
"Terimakasih sudah mengantarkan saya Barnett, sampai dengan selamat dirumah. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih," ucap Mara membukukan badannya, pertanda sangat bersyukur.
"Sama sama, sudah kewajiban sesama teman untuk saling membantu,bukan?! Kalau begitu saya pamit duluan mara," pamit Barnett.
"Okey, hati hati saaat mengendarai kereta Barnett." ucap Mara tersenyum.
Kini Barnett pun sudah menaiki kembali kendaraan keretanya, menuju rumah ternyaman. Sedangkan Mara melihat Barnett pergi hanya melambaikan tangan, "Ah, mengapa aku harus melambaikan tangan kepadanya. Kami baru saja bertemu, dan walau sekampus kami tidak sebegitu akrab untuk...Ku tidak menyangka dia pria yang baik, dan wajahnya cukup tampan jika dilihat dari dekat. Aish apa sih yang aku ucapkan barusan, mara duh!!! untung orangnya sudah pergi jika terdenger pasti malu banget deh." ucap Mara menutup mulutnya dengan dua tangannya, dengan wajah memanas.
"Ada apa nih?! sendiri sendiri bicara!!. Gak jelas deh adek kakak lama lama. Ups tadi siapa yakk yang ngantar kamu, kayaknya dia lumayan tampan deh jika di lihat dari dekat." ucap fany sang kakak Mara, ia menggoda sang adik. Membuat mara membalikan badannya dengan wajah cemberut mendengar perkataan sang kakak yang mengikutinya ucapannya.
"Apaan sih kakak nih, ngikut ucapan ku. Eh !! , tunggu tunggu dulu. kakak daritadi disini dan melihat semuanya. Ihhh kakak jahat banget dehh," ucap Mara dengan wajah yang masih tampang cemberut. Ia pun lalu masuk ke dalam rumah dengan menghentak hentak-kann kakinya di lantai.
" Duh adekku marah gemesin banget deh," ucap Fanny melihat sang adik yang sudah melewati ia dan berjalan masuk ke dalam rumah. Ia pun lalu menngunci pintu rumah dan masuk ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang amat letih sehabis kerjaa.
Dirumah Barnett~
"Masuk gak, masuk gak, duh kok jadi merinding gini dah." ucap Barnett yang ada di depan pintu, ia ragu memutar knop pintu. Kadang tangannya mau memegang knop pintu tapi rasa takut ia urungkan niatnya, ia melakukan itu sampai dua kali berturut-turut.
"Baiklah, aku masuk." ucapnya yang bertekad menghilangkan rasa takut menjalar di tubuhnya.
"Barnett!!!, kamu sudah malanggarnya bukan. Apa ini yang disebut janji seorang pria hmm?!." ucap sang mama Barnett yang sudah ada di depan wajah Barnett dengan memasang wajah yang tidak senang.
"Maaf, mah tadi..." ucap Barnett terpotong.
__ADS_1
"Tadi apa lagi hmm, jangan alasan kalau motor mu mogok lagi??." ucap sang mama melipat kedua tangan di depan kedua dadanya.
Sedangkan Barnett hanya menghela nafas kasar, "apa segitunya mama tidak mempercayai putranya sendiri." batin Barnett, " yah, yah aku sering bohong jadi beginilah."
"Tapi alsan ini sungguh sungguh deh mah. Barnett sungguh tidak bohong. Tadi Barnett gak sengaja hampir nabrak seseorang mah. Percaya deh mah!!." ucap Barnett apa adanya.
"Jadi kamu mengaku, kalau kamu sebelumnya berbohong sama mama dan papa hmm?!. Sudahlah masuk ke kamar mu, kamu selamat malam ini!!!. karena papa mu ada proyek di luar negeri, dan akan pulang dalam lima hari lagi." ucap sang mama menyuruh sang putra masuk ke kamar. Ia tak mau mendengar alasan sang putra tak karuan.
Di lapang bola basket terlihat begitu banyak anak laki laki yang sedang asik bermain bersama temannya. Dalam permainan bola basket itu terdiri antara dua tim regu. Satu Tim di pimpin oleh Kelvin yang diisi Leon dan teman laki laki lainnya. Dan Tim kedua di pimpin oleh Hector yang diisi Kristoffer, Jevier dan teman lainnya. Pertarungan bola basket tampak sengit anatar kedua Tim itu, yang menonton tampak terhebo heboh apalagi yang main adalah Cowok terkeran dikampus ini ditambah ada anak murid baru!!! bayangkan sajalah.
Sikap dari gerakan kelvin santai maupun gerakannya rileks tapi gerakannya itu amat lincah, jika lawan mengambil alih bola basket yang ada di pergerakan tangannya. badan agak condong ke depan dan salah satu kaki berada di depan, dengan cekatan ia loncat melewati setiap tim lawan dan Pegangan bola yang ada di kedua tangan. Dengan santai memasukannya ke ring lawan, bola mamantul di lantai kelas dengan sorakan dari para penonton "Whoooo, kereannn!!" ucap semua orang. "Hebattt!!! " tambahnya. " yess gue tahu pasti Tim satu menang," { 1} " pastinya lah" { 3} " lakk, luh tadi dukung Tim dua kan, tadi?!." {4} "itu kan karena di \*\*\*\* uang tadi, sekarang mah idola gue gak diragukan lagi. Apalagi calon suami idaman, pas banget jadi imam gue. {2} " terlalu banyak ngahyal luh, hello kambali ke dunia nyata kali.{ 3}
Dengan satu tangan yang masih di ring lawan, dengan cekatan ia turun dan melompat dengan kaki yang mendarat dengan terletak di lantai. Gaya yang amat cool!!! semua wanita memandang kagum itulah yang dipikirkan semua wanita dilapangan.
__ADS_1
"Luh hebat broo, gue kagum. Gaya luh banyak dikagumi oleh para cewek, gue iri tahu. Hahahaha..." ucap Leon yang memandang para cewek masih berteriak-teriak karena kemenangan para Tim mereka. "Lihat gak tadi, si Leon mandang gue. Duh hati ku jadi berbunga-bunga tahu.{ 4} , " nih anak perlu dibawah kerumah sakit jiwa deh kek-Nya?!" gumam cewek {1}
"Orang waras mana yang suka tuh sama cowok yang namanya Leon. Gak tahu dehh si Palyboy itu banyak juga ditertarikan oleh anak kampus kita?!, entah sihir apa yang dia buat oleh si Leon pada teman teman kita disini. Sampai tertarik gitu, dih!!! gue mandang aja merinding dah." ucap Melena memandang banyak wanita mengkrumunin Si Leon dan kelvin maupun timnya itu. Ia merasa jijik apalagi dah bayangin dah kemana bising dan geranya dikerumuni banyak orang seperti ngantri gitu.
"Jangan ngomong kek gitu deh, bilang aja kamu cemburu yakk sama si Leon. Takut jika diambil oleh wanita lain. Yakk kan?!." ucap amanda yang manaiki satu alis matanya kearah Melena dengan genit.
"Apaan sih loh amanda, gue ama sih cowok Palyboy kek Leon gak bakal lah!! Bayangin aja dah muntah, sumpah cinta pun gak bakal apalagi berumah tangga. Buang deh pikiran mu yang gak gak amanda, karena itu tak bakal terjadi sama sekali. No bastie you amanda understand, okay!!." ucap Melena mengelek apa yang diucapkan oleh temannya amanda ini.
"Iya ini ajalah, tapi belum tahu kek mana masa depan." ucap amanda memutar bola matanya. Sedangkan Melena reseh dan bodoh amat lagi dah bicara tuh cowok ia membuang mukanya dari wajah amanda memandang ke sisi arah lain.

__ADS_1