Illusion Various Love

Illusion Various Love
SI COUPLE STALKER


__ADS_3

Diperjam pulang kampus, saat ini Melena dan amanda sedang berjalan menuju rumah mereka.


"Nih Amanda kenapa yakk, senyum senyum gak jelas lagi. Apa jangan jangan kesambet setan. Hihihihi..." batin Melena.


Sedangkan Amanda bergumam tidak jelas, "Kencan.sungguh kah?!, apakah itu benar. Aish.." gumam Amanda yang didengar oleh Melena. Melena yang mendengar kaget. Dan mengulangi kata kata Amanda " Kencan" seketika itu Amanda tersandar dan memasang wajah cemberut melihat temannya Melena sedang berfikir.


"Duh, apa yang ku katakan tadi kedengaraan olehnya kah?!. Malu banget deh,kalau gitu. " batin Amanda memasang wajah tak suka.


"Kenapa kau mengucapkan kata kata kencan Amanda?!. Apa kau memiliki sesuatu!!!." ucap Melena melihat wajah temannya yang tampak kusut. "Ha-ha-ha segitunya kah kau tidak suka, salah mu sendiri."


"Hmp," ucap Amanda mulai berjalan lebih cepat. Sedangkan Melena juga mengekor di samping sambil menyeimbangkan jalan kaki ia dan Amanda.


"Ayo Amanda kasih tahu, aku penasaran loh." ucap Melena memohon dengan mata berbinar binar. Amanda yang melihat tak bisa menolak tapi!!!.


"Aku masuk duluan yahh Melena. Byeee!!


Hati hati dijalan," ucap Amanda sudah berlari menuju ke rumahnya.


"What, segitu kah kau menghindarinya. Kok jadi tambah kepo gini, hihihihi jangan salahkan aku. Aku akan..." ucap Melena memasang wajah senyum jahatnya.


"Baiklah udara malam ini sejuk, aku harus lekas segera ke rumah untuk menikmati Teh buatan Eomma ku di rumah." ucap Melena melihat ke langit atas yang penuh dengan bintang kelap kelip, "uhhh dinginnya, cuaca malam ini. Seharusnya aku membawa jaket untuk keadaan genting,eleh kan gak hujan hujan amat lah.




Dimalam hari jam tepat 20.45 menit, sesuai janjian mereka akan pergi ke bioskop bersama. Kini Amanda sudah turun dari anak tangga menuju ke dapur tempat neneknya sedang membuat resep makanan baru.



Nenek pun mendenger suara langkah kaki, ia berhenti dari kerjaan yang dia lakukan dan menoleh kearah samping yang mengarah ke ruang tamu. Tampak berdiri amanda dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya.



" Kau mau kemana Amanda, dengan penampilan mu seperti ini?!." Ucap nenek Syakina melihat pakaian cucunya berbeda dari sebelumnya.



"Hehehe, nek. Amanda ada janjian sama teman untuk nonton bioskop. Jadi..." Ucap Amanda memainkan jari jari manisnya.



"Hmm, jadi apa??." Ucap nenek Syakina hang pura pura gak tahu.



"Ih nenek, maksud ku itu... Apakah aku boleh ijin pergi nonton bioskop sama teman?!." Ucap Amanda dengan senyum khsanya.



"Teman???. Cowok atau cewek hmm!!." Ucap nenek Syakina menggoda cucu satu satunya.



"Nenek..." Ucap Amanda dengan suara merajuk sekaligus malu.

__ADS_1



"Baiklah, baiklah kamu boleh pergi. Ingat jangan terlalu malam pulangnya!!." Ucap nenek Syakina.



Dikediaman kelurga Leon terlihat kelvin yang sedang bercermin di pantulan kaca.



"Ekhmm keren amat bro, hari ini!!. Mau kemana sampai sang tuan muda kelvin berdandan." Ucap Leon yang baru masuk ke kamar, ia melihat sang sahabat sedang bingung diam mematung di depan cermin. Mendenger suara itu kelvin pun sponton membalik badannya melihat ke belakang.



"Kenapa?!. Apakah salah berdandan!!. Apakah cewek di luar sana sudah habis sampai Tuan Leon mendatangi saya. Apakah Tuan Leon sangat suka sekali mencampuri urusan orang lain, dimana Kharisma ketampanan mu. Mungkin tak berlaku lagi buat cewek di luar sana." Ucap Kelvin berbalik badan menghadap cermin balik, ia membetulkan kancing dilengan baju . Setelah itu memberi Prafume yang selalu ia pakai.



"Eleh, ini bocah kenapa yakk. Bisa aja menusuk ke dalam hati gue, hanya dengan beberapa lontaran katanya. Hedehhhh..." Gumam Leon.



Ia melihat Kelvin sudah mau menutup pintu kamar, ia berjalan keluar menuju ke garasi mobil. "Lakk, udah maen pergi aja. Gak bisa nih gue harus tahu dia mau kemana. Jarang jarang bukan," ucap Leon menyusul ke arah garasi.



Digarasi mobil tampak Kelvin yang sudah menduduki kemudi mobil, Leon yang baru ngos ngosan sampai mengetuk pintu mobil yang dinaiki Kelvin dengan raut wajah tampak lelah sehabis berlari. Kelvin pun menurunkan kaca mobilnya dan melihat teman sekaligus sepupunya ini dengan menggelengkan kepalanya. "Ada apa?!.ucap Kelvin singkat.




"Hanya pergi sebentar. Kalau tidak ada hal lain aku pergi duluan," ucap Kelvin sudah menutup kaca mobilnya dan mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. Melihat itu Leon kesel karena jawabannya tak dijawab Kelvin.



"Pak heri, ambilkan kunci mobil saya di kamar. Sekarang!!!." Ucap Leon kepada sang supir rumahnya, mendenger itu pak heri pun bergegas mengambilkan kuncinya yang diminta tuannya. Suara Leon sampai kedengeran kedalam rumah, yang mbuat papa, mama Leon seketika terkejut.



"Ada apa lagi tuh anak mu my." Ucap papa Leon.



"Entahlah pah, mungkin saja ia ribut lagi pada kelvin." Ucap mama Leon.



"Aish suaranya itu, sebenarnya ia perempuan atau laki laki sih?!." Ucap papa Leon. Dan itu membuat mamy Leon langsung sponton menjawab.



"Tentu saja perempuan pah," ucap mama Leon.


__ADS_1


"Ah!!." Ucap papa Leon yang mengusap kasar mukanya dengan tangan kanan.



"Mah, papa tahu kamu pengen punya anak perempuan tapi Leon itu cowok mah. Jangan begitu, apa mama mau membuat ..." Ucap papa Leon terpotong.



"Sudah mama katakan perempuan yah perempuan, apa papa tak paham." Ucap mama Leon melipat kedua tanganya di dada, dengan wajah cemberut.



"Aish. haduh, haduh!!!. Gini nih punya istri, apa pun yang ia katakan adalah no satu yang paling menang dan perkataan kita sama sekali tak dianggap. Sungguh menyedihkan para suami." Gumam papa Leon yang terdenger oleh mama Leon.



"Apa yang barusan papa bilang!!." Ucap mama Leon tambah cemberut.



"Tidak, papa hanya bilang jika mau anak perempuan kenapa tak buat lagi." Ucap papa Leon, perkataan papa Leon berhasil membuat mama Leon malu dan melayangkan bantal kecil di sofa kearah muka sang suami.



"Ih, papa ngomongnya. Dah lah mama masuk ke kamar duluan," ucap mama Leon yang beranjak dari duduknya .



"Ke kamar?!. apa mama mengundang papa dengan." Ucap papa Leon yang juga ikut beranjak berdiri.



"Ini den, kunci mobilnya!!." Ucap pak heri , menyerah kan kunci yang tak lama ia ambil.



"Terimakasih," ucap Leon menggenggam kunci yang ada di telapak tangannya. Lalu ia menuju ke garasi.



"Den, apa saya perlu menyumpiri mobil..." Ucap pak heri terpotong.



"Tak usah, saya bisa sendiri. Ohiya bilang mama dan papa Leon pergi keluar." Ucap Leon.



"Baik den!!." Ucap pak heri.



Di jalanan yang ada tampak sebuah taksi, terlihat dua orang. Perempuan dan lelaki, mereka berdua mengamati rumah Amanda dari kejauhan. " Kenapa pakaian kita gini amat sih?!." Ucap laki laki itu.


__ADS_1


"Diam kau, perhatikan kedepan." ucap perempuan itu.


__ADS_2