Illusion Various Love

Illusion Various Love
Chapter:40


__ADS_3

Mata mengerjap melihat langit langit dinding. " Ugh" ia melenguh dan mengerakan tubuhnya untuk duduk disisi tempat tidur. Bola mata melihat ke seliling dirungan yang tampak asing menurutnya. "Dimana ini?!." Gadis itupun memegang kepalanya yang terasa berdenyut denyut dengan menggunakan tangan kanan. "Apa yang sebenrnya telah terjadi??." ia mencoba mengingat ingat apa yang telah terjadi tadi malam.


- Waktu Malam Pesta Yang Meriah -


"Aww, gimana tadi tariannya hmm?! " angel tiba tiba datang sambil menyenggol lengan amanda.


Gadis yang disenggol lengannya kaget dari debaran jantungnya. Lalu ia menoleh melihat si gadis itu yang tak lain adalah angel. "Ituu.., tidak. Tidak seperti yang kau pikirkan!!. Ia hanya mengajakan aku berdansa. Jadi, yah.." ucap Amanda tersenyum. yah tak bisa ia ekspresikan gimana dia tersenyum terhadap orang asing yang ada dihadapannya ini. Apalagi ia dikerumuni dengan banyak orang ia tak kenal.


"Ohw, oh.. Sungguh kah!!." ucap angel menaikan satu alis matanya . Angel memikirkan sesuatu . "Ah lupakan itu, ayo" angel tiba tiba menarik tangan Amanda, lalau menyusuri jalanan di penuhi banyak orang yang mendengarkan obrolan ringan mereka di penuhi tawa , musik maupun jamuan makanan.


"Oiyah Amaranta" ucap dirka yang sudah kembali ke tempat ia dan Amaranta tadi. Tapi lelaki itu terkejut tak melihat sosok gadis itu. Lalu ia melihat, Kiri - Kanan atau untuk melihat sosok gadis itu tapi ia tak kunjung mendapatkannya.


Amanda tak tahu siapa gerangan yang ada dihadapannya ini. Lalu ia menoleh melihat angel yang sedang berbincang kecil dengan perempuan itu. "Lihat tuh kan tan, aku sudah membawa anak kesayangan tante. Yah walau agak sulit mencarinya tadi, karena kesibukan dalam percintaan sih. Jadi lupa deh nyemperin kedua orng tuanya untuk ngucapin selamat" wanita berumur tiga puluh tujuh tahun itu hanya tertawa kecil mendengar ocehan angel. "Oiya tan, dimana om. Kok gak sama tante?!."


"Om mu lagi ngobrol sama teman teman kantor satu kerja." ucap perempuan itu sambil menunjuk kearah sang suami berada. Angel pun mengikuti kearah tangan dituju ibu Amaranta. Dan angel pun berkata "Oh"


"Astga, aku lupa." batin angel sambil menjidat kepalanya. " Ermm angel pamit tan, teman angel ngajakin nongkrong. ouh Amaranta nanti luh nyusul yang lain juga pada nungguin luh. Kalau gitu angel ijin pamit duluan. Hehehe.. "


Amanda hanya tersenyum kikuk, " Bagaimana dengan perjalanan mu?!. Pasti sangat sulit melalui itu semua kan. Sudahlah mari lupakan itu dulu, ini adalah hari kebahagian tentu kita harus gunakan kesempatan ini bukan??." ocehan terus wanita itu penuh dengan perhatian seorang ibu kepada anaknya. Hati Amanda merasa penuh dengan haru, ini baru pertma kali ia merasakan kasih sayang seorang ibu. Walau dari kecil ia tak mendapatkan kasih sayang terhadap kedua orang tuanya. Pelengkap kelurga adalah neneknya, Amanda masih bersyukur memiliki seorang nenek. Dan wanita di depannya, sungguh wanita yang bernama Amaranta sangat beruntung, memiliki cinta seorang ibu yang sangat mendalam. Amanda terus tersenyum setiap kali wanita berumur tiga puluh tujuh tahun itu berbicara.


"Wah anak ayah sungguh sangat cantik seperti ibunya." ucap sang ayah kepada kedua wanita yang ada dihadapannya ini.


"Suami ku mulutnya sungguh sangat manis." ucap wanita yang tak lain istri dari pria itu.


"Apa pun untuk kedua tuan putri hari ini." ucap pria itu.


"Ayah, ibu selamat hari jadi pernikahan buat kalian berdua." gadis itu berlari diantara ketiga orang itu, yang tak lain Amaranta, ayah, serta sang ibu. Gadis itu pun langsung memeluk erat sang ayah. "Ayah Tara sangat rindu pada mu" gadis itu melihat wajah sang ayah lalu memeluk kembali tubuh sang ayah.

__ADS_1


"Ekhmm, apa cuma ayah yang dirindu Tara. Bagaimana dengan ibu??." ucap sang ibu memasang wajah cemberutnya. Gadis itu lalu menoleh kearah wanita itu, ia tersenyum . Gadis itu melepaskan pelukan dari ayahnya lalu berjalan mendekat. "Hehehe... Tara juga rindu pada mama. Hanya lebih sedikit besar pada ayah." mama tara hanya menjawab "Hmm"


"Pelukk" ucap manja gadis itu. Mau tak mau perempuan itu hanya menggeleng geli melihat tingkah anak bungsunya. Ia pun merentang tangannya dan memeluk sang putri bungsu tercintanya.


"Anak mama sungguh sudah besar," ucap sang ibu.


"Bagaimana pelajaran mu diluar negeri." tanya ayah pada sang putri yang masih setia disamping sang ibu.


"Yahh, gak ada hambatan apa pun ayah. Hanya paling ada sebagain penjangkaun yang kurang tapi tetap gak terlalu sulit. Kan ada ayah, ibu, nenek, bibi serta semua kelurga yang kasih uang jajan." cengengesan gadis itu pada kedua orang tuanya.


"Anak ini yah, gak pernah berubah." geleng sang ayah melihat tingkah putri bungsunya.


"Ayah, ibu. Dimana kakak?!." tanya Tara kepada kedua orang tuanya.


"Pletak" terdenger suara ringisin sakit . Tara memegang kening kepalanya yang disentil dari seorang nenek. Tara menatap lekat wajah sang nenek dengan wajah tersenyum sambil menahan rasa sakit yang terasa di keningnya. "Mengapa nenek memukul kening tara, apa salah tara nek?!." ucap tara sambil cemberut. Amanda yang menonton aksi kelurga itu berbalik melihat seorang nenek ada disamping dirinya yang lagi memarahi Tara tak lain cucunya.


"Kapan wanita tua ini ada disamping ku." batin Amanda. Rasa keterkejutan Amanda juga diraskan pasangan suami istri itu!!.


" Hahaha, Tara tak terlalu memperhatikannya maaf kak, nenek." ucap Tara sungguh sungguh . Tapi tak digubis oleh sang nenek. Malah sebaliknya ia bertnya kepada Amanda. "Bagaimana keadaan mu sayang." ucap nenek tua sambil mengelus lengan tangan Amanda.


"Uh, nenek lagi lagi mengabaikan ku. Benar benar tidak berubah. Kasih sayang nya lebih mendalam terhadap kak Amaranta. Sungguh sangat iri." batin tara melihat hal yang memuakan dimatanya, ingin sekali ia muntah sekarang.


*


*


*

__ADS_1


*


*


"Kak, maaf yah adik jarang sekali mengobrol bersama kakak seperti sekarang ini. Kakak sih selalu tertutup rapat saat aku ingin berbincang dengan mu. Uh, kau menyebalkan tahu. Asik asik tak ada waktu lah, terlalu membosankan lah. Blablabla." ucap Tara setengah mabuk setengah sadar. Ia mendorong tubuh Amanda dari sisi sampingnya. "Kau tahu jika dilihat lihat kalau lah yang kurang beruntung terlalu sombong. Menyalakan, otak mu bodoh. Hahaha,"


Amanda bangkit dari terjungkal dorongan Tara. Ia bangkit , tampak terlihat jika badannya sempoyongan. Ia menunjuk Tara dengan jari manisnya. "Kau harus tahu kalau aku ini bukan kakak mu. Aku hanya pendatang , kalian salah paham. Kamu beruntung, sangat." ucap Amanda terus terang karena reaksi mabuknya.


"Hahaha, konyol loh." Tara mengambil jari manis Amanda yang mengarah nya, asalkan kau tahu aku tak pernah menyukaimu. Kau tahu, kau kaget kah. Uh," ucap Tara yang hampir mau jatuh tapi tangannya ditarik oleh Amanda.


"Kau punya mata kah, kau hampir jatuh. Kau jangan terlalu banyak minum lihat kau hampir tak bisa melihat jalan. Sudah ku bilang alkohol itu tak bagus. Lihat dampaknya bukan selain hal yang terjadi padamu kau terlihat seperti sudah hilang akal." ucap Amanda kedap kedip matanya. Tara yang mendengar itu mendengus dan membalas perkataan Amanda sambil menarik kembali tangannya yang digenggam oleh Amanda,ia kembali ke posisi berdiri tegak walau agak sempoyongan. "Persetan dan bodoh amat,"


Terdenger bunyi klakson mobil yang ada dihadapan dua wanita yang tengah mabuk ditengah tepi jalan Raya. "Amanda, sedang apa kau ditepi jalan tengah malam. Nenek kau akan khawatir. Cepat masuk ke mobil!!!." ucap Alvin dari bilik kaca spion mobilnya.


"Ah" Amanda mendongak kepalanya keatas melihat siapa gerangan yang memanggilnya. "Alvin" gumam Amanda sambil mentap lekat mata Alvin.


"Ada apa dengan mu, kau mentapnya begitu. Apakah itu pacar mu kak?!." sindir Tara. Amanda yang mendengar itu menatap Tara dan membalas perkataan adik bohongnya. " Kalu iya dan tidak, mengapa?!." tara yang mendengar ucapan kakaknya itu mendengus kesal.


"Sudah , ayo masuk!!." ajak Amanda kepada Tara untuk masuk ke mobil. Amanda dan Tara menuju kedepan mobil yang sudah menunggu mereka. Amanda dan Tara pun membukaan pintu mobil dan masuk. Tara langsung terjatuh begitu saja di bawah tempat duduk belakang. Ia langsung tertidur dibawah sedangkan Amanda kepalanya tertunduk ke bawah terlihat jika Amanda sedang menahan kesadarannya untuk tidur.


Alvin melirik gadis asing yang ada disamping duduk Amanda. "Siapa perempuan itu Amanda." ucap Alvin pada Amanda yang bingung siapa wanita yang bersama Amanda. Ia tak pernah menemui teman wanita Amanda ini. Yang ia tahu Amanda hanya mempunyai teman wanita yang selalu dekat dengannya hanya Melena dan Lestie.


Amanda yang mendengar lontaran kata Alvin. "Ceritanya panjang," ucap Amanda.


"Oh, baiklah." balas Alvin, ia tersenyum penuh arti.


-Dikamar Saat Ini, Amanda -

__ADS_1


"Apa aku terlalu banyak minum tadi malam, tunggu dulu aku ada dikamar siapa ini?!. Tadi malam aku mabuk bersama... Rhmm siapa namanya. Aku lupa. Dan aku dijemput sama Alvin dan???." Banyak pertnyaan ada dikepala Amanda, ia merasakan sesuatu tangan ada di sampingnya. Amanda melotot mata dengan lebar, " Astga, apa ini." panik Amanda yang tak berani menolah ke samping tempat kasur ia duduki saat ini.


"Ayolah semalam, tak mungkin bukan." ingin sekali Amanda berteriak. Ia perlahan lahan menggerakan kepalanya ke sisi tempat tidur sambil memejamkan mata. Lalu ia perlahan lahan membuka kelopak matanya betapaa terkejutnya ia siapa yang ada disisi tempat tidur itu. Mata Amanda membelak karena tak percaya dengan apa yang ada saat ini.


__ADS_2