Illusion Various Love

Illusion Various Love
Chapter:18


__ADS_3

"Nek, Amanda pergi ke kampus," ucap Amanda yang sudah berada di ditengah tangga.


"Baiklah," ucap nenek Amanda sebarang dapur.


Cukup lama perjalan menuju ke kampus, akhirnya tak terasa Amanda sudah berdiri di kampusnya ia pun segera masuk ke bangunan yang amat megah itu.


"Dimana Melena, Barnett dan Alvin yah??." Ucap Amanda.


Pov Melena~


"Alamak aku telat," ucap Melena yang sudah duduk tepi kasur dengan rambut acak acakan. "Aku harus cepat nih,"


Ia pun ke kamar mandi setelah beberapa saat selesai mandi ia berapakai, dan mengambil tas . Ia berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa. Tap, tap, tap "Aww."


"Hati hati sayang jalannya." Ucap Eomma Melena.


"Eomma," ucap Melena tampak cemberut. "Kenapa eomma tidak membangun ku."


"Eomma sudah membangunkan mu sayang, tapi kamu bilang bentar,bentar lagi." Ucap Ibu Melena.


"Ah benarkah begitu." Ucap Melena yang menyaber Roti isi yang di buat ibunya.


"Eomma, Melena pergi duluan." Ucap Melana mencium pipi kanan ibunya, sehbis mencium pipi ibunya ia pergi keluar dari rumah dan bergeges pergi ke kampusnya.


Di sekolah~


"Whow, pas pasan. Duh mana Amanda yah??." Melena pun mencari cari Amanda setelah beberapa saat ia sampai.


"Hei Melena," ucap Alvin menyapa.


"Oh, ohw . Eh Alvin luh bikin gue kaget tahu!! ." Ucap Melena.


"Jadi bagaimana kabar Lesti, Sorry yah gue semalam gak ikutan. Karena aba kumat lagi penyakitnya," ucap Alvin apa adanya.


"Gak masalah, santuy aja vin." Ku tepuk tepuk pundaknya. Alvin hanya menatap heran tingkah Melena, "Kabar Lestie baik. Hanya saja...dia, untuk beberapa hari gak masuk."


"Kenapa, kenapa bisa begitu. Apa terjadi sesuatu???." Ucap Alvin penasaran.


Melena pun menceritakan bahwa Lesti hanya sekedar anak angkat sedangkan ibu kandungnya sedang di rawat luar negeri.


"Benarkah begitu, aku baru tahu loh. Tapi herannya kenapa Lestie gak bilang ke kita," ucap Alvin.


"Tuh lah, ku tak tahu. Urusan keluarga mungkin," ucap Melena .


"Lah, yaudah deh gue pamit duluan. Mau ngumpul sama teman yang lain." Ucap Alvin pamit ijin pergi duluan.


"Tunggu!!!." Ucap Melena mencega Alvin pergi.

__ADS_1


"Ada apa???." Ucap Alvin menatap wajah Melena.


"Oiya kira kira dimana amanda yah." Ucap Melena sambil tersenyum.


"Dia ada di perpustakaan." Ucap Alvin.


"Oke, terimakasih kalau gitu. byee!!!" Ucap Melena sudah meninggalkan Alvin seorang diri di tanah lapangan.


"Duh jalan lihat mata dong, ahh nyebelin dehh loh." Ucap Melena.


"Sorry, gue gak sengaja." Ucap Javier.


"Uh," ia pun melihat wajah yang menabraknya, betapa terkejutnya Melena sa'at mendapati Javier ada di depan mata kepalanya.


Kejadian di saat Warnet semalam~


"Siapa yang pesan makanan ini, kalau gitu yakk?!." Ucap Melena bertanya-tanya dalam pikirannya, tidak lama kemudian Seorang pria duduk di kursi no6 yang tak lain adalah Javier. "Ah itu bukannya Javier, apa dia yang pesan makanan ini semua. Ahh benarkah, itu mustahil,"


"Tunggu mbak, apakah yang Anda maksud pria itu." Ucap Melena yang mencegat staf itu pergi, dan menanyakan siapa gerangan yang pesan makanan ini, sambil menunjukkan jari manisnya.


"Ohw, iya. Benar, dia yang pesan kak. Apakah ada yang lain, jika tak ada saya ijin undur diri. Selamat menikmati petualangan anda," ucap staf perempuan itu.


Kryukkkkk bunyi suara lantunan perut Melena, "Duh ahh, bodoh amat lah perut ku lapar. Siapa yang pesan yang terpenting perut diisi,"


Saat ini di sekolah~


"Kau tak apa, heyyo." Ucap Javier, melambaikan tangan kanannya ke wajah Melena.


"Ah, aku tak apa apa. Emang ada masalah buat loh, dah ahh minggir sana." Ucap Melena sudah di belakang Javier dua langkah, tapi belum sempat pergi jauh ia berbalik. " Terimakasih untuk semalam."


"Apa," ucap Javier kebingungan . Ia menatap Melena yang jalan kian menjauh dari dirinya.


Pov Kelvin~


"Eh!! mamy dari mana aja??." ucap Leon.


"Iya tente darimana aja," Sambung kelvin.


"Mamy pergi keluar, ke minimarket. sekalian mampir ke tokoh kue yang gak jauh dari rumah kita. Mamy lihat kalian sangat suka sekali sama kue, sekalian mamy mampir deh ke tokoh kue." ucap mamy leon.


"Nih kue dimakan," ucap mamy leon. Menaruh kue berbungkus itu diatas meja.


Kelvin sama leon hanya memandang satu sama lain, mereka sependapat. "Apakah benar begitu, apakah mereka benar benar suka. Tapi entahlah," itulah yang dipikirkan mereka berdua.


"Mama mau ke dapur dulu," ucap mamy leon yang sudah melangkahkan 5 langkah kaki menuju ke dapur. "Bentar lagi kan papa mu jam istirahat."


"Uh, pdahal masih lama." gumam leon.

__ADS_1


"Kamu nanti anterin mama ke perusahan papa mu yah." ucap mamy leon diseberang dapur.


"Yah mah... ," teriak Leon. "Kan aku tahu pasti begini jadinya, duh gak bisa ngelak deh kalau gini."


"Semangat," ucap kelvin penanda arti ejekan.


Pov Amanda & Melena~


Kini Melena sudah berada diperpustakaan yang amat megah. Penuh dengan buku buku dari belahan dunia, "Dimana Amanda yah??, nah itu dia," ucap Melena menghampiri tempat duduk Amanda.


"Serius amat dia bacanya, baca apaan dia yah." ucap Melena yang melihat Amanda membaca bukunya.


"Amanda.." ucap Melena.


"Ah, siapa." ucap Amanda menoleh, mendapati Melena yang duduk di sampingnya. "Kau sejak kapan duduk disini Len??."


"Baru saja, kamu aja yang gak menyadarinya kehadiran sahabat mu ini. Kutu buku sih," celoteh Melena.


"Ais, sorry deh kalau gitu. Hehehehe..." ucap Amanda menutup bukunya sambil menaruh diatas meja.


"Jadi??." ucap Amanda.


"Jadi apa??." ucap Melena balik bertanya.


"Bagaimana tadi malam," ucap Amanda.


"Ohw itu, biasa aja yah. Tapi aku seperti tak enak hati sama Barnett deh??." ucap Melena.


"Emang ada apa??." ucap Amanda penasaran.


Pov Tiara~


"Duh panas banget, kesya kau mau minuman. Aku baru aja beli dikantin," ucap Tiara yang sudah duduk di sebalah Kesya, lalu ia keluarkan Es botol Rasa kelapa kepada Kesya.


" hmm," ucap kesya. Ia ambil sodoran es botol Tiara padanya. "Thnks."


"Sama sama." ucap Tiara sambil tersenyum, ia buka penutup botol minuman ia pegang dan segera ia minum.


"Buat gue mana??," ucap Hector.


"Gak ada, beli aja sendiri." ucap Tiara yang sudah selesai meneguk air minumannya.


"Dih," ucap Hector.


"Luh, kamana aja bro." ucap Hector yang melihat Javier menghampiri meraka.


"Tak ada, hanya jalan jalan saja sekitar sini." ucap Javier apa adanya.

__ADS_1


__ADS_2