
"Eh, tu.. ng, mereka mengagap aku tidak sih.?!." Ucap Tara yang sudah Melihat kedua orang itu pergi tanpa pamit kepada dirinya.
- Sedangkan Dikediaman Mehendra -
"Mah, yang tenang . Amaranta pasti ada sama Angel." Ucap Nona Mahendra menenangkan ibu mertuanya sambil memegang erat tangan. Ia menepuk sedikit punggung. Ia melihat raut wajahnya khwatir dari sang ibu mertua. Walau dalam lubuk hatinya ia juga menghawatirkan Amaranta dan Tara yang menghilang tanpa kabar. Ia menutupi kekhawatiran agar tidak membuat semua merasa cemas seluruh keluarga.
"Ayolah mah, mengapa mama terlalu mengetat Amaranta. Ia perlu bebas, dia bukan anak kecil lagi." Ucap Aqtna yang membuatnya merasa muak dengan tingkah semua kelurga. Ucapan dari Aqtna mendapat tatapan tajam dari sang kakak. Ia melihat teguran dari sang kakak
langsung terdiam.
" Mama, jangan khwatir Amaranta dan Tara baik baik saja diluar sana. Welly telepon Angel. Apakah ada kabar jika kakak kakak mu disana??." Ucap Nona Mahendra kepada anak bungsunya. Yang langsung dianggukin Welly, ia langsung meneken nomor telepon Angel.
"Siapa sih pagi pagi berisik gini nelepon," ucap Angel kesel yang masih memejamkan mata. Ia meraba raba keatas meja kecil dekat tempat tidurnya. Ia lalu mengangkat telepon. "Halo siapa ini, jika hal tidak penting bisa telepon kambali . Pengganggu" Angel hendak mematikan telepon. Tapi ia mendengar kalimat yang mengatakan " Kak Amaranta dan Tara hilang. Apakah mereka ada dirumah mu??." Suara telepon dari sang pemilik tentu ia mengenal suara itu. Ia terpenjat kaget .
"Apa Amaranta dan Tara hilang?!." Ucap Angel menyahutin . Ia terpenjat kaget sambil membelak mata, Ia duduk dikasur sambil memegang handphone yang ada ditangannya. Bukannya menjawab Ia malah balik bertanya kepada Welly.
"Iya kak Amaranta and Tara tidak ada dirumah. Jadi mereka tidak ada dirumah mu??." Ucap Welly diseberang telepon memastikan apa yang diucapkan Angel benar apa adanya.
"Tentu saja mereka tidak ada disini, aku pikir mereka sudah pulang kerumah. Saat kami berbincang bincang malam itu." Omel Angel kepada Welly di seberang telepon. Welly yang mendengar omelan dari Angel hanya mengerutuki dari dalam hati.
- Tokoh Bunga Milik Mara Dan Sarah -
"Ngomong ngomong dikit lagi Tahun baru. Kalian bakal ngapain ditahun baru." Tanya Jia kepada mereka yang telah duduk menikmati hidangan makanan diatas meja.
"Aku sih gak kemana mana, paling cuma menikmati suasana dirumah." Jawab Mara apa adanya. Mendengar itu Melena hanya mengangguk angguk kepala, Melena pun tak tahu apa yang akan Ia lakukan di tahun baru mendatang.
"Sepertinya ada yang membeli, kakak tinggalin dulu. Kalian nikmati saja, jangan menunggu." Ucap Sarah pergi meninggalkan halaman belakang dan segera menuju tempat pembeli.
__ADS_1
"Baik kak, kami gak sungkan. cepatlah!!Atau makanan akan habis." Jawab Melena yang dibalas anggukan Sarah. Jia dan Mara melihat itu hanya mengetawai dalam hati betapa konyolnya Melena dimata kedua orang itu.
"Kenapa?!." Ucap Melena yang melihat Mara dan Jia memperhatikan dirinya. "Tidak ada, mari kita makan." Ucap serantak kedua orang itu. Melena yang mendengar jawaban kedua orang itu hanya heran. Dan dibalas "Oh"
Melena melihat notif pesan dari hendphona. Dibawah atas paha tasnya. Ia lalu menggeser layar handphonenya. Melena langsung menghabiskan makan yang tinggal sedikit ditangan kanan. Ia menjilat sedikit krim dtangannya. Lalu Ia membalas chtan. Jia yang melihat itu tersenyum jahil. "Cie, cie, ayang bebeb ngirim pesan nih yeee." Ucap Jia tersenyum sambil menaiki dua alias matanya bergantian. Melena yang mendengar ucapan Jia segera membalas" Anak kecil jangan sok tahu, banyak banyak belajar dan jangan berfikir yang gak gak." Balas Melena, yang membuat Jia cemberut.
"Heidi kalau itu mah gue tahu. Uh, mentang mentang kami jomblo jangan gitu amat lah." Sindir Jia yang kesel. Mara yang memperhatikan obrolan Melena dan Jia hanya tertawa kecil. " Ada ada saja" geleng Mara.
- Sesampainya Dirumah Amanda -
Kini Amanda sudah samapai kerumah kecil miliknya. "Makasih Alvin udah anterin gue." Ucap Amanda.
"Sama sama, btw ini rumah baru loh. Lumayan juga yah?!." Jawab Alvin yang memperhatikan sudut rumah baru Amanda.
"Iya, sekarang loh tahu. Kapan kapan datang gih," ucap Amanda yang dibalas anggukan kepala oleh Alvin. "Nenek" Seru Amanda melihat kedatangan sang nenek. Nenek Syakina pun menoleh kearah sumber suara. "Kamu udah bangun nda?!." Ucap nenek Syakina. Amanda terkejut, " Bangun, maksud nenek apa yah??." Batin Amanda. Alvin yang melihat itu lalu memberi sapaan. Kepada nenek Syakina. "Selamat pagi nek, maaf menggangu pagi pagi."
"Iya nek, dah lama juga. Gimana kabar nenek?!." Ucap Alvin kepada nenek Syakina.
"Sehat sempurna. Kamu lihat tubuh nenek ini kuat, dan masih tegar. Apakah kamu rabun." Jawab nenek Syakina kepada Alvin dengan candaan.
"Nek, ingat umur!!." Ucap Amanda geli atas jawaban yang diucapkan oleh neneknya.
"Tampaknya begitu nek, mata Alvin sepertinya perlu diperiksa ke dokter. " balas Alvin ke candaan nenek Syakina.
"Kamu masih sama saja nak Alvin." Ucap nenek Syakina. "Yuk nak Alvin gih masuk sekalian serapan bersama!!." Tawar nek Syakina yang ditolak Alvin.
"Maaf nek, Alvin udah serapan dirumah. Tapi kapan kapan Alvin bakal ngicepin masakan nenek. Udah lama gak ngerasa masakan nenek." Ucap Alvin.
__ADS_1
"Hahaha, baiklah. Mampir saja, pintu rumah terbuka lebar buat mu." Balas nenek Syakina kepada Alvin. "Gimana kabar aba mu nak Alvin?!."
"Sehat nek, kalau gitu Alvin pamit duluan yah. Soalnya masih ada urusan." Jawab Alvin sedikit cengengesan.
"Yah, hati hati dijalan." Pesan nenek Syakina.
*
*
*
*
*
"Sayang aku pulang." Suara seseorang gadis yang berlari masuk ke apartemen . Terlihat Tara yang sudah hendak pergi dari Apartemen Alvin. Gadis itu menatap tidak suka kearah Tara . "Siapa kau, mengapa kau ada disini?!." Celotehan ke arah Tara.
"Apa, aku??." Bingung Tara melihat sekeliling. "Oiyaa juga gak ada siapaun disini," batin Tara. "Akuu.."
"Kau ingin merebut Sayang Alvin padaku. Gasar tidak tahu diri. Asalkan kau tahu Sayang Alvin hanya milik gue. Luh sadar diri." Ketus Gadis berambut pendek sebahu kepada Tara. Tara yang mendengar itu hanya mencerna setiap kata wanita yang ada dihadapannya ini.
"Saya Alvin??." Gumam Tara."Apa dia pacar Alvin, tapi kenapa dia nuduh aku yang gak gak. Apa salah ku, sejak kapan aku ingin merebut Alvin dari dirinya." Bingung Tara.
"Eh, loh denger gak apa kata gue. Luh B*d*k yah?!." Ucap perempuan itu kesel karena ucapannya Dikubusin Tara.
"Apaan sih yang luh, katakan. asalkan luh tahu. gue gak bakal ngerebut cowok luh. siapa namanya tadi, yah Alvin." Balas Tara yang gak kalah sengitnya dari wanita berambut pendek sebahu itu.
__ADS_1