
"Kenapa kalian!!!, kenapa mengikuti ku," ucap kesya yang kesal melihat kedua orang itu yang terus mengikutinya bagaikan seorang anak ayam.
Ketiga pria itu pura pura tidak tahu dan memandang satu sama lain, dan membuat gerakan tangan yang dikatakan kesya itu tidak benar. Kesya hanya memperhatikan tingkah mereka dengan kesal, tidak mau meladenin mereka, sudah cukup ia merasa kesal hari ini.
"Kami tidak mengikuti mu," ucap Javier yang menyatakan tuduhan kesya itu salah. Jelas jelas dia mmenag tidak mengikuti dirinya, dia hanya mau ke kantin. Tapi beda dengan hector, hector memang mengikuti kesya, javier sama sekali tidak suka di tuduh begini.
"Menurut mu dan kalian semua aku bakal percaya apa dikatakan kalian. Kalian mengikuti kan, daripda mengikuti ku dari belakang mendingan kalian berdiri saja di depan halaman yang panas teriknya membakar." ucap kesya tersenyum sinis .
"Denger, kenapa kamu marah begini sayang. Memang apa salahnya kita sama sama menuju ke kantin bukan." ucap hector yang memenangkan kemarahan gadis yang ia sukai.
"Sayang, coba kau katakan lagi, jika kau punya nyali besar." ucap kesya melototin hector yang sama sekali menurutnya udah keterlaluan. " sayang emang kau pantas menjadi pacar ku, Cih "
Javier yang sama sekali tak mau ikut mengikuti permasalahan yang tidak jelas ini, dia pun segera berjalan meninggalkan mereka bertiga. Dan bergegas ke kantin karena sepertinya perut ia sudah minta diisi oleh tuannya.
"Eh," ucap Kristoffer, ia memandang kedua pasangan yang berantam itu. Lalu ia menoleh melihat Javier sudah pergi menigaglakn dia dan juga dua orang yang sedang berantam. " daripada aku jadi ikut ikutan mendingan aku langsung ke kantin aja." batin Kristofefer lalu ia pun segera menyusul Javier.
"Ku ingtkan sekali lagi, jangan menyebut nama yang macam macam pada ku. Apalagi dengan kata mesra mu yang keluar dari mulut mu yang kotor itu," ucap kesya yang segera pergi meninggalkan Javier yang hanya diam mematung.
"Kita lihat saja kesya sayang, kamu bakal jatuh cinta padaku suatu hari nanti." ucapnya yang merapikan rambutnya menggunakan satu tangan lalu ia pun pergi menuju ke kantin.
"Mamy," ucap pria berbaju biru tua itu dengan terbata bata. Tidak percaya apa yang ia tatap saat ini. 'yah pandangan mata yang mencekam kan dimatanya saat ini.
Ibu tua yang berusia 45 tahun itu berjalan menuju kearah dua bocah yang sedang duduk dengan satu tangan membawa gandengan tas. Seketika pria berbaju biru tua langsung berdiri yang melihat ibunya menghampiri dirinya, ia hanya bisa tersenyum kecut. "Apa yang akan terjadi," gumam pria itu.
"Mamy, kenapa cepat sekali pulangnya," ucap pria berbaju biru tua itu dengan mengagruk garuk kepalanya yang tak terasa gatal sama sekali.
Ibu tua itu pun langsung menjewer telinga kiri anaknya dengan nada memperingatkan."Coba ulangi lagi apa yang kamu katakan barusan leon."
__ADS_1
"Tidak!!!, mom tidak. Aku... Aku janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap leon yang mengeluarkan air mata di pipinya karena menahan rasa kesakitan.
"Ohw... Anak momy gitu aja udah nangis. Kamu gak berubah yah." ucap ibunya leon. " kamu masih anak anak"
"Apaan sih mamy, itu tadi hanya kemasukan debu aja." ucap leon yang mengelak perkataan ibunya.
"Ohya," ucap ibunya leon yang mencubit pipi anaknya itu. Ia merasa anaknya sama persis seperti ia masih kecil dulu, tak berubah sama sekali. Manja yah itu adalah kata yang tepat dipikirkan oleh ibunya leon.
Dia adalah leon, tuan muda leon si Palyboy . Ia sangat suka gadis cantik, apalagi merayunya, itu adalah kesenangan tersembunyi. Kalau ia muak atau bosan ia akan cari yang baru, itulah yang akan ia lakukan selalu.
"Uh," ucap leon yang kesal dibilang kayak anak kecil. Ia pun berjalan pergi meninggalkan ibunya dan lelaki itu yang tak lain menyandang nama sepupu.
"Jadi, kelvin bagaimana tinggal disini." Ucap mama leon membuka topik bicara,ia tahu anak laki laki ini pendiam dan cenderung untuk angkat bicara atau menimbrung.
"Sungguh sangat menyenangkan bisa tinggal bersama om dan tante dirumah ini," ucap kelvin tersenyum.
Yah dia adalah cowok yang bernama kelvin pertama yang menjadi tokoh utama, ia suka bermain musik setiap saat. melodi musik menenangkan pikiran negatif dari dirinya, rahasia kecil dari kelvin akan terungkap~
__ADS_1
"Senang mendengarkannya," ucap mama leon.
Di sebuah negara yang amat jauh ada seorang lelaki duduk disinggasana besarnya sambil menatap jijik anak buahnya.
"Kenapa, kenapa kalian kembali jika yang kalian dapat kosong ahhh!!!." Ucap pria itu yang amat kesal dan segera bangkit dari tempat duduk besarnya.
Bukkkk... Bukkkkk, tendangan demi tendangan diluncurkan kepada anak buahnya. "Cari sampai dapat, atau nyawa keluarga kalian yang akan menjadi taruhannya," ancam pria itu dan segera duduk kembali di singgasana besar miliknya. Ia bagaikan seorang iblis, dia duduk menawan di singgasananya sambil melipat satu kaki kiri ke kaki kanan, ia mengguncang minuman wine yang ia pegang. Apa kau bisa lari dari diriku, hahahah itulah yang terdengaer tawa aneh dari ruangan yang amat gelap. Siapa pria itu, apa yang ia cari???
"Yah, aku gak bisa makan masakan nenek syakinah dong." Ucap melena yang sedih.
"Jangan sedih lihat apa yang aku bawa," ucap amanda yang mengeluarkan bekal yang ia pegang sejak tadi.
"Kamu membawanya, kenapa tak bilang." Ucap melena yang mulai senang dengan yang ia lihat didepan matanya. Melena pun merampas bekal dipegang amanda dan segera duduk dikursi kantin.
"Aku baru saja membilangi mu bukan," batin amanda, ia pun juga ikut duduk.
"Tunggu dulu, ada yang kurang sepertinya. Ahhh!!! Iya minuman esnya, tunggu dulu disini biar Aku yang pesan." Ucap melena yang bangkit dari duduk dan segera pergi memesan minuman dan makanan kepada bibi kantin.
Pov Barnett & Tiara~
Ahhh, maaf ucap mereka serempak satu sama lainnya, mereka pun memalingkan wajah mereka.
"Ahh!! Aku harus pergi, Aku pamit duluan." Ucap tiara.
"Tunggu dulu," ucap Barnett yang menghentikan langkah kaki tiara.
"Yah, ada apa??," tanya tiara.
"Apa kamu senggang malam ini. kalau bisa, apa kita bisa keluar untuk jalan jalan." Ucap Barnett yang gugup dengan perkataannya, apa ia akan ditolak itulah yang dipikirkan Barnett sekarang.
__ADS_1
"Ahh," ucap tiara yang kaget apa yang dikatakan Barnett.
"Apa perkataan ku terlalu mendadak, kalau kamu tidak mau. Gak apa, Aku gak maksa." Ucap Barnett yang didalam lubuk hatinya sedih mengatakan ini.