Illusion Various Love

Illusion Various Love
Chapter:17


__ADS_3

"Kalau gitu Barnett pamit duluan yah, uncle!!." Ucap Barnett yang mengajak Melena untuk naik.


"Baiklah hati hati dijalan," ucap pria itu.


"Aku baru tahu kereta loh diperbaiki, emang bagian apanya bermasalah???." Ucap Melena.


Saat ini, tepat disaat Barnett sudah mengantarkan Melena ke rumahnya. "Makasih yah, udah anterin Aku. Dan makasih juga udah ngerepotin dirimu." Ucap Melena yang sudah turun dari kereta Barnett.


"Yah, sama-sama." Ucap Barnett.


"Eh, hati hati. Kenakkk hahaha..." Ucap Melena yang sudah pergi berlari menuju ke rumahnya.


"Uh...," ucap Barnett. Yang melihat kepergian Melena. Bagaimana bisa ini, bagaimana. Itulah yang dipikirkan Barnett.


Barnett pun melajukan keretanya meninggalkan rumah Melena, dan menyusuri jalanan yang ada.


Pov Tiara~


"Nyebelin deh, ahhhh..... " ucap Tiara sambil cemberut menatap layar hpnya. Ting sebuah pesan masuk. Ia tarik layar hpnya keatas melihat siapa yang mengecat dimalam gini. "Ih , nih pria sok kenal dan sok dekat deh."


Tiara mengetik balasan dari pria itu yang tak lain(Kristoffer) berisi: apaan sih luh, kenapa luh . Iuh jangan kirim emot gituan kali, menjijikkan. Klik baru bebarap saat chtan Tiara di balas yang berisi: aduhhh ayang Kristoffer marah nih, bikin gemes dan makin cinta dehh ( pake emot ciuman)


"Kayaknya nih orang kesambet setan deh, tiap hari kek gini apa dia dah sakit jiwa." Ucap Tiara yang menatap balasan chtan Kristoffer.


Gak jelas banget deh loh, dah ahhh si***** gue kalau chtan lama lama sama loh. Klik Ia balas chtan Kristoffer. Dan Tiara langsung menaruh handphonenya diatas meja. lalu Ia Menelentangkan tubuhnya di kasur yang empuk dan mematikan lampu dikamar (Ctek).


Ayang, ayang kamu dah tidur. klik Ia kirim chtan kepada Tiara, tapi tak kunjung di balas." Mungkin kah ayang Tiara udah tidur , ahh aku juga tidur deh selamat malam ayang ku." Ucap Kristoffer melihat profile Tiara yang terpanjang. Betapa cantiknya, itulah kata yang dipikirkan oleh Kristoffer. "Kamu cantik banget deh, Muach." ( di cium foto profile Tiara)


Pov Barnett~


Barnet masuk dengan diam diam, sambil melirik ke kanan dan ke kiri di setiap sudut rumahnya. "Apakah mereka sudah tidur, baguslah kalau gitu." Ucap Barnett memegang dadanya dengan rasa bersyukur. Cklek lampu rumah di ruangan itu otomatis hidup dengan sendirinya, sedangkan Barnett kaget dan hanya bisa diam mematung sambil mengedip ngedip matanya melihat sosok pria yang sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kedua kakinya. Lalu pria itu pun menatap tajam ke arah Barnett dan berkata.


"Darimana aja kamu, kenapa bisa pulang larut malam hmm. Dan tidak mungkin hanya menjenguk teman waktu sampe larut begini bukan." Ucap sang ayah masih menatap tajam putranya.

__ADS_1


"Itu.., itu ayah aku." Ucap Barnett gagal dan menunduk kepalanya.


"Jika berbicara angkat kepala mu dan katakan dengan jelas." Bentak ayahnya. Barnett mengangkat kepalanya melihat mata snag ayah dengan tampak senyum kecut.


"Jawab," ucap tegas ayahnya yang masih tampang sama.


"Aku bermain vidio game di warnet ayah." Ucap Barnett keceplosan,"ais apa yang baru saja ku katakan bukannya bohong, malah aku mengatakan kejujuran. Tamat sudah riwayat ku," batin Barnett menangisi diri sendiri.


Plak tamparan mendarat di pipi kiri Barnett, "kurang ajar kau, kembali ke kamar dan renungkan perilaku mu," ucap sang ayah yang naik pitam melihat tingkah laku sang putra.


"Sayang, sabar." Ucap sang ibu menenangkan suaminya. "Sudahlah Barnett naik ke atas, apalagi." Bentak ibunya.


"Baiklah," ucap Barnett dengan wajah menunduk, ia pun menaiki tangga dan masuk ke kamar.


"ini semua salah Melena, gara gara dia. Uh!!." Gumam Barnett.


Kejadian saat di Warnet~


"Pengang ini," ucap Melena menyodorkan hendphonenya ke arah Barnett yang masih berdiri.


"Kalau aku bisa tentu aku mau, tapi tangan ku ada dua, dua Barnett." Ucap Melena yang meninggih sedikit nada suaranya.


"Kenapa harus aku, cih." Ucap Barnett yang menuju kursinya.


"Kau, huhuuu...kau jahatt ." Ucap Melena yang berakting pura pura menangis.


Seketika semua mata melihat kearah Barnett dan Melena, banyak orang berbicara. Ada apaa dengan cewek itu yah??. Ucap gadis sebelah kursi. Kenapa samapai nangis gitu, begitulah lantunan semua ocahan membuat risih Barnett.


"Luh apa apaan sih, berhenti gak." Ucap Barnett.


"Boleh, tapi." Ucap Melena menaiki kedua alis matanya.


"Sepertinya aku terjebak," batin Barnett. "Baik, baiklah!!!."

__ADS_1


"Makasih Barnett yang baik hati." Ucap Melena mengelap air mata palsunya.


Begitulah Barnett menerima untuk membantu membuat vidio , ia berdiri sepanjang jam dan hampir satu setengah jam ia berdiri. "Duh, kau mau menyiksa ku atau apa. Kenapa ocahan mu aja yang panjang. Ini kau seperti sengaja membuatnya." Ucap Barnett yang sudah duduk. Akhirnya ia sudah terbebas dari cengkraman yang membuatnya mati kutu karena berdiri, mendengar ocehan Melena dan blablabla....


"Tentu saja, membuat unggahan di media sosial bukannya praktek gini dan gini. Kita harus tampil mempesona saat bicara." Ucap Melena yang melihat hasil vidio buatannya dan Barnett.


"Tapi luh cerewet." Ucap Barnett.


"Apa!!." Ucap Melena sontak memalingkan wajahnya dari hendphone melihat wajah Barnett dengan tidak suka.


"Nyatanya begitu bukan, pasti orang lain beranggapan begitu. Kau terlalu banyak bicara," ucap Barnett apa adanya.


"Bilang aja luh iri, gak punya fans." Ucapnya membuat bibir tanda mengejek.


Pov Melena~


"Eomma," ucap Melena melihat ibunya kesusahan berjalan.


"Melen, kamu darimana aja huk, huk, huk." Ucap Eomma Melena terbatuk batuk.


"Ah, ituu biasa Eoma. Hehehe," ucap Melena tersenyum canggung.


"Kamu anak perempuan, lain kali jangan pulang terlarut malam. Sudah sana masuk ke kamar mu," ucap Eomma Melena yang pergi menuju ke dapur suaranya masih dalam bentuk ( batuk)


"Eomma mau minum bukan, biar Melena saja yang antar. Eomma istirahat saja di dalam kamar," ucap Melena berbalik menuju ke arah Eommanya. Ibu Melena tersenyum dan batuk batuk, dan ibu Melena pun segera menuju ke kamar.


"Ah, apa eomma belum minum obat. Kebiasaan hmp." Ucap Melena mengambil secangkir air putih dan kotak obat yang biasa ibunya minum.


"Kira kira bagaimana keadaan Barnett yah. Kok aku kayak kesihan nengoknya, pasti dia lagi di marahin sama papanya duh," ucap Melena menaruh secangkir air putih dan obat di nampan untuk di bawah ke kamar ibunya. " Semoga dia tak apa apa."



__ADS_1


Seperti biasa anak anak menuju ke kampusnya, bersiap siap itulah yang dilakukan Amanda di kamarnya. Ia Mendadanin dirinya seperti biasa pake kaus Casual kesukannya dan rambut terurai.


__ADS_2