Illusion Various Love

Illusion Various Love
AMANDA & AMARANTA [ TERTUKAR ]


__ADS_3


Di depan Mall, ketiga sahabat itu pun turun dari tumpangan taxi. "Terimakasih yah pak," ucap Amanda sambil mengasih beberapa uang lembaran untuk membayar. "Sama sama" bapak itu pun mengambil uang kertas itu, dan taxi itu pergi meninggalkan Mall. Amanda Berablik badan melihat kedua sahabatnya itu. Tapi lagi lagi ia memutar bola matanya.


"Lah, kenapa kalian main tinggal aja. apa gak bisa menunggu ku??." Ucap Amanda yang sudah berdiri beriringan dengan kedua sahabatnya itu. Ia bertanya dengan nada kesal. Kedua temannya hanya bisa ketawa cengengesan.


"Hahahaha, soalnya tadi kami pikir kamu sudah berjalan bersama kami di belakang." Ucap Melena. Sedangkan lesty juga mengagruk pertanda setuju.


"Huft, sudahlah ayo kita masuk. Nanti keburu terlalu malam." Ucap Amanda mengajak kedua temannya itu.


"No Friends" ucap kedua sahabat itu menolak mentah atas apa yang mereka denger dari mulut Amanda. Mereka merasa Amanda terlalu membatasi waktu. "Kita sudah sepakat bukan?!. untuk malam ini kita bersenang-senang . Tak ada gangguan , tak masalah. Apa pun itu." Ucap lesty angkat bicara yang sudah kesal dengan sikap Amanda yang menurutnya menyebalkan.


"Baiklah, baiklah. Kita ikutan kemauan kalian berdua, tapi aku perlu menghubungi nenek ku . jika malam ini aku akan pulang terlambat!!." Ucap Amanda yang sudah mengeluarkan handphonenya dari tas mungil yang selalu setia Ia bawah. "Setera" ucap lesti dan Melena.


Hendphonenya Amanda pun tersambung ke telepon rumah yang tak lain hendphone milik nenek syakina. "Hallo nek, malam ini aku pulang agak terlambat. Yah,aku bersama lesti dan Melena. Hmm, gak bohong kok!!. Iya nek, Amanda gak akan pulang terlalu larut. Baiklah, terimakasih nenek ku tercinta. Amanda tutup dulu teleponnya." Amanda pun mematikan sambungan teleponnya dan menatap kedua sahabatnya yang meminta jawaban. "Yah baiklah kita akan melakukan apa pun yang kalian inginkan."


"Yes" ucap kedua shabat itu senang. Mereka bertiga pun lalu masuk ke dalam Mall yang lumayan terbesar di kota ini.


Di tempat lain, yang tak lain di restoran. terdapat cukup banyak teman teman yang sedang berbincang bincang kecil tentang kegiatan mereka, percintaan sampe rasa sakit yang mereka alami dihati. "Jadi bagaimana dengan hall itu??. Apa kau sudah menemukan hadiah yang cocok untuk kedua orang tua mu di hari spesiel mereka ini?!." Ucap temannya yang masih setia menatap raut wajah temannya itu . Perempuan yang dihdapannya masih meneguk minuman kopi late . Perempuan yang dihadapan itu pun meletakkan gelas yang masih setengah berisi kopi late di meja sambil menghela nafas . Perempuan itu pun menghela nafas lalu dengan gugup ia berkata pada temannya.


"Entalah Angel aku belum pasti, aku masih bingung. Menurut mu apa yang harus aku berikan pada orang tua ku di hari spesial mereka ini??." Ucap perempuan itu.


𝘈𝘩 , 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘢𝘫𝘢!!. 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘴𝘪𝘩, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨. 𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘬𝘶. 𝘜𝘩...

__ADS_1


"Angel" ucap gadis itu dengan nada kesal, karena pertnyaan tak kunjung dijawab. Angel pun tersentak kaget dari lamunanya. "Hahaha, aku pun bingung Amaranta. Kok kamu malah bertanya pada aku sih. apakah kamu gak terpikirkan sesuatu kah?!." Ucap angela.


"Apa?!. emangnya aku tahu. Aku aja masih bingung tahu, kok kamu malah membalikan pertnyaan pada ku sih. Ih, ngeselin deh kamu. Aku yang bertanya malah balik bertanya." Ucap Amaranta dengan nada kesel.


𝘒𝘢𝘯, 𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳..𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘢𝘯𝘨𝘦𝘭.


"Huft" angela pun hanya pasrah tak tahu mau menjawab apa. "Bagaimana kalau kita belikan sesuatu, yah semisal baju." Ucap angela yang memakan makanan dimeja.


𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘪𝘥𝘦 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴


"Baiklah, ayo angel kita pergi!!." Ucap Amaranta yang tiba tiba bangun dari kursinya dengan wajah berseri seri.


"Apa" ucap angela kaget, Amaranta pun sudah berjalan menuju tempat mobilnya mau gak mau ia membayar dulu pesanan makanan mereka tadi. Lalu segera menyusul Amaranta ke dalam mobil.


"Ck, ck. luh, lama amat!!." Ucap Amaranta yang sudah memegang tempat kemudi mobil. Ia pun dengan talenta memutar mobil ke sisi depan secara tiba tiba. Hal itu sontak membuat angel memegang dadanya yang terasa terkejut. Apalagi detik kemudian laju mobil melebihi enam puluh, "Arghhh" angela menjerit karena spontan kecepatannya membuat angel meringis ketakutan.


"What Amaranta, no. No, okay friend!!!." Ucap angel yang masih kuat memegang hand grip dibagain atas jendela tempat Ia duduk. Tentu saja kata kata angel lagi lagi tak dikubis, malah kecepatannya bertambah berkali lipat.


𝘖𝘩, 𝘢𝘴𝘵𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩, 𝘢𝘳𝘨𝘩𝘩𝘩𝘩𝘩𝘩𝘩.... 𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘨𝘦𝘭


"Ckrittttt" mobil yang dikendalikan Amaranta dan angel pun berhenti secara mendadak dan hal itu otomatis membuat badan angel hampir terjungkal ke depan.


𝘜𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘬𝘦 𝘴𝘢𝘣𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵. 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵!!!

__ADS_1


"Ayo" Amaranta membuka pintu mobil lebih dulu. Angel yang masih bengong pun ikut keluar." What, astga aku tidak tahu kami sudah sampai. Gila nih bocah. hebat, hebat loh Amaranta." Batin angel yang kagum sekaligus takut akan kegilaan nyetir Amaranta di dalam mobil. amaranta pun berjalan lebih duluan didepan, tak lama dari itu Ia melempar kunci mobil ke arah belakang. Dan sontak saja angel lagi lagi kaget dan harus menangkap kunci mobil yang di lempar Amaranta barusan.


𝘎𝘪𝘭𝘢 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘭𝘦𝘮𝘱𝘢𝘳 𝘢𝘫𝘢 𝘭𝘶𝘩, 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩......


~**Sementara** **itu** ~


Amanda sedang sibuk memilih pakaian, Ia kagum sungguh pakain yang indah. "Lesty, Mel, bagaimana jika menurut kalian aku membeli pakaian ini apakah cocok?!." Ucap Amanda yang masih setia memandang gaun berwarna merah tua itu. Tak ada respon dari kedua sahabatnya. Amanda heran, Ia pun membalikkan badannya. Tapi Ia tidak mendapati keberadaan lesty maupun Melena. "Dimana mereka," Amanda mencari disisi kanan dan kiri bagain tokoh baju. Tak mendapati sosok temannya di dalam tokoh baju, Amanda pun bergegas keluar dari tokoh itu dan segera mencari dimana keberadaan lesty dan Melena.


~**Disisi** **Amaranta** **dan** **Angel**~


"Katanya ke toilet, tapi kenapa lama begini sih." Kesel angel, Ia pun keluar dan bergegas ke toilet menyusul Amaranta. Tak lama dari sisi perjalanan angel Ia berpapasan dengan Amaranta alias Amanda. Gadis itu sibuk melihat sesuatu tapi entah apa yang Ia cari, itulah yang dipikir angel.


"Itu bukannya Amaranta yah, kenapa dia ada disini katanya ke toilet rupanya maen beli barang gak ngajak ngajak gue lagi, cih mengesalkan." Kesel angel, Ia bergegas menuju ke tempat Amaranta alias Amanda.


"Hey luh yakk, katanya ke toilet. Widihhhh udah ganti baju, tumben luh suka motif kek gini. Yaudah yuk, aku udah bungkusin kado luh. Kita harus pulang lihat jamnya, ini sudah mau mulai." Ucap angel yang berkacak kesel sekaligus kagum melihat temannya sudah berganti dengan pakaian baru dan motifnya lain.


Amanda bingung, "Siapa wanita ini?!Mengapa Ia berbicara pada ku." Gumam Amanda yang menaiki alis matanya.


"Ayo, kenapa pake bengong sih." Ucap angel yang sudah menarik tangan Amanda.


~ Sedangkan disisi Amaranta yang asli~


"Nah disini luh rupanya, capek kami berdua cari cari luh Amanda. Duh, ah yuk kita pulang. Nanti nenek luh marah." Ucap kedua perempuan itu yang tak lain adalah lesty dan Melena. Sedangkan Amaranta heran.

__ADS_1


"Siapa Amanda, aku." Ucap Amaranta terpotong. "Udahlah Amanda jangan pake marah segala karena kami tinggal, duh yuk kita pulang." Melena dan lesty pun menarik tangan Amanda alias Amaranta.


🍒**TO** **CONTINUE🍒**


__ADS_2