
Dua wanita menodongku dengan senapan yang mereka bawa. Suasana tegang mulai terasa, mereka benar-benar serius untuk membawaku.
Dan saat aku bertanya, mereka tak memberiku jawaban.
^^^"Ikut kami sekarang jika kau tak ingin nyawamu melayang!" ucapnya sambil bergerak ke belakangku.^^^
"Memangnya kita akan pergi kemana?"
^^^"Kau tak perlu tahu!"^^^
"Kalau begitu aku takkan mau ikut kalian!" ucapku.
^^^"Apa kau yakin dengan perkataanmu itu?"^^^
"Ya, aku yakin! Bahkan jika kalian menembakku sekalipun, pelurunya akan langsung melewati tubuhku."
^^^"Ha? Bualan konyolmu itu takkan membuat kami tertipu!"^^^
"Kalau begitu, bagaimana jika kita mencobanya!" ucapku.
...----------------...
Dengan cepat aku langsung menyerang wanita yang berdiri di belakangku. Dan dalam waktu yang singkat, wanita yang satunya lagi langsung menembak kaki ku. Namun sayang sekali, karena aku memakai kemampuan ratu dunia bawah jadi pelurunya hanya melewati tubuhku saja.
Dan akhirnya malah menembus kaki rekannya sendiri. Tanpa pikir lama, aku menendang senapannya ke atas. Lalu kutahan dia dengan beberapa pedang yang melayang di sekitar lehernya.
Wanita yang terkena tembakan tadi juga tak tinggal diam. Dia berusaha mengambil senapannya yang terjatuh untuk melumpuhkanku. Tapi sayang, usahanya sia-sia karena senapannya sudah kuhancurkan dengan pedangku yang jatuh melesat mengenai senapannya.
Setelah mereka tak melakukan perlawanan, aku menyeret mereka ke tempat yang sepi. Kemudian aku menginterogasi mereka.
"Baiklah nona-nona sekalian, sekarang beritahu aku! Siapa kalian? Dan siapa yang menyuruh kalian untuk cari masalah denganku?"
^^^"Kenapa kami harus memberitahumu! Apa kau pikir dengan mengikat kami, kau bisa mendapat informasi begitu saja! Sayang sekali, itu takkan terjadi!"^^^
"Dasar wanita bodoh! Aku berusaha untuk bertindak halus pada kalian. Tapi kalau kalian mau pakai cara kasar, dengan senang hati akan kulakukan."
......................
Kemudian aku menanamkan benang kendali ke tubuh wanita yang satunya. Target yang telah tertanam oleh benang ini akan langsung kehilangan kesadarannya dan menurut pada si pengguna.
Wanita yang tadi bicara kasar langsung kaget!
......................
^^^"I..ini bukannya-" ucapannya terpotong.^^^
"Kemampuan si benang merah!"
^^^"Ba-bagaimana caramu mendapatkannya?"^^^
"Tentu saja dengan membunuhnya!"
...----------------...
Lalu dia tampak nampak menangis, setelah mengetahui kalau si benang merah telah tiada.
__ADS_1
Aku tak mau ambil pusing dengan tangisannya itu, tanpa pikir panjang aku langsung menanam benang pengendali padanya. Sehingga dia jadi diam dan tidak membuatku kerepotan.
Kurasa aku jadi agak kejam karena membungkam tangisan wanita yang telah kehilangan sosok penting baginya. Tapi mau bagaimana lagi, jika aku berbelas kasihan padanya. Mungkin satu saat nanti malah aku yang akan terbunuh.
Beberapa saat telah berlalu, aku mendapat banyak informasi dari mereka. Mulai dari tempat persembunyian, kemampuan ketua mereka, hingga aset dan tujuan mereka.
Tak sia-sia aku membunuh si benang merah, kemampuannya sangat praktis dan sama sekali tak memiliki resiko dalam pemakaiannya.
Setelah aku mendapatkan informasi yang kubutuhkan, aku langsung mengubah ingatan mereka. Karena mereka sudah tahu rumahku dan mereka juga yang tadi menolongku dari si pemakai pedang dan makhluk hitam aneh tadi pagi.
Lalu aku langsung pergi dan meninggalkan mereka dalam keadaan tak sadarkan diri di tempat itu. Sebagai ucapan terima kasih karena telah membantuku tadi pagi, aku tidak akan membunuh mereka.
Dan sesampainya dirumah, aku berjalan seperti biasa dan bertingkah seperti tak jadi apa-apa. Lalu tiba-tiba saja aku di tarik dari belakang.
Dan saat aku melihat tangannya, ternyata kak Mila yang melakukannya.
...----------------...
^^^"Sayang, kamu ini kemana aja?" tanya kak Mila yang manja.^^^
"Aku habis belanja untuk kebutuhan bulan ini kak." ucapku.
^^^"Lalu kenapa kamu nggak ngajak aku?"^^^
"Kau tertidur dengan pulas. Ditambah kau masih tak pakai baju." ucapku sambil berjalan ke dapur.
^^^"Lalu kenapa kamu belanjanya lama banget?"^^^
"Karena yang belanja disana bukan hanya aku saja kak!"
......................
Saat aku menaruh belanjaanku, tiba-tiba kak Mila langsung menarikku ke tubuhnya. Dia mengelus pipiku dan bertingkah aneh.
"Kak, jangan menarikku tiba-tiba! Bagaimama kalau aku jatuh nanti?"
^^^"Biarin, kan kamu jatuhnya ke pelukanku, bukan ke pelukan wanita lain."^^^
"Kak, hentikan kelakuanmu ini! Ini sudah siang, kakak mandi saja, nanti biar kusiapin makan siang untukmu."
^^^"Lho! Kamu nggak ikut makan juga?"^^^
"Tadi aku sudah makan di kafe saat pergi ke pasar tadi."
^^^"Kok gitu!"^^^
"Mau bagaimana lagi, saat itu perutku sudah tidak bisa diajak negosiasi. Jadi aku mampir dulu ke kafe sebentar."
...----------------...
Lalu kak Mila melepaskan pelukannya dan beranjak ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian, aku merasakan hawa aneh lagi dari arah belakang.
Dan saat mulai memfokuskan keberadaannya, ternyata dia berada di kamar mandi.
Kak Mila berada dalam bahaya! Aku langsung berlari cepat dan mendobrak pintunya. Dan saat aku masuk, ternyata tidak ada siapapun. Hawa keberadaanya telah menghilang.
__ADS_1
Saat aku menoleh ke samping, kak Mila sedang dalam keadaan telanjang dan menatapku dengan ekspresi heran.
...----------------...
^^^"Ris kalo kamu mau mandi bareng, nggak perlu dobrak pintu gitu dong!" ucap kak Mila sambil berjalan mendekat kearah ku.^^^
"Kak, sebenarnya aku nggak berniat melakukan itu! Tadi-" ucapanku terpotong.
^^^"Udah nggak perlu bicara lagi! Karena kamu udah masuk dan basah. Mendingan sekalian lepas bajumu dan mandi bareng kakak!" ucap kak Mila sambil melepaskan bajuku.^^^
......................
Aku pasrah saja dengan keputusan kak Mila. Karena ku juga bingung nantinya jika harus menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
Setelah aku telanjang, kak Mila membawaku ke bawah shower dan memandikanku. Dari belakang aku merasakan sensasi empuk yang menempel di punggungku, dan itu membuatku jadi terangsang.
Kak Mila sadar akan reaksiku, dan dia mulai main nakal denganku.
......................
"Kak, kau tak perlu menyentuh bagian itu!" ucapku.
^^^"Kenapa? Kamu nggak suka kalau kakak ngelakuin ini ke kamu?"^^^
"Bukan begitu kak, maksudku-" ucapanku terpotong.
^^^"Udah jangan banyak alasan! Kamu terangsang melihat tubuh kakak bukan?"^^^
"I..iya." ucapku sambil tersipu.
^^^"Kalau begitu kamu pasti tahu kan! Apa yang harus kita lakukan selanjutnya!" Ucap kak Mila sambil berpindah ke depanku.^^^
......................
Lalu kak Mila langsung menciumku dengan lembut. Sensasi empuk dan bau wanginya membuatku terbawa suasana.
2 jam telah berlalu, aku dan kak Mila keluar dari kamar mandi. Kak Mila berjalan dengan raut bahagia, seakan yang terjadi di kamar mandi merupakan sebuah keajaiban.
Tapi aku baru ingat, kalau aku belum selesai memasak. Dan saat kak Mila masuk ke kamar, aku langsung pergi ke dapur untuk melanjutkan masakanku.
Tak lama setelah itu, kak Mila datang dan bertanya tentang kapan makanannya siap.
......................
^^^"Sayang, kapan jadinya?" Tanya kak Mila.^^^
"Sebentar lagi kak."
^^^"Tadi katanya akan siap setelah aku selesai mandi?"^^^
"Kalau kau tak memintaku untuk mandi bersamamu, mungkin masakan ini akan jadi!" Ucapku.
......................
Lalu kak Mila tersenyum manis sambil menatapku. Mungkin dia masih terbayang akan kejadian di kamar mandi tadi.
__ADS_1