Illusion Various Love

Illusion Various Love
SI COUPLE STALKER PART III


__ADS_3

"Huft," Melena pun menghela nafas sambil memegang dadanya yang hampir mau copot. " untung aja , kita gak tahuan. Kau sih kenapa pake berteriak segala. Udah berteriak kayak perempuan di copet aja."


"Bagaimana bisa aku gak berteriak, kau sendiri seperti mau mematahkan tangan ku. Orang waras mana yang gak bakal teriak!!." Ucap Barnett kesal sambil memegang tangan kirinya yang masih kesakitan, melihat itu Melena merasa bersalah.


"Sorry yah Barnett," ucap Melena tulus. "Tapi ngomong ngomong darimana sih pendatang baru itu tahu rumah amanda yah?!."


"Aku yang kasih tahu!!." Ucap Barnett.


"Ah, loh. Kenapa?!." Ucap Melena bingung. "Mana tahu sih pendatang baru itu sama sih kek playboy itu, duh Barnett luh bodoh atau bodoh sih."


"Mana weh tahu, dia mau penjahat atau apa lah itu. Jika ada yang bisa ku bantu, bakal ku bantu sebisa mungkin. Lagian aku merasa sih kelvin tidak sama seperti sepupunya itu!!." Ucap Barnett panjang lebar yang masih memegang tangannya yang kesakitan.


"Mana bisa begitu!!!." Ucap Melena kesal sampai ujung kepala, ia menggenggam erat lengan kiri Barnett. Seketika Barnett mengerang kesakitan akibat ulah yang di perbuat Melena padanya "Awww" .


"Eh, sorry. Sorry Barnett!!." Ucap Melena menyingkirkan tangannya yang menggenggam erat tangan Barnett.


"Yakali, lihat mata. Udah mau patah tangan we, sekarang mau kau hancur lagi. Niat loh jahat banget yah Melena, apalah salah gue di masa lalu sampe menerima siksaan loh begini." Ucap Barnett yang kian menjauh dari tempat duduk dari Melena, Melena yang melihat itu hanya malah mendekatkan lebih dekat duduk dengan Barnett. "Apaan sih loh, sana sana. Jangan dekat weh!!!."


"Hihi, lagian sih loh lucu banget." Ucap Melena.


"Diam aja Barnett, entah apa yang akan dilakukan gadis ini jika udah gila otaknya." Batin Barnett yang pasrah mendenger setiap perkataan yang gak jelas dari bibir Melena.


"Taxi itu sepertinya..." Ucap pria yang ada di dalam mobil berwarna hitam.


"Ah, maaf kita ngobrol terlalu lama." Ucap kelvin.

__ADS_1


"Iya," jawab Amanda yang masuk kedalam pintu mobil yang telah dibuka oleh kelvin. "Terimakasih," kelvin hanya tersenyum mendenger jawaban dari amanda.


Setalah kedua insan itu masuk kedalam mobil, mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang. Sedangkan dua mobil yang mengikuti berjalan dibelakang dengan jarak tak terlalu jauh.


"Mobil hitam itu, sepertinya mengikuti miliki mobil kelvin. Apakah jangan jangan dia..." Ucap Melena berkeringat. Barnett yang melihat Melena pucat lebih memilih diam daripada bicara, ia takut akan mendapatkan perlakuan aneh lagi dari Melena. " pak ikutin mobil berwarna hitam itu!!."


Sedangkan pak taxi yang menyumpiri mobil berasa aneh. Kedua bocah ini seperti penguntit, apakah ia akan dalam masalah. Entalah, nasib begini jka jadi pekerjaan taxi. Apakah nyawanya akan melayang, sungguh sial nasib ku. itu yang di pikirkan oleh pak taxi.


"Ini Melena ada apa yah, tadi suruh ngikutin mobil yang dikemilikin kelvin. sekarang apalagi?!. Ada ada aja, sial nasib mu Barnett." Batin Barnett.


~ Bioskop~


Amanda dan kelvin pun sudah membeli tiket filmnya, next Amanda sudah memegang dua popcorn. Dan satu tangan memegang secangkir plastik brown sugar boba milk. Amanda menyerahkan satu popcorn yang ada ditangannya kearah wajah kelvin dengan khas senyuman manisnya.


"Terimakasih," ucap kelvin mengambil popcorn yang diberikan Amanda.


"Tidak perlu, satu saja sudah cukup." Ucap kelvin menundukan kepalanya, menyerut minuman yang ada ditangan Amanda. "Ini enak, belum pernah merasakan rasa manis yang sesempurna ini."


Wajah kelvin ada tepat dibawah tangan Amanda , hembusan nafasnya mengalir mengenai pergelangan Amanda. Sontak itu membuat Amanda salah tingkah apalagi minuman itu sudah berbakas olehnya. "Ituu, minuman.... Nya. Sudah ku minum. Apa kau tidak berasa j....." Belum sempat ucapan Amanda terselesaikan. Kelvin langsung menutup bibir Amanda dengan jari telunjuknya. Hal yang dilakukan kelvin membuat Amanda melotot dan diam mematung, bukan marah atau apa. Ia hanya tak tahu harus merasakan apa, entah apa yang dirasakan Amanda. Degupan jantung berdegub tak karuan, membuat Amanda memegang dadanya.


"Kita sepertinya akan terlambat untuk filmnya. Mari!!!." Ucap kelvin yang sudah berdiri tegak. Tangannya masih menutup bibir Amanda, lalu ia geser kearah kanan. Untuk menghapus sisa air yang ada dibibir Amanda.


"Ah!!." Amanda tak tahu, harus apa. ia menjadi salah tingkah lagi. "Ih.. Iy.. a. Ahh ayoo kita masuk. Filmnya, akan segera di.. Mulai bukan?!."


"Iya," ucap kelvin yang melihat gemes tingkah Amanda, amanda pergi berjalan duluan meninggalkan kelvin. "Sangat lucu."

__ADS_1


****


Kini Melena sudah ada ditempat parkir, ia melihat mobil hitam yang mengikuti mobil milik kelvin dan Amanda tumpangi.


"Itu, bukannya." Ucap Melena yang kaget melihat siapa pria yang baru keluar dari mobil itu.


~ Di Ruangan Studio~


"Akhirnya siap juga, Njia kita akan ke sebelah sebelum penonton masuk." Ucap Mara kepada gadis yang masih asik ngepel yang tak lain bernama Jia'anjia. Mendenger ucapan Mara seketika gadis bernama Njia itu memberhentikan aktivitas ngepelnya dan memandang wajah Mara.


"Baiklah, ayo Mara. Kita segera selesaikan semuanya, agar penonton nyaman menikmati film yang ada." Ucap Jia yang semangat.


" iya," ucap Mara singkat. Mereka berdua pun keluar dari studio itu menuju ke studio lainnya.


"Dimana sih Melena, kenapa ia lama sekali masuk. Aku jadi bosan mau ngapain. Mending kalau gini ajak Alvin, ohiya Alvin!!. Weh coba telepon Alvin kira kira...dia ada waktu senggang gak?!." Ucap Barnett berfikir, ia merogo kantung celananya untuk mengambil handphone. Ia ketik no Alvin lalu ia hubungi Tut....


"Brukkk" seorang gadis yang membawa ember dan pel menabrak Barnett membuat handphonenya hampir saja terjatuh. Gadis itu buru buru membuk badannya, "maaf, maaf tuan. Saya tak sengaja." Ucap gadis itu yang tak lain adalah Mara.


"Mara, eh kau Mara bukan?!." Ucap Barnett yang mengenalin suara khas milik gadis itu. Mara pun mendongak kepalanya menyapa lekat wajah Barnett sebelum angkat bicara.


"Kamu, kamu.. Kenapa ada disini?!." Ucap Mara, bukannya menjawab pertanyaan Barnett kini Mara malah melontarkan pertnyaan pada Barnett.


"Aku sedang menemani teman ku, yah hitung hitung sambil jalan jalan juga." Ucap Barnett apa adanya.


"Ohw, begitu yah. Kalau tidak ada hal lain, aku undur diri dulu karena ada pekerjaan yang harus ku lakukan. Ayo jia," ucap Mara pamitan pada Barnett.

__ADS_1


"Permisi," ucap sopan jia pada Barnett. Barnett hanya tersenyum pada kedua gadis itu yang telah berjalan kian menjauh.


__ADS_2