
Dokter itu melepas kancing bajuku satu per satu. Setelah itu dia meraba-raba dada dan perutku dengan tangannya yang halus itu.
Dia juga nampak terpesona dengan bentuk tubuhku. Tak tinggal disitu saja, dia mulai melancarkan aksinya selanjutnya. Yaitu mencoba untuk menurunkan celanaku.
......................
"Hei-hei apa yang kau lakukan!" ucapku.
^^^"Tentu saja menurunkan celanamu."^^^
"Untuk apa kau menurunkan celanaku?"
^^^"Untuk melihat pertumbuhan burung kecil yang pernah kulihat dulu!"^^^
"Dasar wanita gila!" ucapku.
......................
Dengan cepat aku langsung memakai kemampuan ratu dunia bawah yang membuatku jadi tembus sentuhan. Dengan begini dia takkan bisa melancarkan aksi mesumnya itu.
Saat aku menghindarinya, dia terlihat terdiam dan rasanya malah lebih marah dari sebelumnya.
......................
^^^"Itu bukan kemampuanmu! Darimana kau mempelajari itu?" tanya dia dengan wajah serius.^^^
"Maaf ini informasi pribadi, jadi sangat tidak mungkin bagi orang luar untuk tahu ini." ucapku.
^^^"Orang luar katamu! Kau menyebutku orang luar!" ucapnya dengan nada tinggi dan raut muka marah.^^^
▪Kupikir dia akan menyerangku lagi, tapi aku salah. Dia justru menangis di hadapanku.
^^^"Apa kau sungguh lupa padaku? Apa kau tak mengingatku sama sekali! Hiks..hiks..hikss.." Ucapnya sambil menangis.^^^
▪Lalu aku mendekat padanya perlahan. Dan tiba-tiba saja dia memelukku begitu erat sambil menangis.
^^^"Apa kau benar-benar melupakanku? Hiks..hiks.. Aku selalu ingin bertemu denganmu setelah kejadian itu. Tapi kenapa sekarang kau malah menganggapku seperti orang asing!! Hiks..hiks.."^^^
▪Kurasa dia benar-benar sosok yang dekat denganku saat di lab khusus itu. Tapi aku juga tidak bisa mengingatnya, karena ingatanku sejak kejadian itu telah menghilang hampir seluruhnya.
"Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengenalmu."
^^^"Hiks.. Hiks..hiks."^^^
"Jujur saja, setelah kejadian itu, aku kehilangan ingatanku. Dan setelah itu pula, aku dibuang ke sebuah tempat asing."
^^^"A-apa maksudmu hilang ingatan? Kau salah satu objek eksperimen yang istimewa. Bagaimana bisa kau kehilangan ingatan?" tanya dia dengan wajah terkejut.^^^
"Aku juga tidak tahu. Seingatku, aku memakai seluruh kemampuanku saat itu meledakkan semua area. Dan Setelah itu aku terjatuh dan kesadaran jadi sangat tipis. Bahkan aku juga tak bisa menggerakkan tubuhku." ucapku.
^^^"Kalau begitu, kau benar-benar kehilangan ingatan ya!"^^^
__ADS_1
"Iya, aku bahkan tak ingat namaku saat itu."
^^^"Ka-kalau boleh tahu, siapa namamu yang sekarang?"^^^
"Aku akan memberitahunya, setelah kau melepas pelukanmu ini." ucapku.
^^^"Tidak bisa! Nanti kamu kabur lagi!"^^^
"Tidak, aku tidak akan kabur dengan kondisiku yang parah ini. Jadi tolong lepaskanlah, luka operasinya bisa tambah parah nanti."
^^^"Oh, ok baiklah." ucapnya sambil melepas pelukannya dariku.^^^
......................
Setelah dia melepaskan pelukannya, aku menceritakan semua yang kuingat, sekaligus kejadian yang kualami selama ini hingga kondisiku yang sekarang. Dia tampak terlihat serius dengan ceritaku, sampai-sampai dia mengunci pintunya agar tidak ada yang mengganggu.
Singkatnya, aku telah menjelaskan semuanya padanya. Ya sebenarnya tidak semuanya sih, ada beberapa hal yang harus kusembunyikan dulu demi kondisi atau keadaan darurat. Dan juga, ada beberapa yang sengaja ku karang, terutama tentang tempat tinggalku yang sekarang.
Setelah itu dia memegang kedua lenganku dan memandangiku layaknya seorang kakak perempuan penyayang.
......................
^^^"Ris, kamu mau nggak tinggal bersamaku?" ucapnya dengan ringannya.^^^
"Tidak!" ucapku tegas.
^^^"Kenapa? Aku takkan menjadikanmu sebagai pembantu! Hanya saja kau bantu bersih-bersih rumah."^^^
^^^"Ah.. Bodohnya aku. Namaku Ichika, meskipun kau tak ingat denganku. Tapi aku tetap sayang padamu!" ucapnya sambil tersenyum.^^^
▪Aku hanya diam saja setelah dia memperkenalkan dirinya.
^^^"Hei.. Kok diem gitu! Apa caraku berkenalanku terlihat aneh?"^^^
"Iya! Terutama di bagian kata sayang!" ucapku.
^^^"Udah lupain aja itu! Yang penting kamu mau nggak tinggal bersamaku? Aku hidup sendirian soalnya."^^^
"Ba-baiklah! A-aku mau!" ucapku gugup.
▪Lalu dia memelukku lagi dengan gembiranya. Sampai-sampai membuatku sulit untuk bernafas.
......................
Singkat cerita, aku setuju untuk tinggal bersamanya, sekaligus kembali memiliki keluarga baru.
Setelah dia memeriksa kondisiku, dia pergi untuk urusan lain. Pintu kembali tertutup, aku kembali istirahat tenang di ranjang rumah sakit ini. Hingga akhirnya aku pun tertidur karena saking nyamannya.
Kemudian saat aku terbangun, di sampingku sudah ada kak Mila.
Dia menatapku dengan ekspresi datar, seakan tak peduli padaku dan benar-benar menganggapku seperti orang lain.
__ADS_1
Suasananya jadi sunyi, karena tak ada yang memulai pembicaraan. Dan tak lama setelah itu, dia mendekat ke wajahku berniat untuk menciumku.
Saat bibirnya ingin hampir menyentuh, aku memalingkan wajahku darinya. Kak Mila juga paham dengan reaksiku sekarang dan langsung kembali ke tempat duduknya.
Lalu aku mulai berbicara padanya.
......................
"Dari mana kau tahu aku disini? Tanyaku.
^^^"Dosenmu meneleponku! Dia meneleponku sambil menangis dan memintaku segera datang. Padahal aku sedang mengerjakan proyek besar dan tak ingin melihatmu!"^^^
"Kalau begitu kenapa kau kesini?"
^^^"Kau pikir apa yang akan dikatakan orang, jika aku sebagai keluarga satu-satunya tidak mengurusmu yang terbaring di rumah sakit!"^^^
"Ha? Keluarga? Aku bukan keluargamu! Aku bahkan tak memiliki ikatan darah dengamu." ucapku.
^^^"Plakkk!!!" kak Mila menamparku dengan keras.^^^
"Kau menganggapku sampah bukan! Kau bahkan tam menghiraukankanku dan menganggapku seperti sudah tiada."
^^^"....." kak Mila tetap terdiam.^^^
"Kurasa lebih baik aku mati, daripada membuatmu terganggu. Aku juga tak merasa tidak enak untuk itu, apalagi menyangkut masalah pekerjaan."
^^^"Plakkk.."^^^
▪Kak Mila kembali menamparku dan kali ini dia menarik bajuku. Wajahnya terlihat marah, tapi aku tak bisa melihat matanya karena terhalang rambut depannya.
^^^"Kau tinggal dimana sekarang?" tanya kak Mila yang masih menarik bajuku dengan kepala menghadap ke bawah dan terhadang oleh rambut depannya.^^^
"Kau tak perlu tahu, itu juga bukan urusanmu!"
^^^"Setelah sembuh, kau harus pulang!" ucap kak Mila.^^^
"Kau tahu, anjing itu hewan yang setia. Tapi setelah pemiliknya melukainya dan membuatnya tersiksa, anjing itu takkan pernah kembali untuk selamanya." ucapku.
^^^"Apa maksudmu!" ucap kak Mila dengan nafas berat dan mengencangkan genggaman tangannya.^^^
"Mungkin aku takkan pernah kembali ke rumah itu lagi!" ucapku.
▪Lalu kak Mila membantingku ke ranjang dan dia langsung menduduki tubuhku.
^^^"Ke-kenapa! Hiks..hiks..hiks.. Kenapa kau mengatakan hal kejam seperti itu padaku! Hiks..hiks." ucap kak Mila yang menangis.^^^
"Ini kenyataan, bukan hal kejam! Justru kaulah yang kejam!" ucapku.
^^^"Kau berbohong padaku! Kau menyembunyikan banyak hal dariku selama ini! Tapi aku hanya diam dan menerima itu. Namun kenapa kau berbohong lagi saat itu? Saat kutanya, kau mengatakan hal-hal aneh yang tak ingin kudengar!"^^^
"Aku tidak berbohong padamu! Aku memang belum bisa menceritakan hal yang sesungguhnya padamu!"
__ADS_1
^^^"Kenapa kau tak menceritakannya? Apa yang sebenarnya kau tutup-tutupi dariku selama ini! Hiks..hiks.."^^^