
"Kenapa aku merasa seperti," aku pun melihat raut wajah tiara tampak cemberut. " apakah aku melakukan kesalahan, apa yang kulakukan salah yah"
"Kalau gitu Mara pamit duluan tiara, ucap mara tersenyum kaku pada tiara.
"Hmm," ucap tiara yang melihat mara dengan kesal yang tertumpuk, ia pun pergi meninggalkannya yang hanya melongo melihat diam di tempat.
Namanya Mara suka masak, suka baca buku. Tapi dia adalah gadis pendiam, dan pemalu. Dia hidup dengan kakaknya, mara dan kakaknya yatim piatu. Setiap sepulang sekolah mereka langsung bekerja, itulah yang dijalanin anak tanpa orang tua. Menacari uang untuk kebutuhan hidup sehari hari, siapa yang mengasihani mereka, siapa yang peduli pada mereka, hanya sedikit orang peduli dengan mereka.
"Sepertinya aku disalahgunakan oleh Alvin deh," ucapnya yang berpikir, ia pun langsung pergi dari tempat itu menuju kelasnya.
"Hacimmm, sepertinya ada yang membicarakan ku." ucapnya yang memegang hidungnya, yang seperti mengeluarkan cairan putih( hingusan).
"Terimakasih, atas kemurahan hati anda nek. Kalau gitu saya pamit duluan, sekali lagi terimakasih." ucap kelvin yang tersenyum entah mengapa baru pertama kali ia tersenyum dan merasa sesenang ini.
"Baiklah, tunggu nenek ngasih hadiah kecil kecilan sebagai tanda terimakasih." ucap nenek syakina yang memberikan bungkudan kecil kecilan yang berisi kue. "Dimakan yah."
"Ini, bukannya udah agak terlalu banget yah nek." ucap kelvin melihat bungkusan kue yang sudah diletakkan di tangannya.
"Jangan sungkan begitu, Terima lah." ucap nenek syakina tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu saya ucapkan terimakasih. Terimakasih nek," ucap kelvin sambil membungkuk kepada orang tua itu.
Pov melena & amanda
"Melen," ucap ku melambaikan tangan ke arah wajahnya. Baru berapa saat itu pula matanya berkedip.
"Ah, yah!!!, maaf aku..." ucap melena.
"Iya, gak papa." ucap amanda yang melihat makanan dibwah melena, ia pun menoleh melihat bibi kantin membawa makanan lagi kearah mejanya." ini makanan dah banyak apakah bibi kantin mengantarnya kesini."
"Silakan menikmati," ucap bibi itu tersenyum sambil meletakan makanan yang ia bawah.
Amanda melirik ke arah melena," apa ini gak salah. Apa benar ini pesanan makanan melena, apakah ia akan memakan semua ini" gumam amanda.
"Kenapa," ucap melena yang seperti diperhatikan terus.
"Gak, gak papa kok!!." ucap amanda tersenyum canggung. "Apakah ini teman ku atau monster yang kelaparan yah."
"Pasti kamu berfikir yang gak, gak bukan!!. Jangan salah paham dulu, ini bukan cuma kita yang ngabisin kan ada Barnett hohoho." ucap Melena yang menutup mulutnya dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Ah!!!," ucap Amanda.
"Apakah kita nunggu Barnett dan Alvin dulu??," ucap Amanda.
"Hei Melen, Amanda." ucap Barnett menghampiri kedua gadis yang sedang asik ngobrol dimeja makan mereka.
"Nah, orang kita bicarakan sudah tiba? Seperti kata kata kita langsung terkabul." ucap Melena yang melihat Barnett sudah menarik kursi disebelah Amanda.
"Kalian bicara soal aku, ada apa memangnya?!." ucap Barnett yang kebingungan, ia yakin pasti Melena menjelekannya lagi dan lagi.
"Eittttt,uh kepo amat sih. Mau tahu atau mau tahu banget ahhhh!!!." ucap Melena meledek Barnett dengan memainkan stau alis matanya.
"Cih," ucap Barnett. "Oiya dimana Alvin??.
"Gak tahu, padahal aku ngechat dia duluan bukan kamu. Kok kamu datang duluan yah, padahal berharap yang datang Alvin. Agar kami memakan semua makanan ini. Ahhh tapi sia sia juga harapan ku, karena harapan yang ku harap terbalik sudah." ucap Melena yang pura pura sedih.
"Eh!!!." ucap Amanda yang hanya mengamati tingkah kedua sahabatnya itu.
Diseberang meja makan ada Kristoffer dan Javier. Yang sedang menikmati makanan mereka , barulah beberapa saat Kristoffer angkat bicara.
"Oiya dimana Hector??." ucap Kristoffer yang melirik ke meja kanan dan kiri untuk melihat keberadaan pasti bos mereka.
"Mana gue tahu dan gak peduli sama sekali. Paling mereka sedang debat, tak usah hiraukan mereka. Kita makan saja dengan tenang," ucap Javier yang bodoh amatt sama urusan kedua kekasih itu, ia lebih memilih menikmati makannya ketimbang dengan hal yang gak berguna. Berbeda sekarang dipikirkan Kristoffer karena yang ia sedang pikirkan kapan ia bisa melihat pujaan hatinya yaitu Tiara gadis yang ia sukai dalam lubuk hatinya.
Pov Kelvin & Leon~
Tap, tap, tap kelvin berjalan dikeramain orang yang beralalung lalang . ada yang menggandeng tangan, ada yang berjalan melewati lalu lintas, dan ada juga yang berjualan bunga , makana ataupun minuman.
"Eh, itu bukannya kelvin yah." ucap leon yang melihat sekilas kelvin yang berjalan melewatinya barusan. Leon pun berjalan dengan cepat menuju arah jalan kelvin.
"Eh!!, bro." ucap leon yang memegang pundak kelvin dari belakang barulah kelvin berbalik melihat sepupunya itu yang sedang nghos nghosan...
"Kenapa, kenapa loh seperti baru olahraga. Olahraga sangat tidak cocok di jam segini, mendingan kamu melakukannya di pagi hari." ucap kelvin.
__ADS_1
"Ah, alamak tak punya hati banget loh. Bercakap begitu kepada sepupumu ini," ucap leon yang sinis.
"Hmmm, terus apa." ucap kelvin.
"Loh daritadi kemana aja, gue capek cariin loh tahu. Sampe pada akhirnya aku begini sekrang. Uh!!!," ucap leon kesal.
"Aku jalan jalan, tak mungkin aku terkurung dirumah terus. Kau tahu itu kan," ucap kelvin tanpa ada perubahan apa pun diwajahnya ( Dingin) .
"Bagaimana jika kita minggu depan ke Gym , sudah lama otot otot ditangan ku tidak dilatih." ucap leon tersenyum, ia tahu sahabatnya ini paling suka namanya menjaga kesehatan.
"Ide bagus," ucap kelvin yang terus berjalan tanpa memandang sedikit pun kearah leon.
"Eh, itu apa yang ada ditanganmu." ucap leon yang baru sadar jika sepupunya ini membawa sekantung plastik berwarna oranye.
"Tidak ada, hanya sebuah kue biasa." ucap kelvin.
"Ohw yah, dari siapa." ucap leon yang menyikut lengan tangan kanan kelvin.
"Hmm." ucap leon.
"Lah, gue di cuekin. Apakah sepupuku ini punya seorang gadis yang ia sukai," batinnya yang bertanya tanya dalam pikirannya sendiri.
Pov Tiara & Kesya~
"Dimana yah kesya," ucap Tiara yang terus berjalan melewati lorong.
"Eh, itu bukannya kesya yah!!!, sedang apa dia??." Tiara pun berjalan ke taman tempat kesya sedang duduk sendirian.
"Kesya, kamu sedang ngapain disini sendirian." ucap Tiara yang sudah duduk disamping kesya.
Kesya pun menolah kearah samping melihat Tiara yang memandangnya dengan penuh tanya." apa, ngapain kau kesini. Bukannya kau sedang sibuk bermain handphone mu." ucap kesya yang masih kesal.
"Aish, kamu marah yah. Maafkan aku, tadi sih seru banget. Hehehe..." ucap Tiara yang ketawa cengegesan.
__ADS_1
"Oh yah," ucap kesya yang bodoh amat.