Illusion Various Love

Illusion Various Love
Chapter:9


__ADS_3

Yang bertulis, : din makan, makanan lauk yang sudah nenek masak. Nenek tahu kau jarang makan di pagi hari. Tapi jangan lupa makan yah ~penuh cinta dari nenek.


"Ahw, nenek ku perhatian." Amanda memasukan tempat makan yang berisi lauk buatan nenek, ke dalam tas. Aku bergeges menuju ke pintu, mengunci Nya lalu, aku segera menelusuri jalan menuju ke sekolah .


"Lalalalala...." nyayian Amanda sambil berjalan di berbagai blok rumah yang ada di setiap tepi jalan.


"Amanda," aku pun mendekatinya dan menegang pundaknya dari belakang.


Seperti ada yang memegang baju ku dari belakang.


"Hai Amanda, pagi!!!." ucap melena mengarah ke depan Amanda sambil tersenyum lebar.


"Eh, melen pagi len!!!," ucap Amanda yang masih syok dari semalam kerena dia dikagetin aja.


"Mana doni,?!!" ucap Amanda melirik ke belakang melena maupun kesamping dan kekanan jalanan yang ada.


"Entah, aku gak tahu." ucap melena yang bodoh amat.


"Kenapa begitu, bukannya kalian salalu bareng." tanya Amanda.


"Eh, masa sih??" ucap melena menyengir .


"Tadi, aku datang ke rumah Nya kata orang tua Nya. Dia berangkat pagi pagi kali sama sih h alvin. Yah, gak tahu sih. Entah kenapa mereka cepat cepat datang ke sekolah dan aku sama sekali bodoh amat." ucap melena yang terus berjalan tanpa perubahan apa pun.


"Tumben dia berangkat pagi yah." ucap Amanda yang senyum dengan tingkah melena, ia tahu pasti terjadi sesuatu semalam.


"Yah, begitulah!!!." ucap melena ketus.


"Eh, tadi juga aku mau datang ke rumah, ngajak bareng pergi sekolah." ucap melena yang mengubah topik pembicaraan mereka saat ini, malas rasanya jika membicarakan sih Barnett.


"Ohyah," ucap Amanda yang geli.


"Iya, Hehehehe." ucap melena dengan senyum lesu.


Kami ngobrol riang satu sama lain, di jalanan .... Sampai pada akhir Nya tiba di sekolah.




"Eh, itu bukannya doni yah??," ucap amanda yang melihat doni membawa tong sampah dari kejauhan.



"Ih, iya... Yah," ucap melena yang melihat arah telunjuk tangan amanda.



Kami pun menlambaikan tangan dari kejauhan sambil meneriaki namanya. Tapi, sama sekali tak ada sahutan.



"Gak di sahutnya melena, yuk kita masuk ke kelas kita."ucap amanda.



"Gasar ketus, tunggu aku mau nyamperin dia," ucap melena yang kesal ia ingin segera menendang perut Barnett tapi di tahan oleh amanda.

__ADS_1



"Kenapa?!, apa kau menjega ku," ucap melena yang menatap honor ke arah amanda.



"Ayolah melena, kita ke kelas. Nenek ku tadi biayain aku serapan, kau mau berbagi bekal dengan ku." Ucap amanda yang merayu melena, ia tahu kalau melena sangat suka masakan neneknya.



"Uhmm, Baiklah, baiklah!!!." Ucap melena yang sudah mulai tersenyum. Mereka pun menuju ke kelas mereka. Melena dan amanda satu jurusan yaitu jurusan TI( Teknologi informatika) karena hari ini kebetulan dari pembelajarannya.



"Sepertinya tadi ada yang memanggilku," ucap Barnett melilit sisi lorong jalanan yang ada." Ah, entah mungkin hayalan ku saja."



POV Amanda & Melena~



"Pagi pagi sudah ada orang yang bikin mood ku tambah rusak," ucap melena dalam pikirannya. Saat ini melena dan amanda ada diujung pintu.



Di bagian kursi lain ada dua sosok yang sedang bermain HP dan satunya lagi sedang berdandan. Yah dia adalah Kesya Rhandia dan juga teman gobloknya Tiara Ramadani. Kesya adalah anak kepala sekolah ini, sifatnya sombong tapi juga yang paling sok pintar adakalhnya sifatnya memojok jadi tontonan. Dan ini adalah Tiara Ramadani cucu dari nenek dini, yah kios tempat amanda & neneknya sering berbelanja. Dia lucu tapi mau aja jadi peralatan kesya, tiara ini termasuk baik hanya pergaulannya saja yang mengubah dirinya.



"Kau kenapa bengong len," tanya amanda yang melihat temannya jadi patung di depan pintu, sedangkan amanda sudah ada dikursi tempat ia duduk.




"Eh kalian berdua rupanya, kupikir nyamuk tadi" ucap kesya yang berhenti dari riasannya. Ia berjalan mendekati melena dan amanda.



"Ah, nyamuk. Kurasa yang bilang itu!!," ucap melena yang balik mencibir ia tak mau kalah dari kesya yang sok ini.



"Aoiyah!!, menurutku kalangan seperti kalian pantes di sebut seperti itu. Apakah itu benar amanda?! " ucap kesya yang balik bertnya.



"Kau jangan berkata yang tidak tidak kesya. aku diam, bukan berarti aku menerima semua yang engkau katakan," ucap amanda.



"Itu betul sekali, percuma di kalangan atas tapi mulutnya melebihi seperti orang tua!!," balas melena.



"Apa kau bilang.... " ucap kesya sambil menunjuk tangannya ke arah melena, ia yang kaget atas lontaran dari perkataan yang baru saja keluar dari mulut melena.

__ADS_1



"Emang kenapa, faktanya begitu." Ucap melena yang kembali mengejek.



"Sudah len, yuk kita keluar." Ajak amanda yang mulai manarik narik tangan sahabatnya itu, ia tahu pasti ada perkelahian sengit antara dua orang yang sedang ada dihadapannya yang yak lain saling menatap horor satu sama lain. " len!!!"



"Yahh, yah yalah!!!" Ucap melena yang tak mau mendengarkan apa yang dikatakan amanda. "Padahal sayang, aku belum selesai membuat si sok ini lebih terpojokan."



Melena dan amanda pun keluar dari ruang kelas dan mulai berjalan disetiap lorong.



"Eh, kau kenapa kesya." Ucap tiara yang melespakan headset dari telinganya. Ia melihat raut wajah kekesalahan dari teman duduknya ini. "Kau habis kemabali kemana?!, ke toilet???"



Kesya yang masih kesal mendengar perkataan melena seketika murka , "Entahlah dengarkan, dan mainkan saja handphone mu tuh." Ucap melena yang menghentakan kakinya di lantai, ia pun berjalan keluar dari kelas meninggalkan tiara seorang.



"Dia kenapa yah, kok tiba tiba marah. Dia yang kesal aku dilampiaskan amarahnya, benar benar aneh. Uh dahlah mendingan lanjut chtan deh," ucap tiara yang bodoh amat dengan tingkah kesya ia lebih mengasyikkan dirinya main handphone.



Pov Alvin & Barnett~



"Hehehe..., dia lucu sekali!!." Barnett senyum senyum sendiri sambil menatap layar hendphonenya.



"Apaan sih luh Barnett, senyum senyum sendiri. Kayak kerasukan aja, luh gak kerasukan kan!!!," ucap Alvin melihat Barnett senyum senyum sendiri ia pun menyenggol lengannya dan gak respon sama sekali lalu ia rebut hendphonen Barnett itu.



"Kembali kan gak, Alvin, vin kembalikan!!" Ucap Barnett yang berdiri dari tempat duduknya mengejar hendphonen dari genggam tangan Alvin. " uh soal."



"Kalau mau rebut aja sendiri." Ucap Alvin menyindir.



"Awas kau yah vin," ucap Barnett yang mulai kesal.



Disisi lorong kelas lain ~amanda dan melena.


__ADS_1


"Gasar wanita itu bikin aku kesal setiap harinya. Kenapa coba kau berhentiin aku amanda," ucap melena dengan kesal sambil melipat kedua tangannya dengan tampang cemberut di wajahnya. " uh."


__ADS_2