Illusion Various Love

Illusion Various Love
CONFIDENTIAL START WHICH REVEALED


__ADS_3

Kebuka pintu yang kelvin bersama di disamping badan ku. "Ceklek"


Nenek syakina yang mendengar suara berasal dari depan pintu yang terbuka, ia yakin cucunya pasti sudah pulang. Nenek syakina menyusun makan diatas meja, menyiapkan segala berbagai macam masakan dari ; Gyeran ppang, Bibimbap, Samgyetang, maupun Twigim dan Bulgogi. Diatas meja penuh dengan berbagai hidangan makanan kesukaan Amanda dan juga nenek syakina. Makanannya sederhana tapi diisi dengan dua orang keluarga yang penuh cinta kasih, rasa makanan pun..penuh dengan kelezatan terasa di mulut meluber.


Nenek syakina yang kian sibuk menyiapkan makanan diatas meja, melihat kedatangan cucu semata wayangnya yang datang ke meja dengan senyuman merka di bibir. Dia melihat orang disamping badan cucu semata wayangnya, mata nenek syakina menyipit dan beberapa saat kemudian mata nenek syakina meleber dengan senyuman hangat menyapa tamu itu.


"Nenek..Amanda pulang, eh!!. nenek udah menyiapkan makan. Sungguh banyak dan lezat." ucap Amanda sudah mencium kening nenek syakina. "Nek, perkenalkan dia teman Amanda. Kebutulan dia tadi nganterin aku. Jadi aku berfikir untuk menghangatkan diri dulu. Hujan kan masih bum redah."


"Halo nek, saya kelvin pacar Amanda. Senang bertemu nenek kembali. Bagaimana kabar nenek sekarang?!."ucap kelvin memperkenalkan dirinya pada nenek syakina.


𝘈𝘱𝘢 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳!!. 𝘈𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘰𝘯𝘨𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘷𝘪𝘯. 𝘒𝘰𝘯𝘺𝘰𝘭 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘈𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨.


"Nenek kabarnya baik, bagaimana dengan mu nak kelvin?!. Ayo kemari duduk bergabung makan malam bersama kami nak. Kebetulan nenek masak banyak,biasa Amanda yang selalu menghabiskan makan yang ada diatas meja ini." ucap nenek syakina yang sudah menaruh piring diatas meja di masing masing tiga kursi meja makan.


Amanda yang dibilang penghabis makanan oleh nenek syakina, seketika wajahnya memerah karena malu, "nenek, mana ada sih. Ih.." ucap Amanda mengelak dari kenyataan.


"Saya baik nek, terimakasih sudah mengajak makan malam , jadinya merepotkan nenek. Hehehe... " ucap kelvin yang melihat Amanda sudah cemberut karena malunya.


"Hahah iya, iyah.. Kamu nih hmm." ucap nenek syakina mencubit lengan Amanda.


"Sudah nek, biar Amanda saja yang menyajikan makanannya. Nenek duduk saja yah," ucap Amanda yang menuntun nenek syakina untuk duduk dikursi. Nenek syakina hanya tersenyum. "Baiklah"


Amanda pun menyajikan makanan tidak lupa juga ia sajikan makanan pada kelvin. Kelvin hanya tersenyum hangat melihat kebersamaan amanda dan juga neneknya. Yah begitu harmonis dipandang oleh kelvin, keluarga yang sederhana tapi begitu banyak cinta kasih yang tersebar.


"Ngomong ngomong kapan kalian berdua jadian??." ucap nenek syakina. Amanda yang mendengar itu seketika batuk dan mengambil gelas menuakan air diceret. "Gluk, gluk" kelvin yang melihat tingkah Amanda jadi gemes.

__ADS_1


𝘈𝘴𝘵𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘭𝘶𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪. 𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪!! 𝘖𝘩 𝘺𝘢𝘩 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 . 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 .... 𝘋𝘶𝘩𝘩𝘩𝘩 𝘶𝘸𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢𝘢!!!!!!!


"Baru jadian nek, mohon restu dan doanya. Kami akan segera melaksanakan pernikahan..." ucap kelvin mantap.


𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩...


𝘞𝘰𝘺𝘺𝘺𝘺, 𝘬𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘭𝘷𝘪𝘯 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘬******, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳 𝘮𝘶. 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘭𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘫𝘦𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯. 𝘎𝘢𝘬 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘪𝘯𝘪, 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘢𝘱𝘢!! 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘬𝘶. 𝘈𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘰𝘵𝘰𝘯𝘨 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢.


"Nek itu bukan... Yang ne" ucap Amanda terpotong nenek syakina.


"Tentu saja nenek akan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua, nenek sekarang sungguh tidak sabar memiliki cucu. Cepatlah tuntaskan pendidikan kalian, dan cepatlah berikan nenek sekarang cucu untuk menemani hari hari nenek yang kesepian." ucap nenek syakina.


"Itu pasti nek," ucap kelvin.


𝘞𝘩𝘢𝘵, 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘯𝘢𝘳𝘪𝘰𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘥𝘢𝘬. 𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬, 𝘤𝘶𝘤𝘶?!, 𝘈𝘩𝘩𝘩... 𝘈𝘱𝘢𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘢𝘬𝘶, 𝘢𝘴𝘵𝘨𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘰𝘮𝘱𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶. 𝘈𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘷𝘪𝘯 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘢𝘵𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘩.


"Kamu ingat tidak yang nenek katakan jika ada seorang pemudah yang menolong nenek tua rentah ini ditepi tengah jalan. Sungguh anak mudah yang baik hati, Nenek sampai terharu." Ucap nenek syakina.


"Nenek tidak usah sungkan, itu sudah kewajiban manusia, menolong antar sesama yang lagi susah. Bukan begitu?!." Ucap Kelvin sudah mengelap mulutnya yang sehabis selesai makan.


"Senang nenek mendengarnya, semoga kamu menjaga Amanda, tidak melukai hatinya sedikit pun. Susah senang selalu bersama," ucap nenek syakina yang mengelap air mata yang menetes dimatanya.


"Tentu saja, percayakan saja pada Kelvin. Kelvin berjanji tidak akan melukai hati cucu nenek satu ini." Ucap Kelvin mantap.


"Semoga begitu," batin nenek syakina. Ia tersenyum mendenger respon perkataan Kelvin, dari raut wajah senyumnya ada balik titik masa lalu yang kelam menusukan.

__ADS_1


🍒🍒🍒🍒🍒🍒


"Prang" tampak terlihat gadis yang rambut beracak acakan amat sangat marah. Ia memgehmpaskan semua barang yang ada di sekitar, maupun guci, foto, dan barang barang kaca sekalipun. Banyak kaca kaca berserakan di bawah lantai, gadis itu tertmduduk dibawah berbagai serpihan kaca. Ia menangis cukup dalam, ia melipat kedua tangannya dikedua paha. Tangisnya tersedu sedu.


"Tok, Tok, tok," ketukan pintu dari luar memanggil. " Non buka pintunya, tolong bibi harap kamu tidak terluka. Bibi mohon non, buka pintunya."


Gadis yang mendengar suara ketukan pintu, ia pun menolah kerah sumber itu. Ia hanya menatap kosong kearah pintu yang diketuk. Yah itu adalah bibi yang mengurus semua keperluan dari gadis yang sedang menangis saat ini, bibi itu juga yang menjaga ia saat masih kecil hingga sekarang. Terdenger suara klakson mobil dari arah luar rumah kedaiaman itu, bibi itu pun buru buru turun kebawah untuk menyambut balik tuan dan nyonya rumah ini. Gadis yang sedang menangis itu pun beranjak berdiri melihat dari balik kaca jendala, ia memegang kaca jendela itu sambil tersenyum penuh arti . Terlihat dia sepasang suami istri sedang tersebut saling memandang, mereka bergandeng tangan satu sama lainnya. Dan bibi penjaga pun sudah ada disana.


"Selamat datang nyonyah, dan tua." Ucap pelayan itu membungkuk badan dan mempersilahkan tua dan nyonyah untuk masuk.


"Bagaimana dengan anak itu?!." Ucap pria itu sinis.


"Jawab tuan, nyonya kecil mengurung diri di kamar. Saya takut terjadi apa apa di dalam kamar. Karena banyak pecahan jatuh barang terdenger didalam. Saya takut nyonya kecil terluka." Ucap pelayan yang masih menunduk.


"Cih menyusahkan orang saja, panggilkan dokter untuk kemari." Ucap pria itu yang sudah berjalan masuk ke kedaiamannya.


"Baik tuan,' ucap bibi kepala pelayan itu yang mengusap keringat yang betcycuran di kening kepalanya.


Tampak terlihat dua sepasang suami istri sedang duduk berdua diruang tamu. Mereka berdua seperti menunggu seseorang, yah!!! yaitu dokter kelurga mereka. Tapi belum apa turun gadis yang cantik tergurai rambut panjang berias dikepalai bendo berwarna ungu. menatap sinis kedua sepasang suami istri itu. Suami istri itu melihat putri mereka turun dari anak tangga menuju ke arah mereka. Mereka berdua pun berdiri bersamaan kaget bukan kepalang, bukannya bibi kepala pelayan mengatakan ia stres lagi, dan berubah menjadi gila di dalam kamar. Kenapa sekarang terlihat biasa saja sungguh, anak mereka memiliki ganguan atau tidak.


"Kau mau kemana?!," ucap sang ayah pada putrinya yang berjalan saja tanpa menoleh atau menyapa kedua orang tua. Itulah yang menimbulkan rasa marah dihati oleh ayah. Gadis yang mendengar ucapan ayah itu berablik badan, dan lagi lagi menatap jijik kearah ayah dan istrinya.


"Kenapa???, kaki, kaki saya. tentu bukannya berjalan. Tidak mungkin seharian saya harus kalian kurung di dalam kamar yang pengaap itu!!,apa kalian ingin saya terus menjadi gila, b******" ucap perempuan itu yang mulai berjalan balik kedepan. Terlihat di depan ada seorang dokter tergesa gesa masuk ke dalam kediaman, tepat juga seorang gadis keluar. Perempuan itu menatap sinis kearah dokter itu. Dokter itu pun seketika bercucuran keringat.


"Kau.." Ucap dokter itu.

__ADS_1


"Tak perlu kaget, tak perlu kau periksa karena aku sehat. Kalian lah yang membuat saya gila seperti saat ini, pejamkan satu hal ini dokter, jika anda berani melakukan hal hal seperti yang kamu buat pada ku lagi. Jangan harap aku mengampuni anda. Ups apa kau pantas di sebut dokter, dengan apa yang kau perbuat ini."Ucap gadis itu mengancam lalu ia pergi berjalan menaiki kendaraan mobilnya.


Dokter itu ketakutan sampai gemetaran kakinya, air keringat mengalir di sekujur tubuhnya. " aku sungguh tidak tahu, aku diancam, bagaimana bisa aku tak tahu. Aku juga seorang dokter."


__ADS_2