
~ **Tiga Tahun Kemudian**~
Terlihat seorang gadis muda, mewarnai bibirnya dengan lipstik berwarna pink. Ia tersenyum di cermin tampak puas, lalu ia ambil maskara . Ia jepit bulu matanya menggunakan curl lashes untuk beberapa detik lamanya. Ia menggerakkan tube naik dan turun, Ia pakai maskara dari pangkal bulu mata dengan gerakan Zig and zag sampai ke ujung bulu mata sebanyak dua per tiga kali. Wajahnya penuh dengan coretan make up, yah terbilang lumayan agak tebal. Gadis itu mulai menatap kembali Pantulan wajahnya, sudah puas memandang. Ia lalu bangkit dari kursi, dan mengambil tas mungil gandengannya yang tak jauh dari alat rias make upnya.
Lalu gadis turun dengan gaya rambut Medium-Length Layered Hair, baju yang sederhana tapi terlihat seksi dimata. "Tap, tap, tap" gadis itu turun anak tangga sambil memainkan Handphonenya, lalu ia tekan no seseorang. "Halo, yah kita ketemuan tempat biasa. Baiklah apa pun, setara kau!!. asalkan tidak terlalu mencolok banget. Hmm oke aku tutup teleponnya, yah okayy byee"
Wanita tua melihat cucunya, yang hendak pergi. Gadis yang yak lain cucunya masih dalam memainkan henphone gengamnya. Ia tak sadar, jika Ia sehabis melewatkan neneknya. Tanpa menyapa, "ekhmm" nenek itu berdehem sampai gadis itu menoleh kearah sumber suara. Ia cengar cengir gak jelas melihat wajah neneknya.
"Kau kemana, hmm?!." Ucap perempuan tua itu kepada sang gadis.
"Aku hanya ingin keluar sebentar nek, Aku. Yah,,, hanya sudah janjian kepada teman. Tidak mungkin nenek akan melarang ku bukan. Yah kan nekkkk??." Ucap gadis itu penuh harap kepada wanita tua yang ada dihadapannya.
Nenek itu tak tahu mau menjawab apa, Ia menghela nafas. "Baiklah, akan nenek ijinkan. Jangan terlalu malam, ingat nanti malam ada pesta. Kau tahu kan pesta apa?!." Ucap nenek itu memperingati sesuatu hari sepesial malam ini. Gadis itu sama sekali tak mengerti yang diucapakn oleh neneknya. Ia bingung dan mengagruk garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali. Nenek nya yang melihat itu jadi tahu jika cucunya itu tak ingat apa pun, dan sama sekali tak mengerti arah bicara ke inti mereka sekarang. Nenek itu pun menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah lakunya cucunya. Nenek itu pun hendak bicara tapi cucunya itu duluan yang mengakat bicara.
"Tentu saja aku ingat nek, mana mungkin aku lupa hehehe." Ucap gadis itu yang masih setia mengagruk kepalanya yang tak gatal sama sekali. "Baiklah kalau gitu nek, aku pamit duluan pergi." Gadis itu pun tak lupa menciun pipi kiri neneknya dan setelah itu, ia berlari keluar dari kediaman rumahnya. Nenek yang melihat itu hanya tersenyum. Terlihat seorang perempuan yang masih cantik tak terlihat tua sedikit pun mungkin karena ia selalu menggunakan produk kali yak. Perempuan itu memegang bahu nenek yang masih melihat kearah pintu .
"Mah, apakah itu??. Mengapa keponakan ku harus kamu ijinkan pergi!!.mama tahu kan hari ini adalah hari spesial buat kakak dan kakak ipar?!." Ucap gadis itu mengajukan pertanyaan yang begitu banyak. Sampai nenek tua itu pun membalik badan sambil memegang kening yang terasa pusing.
__ADS_1
"Sudahlah cucu ku butuh kebebasan, ia mau bertemu dengan teman temannya. Kamu macam tidak tahu seperti apa kamu itu dulu. Sudahlah dia juga sekalian mau mencari sesuatu untuk kedua orang tuanya. Kamu macam tidak tahu aja masa mudah, sudahlah mama mau masuk ke kamar ingin menenangkan kepala mama yang pusing ini." Ucap wanita tua itu yang berjalan melewati perempuan yang di bilang anaknya. Perempuan itu berjalan sambil memijat mijat kepalanya yang terasa pusing. Perempuan itu melihat ibunya yang berjalan masuk ke kamar.
"Baiklah, setara mama. Aku juga mau ke tokoh baju. Baju baju di dalam lemari ku sungguh tidak lagi trend untuk masa sekarang. Uhh, aku juga perlu mempercantik kuku indah ku ini, tampak jelek jika dipandang. Kira kira kapan aku melakuan perawatan untuk kuku ku ini?. duh, ini gara gara semua permaslahan ngurus anak anak. Aku sampai lupa merawat diriku, ugh bodoh malam ini aku harus tampak berkilau!!." Ucap gadis itu yang lalu berjalan pergi meninggalkan ruang kelurga.
πππππ
Tampak ketiga teman teman itu duduk termenung ditaman. Ketiga gadis itu lalu riuh kembali mempermasalahkan sesuatu hal. Yah!!! ketiga gadis itu adalah Amanda, Lesti, maupun Melena.
"Bagaimana, kita sudah tak terasa lulus bukan?!.kira kira kau mau merencanakan apa. Apakah setelah ini kau akan langsung kerja dikantor yang megah dan terbesar di kota ini??." Ucap Melena kepada kedua temannya itu . Amanda dan lestie sama menatap satu sama lain, dan mereka sependapat apa yang mereka pikirkan.
"Entalah, aku mungkin akan ke negara tempat ibu ku dirawat, yah aku akan cari kerja di negara sana. Aku hanya ingin menatap wajah ibu. Walau dia tak bisa menyapa diriku, Aku berharap ia bisa cepat bangun dark komanya." Ucap lesti.
"Benar sekali, kau jangan murung begitu lesti. Wajah mu tampak jelek jika begitu tahu." Ucap Melena mengejek. Lesti yang mendengar itu sontak mencubit lengan Melena. "Ih, sakit tahu les." Melena meringis kesakitan, ia pun memegang tangan yang dicubit pelan oleh lesti.
Lesti yang murung seketika menampilkan khas senyumannya kembali. Mereka saling peluk memeluk satu sama lain. "Oiya yuk kita berbelanja ke mall, kita sudah lama tidak ke mall bukan?!. Ih sedikit Refreshing gitu, kepala kita penuh dengan hal yang gak seharusnya kita pikirkan bukan." Ucap Melena yang sudah melepaskan pelukannya, ia berdiri menatap kedua temannya. Amanda dan lesti yang masih saling berpelukan tak lama kemudian lesti pun ikut beranjak berdiri di samping Melena.
"Baiklah ide yang menarik, Aku juga akan ikut, ide mu tidak terlalu buruk Mel." Ucap lesti yang sudah menepuk nepuk kedua telapak tangannya maupun celana yang sedang ia pakai saat ini.
__ADS_1
"Iya aku tahu ide ku tak terlalu buruk bukan??. Eh, eh. tunggu dulu maksud mu selama ini, ide ku tidak terlalu bagus menurut mu, ahhh?!. Katakan les!!." Ucap Melena yang sadar ia disindir, ia memegang bahu lesti tak Terima apa yang ia denger dari mulut temannya itu. Lesti yang melihat Melena sudah kesal dari raut wajahnya. Ia pun menyingkirkan tangan Melena yang ada di bahu itu.
"Tenanglah aku hanya berkata apa adanya, kamu sudah marah begitu." Ucap lesti yang tak merasa bersalah atau mengaku apa yang ia ucapkannya itu salah. Lesti hanya ingin mengerjakan temannya Melena, yah Melena sering kali mengerjainnya selalu disaat mereka masih masa masa belajar di kampus. "Uh," Melena berdecak kesal. Ia pun beralih melihat Amanda yang masih duduk sambil memegang hendphonenya seperti mengechat seseorang.
"Cie, cie lagi ngechat ayang yah." Ucap kedua sahabatnya itu. Amanda pun jadi salah tingkah, "hahaha, mana ada." Bohong Amanda.
"Ih, ada yang lagi bohong nih." Ucap kedua sahabatnya. Amanda yang merasa terpojok mengakat tangan tanda menyerah Ia tahu, Amanda tak akan bisa berbohong kepada kedua sahabatnya itu.
Amanda pun bangkit dari duduknya dan mengambil tas gandengannya. "Baiklah, apa kita jadi berbelanja?!." Ucap Amanda memastikan.
"Tentu saja" ucap kedua orang itu yang bersemangat. "Kita akan berbelanja sepuasnya." Ucap Melena.
"Kalau bisa kita akan borong habis semua isi mallnya!!!."sambung Lesti.
Mereka bertiga pun ketawa bersama lagi, " Jadi Amanda bagimana hubungan mu sama kelvin sampai sejauh ini?!." Ucap lesti penasaran. Amanda hanya tersenyum, "tentu saja "
"Ohw" ucap mereka berdua menggoda Amanda. " Duh, hati ini!!. kapan jomblo bisa berakhir." Ucap lesti. "Hahahaha" Melena pun ketawa dengan nyaring.
__ADS_1
Ketiga sahabt itu pun meninggalkan taman dan segera mencari taxi untuk menuju ke Mall.