Illusion Various Love

Illusion Various Love
APPROVED NOT LOVE WHICH PART II


__ADS_3

Terlihat seorang pria tengah duduk sambil mengerjakan sesuatu di laptop yang ia ketik sekarang. Ditengah kesibukannya, handphone yang berada di sampingnya menyala. Terpampang tulis "Mama Ku Tercinta" . Pria itu segera mengangkat telepon dari sang mama tersayangnya.


""Halo ma, ada apa?! ," pria itu mengatakannya sambil mengetik laptop'nya. Tengah tangan masih asik memain benda yang menjadi prioritas pekerjaannya dan satu tangan memegang henphonenya.


"Dirka, stop dengan pekerjaan mu sekarang. Pulang segera, kita akan pergi ke perjamuan malam ini." seakan sang mama tahu segala kegiatan putra'nya sendiri. Ia menegur dengan nada sedikit keras, ia sudah pusing melihat anak'nya yang lain. Dan yang satu ini malah gila akan kesunyian, menghindari para kelurga, maupun sepupu dan teman temannya.


Pria diseberang telepon menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan mamanya. Ia sudah di telpon berapa kali, tapi mamanya itu tak menerima penolakan. "Baiklah mah, Dirka akan datang jadi stop nelepon dirka."


"Baiklah mama pegang kata kata mu, mama menunggu. Cepatan!!." perempuan yang disebut mamanya, mematikan telepon sepihak dari sang putra. Ia menoleh ke arah suaminya yang sudah menatap tajam ke arah sang istri.


"Bagaimana, apakah anak itu menolaknya?!. Benar bukan!!. Kan sudah papa katakan anak itu tak akan pernah berubah. Sudahlah ma, bikin capek nelepon nya. Dia sama seperti saudara itu. Kakak beradik sama saja bikin pusing." ucap sang suami panjang lebar. Sang istri yang melihat suaminya ngomong panjang lebar hanya menahan tawa, "Sudahlah pah, mama perlu bersiap siap. Papa juga seharusnya bersikap siap juga, mama naik duluan."


"Aish papa berharap kalian bersaudara bisa kumpul balik. Sungguh anak ank itu bikin kepala mau pecah." ucap pria itu yang melangkahkan kakinya naik keatas kamar bersama sang istri bersiapp siap untuk pergi ke perjamuan.


༆ FLLBACK ࿐


"Pergi kau dari sini, kau tak diterima lagi." ucap nenek syakina menyeret tangan Renta untuk membawa sang anak menjauh dari sang laki laki itu. Gadis itu menatap laki laki yang kian menjauh, air mata membasahi pipi'nya . Sungguh hati terasa ditusuk tusuk oleh banyaknya paku menghantam.


"Mama, ingatkan padamu. Menjauh dari dirinya. Mama sama sekali tak ingin melihat dia lagi apa kau paham itu." nenek syakina membentak anaknya untuk pertma kali. Sang gadis hanya menangis lalu menoleh melihat wajah Sang mama. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi tenggorokan tidak bisa diajak bekerja sama. Seperti hilang suaranya ditelan bumi.


Jederrr.....

__ADS_1


Suara lantunan petir mengkilat, yang menambah hawa serem diruang yang gelap. Seorang perempuan terbangun dari mimpinya, ia menghidupkan LAMPU yang tak jauh dari meja dekat tempat tepi kasurnya. Perempuan itu nghos nghossan tampak seperti orang berlari dikejar setan. Ia menyeka keringat di dahinya.


"Mengapa mimpi itu datang lagi, sungguh mama tak tahu . Apa kau diatas sudah memaafkan mama mu sayang." perempuan itu berucap dengan berduraian air mata sambil menatap langit langit dinding. Perempuan itu berjalan menuju lemari, ia membuka lemari bajunya. Dibagain dalam lemari terlihat sebuah benda yang bisa disebut brankas tempat penyimpanan. Ia mengeklik kodenya dan terbukalah brankas itu, ia mengambil secarik foto. "Mama merindukan mu sayang," liri perempuan itu mengusap foto yang ia pegang.


~Keesokan Paginya~


Terlihat makanan diatas meja sudah ditata dengan rapi, dimeja makan hanya terdengar Dentuman suara garpu dan sendok. Seorang gadis dengan rambut ikal, ia beranjak dari kursi duduknya. Ia mengambil tas dan mengendongnya kebelakang. "Aku pergi "


Nenek syakina hanya menatap punggung cucunya yang keluar dari pintu. Ia menghela nafas. "Aku tak ingin hal serupa terjadi padamu. Tapi nenek bingung, apa yang harus nenek lakukan jika." nenek syakina tak sanggup mengatakan, perkataan tercekat soal begitu saja. "Ku berharap mereka tak akan pernah datang sama sekali."


༆ FALBACK OFF ࿐


"Siapa lagi dia," ucap Amaranta melihat pria yang dibawah yang tak lain kelvin.


Kelvin lagi lagi mengisyaratkan gerakan tangan agar Amaranta turun ke bawah. "Ayo" Amaranta melotot, ia menunjuk dirinya dengan jari manisnya. Apa ia menyuruhnya turun kebawah, kelvin pun Mengagukkann kepala ia. Amaranta bimbing, "apakah aku harus turun, sedangkan aku didalam sudah cukup bingung dengan situasi ini sekarang,dan ini ?!."


Mau tak mau amaranta pun keluar dari kamar dan turun ke bawah untungnya tak ada orang sama sekali saat ia keluar. "Mungkin nenek tua itu sudah tidur, sungguh aku bingung dengan kejadian saat ini." gumam amaranta sambil menutup pintu. Ia pun menghampiri leleki yang gak lain kelvin. Ia celingak celinguk melihat sekeliling tapi tak menemukan pria yang memanggilnya. "Apakah aku dikerjain."


Saat ini amaranta kesal, mungkin saja dirinya dikerjain orang yang gak jelas. Atau tetangga disini. Tapi saat di berbalik, ia mendapatin pria itu tengah duduk. Ragu ragu amaranta pun mendekatin pria yang tengah duduk sendirian itu. "Siapa dia, apakah pria ini pacar dari wajah yang mirip dengan ku difoto itu." ia berdiri didepan tempat leleki itu. Kelvin pun mendongak, ia tersenyum melihat kedatangan Sang kekasih.


"Apa aku merepotin mu, maaf yah aku menyuruh datang kesini. Padahal sudah mau tengah malam." ucapnya kelvin.

__ADS_1


"Aku ingin mengatakan sesuatu amanda."


Tampak dua insan yang saling duduk bersilang satu sama lain. Terlihat dua mata melihat kedua anak muda yang tengah asik ngobrol. Yah, yang mengamati mereka berdua tak lain dan tak bukan adalah nenek syakina. Ia mentap tajam kearah mereka ada rasa tak suka di hati nenek syakina. " Terus terang, entah masa depan apa yang menanti. Kenapa ibu dan anak sama sama menyukai pria yang. Sesama memiliki naluri kesukaan sama. Apa kau melihat ini dari atas. Apa ibu perlu merestui mereka berdua , ibu tak ingin tragedi lama terulang balik. Apalagi masa lalu sungguh kelam dan kejam. Aku tak tahu bagaiamana kabar pria tua itu." nenek syakina menatap bintang bintang kecil dilangit. Langit malam sungguh sangat ini dihiasi begitu banyak bintang.


*


*


*


*


*


"Hey nona lama tak jumpa!!." ucap pria yang menghampiri Amanda , amanda tengah asik melihat para pasangan menari. Ia mendengar suara dibelakangnya, ia menoleh dan mendapati pria yang tersenyum rama sambil membawa wine ditangan kanannya.


"Apa kau berbicara padaku." ucap amanda tak yakin, apakah lelaki dihadapan ini sedang berbincang padanya. Ia mengernyit dahi karena amanda tak mengenal pria ini. Apakah mungkin ia hanya salah denger atau salah menyapa seseorang.


"Kau tetap cantik natural seperti saat kita bertemu. Apakah nona cantik bersedia berdansa dengan saya." ucap pria itu sambil mengulurkan tangan kearah amanda.


🍒TO CONTINUE🍒

__ADS_1


__ADS_2