
"Dimana si kelvin tuh, buset dah dicari cari gak ketemu-temu." ucap Leon yang sudah puyeng kepalanya mencari dimana letak keberadaannya. " apa dia ada ditempat itu, sepertinya dia ada di Ruang musik!!."
" aish Mama khwatir bagaimana keadaan anak kita sekarang disana?!. Papa terlalu keras Memaksakan kehendak papa sih, pokonya mama gak mau tahu. Bawa anak kita atau papa gak usah bicara sama mama. Hari ini papa tidur diruang tamu, gak ada bantahan," Ucap perempuan nan cantik mematikan telepon sepihak. "Duh nak, mama kangen sama mu. Semoga kamu baik baik aja disana." itulah yang dirasakan seorang ibu, berpisah jauh dari anaknya. Hanya bisa merindu dari kejauhan sambil menatap foto yang terpanjang di galeri handphone.
Sedangkan ditempat pria yang diancama oleh sang istri yang tak lain sedang berada di perusahaan ( Suami ).
"Anak itu, pergi gak pergi bikin nyusahin saja. Bagaimana mengahadapi mama nih, aish... Apa aku terlalu memaksa yah??." ucap pria itu duduk di tempat kerja yang amat elegant dimata. "Bagaimanapun dia tetap anak kandung ku, kenapa kepala ku yang jadi pusing gini mikirinnya."
Pov Tiara~
"Kenapaa chtan ku tak di balas balas nih orang. Uh... Benar benar menjengkelkan." Ucap Tiara menatap layar handphone yang dipegang menunggu balasan yang sama sekali tak di balas atau dilihat. "Arghhhh."
"Lama lama gue jadi gila sendiri, uh aku butuh udara segar." ucap Tiara yang keluar dari ruangan Komputer. Tapi saat di melangkahkan kakinya menuju pintu keluar tepat, mood Tiara malah tambah memburuk. Melihat wajah siapa yang dilihat,
" Duh ahh, bikin tambah kesel deh. Datang pula nih cowok!!!." batin Tiara.
"Ayang mau kemana???. Ku temanin yah." ucap Kristoffer dengan penuh keyakinan.
"Luh, ahhhh...Minggir!!!." ucap Tiara yang pusing memegang kepalanya.
"AYang kamu gak apa apa, apa ada yang sakit??. Apa kepala mu pusing, yuk kita pergi PKS." ucap Kristoffer khawatir, saking khwatir ia menarik tangan Tiara untuk segera Menuju PKS (Pusat Kesehatan Sekolah).
"Apa apaan sih loh, ayang. Ayang siapa ayang loh?!, lama lama luh mau ku robek juga mulut mu." ucap Tiara yang udah muak denger kata kata yang tidak mengenakan di telinganya. Ia pergi menginjek kaki kanan Kristoffer , membuang muka ke arah sisi kiri dan berjalan kearah tempat berbeda dari tujuan sebelumnya yaitu pergi Menuju ke Ruang laboratorium.
"Ahw sakitnya," ucap Kristoffer mengangkat- kan kaki kirinya yang diinjak oleh tiara. " Duh, Tiara kalau marah bahaya juga. Tapi manis hehehe ."
__ADS_1
Pov Alvin & Barnett~
"Hey luh Barnett, ngape gak masuk ke kampus." ucap Alvin di seberang telepon.
"Biasalah, luh gak tahu aja. Bokap gue kalau lagi marah," ucap Barnett di sebrang telepon.
"Jadi luh, kena hukum yah sama bokap luh. Enak gak tuh?!." ucap Alvin ketawa dari seberang telepon.
"Yakkk gak enk lah kali, gue gak bebas. Di suruh nyalin dan menjumlah Rumus komputer yang membingungkan ini. Arghhhh rasanya ingin sekali gue kabur." ucap Barnett kesel, saking kesalnya ia menendang meja belajarnya.
"Buwahahahaha , gue senang lihat luh menderita bro. Lanjutkan tugas dari bokap luh , gak!!! Gue gak ganggu. Hahahaha... " ucap Alvin mematikan telepon sepihak membuat Barnett kesal atas respon dari sahabatnya itu.
"Gasar luh vin, mau gue tonjok luh ahh. Woyyy!!!. Buset dah, dah dimatikan teleponnya." ucap Barnett menekan nada suaranya dari telepon, tapi melihat tak ada respon membuat ia mengutuk Alvin dari jauh. " persetan luh vin, awas aja luh. Gue balas banget.
"Tunggu, ini pesan masuk banyak banget. Huk huk huk, matilah aku. Kenapa tak ku jawab, balas gak. Balas gak, duh bingungnya. Kalau gak balas tambah marah, kalau di balas pun kena marah. Dah sama sama kena marahnya." ucap Barnett menimbang nimbang keputusannya itu.
Diketik nya pesan balasan berisi; yep ada apa. Sorry yah gue baru on karena dihukum sama bokap nih ( emot sedih). Klik dikirim, tak lama setelah itu balasan pun chtan diterima. Oh yah??, di hukum karena apa tuh.
"Hufttt," helaan nafas keluar dari mulut Barnett. Di ceritakan-lah bagaiamana ia bisa dihukum dan samapai di hukum karena apa.
Yang sabar, gue ikut sedih dengernya. Moga luh cepat masuk ke kampus. Klik dikirim, Barnett hanya melihat teks chtan yang terpanjang di layar handphonenya. Yah!!!, klik. baru balasan chatan itu diketik dan kirim oleh Barnett.
Diletakan handphone yang tak lama ia mainkan di atas meja belajarnya. Barnett memandang layar laptopnya dengan gusar wajah, ia menyeka wajahnya sendiri dengan kasar. Memicingkan mata sambil berfikir itulah yang ia lakukan setiap saat, jika mengalami masalah.
__ADS_1
"Ahhh, oke. Kita fokus sekarang, dan... Segera selesaikan hukumannya yang bikin kesal ini." ucap Barnett yang mulai duduk dengan tegap di kursi belajarnya, wajahnya penuh tekad.
" Semangat Barnett, semangat!!." ucap Barnett menyemangati dirinya sendiri.
Pov Amanda~
"Kenapa kau bisa disini len?!," ucap amanda. "Sudah berapa lama kau berada disini."
"Gak, gak terlalu lama kok. Yah...paling cuma lima menit lalu kok. Aku lihat kau menikmati lagu yang dimainkan cowok itu. Jadi.., yah aku juga ngikut ngikutan kau. Eh ngomong ngomong kau kenal cowok tuh kah??." ucap Melena penasaran.
"Ah... Gak, aku juga baru lihat pertma kali dirinya." ucap Amanda berbohong.
"Masa sih, ku lihat dari mata mu. Kau itu seperti sedang berbohong loh. Apakah yang kau katakan benar, respon bibir dan mata mu lain yang dikatakan." ucap Melena mengedipkan sebelah matanya.
"Kau... Uh, mana ada. Jangan ngdah-ngadah deh len. Kalau kau aja belum tahu pasti deh!!!." ucap Amanda kesal karena kebohongannya ketahuan.
"Duh, duh muka macem apa yang kau tunjukan pada ku tuh. Ahhh kau ini kalau marah comel banget yah." ucap Melena menyentuh wajah Amanda dengan jari manis.
"Apaan sih len." ucap Amanda tampang cemberut.
"Duh, duh, duh.. Ada sekumpulan cewek sampah yang ngumpul disini nih." ucap kesya yang langsung nyamber kata kata gak enak di denger.
"Iya nih, ngapain deh ngumpul disini. Mau apa kalian ahhh. Aduh gak heran dehh," ucap Tiara yang baru nyusul sampai di belakang kesya.
"Apa, kalian kalau ngajak ribut. Mending usah deh. Karena muak lihat mulut kalian yang sok manis itu bicara,kek \*\*\*\*\*\*!!!! blabla." ucap Melena.
__ADS_1
"Aiyah, luh iri sama kecantikan kita yekk." ucap Tiara yang gak kalah sengit. "Kalau iri bilang aja neng, gak usah sewot gitu dechh."