalaman. Tapi ternyata kamu adalah pacar kakakku! Saat aku tahu hal itu, jujur saja hatiku sakit. Karena pria yang cocok denganku adalah pacar kakakku sendiri." Ucap kak Aira.^^^
Sebenarnya kau ingin berbicara tentang apa?" Tanyaku bingung.
^^^"Kenapa kamu suka pada kakakku? Umurnya sembilan tahun lebih tua darimu." Tanya kak Aira.^^^
"......." Aku hanya terdiam.
^^^"Hei aku punya ide, bagaimana kalau kau putus dengan kakakku dan jadilah pacarku mulai sekarang!" Ucap kak Aira dengan wajah serius.^^^
"Kau ini bicara apa?" Tanyaku.
"Kak, kau sedang kelelahan! Pikiranmu tidak jernih. Sebaiknya kau segera istirahat!" Ucapku.
^^^"Kamu benar, seharusnya aku istirahat dan meinkmati waktuku untuk bersenang-senang. Tapi,"Ucap kak Aira.^^^
"Tapi?" Tanyaku.
^^^"Tapi, itu takkan terjadi kalau kamu sudah ada disini!" Ucap kak Aira.^^^
"Tunggu! Apa maksudmu?" Tanyaku.
^^^"Ris, boleh nggak aku melampiaskan nafsuku ini padamu?" Tanya kak Aira dengan wajahnya yang bernafsu.^^^
"Ti..tidak boleh! Kau tahu kalau aku ini pacar kakakmu!" Ucapku.
^^^"Siapa peduli! Aku sudah tidak tahan lagi!" Ucap kak Aira.^^^
......................
Lalu kak Aira mulai menciumku dengan brutal. Aku berulang kali menolak ciumannya, tapi dia kembali menempelkan bibirnya padaku. Kepala ku tertahan oleh tangannya, kemudian lidahnya mulai masuk ke mulutku.
Rasa manis dan sensasi aneh telah menghiasi mulutku. Setelah itu kak Aira benar benar melampiaskan nafsunya padaku.
Beberapa jam telah berlalu, tapi kak Aira benar-benar tidak bosan pada tubuhku. Hingga akhirnya bu Siska pulang.
Setelah mendengar langkahnya, kak Aira bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa. Bahkan dia memakaikan bajuku kembali.
Aku masih syok dengan apa yang kak Aira lakukan padaku. Kesadaranku jadi menipis karena ulah kak Aira yang melampiaskan nafsunya tanpa peduli nafasku yang hampir habis setiap dia menciumku.
__ADS_1
Tapi aku juga bersyukur, karena apa yang ada dicelanaku belum tersentuh oleh tangan dan tubuh kak Aira.
......................
"Ris, aku pulang!" Ucap bu Siska.
...Lalu dia membuka pintu kamar ini....
^^^"Halo kak!" Ucap kak Aira.^^^
"Kamu dah pulang dari kapan Aira?" Tanya bu Siska.
^^^"Aku berada disini saat siang tadi." Ucap kam Aira.^^^
"Oh gitu ya!" Ucap bu Siska.
...Suasana hening sebentar....
^^^"Kak, kenapa pacarmu ada disini?" Tanya kam Aira.^^^
"Sebenarnya dia terluka di jalan, jadi aku menolong dan membawanya kesini untuk sementara waktu." Ucap bu Siska.
"Karena kamu akan tidur disini, aku akan memindahkannya." Ucap bu Siska.
^^^"Tidak perlu kak! Dia sedang terluka, tidak baik membuatnya bergerak berlebihan. Biarkan saja dia tetap disini!" Ucap kak Aira.^^^
"Kamu benar!" Bu Siska setuju begitu saja.
^^^"Oh ya kak, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" Ucap kak Aira.^^^
"Boleh aja kok, memang kamu mau minta apa?" Ucap bu Siska sambil tersenyum.
^^^"Bolehkan aku mengambil pacarmu ini." Ucap kak Aira dengan wajah serius.^^^
...Bu Siska terkejut! Di langsung menatap tajam pada kak Aira....
"Apa maksudmu?" Tanya bu Siska dengan wajah serius.
^^^"Sesuai dengan apa yang kakak dengar. Aku ingin mengambil pacarmu kak!" Ucap kak Aira.^^^
"Dari banyak pria yang ada diluar sana, kenapa kau memilih pacar kakakmu sendiri?" Tanya bu Siska.
^^^"Karena dia cocok dan sesuai dengan apa yang kuharapkan sebagai sosok pria idaman. Dan juga, usianya juga masih muda, seharusnya dia lebih baik berpacaran dengan wanita yang usianya tidak terpaut jauh dengannya." Ucap kak Aira.^^^
"Cinta tidak didasarkan oleh usia, melainkan hati dan perasaan." Ucap bu Siska.
...Lalu bu Siska membopongku berpindah tempat. Dan kesadaranku masih belum pulih....
^^^"Ingat kak! Aku akan tetap mengincar pacarmu itu!" Ucap kak Aira.^^^
"Terserah kau saja, tapi aku tetap tidak akan memberikannya padamu." Ucap bu Siska.
^^^"Kalau begitu, sebaiknya kau jangan meninggalkannya terlalu lama! Mungkin saat kau kembali nanti, dia telah kupaksa untuk menghamiliku." Ucap kak Aira.^^^
......................
Bu Siska tetap berjalan sambil membopongku ke kamarnya. Wajahnya berubah drastis setelah mendengar apa yang dikatakan kak Aira.
__ADS_1