
Melena pun menghampiri sosok pria yang baru keluar dalam mobil itu, dan hendak masuk ke dalam bioskop. Dengan sergap ia memdorong tubuh koko pria itu hingga hampir terjatuh. Pria yang kaget didorong itu pun menarik nafas dalam dan memegang dadanya. "Syukurlah, siapa yang berani mendorong ku." Gumam Leon, ia pun berbalik badan menghadap orang yang mendorongnya, yang tak lain adalah Melena sendiri.
Mata leon sengit menatap siapa dihadapannya, "lagi lagi gadis ini, menyebalkan sekali. Benar benar membuat orang hampir mau mati saja." Batin Leon.
"Aish jangan kau Pelototin diriku dengan mata mu itu, rasanya mau ku cungkil dan ku jadikan bakso." Ancam Melena gak senang dipelototin Oleh leon. Leon yang mendenger itu hanya menghela nafas.
"Ntalah, setara loh gadis aneh." Ucap Leon malas meladenin, tujuan utamanya adalah kelvin sekarang, bukan mengurus gadis merepotkan ini.
"Apa loh bilang," ucap Melena memegang kedua bahu Leon dengan keras, ia dekatkam wajahnya lebih dekat dan hanya menyisahkan satu inci . Ia melotot mata Leon dengan wajah bodoh, Leon yang seketika ingin sekali M****** bibir gadis itu tampak ingin ketawa.
"Aku baru tahu kau bisa membuat wajah bodoh itu ha-ha-ha." Ucap Leon menahan ketawanya.
Melena sadar apa yang ia perbuat sangat mengonyolkan didepan Leon, ia pun melepaskan pegangannya dari baju bagian bahu leon. "Huh, menyebalkan kau tahu." Ucap Melena melipat kedua tangannya. Melena pun pergi meninggalkan Leon yang masih ketawa, ia pun berbalik badan melihat Leon dengan tatapan tajam" Awas kau sama sepupu loh yah, jika mempermainkan amanda jangan harap ku ampunin."
"Menurut loh gue takut," ucap Leon menayahutin perkataan Melena.
"Cih, gasar penguntit loh." Ucap Melena yang berablik badan menghadap bangunan bioskop itu, ia msuk ke dalam.
"Heleh gasar wanita gak jelas, bukannya loh juga sama!!!. gasar penguntit pasangan." Ucap Leon teriak gak kalah kencang dari Melena. Melena yang mendengar itu menahan amarahnya, ia ingin masuk menonton salah satu film.
"Ih, orang gila teriak teriak. Gak jelas lagi tuu!!!." Ucap Melena yang bodoh amat dan langsung masuk ke dalam bioskop.
*****
__ADS_1
Malam sudah berlalu begitu cepat, tak terasa sudah pukul 22.49 menit. Kini masing masing dari sebagian orang sudah menuju rumahnya masing masing. Dan Amanda maupun Kelvin sedang berbincang sedikit di depan rumah amanda.
"Terimakasih untuk hari ini," ucap amanda membukukan badannya sekali. Kelvin hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Baiklah, aku pamit!!!." Ucap Kelvin yang sudah membukakan pintu mobilnya. Amanda pun melambaikan tangannya , mobil Kelvin sudah kian menjauh. Amanda pun lekas masuk ke rumah ternyamannya.
Ditempat waktu tengah jalan, Melena kesal tak kunjung ada taxi yang lewat. Saking kesalnya ia menghentak hentakan kakinya. "Arghhh gue kesel, udah Barnett main tinggalin gue. Kalau tahu gini aku pesan taxi online. tapi batre gue lobet. Nyebelin, ahhhhhhhh...." Ucap Melena teriak gak karuan.
"Ih, kesal banget deh. Kenapa sih loh pake lobet segala. Gak mikir gue kesusahan sekarang ini." Ucap Melena yang berbicara dengan hpnya sendiri.
Ada dua gerombolan cowok yang mendekat kearah Melena dengan senyuman penuh *****. "Lihat ada cewek cantik, nih sendiri. Hehehe" {1}. " Hey cewek sendirian nih,"{1}.
Melena yang melihat dua gerombolan cowok mendekatnya, menatap dengan tajam. Seolah ia tak suka keberadaan mereka. "Kenapa aku merasa dua cowok ini punya niat yang gak baik yah?!." Batin Melena yang masih menatap dua cowok itu. "Mau apa kalian, minggir gue mau lewat."
" Jangan sentuh gue, dengan tangan kotor loh berdua. Menjauh deh kalian!!." Ucap melena yang mulai mendorong kedua pria itu. Tapi dengan cekatan kedua pria itu meraih tangan melena dengan kasar.
"Apa apan kalian, lepaskan." Ucap melena meronta, tapi apalah daya kekuatannya dengan kedua pria itu sama sekali tak sebanding. " gue bilang lepaskan *******!!.
"Perempuan ini berenergi banget . Badannya juga lumayan," {1} pria ke satu sudah hampir mengeluarkan air liurnya dari mulut, ia sudah membayangi bermalaman dengan perempuan ini. " gue rasa begitu!!!. Denger yah cantik, kau bakal senang dan kenikmatan. Abang abang jamin kau akan ketagihan di belaian kami berdua. {2} "Hahaha" ucap kedua peria itu dengan tidak sabarannya, mereka berdua sudah membayangi bermalam dengan gadis yang mereka dapat.
Melena yang mendengar perkataan itu seketika memiliki tenaga, entah dari mana tenaga itu berasal. Melena pun menendang area vital terlarang pria. Seketika pria ke satu meraung kesakitan. "Bego loh, kejar perempuan itu." {1} kedua pria itu pun mengejar Melena yang sudah berlari untuk mencari tempat perlindungan.
Di tempat lain, Mara menunggu sang kakak yang sudah selesai keluar dari toilet. "Kak, bagaiman jika kita memasak daging untuk perayaan atas keberhasilan kakak besok. " Ucap sang adik yang melihat kakaknya yang baru ikut gabung duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Baiklah, sesuai keinginan mu Mar..." Ucap sang kakak Sarah mengiyakan keinginan adiknya, toh dia juga butuh sesuatu yang bisa hiburan, Seperti perkumpulan.
"Yes, gitu dong. Kalau gitu aku boleh kan ngajak teman ku yang lain!!!." Ucap Mara lagi.
Kakaknya kaget mendengar ucapan adiknya, darimana adiknya berteman. Ia melihat dengan mata kepala sendiri, jika adiknya hanya digunakan sama teman teman yang ada di kampus, sama sekali dianggap remeh oleh mereka semua. Apakah itu yang disebut teman, "Tak usah, kita berdua sudah cukup." Ucap Sarah.
"Kak..., kakak kenapa yah?!." Ucap Mara bingung yang melihat sang kakak sudah pergi menuju ke kamar.
Kembali lagi ke sisi Melena yang sudah berlari terbirit-birit sambil melihat ke belakang. Ia menoleh, serasa nafas sesak karena berlari. "Sial kenapa mereka terus mengejar ku." Gumam Melena.
"Akhhh" Melena pun jatuh, kakinya serasa keram. "Uh, uh... Sakit. Tidak aku harus bangkit dan lari. Aku harus berbaur dengan kerumunan, tapi aku sekarang dimana." Ucap Melena yang sudah berdiri walau keadaannya masih sempoyong, ia melihat ke kanan kiri , hanya melihat jalanan gang yang kosong dan gelap. Melena pun hendak berlari balik tapi ia sudah ditangkap balik oleh kedua pria ***** itu.
"Hehehe, ketangkap juga kau." {1}, "sudahlah jangan berlari lari cantik, itu akan menguras tenaga mu. Cukup kuras tenaga mu diranjang saja bersama abang abang ini. hmm" {2} pria kedua itu mengelus lengan gadis itu, sontak itu membuat Melena risih.
"Lepaskna gue *******, kalian gak punya otak. Lepaskan gue, maka akan ku lupa semua ini. Dan tak akan melaporkan kalian kek polisi." Ucap Melena berteriak pada kedua pria itu.
"Ogah, hanya ucapan. Kalau gue lolos bakal gue laporkan kalian. Mana mungkin lelaki seperti kalian dilepaskan begitu sahaja." Batin Melena.
"Hehehe kau pikir kami bodoh," {1}> pria ke satu tersenyum penuh nafsu, "Sudah lah seret dia." {1} . " Baik hehehe..." {2}
"Lepaskan gue, lepaskan." Ucap Melena memberontak saat dirinya di bawa paksa. Tepat saat itu ada yang memegang bahu kedua pria itu dari belakang.
"Loh gak denger kata tuh cewek," ucap pria itu yang mulai menyikut leher kedua pria itu.
__ADS_1