
"Eh...Jadi kenapa kalian bisa lama, masa sih cuma ngapin ini dan beli bahan sampai dua jam setengah," ucap amanda penasaran kemana akan pergi kedua temannya itu.
"Nah betul tuh," ucap melena.
"Kereta tadi mogok di tengah jalanan, makanya harus di bawah ke bengkel untuk memperbaikinya." Sambung Alvin dengan santainya.padahal jelas kalau ia sedang berbohong sungguh hebat.
"Ohya....Bukan karena hal lain kan."tanya melena memicingkan matanya kepada dua pria yang sedang duduk dengan gelisah.
"Apa maksud mu??." Ucap Barnett dengan gelisah.
"Yah....Main vidio game kalian kali!!!,"ucap melena dengan senyum jahatnya.
~Krik krik krik~
"Tentu saja tidak....Itu sama sekali tidak benar, sudah lah aku ke dapur bentar." ucap Alvin, ia pun beranjak dari tempat duduk dan segera pergi meninggalkan mereka yang sedang bengong satu sama lainnya.
"Mencoba kabur,"batin melena dengan wajah kesal.
"Gasar kau vin," gumam Barnett.
Waktu berlalu dengan makan cemilan maupun minum sambil bercakap-cakap riang satu sama lainnya, sampai waktunya menunjukan pukul 17.45 menit.
"Ini dah sore bet!!!," ucap melena yang sudah berdiri dari kursinya.
"Yah, mendingan kita pulang sebelum awan berubah warna." Ucap Barnett.
"Okelah.....Kami pulang duluan yah Amanda," pamit melena.
"It's okay, aku juga mau pulang nih."ucap amanda yang juga berdiri dari kursinya sambil menggandeng tas dipunggung belakang.
"Bye Amanda," ucap Barnett yang sudah menumpangi kereta dengan melena.
"Dah bestfriend sampai jumpa di skolah besok," ucap melena melambaikan tangannya.
"Bye too Melena, Barnett." Amanda melambaikan tangan kanannya yang dimana kereta mereka tumpangi sudah jauh di mata.
"Mendingan aku pesan sekarang, ojek onlinenya." Ucap amanda yang mengklik situs ojek.
__ADS_1
"Hey Amanda, mana yang lainnya???."ucap alvin yang melihat amanda dari luar cafe. Ia pun menghampirinya dari luar cafe yang sedang asik memegang handphonenya.
Aku menghentingkan jariku dari pergerakan layar HP ketika mendengar seseorang memanggilku dan aku pun berbalik badan."Eh Alvin!!!, Dah pulang, baru aja pergi."ucap amanda melihat Alvin datang, dengan masih menggunakan Celemek.
"Oooo... Terus kau gak pulang?!," tanya Alvin.
"Yah!!, ini dah mau pulang." Ucap amanda.
"Mesan ojek online lagi,"tanya Alvin yang melihat amanda masih memegang handphone.
"Iya, hehehe..." Tawa amanda dengan canggung.
"Aku antar aja yah??," tawar Alvin ke amanda.
"Gak usah Vin, Aku mesan ojek online aja!!," ucap amanda yang merasa gak enak hati.
"Betul," Alvin menatap amanda penuh harapan.
"Baiklah, kau menang Vin."ucap amanda yang akhirnya mengalah melihat keteguhan dimata Alvin.
"Gitu dong!!!, Kalau gitu Aku kebelakang mau ambil kereta ,sekalian minta ijin sama aba." Ucap Alvin.
~Tutt....Nomor yang Anda tujuh tidak dapat di hubungi cobalah beberapa saat lagi~
Ku telepon balik lagi, tapi hasilnya nihil tak diangkat sama sekali."Huftt,"aku menghela nafas.
"Kenapa gak diangkat yah?!," ucap amanda yang bertanya tanya dalam benaknya.
"Yuk, Amanda." Ucap Alvin.
"Ah!!!." aku melihat Alvin, yang berada di kereta tak jauh dari ku.
"Ya, tunggu!!!." Amanda pun langsung menyusul ke arah Alvin.
"Nih.."alvin menyodorkan helm kepda amanda.
"Terima kasih," amanda pun mengamvilnya dan memakai helm lalu menduduki kursi belakang sedangkan Alvin menduduki kursi depan tak lain menyumpiri keretanya.
Kami pun menelusuri jalanan yang sudah begitu ramai, di penuhi kendaraan yang berlalu lalang menuju rumah masing masing. Angin sepoi-sepoi di sore hari membuat rambutku berterbangan kemana mana, membuat muka ku tertutup oleh sebagian rambutku.
__ADS_1
"Uh, padahal udah pake helm masih begini. sudah lah!!!," ucap Amanda kesal dalam hati, aku menghirup udara segar lalu menghembuskannya keluar, aku melakukan nya sampai empat kali berturut-turut.
Tidak lama kemudian kami pun sampai ke tempat tujuan yang tak lain rumahku.
"Tak terasa rupanya sudah sampai saja," ucapa amanda dalam diri sendiri. Aku pun turun dari kereta dan juga melepaskan helm yang ada di kepala ku. segera ku kasih helm itu pada alvin, setelah itu pun aku merapikan rambutku yang berantakan.
"Makasih yah, udah anterin aku." Ucap amanda yang sudah turun dari kereta dan tersenyum manis.
"Sama sama Amanda...Kalau gitu, aku pamit dulu yah." Ucap Alvin yang mau menancap gas.
"Gak, mau mampir dulu." Amanda pun menawarkannya untuk masuk sambil menunjukan jari jempol ia ke arah kebelakang sedangkan hadapan ku masih menghadapnya.
"Gak usah, aku mau langsung pulang aja nih." Ucap Alvin .
"Beneran," ucap amanda dengan lemes. Padahal ia berharap Alvin bisa mampir sebentar. "Yah....Oke deh kalau gitu. Hati hati di jalan, jangan terlalu ngebut loh.
"Yah.....Makasih atas perhatiannya.Kalau gitu sampai jumpa di sekolah besok." aku pun bersiap sudah menancap tancap gasnya.
"Yah!!!,ucap amanda. aku pun melambaikan tangan kanan ku, Merasa kereta yang di tumpangi Alvin sudah kian menjauh, aku pun bergegas menuju ke pintu untuk masuk.
"Nek, nek...Aku pulang." Amanda pun mengetuk pintu.
"Yah, bentar." Nenek syakinah mendengar ketukan dari pintu pun langsung menuju ke depan untuk membuka."Siapa?!" Nenek syakinah hanya membuka setengah dari pintu.
"Kenapa baru pulang sekarang??, Kau tahu kan ini udah mau menjelang malam." Ucap nasehat nenek syakinah.
"Yah nek." Aku mendengar lontaran kata nenek pun langsung cemberut."Tadi tugasnya lumayan susah, jangan marah yah nenek ku tersayang.Kumohon...."
" Aku melihat gadis itu pun langsung tak bisa berkata apa apa, "Sudah lah masuk dan bersihkan badan mu."nenek syakinah pun membuka lebar pintu itu untuk membiarkan Amanda masuk.
"Oke nenek ku tersayang."amanda pun melangkahkan kaki ia masuk dan tak lama dari kejauhan aku pun berbalik"Nenek gak marah kan??", aku memastikan apakah nenek marah.
"Gak....Sudah sana masuk ke kamar." Ucap nenek syakinah.
Amanda pun melangkahkan kaki ke kamar berniat membersihkan badan yang penuh dengan debu dan bau keringat di sepanjang hari ini.
Nenek syakinah menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku cucnya, "Gak ada habis pikirannya."
30 menit kemudian di dalam kamar mandi pun aku telah selesai mandi dan mengenakan piyama tidur.
"Uhhh....Segernya!!!" Amanda pun menuju ke arah kasur dan membantingkan tubuhnya."Haaa Empuknya." aku mengambil bantal guling kesayangan ku di samping dan mengelonnya.
__ADS_1