
"Baiklah Bund," ucap Lestie yang mematikan telepon, Klik. " Hufttt " terdenger helaan nafas yang ke laut dari bibir Letis.
Ditempat amanda yang tak lain sedang dirumah~
"Nek biar aku aja yang bawa." ucap Amanda.
"Gak usah, sekalian nenek mau ke dapur nih." ucap nenek Syakina membawa kantong belanjaan yang tak lama kami beli barusan di minimarket terdekat.
"Ahhh...keras kepala nenek ku ini, pasti masak lagi deh." batin Amanda.
"Baiklah, baiklah!! susun barang barang ini di lemari es Dengan teratur, nenek ke kamar duluan." ucap nenek Syakina yang mengalah akan permintaan cucu semata wayang-Nya ini.
"Oke nek ku tersayang, istirahat yang cukup dan mimpi indah." ucap amanda mendorong tubuh nenek Syakina menuju ke kamar, Amanda takut jika neneknya berubah pikiran dan akan gila masak lagi di dapur.
Nenek Syakina pun masuk ke kamar-Nya.
Amanda juga pergi kearah dapur memasukan semua bahan yang kami beli saat ditengah minimarket tadi. Saat sudah selesai memasukkan sayur,tomat,cabai dan lainnya .aku mengambil sebotol air putih di pintu kulkas, lalu setelah ku buka penutup botol langsung ku minum gluk gluk gluk "shhh seger nya".amanda pun menaruh balik botol minum itu ke lemari dan segera menuju ke kamar tidurnya.
Amanda melentangkan badan-Nya ke kasur."oiyah aku harus memeriksa skli ku lagi .aku pun bangkit dan segera menuju meja belajar.ku buka laptop/menghidupkan. Ku tulis di layar laptop dengan jari lincah,Klik...hmmm menurut kalian bagaimana teman teman?!Tuk,tak,tuk Tak respon sama sekali tak muncul di layar.ya sudah aku pun melanjutkan kembali chtan ku.
Ting bunyi notif cht layar hp ku terhidup, mendengar itu aku langsung meraihnya ."Ini Lestie yang kirim chtan .tumben krim chtan di grup..isi chtan tersebut. Maaf teman teman aku gak ngabarin kalian aku pergi. Dan maaf atas perilaku bunda ku pada kalian semua( emot sedih) .
"Tapi yah," ucap Amanda mulai mengetik balasan chtan Lestie. gak apa apa Les, jadi bagaimna keadaan ibumu. Klik tak lama kemudian chtan pun dibalas : Mama dah lumayan membaik, hanya belum siuman.... Untuk beberapa tahun ini. Maksudnya koma kah?! Ucap balasan chtan ku dengan penasaran sekaligus panik.
Lama tak mendapat respon chatan, ku pikir pikir apa pertanyaan ku menginyigungkannya, "Duh bodoh" itulah yang kupikirkan.
Iya, aku dan sepupu ku disini menjaga setiap hari, hanya saja aku gak bisa didekat mama setiap saat.
Maksud ren?!, ucap balasan chatan ku.
Gak, ya... Ibuku. Hmm..berkata harus melanjutkan kehidupan ini, jangan menyerah hanya sesuatu di masa lalu. Jadi aku pindah, dan sekolah di kota Korea. Ku balasan chatan Lestie dengan hati hati dan jangan membuat dirinya jadi.. : Aku turut sedih mendengarnya semoga ibumu lekas bangun dari komanya dan berkumpul bersama mu lagi sekeluarga( emoji mencubit pipi).
Makasih atas doanya manda.Kalau gitu aku sudahi chtan ini yah( emot beruang yang bertekad) .
Yah, jaga baik baik ibumu disana, dan jangan lupain kami, setelah ku kirim lalu ku kirim chatan lagi : Oiyah, kapan kau pulang ke sini Les?!. Lalu tak lama balasan pun tiba : Mungkin 3 atau 4 hari lagi. Uh, tidak mungkin lah. Kalian itu seperti belahan jiwa ku .
Wkwkwkwk, terlalu dekk gombal( emot malu) . Ohw begitu, okelah. Balasan dari Lestie: Yang lain mana??, tumben diam aekk. Biasa recok cucok. Upss ..
Lalu ketik balasan chtan Lestie : Sepertinya belum on. Atau mereka sudah tidur. Entahlah...
Yah kurasa sepertinya begitu. Meet malam manda cuhhh...lalu ketik balasan : Meet malam Less.
Amanda menyudahi chtan-Nya dan Lestia, lega rasanya itulah yang diraskan amanda. Aku tak merasakan Kekahawatiran lagi, tapi merasakan kesedihan atas apa yang aku denger kebenaran dari Lestie,apakah terjadi sesuatu pada Keluarganya. Aku pun meletakan handphone ku kemabli ke atas meja belajar. Dan aku pun memulai menyusuri kembali ke internet. Mencari sesuatu yang bisa di pelajarin.
__ADS_1
Aku dan Eomma ku sedang diruang tamu menonton TV, menonton siaran komedi yah lucu lucu gitulah. Cklek suara pintu membuat ku menoleh ke arah pintu. "Appa, Appa sudah pulang." ucap Melena , ia pun berjalan ke arah papanya.
"Hmmm," itulah jwaban dari sang ayah.
"Appa belum makan kan, Eomma sudah memasak makanan yang amat enak. Karena Appa pulang agak lama...Eomma jadi terus memanaskan makanannya.Aku akan mengambil makanan untuk Appa makan, appa tinggal ke meja makan sahaja." ucap Melena.
Pa, ayo makan." ucap Ibu Melena, ia pun mengambil tas kerjanya dari sang suami.
"Gak usah, Appa dah makan sama teman kantor. Appanya Melena pun berjalan menuju ke kamar untuk membersihkan badan yah begitulah singkat istilah.
Eomma, eomma gak papa kan." ucap melena melihat sang ibu diam mmebisu melihat kepergian sang suaminya.
"Yah eomma ku tersayang." ucap Melena yang tak tahu jika ibunya masih ada Gonjalan hati sedih.
"Kapan ini berakhir aku kasihan lihat eomma ke gini terus. Kapan keluarga kami seperti keluarga lain lainnya!! Yang harmonis." ucap Melemahkan dengan faut sedih.
Pov Alvin ~
"Bah, udah biar aja aku yang nutup tokohnya." ucap Alvin. "Aba pulang aja duluan...,"
__ADS_1
"Yah sudah, aba duluan." ucap papa Alvin, yang kini sudah berjalan pergi meninggalkan Alvin yang seorang diri menutup tokohnya.
"Yah bah." ucap Alvin.
Alvin membersihkan setiap sudut meja dengan kain lap, setelah selesai untuk beberapa menit membersihkannya meja, gelas, dan yang lainnya. lalu ia menuju pintu dan segera menguncinya. Aku pun menuju ke arah tempat kereta ku, dan menumpangingya menyusri jalanan yang ada.
Pov Barnett~
"Ayooo, ahhh \*\*\*\*\*\*!!!. Hey kalian bisa gak yang becus sedikit kalau nglawan." ucapan Barnett kesal, tatapan matanya masih mengarah ke arah layar komputer.
"Bodoh amat luh, ini bos monsternya. Emang gampang ngalah-kan. Ish," ucap teman teman Barnett sih laki laki berambut pirang dengan nada gak kalah kesal dari Barnett. Karena ia juga merasa kesal daritadi sungguh tak bisa mengalahkan bos-Nya.
"Ck, ck luh emang punya skin lebih besar apa." ucap teman laki laki lainnya.
"Makanya itu, kita kerja sama sebagai Tim.itu aja kalian \*\*\*\*\*\*." ucap Barnett muak melihat ocehan mereka.
"Hey, luh..." ucap pria misterius.
"Ahhh!!!," ucap Barnett kaget. Ada tangan yang memegang bahu belakangnya.
Balik lagi ke sisi Melena~
__ADS_1
"Uwaaa," ucap Melena menguap, ngantuk itulah yang di rasakan melena. dia menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya.