
Aku melihat ibu yang tersungkur duduk di lantai, dan aku bergegeas ke arah ibu.
"Eomma, eomma gak papa kan?!." ucap Melena, ibu Melena hanya diam meratapi anaknya itu. Tak lama setelah itu air mata menetes dipipi ibu Melena. melihat ibunya menangis, Melena mengelap air mata sang ibu.
"Hikss, gak papa sayang." ucap ibu Melena tersenyum."Kenapa belum tidur?!
"Eomma jangan mengubah alur bicara, apa appa ngapa ngapain eomma?!." ucap Melena mentap sedih keadaan Sang ibu.
"Gak sayang, kamu jangan asal bicara." ucap ibu Melena mengelak apa yang diucapkan Sang putrinya.
"eomma jangan bohong, jelas jelas terlihat sekali apa yang di lakukan appa pada eomma. Eomma...," ucap Melena tanpa sadar meneteskan air mata di kedua pipi manisnya.
Ibu hanya diam membisu sambil memeluk ku entah mengapa. " sudah sayang, jangan terlalu dipikirkan." ucap ibu Melena.
Melena hanya menganggukkan kepala mendengar ucapan Sang ibu. Aku sama sekali tidak setuju apa yang dikatakan ibu , itulah yang sedang dipikirkan melena. "Tapi Aku benci melihat eomma ku begini." batin melena sambil kembali memeluk erat tubuh rentah Sang ibu.
Kembali ke sisi Alvin dan Barnett~
Diparkiran tampak pemuda yang sedang memparkirkan kereta yang ia miliki. Ia melepaskan helm yang dikenakan di kepalanya dan menaruh di Handgrip Gas Motor. aku segera masuk ke warnet, "Hari
yang sangat letih harus melakukan kegiatan yang menyenangkan bukan?!." ucap Alvin yang kini sudah berjalan tepat di depan warnet.
Aku pun masuk ke bagian tempat kursi, banyak anak anak remaja yang sedang asik bermain. "Eh ini bukannya Barnett sama teman temannya bukan??, lakk gak ngajak ngajak nih bocah." ucap Alvin yang melihat Barnett yang sedang asik bermain komputer.
__ADS_1
"Woyy," ucap Alvin berjalan menghampiri meja Barnett dan menepuk pugung belakangnya, respon Barnett kaget.
"Eh buset trlalala." ucap Barnett, ia lalu membalikan badannya menghadap kerah Alvin yang kini sudah tertawa kecil melihat tingkah Barnett yang konyol dimatanya.
"Apa!!!," ucap Barnett ketus. "Kau mengangetin saja tahu, nongol kek Jailangkung datang diundang."
"Hahaha, suka suka gue lah. Kek gini tetep keren, asal dipandang." ucap Alvin membalas ucapan Barnett.
"Dih, norak amat luh. Ckckck coba luh ngaca dulu vin. Muka loh dah kayak terasi." ucap Barnett pura pura jijik memandang wajah Alvin.
" Uh," ucap Alvin mendengus kasar. "Kenapa?!."
"Kenapa, apanya loh??." ucap Barnett yang menatap dengan aja ah bingung.
"Ngapain ngajak luh vin, luh kan gila gila akan kerja . Benar gak apa kata gue??!." ucap Barnett yang apa adanya.
"Yah namanya sudah besar, harus mandiri dan mencari pekerjaan. untungnya aba gue punya cafe. Jadi gak susah susah amat cari kerja, setelah lulus kita kan harus cari kerjaan. Gak seharusnya maen mulu, bukan?! kek... Luh nih." ucap Alvin memandang sinis ke wajah Barnett.
"Yakali yang bilang." ucap Barnett kesal akan prinsipnya di rusak oleh sih Alvin.
"Gue ada waktunya gak kayak luh Barnett." ucap Alvin serius.
"Besar, yakali mau pamer luh vin." ucap Barnett tambah kesal.
__ADS_1
"Gue ngomong apa adanya pada luh Barnett, coba luh pikir pikir akan masa depan luh. Masa setelah lulus kau kek gini terus, masa minta uang sama papa dan mama mu sih?!. Gak malu apa, kau kan anak laki laki seharusnya sudah bisa membangangkan kedua orang tua luh. Cari kerjaan, gak susah amat kok. Banyak lowongan kerja di luar sana yang nerima anak kampus kek gini. Kerja partime aja deh, daripada waktu luang luh tiap hari diisi maen kek gak jelas nih." ucap Alvin panjang lebar, ia mau membuat Barnett sadar jika ia harus lebih mandiri. Alvin pun duduk di samping Barnett dan mulai bergabung dengan teman teman lainnya. Sedangkan Barnett diam memandang Alvin di sampingnya, mencerna setiap perkataan Alvin barusan padanya.
Balik lagi ke sisi Melena~
Ceklek, bunyi durupan pintu terbuka. Melena pun masuk ke dalam kamarnya.
"Aku bosan banget, suasana hati ku ini burukk, sungguh...aku butuh hiburan." gumam Melena.
"Eh, ini chatan??. Aish Lestie tadi chtan di group ama kami." ucap Melena yang telah memagegang headphone di tangannya, ia tarik layar handphone keatas dan membaca setiap kalimat yang di kirim oleh Lestia dan amanda. "Hmm, jadi begitu. Toh!!."
Aku pun menuju kearah ranjang berwarna pink ku, dan ku meletakan bokong mungil ku sambil memegang handphone, lalu ku ketik pesan pada Amanda yang berisi: Eyooo ada orang?? . Tak ada respon lalu ku ketik balik : Apakah kau masih online amanda?!.
"Gak ada jawaban sama sekali dari amanda, uh kupikir bakal dijawab. Apakah amanda sudah tidur?!, duh kupikir aku bisa chtan sama amanda. Agar suasana hati ku ini lebih membaik, tapi yang ada tidak sama sekali. Sudahlah," ucap Melena menatap layar handphonenya yang masih kosong, tanda ceklis pesan pun masih satu.
"Baiklah aku tidur sahaja dengan hati yang berat di dada," ucap Melena sudah yakin. Tapi tidak lama pesan balasan dari Melena pun terjawab, Yah' amanda membalas chtan Melena. Ting sebuah pesan chtan mucul dilayar handphone yang dipegang oleh melena. Pesan berisi:Iya ada melena?! . Tumben kau masih online di jam segini, Ohw...
Lalu ku ketik balasan chtan amanda : Gak!!!, hanya menanyakan kabarmu sahaja amanda. eh kau belum tidur??,kau masih mengerjakan tugas dari dosen kah?!.Tadi bukannya Lestie ngechat di group yakk. Jadi Lestie akan balik ke Korea dalam tiga hari, minggu ini bukan??!.
Tak lama balasan dari amanda pun kunjung yang berisi: Yup, jadi... Yakk begitulah!! . Lalu ku ketik balasan dari amanda : semoga aja ibu lestie cepat siuman, aku turut sedih apa ... yang dialami oleh ibu lestis dan dirinya. Aku baru tahu dia mengalami hari hari yang berat di masa lalu, tapi aku takjub dia bisa mengatasi ini dalam beberapa tahun, dalam balik wajahnya yang tersenyum cerah ada kelam masa lalu di sembunyikan. Dia cukup tegar ( emot sedih).
Chtan balasan dari amanda pun tiba : yakk, gitulah lah. yang kita ketahui Melena!!. Kita yang ada disini hanya bisa doa kepada sang Pencipta. Semoga saja cobaan berat yang diterima oleh Lestie segera terhapus dan mendaptkan hari hari yang cerah. Semoga saja dia bisa kumpul lengkap kepada seluruh keluarganya( emot tersenyum) .
Kami pun menghabiskan chtan bersama, hingga kami berpamitan untuk tidur satu sama lainnya.
__ADS_1
Bye melena. Ku ketik balasan chatn amanda : Bye too amanda, semoga mimpi indah. Muachhh...