Illusion Various Love

Illusion Various Love
Chapter:26


__ADS_3

Di sisi Hector, Javier dan Kristoffer. Dengan wajah tampak cemberut sekaligus iri pada Tim kelvin yang memenangkan babak permainan bola basket dengan segala kemampuannya. Banyak di kerumunin para gadis gadis kampus yah bisa dibayangin betapa irinya mereka.


"Aku tidak menyangka mereka sungguh memenangkan permainan bola basket ini. Sungguh sangat hebat," ucap Kesya yang amat kagum dengan sosok kelvin.


"Iya, aku juga. Lihat deh ganteng banget saat Leon bereaksi waktu ngrebut bola dari lawan mereka." sambung Tiara yang gak kalah takjub dari Kesya.


"Ah" ucap sontak hector maupun Kristoffer melihat dua gadis pujaan hatinya. Malah memuji kemenangan lawannya, "Bukan menghibur kami , tapi malah membuat mood kami rusak, sungguh!!! mereka....bisakah disebut pujaan hati." itulah yang dipikirkan kedua pria itu. Sedangkan Javier hanya bodoh amat melihat kedua insan yang sedang sakit hati. Itulah mengapa Javier lebih memilih menjauh, jika perasaan yang ia miliki oleh seorang gadis malah akan sia sia di tolak.


"Apa yang barusan kau katakan yang?!." ucap Kristoffer bertanya pada Tiara.


"Tidak ada, hanya... Mengatakan yang seharusnya dikatakan!!!." ucap Tiara yang cuek, ia membuang muka dan melihat balik ke arah kerumunan yang terlihat di depan matanya sekarang ini.


"Sakit rasanya, ini semua gara gara murid baru pindahan ini. Terkutuklah kalian berdua, tiara yang gak cuek amat sama ku. Sekarang terlihat... Ahhh ini semua salah kalian berdua. Terkutuklah!!!,"batin Kristoffer yang memandang wajah Leon dengan tampang tak suka. " kau sekarang adalah saingan berat ku, Si tuah Leon."


"Jika aku bertanya juga seperti yang dilakukan Kristoffer, pasti jawabannya sama. Ingin rasanya ku bunuh mereka berdua di tempat...dan membuat makam yang tertulis si ******** kaperat tak tahu diri merebut hati belahan kekasih yang jatuh cinta." geram hector.


Terlihat kerumunan itu sudah mulai berkurang, tampak seorang pria melemparkan bola basket kearah Melena yang masih melamun melihat ke sisi arah lain. Seketika melena yang melamun kaget dan otomatis "ahh" dan melihat bola bergelinding ke bawah tanah lapang. Bola basket itu kembali bergelinding kearah pria yang melemparkannya. "Kau!!!." ucap Melena membuat wajah tak suka sambil menujuk ke arah wajah sang pria itu.


Sedangkan Amanda melihat kedatangan Leon yang mendekati Melena pun berdiri dari tempat duduk yang berisi belakang rerumputan hijau yang amat segar jika di hirup. Yah dialah Leon yang melemparkan bola basket kearah Melena. Wajah Melena sudah padam dengan api menyala nyala di dalam kepalanya.


"Kenapa loh datang sini, apa belum puas ku beri pelajaran. Ingin merasakannya kah?!." ucap Melena sudah menyiapkan jurusan andalannya.

__ADS_1


"Kau mau apa, coba Kalah-kan aku dalam permainan. Baru bisa dikatakan kau cukup lumayan hebat." ucap Leon yang mulai mengajak Melena tantangan.


"Lumayan, kau bilang kemampuan ku lumayan. Hello.. Kau pikir aku cewek lemah, tentu saja aku menerima tantangan mu itu. Ayo kita lakukan sekarang, dan buktikan bahwa yang kau katakan itu sama sekali tidak benar!!!." ucap Melena tersenyum , ia percaya akan keyakinanannya. tapi dia tidak menyadari jika ia tak ahli dalam permainan......"Ahhh" ingin rasanya menjerit itu lah yang dipikirkan Melena.


"Kenapa kau terdiam sahaja." ucap Leon nyengir. " kau biasa recok banget hmm, apa jangan jangan kau tak pandai?!, baiklah. Kita tidak usah lakukan permainan ini, karena cewek memang lemah bukan???."


"Apa kau bilang." ucap Melena melototin wajah Leon dengan tidak senang, yah terjadilah antara tatapan sengit antara Leon dan Melena. Setelah itu mereka membuang muka satu sama lain kerah yang berbeda .


"Yakk gitu aja kamu gak bisa memegang bola apalagi mengiringnya?!, apa kamu tidak mau mengakuinya Melena yang sok." ucap Leon yang mulai mengiring bola dengan gaya yang amat cool dan ia lalu melakukan penembakan , fokus matanya hanya tertuju ke Ring. Yess bolanya masuk dengan tepat, Leon mengedipkan satu matanya kearah Melena dengan wajah tampang mengejek.


"Dih, kau pikir wajah mu amat ganteng." ucap Melena memutar bola matanya melihat Leon mengedipkan matanya.


"Apanya ahhh?!." ucap Melena pura pura gak tahu.


"Aku ingin mendengarkan kata kata mu yang mengaku jika kau tak bisa mengalahkan ku, gitu sahaja!!. Apa susahnya coba," ucap Leon lagi dengan masih tersenyum akan kemenangaannya.


"Apa segitunya kau ingin mendengar, tapi aku rasanya malas mengucapkannya. Karena dirimu tak mengatakan jika tantangannya adalah bola basket, karena itu kan ahli mu bukan diriku. Jadi kau itu menipu!!!." ucap Melena mengelak jika ia memang sudah kalah.


"Kau tidak bertanya dan langsung menerima apakah itu pantas. Jadi... Melena mengingkari janjinya sendiri. Ckckck, sangat memalukan. Katanya perempuan hebat, katanya dia kek gini lah... Kek gitulah. Blablabla..." ucap Leon mulai memancing emosi Melena.


"Kau sedang apa?!, apakah saya boleh mengobrol sebentar." ucap kelvin yang menghampiri Amanda, ia melihat Amanda memandang Leon dan Melena yang sedang asik bertengkar lagi dan lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan itu pun Amanda spontan melihat wajah tampan kelvin yang bercucuran mandi keringat, ia tampak bercahaya di bawah sinar matahari. "Tampan," ucap Amanda tanpa sadar diucapkan.


"Apa?!." ucap kelvin mendengarkan lontaran kata manis dari mulut Amanda.


"Ah, tidak. Maksud ku yahh, cuaca hari ini sangat indah . Gitu, maksud ku hehehe..." ucap Amanda malu mengakuinya, ia mengagruk kepalanya yang tak gagal sama sekali.


"Ohw, jadi.. Apakah kamu malam ini senggang?!." ucap kelvin tersenyum.


"Apa!!." ucap Amanda, ia sama sekali tak percaya mendengarkan itu. Ia hilang fokus dan menanyakannya kembali.


"Tidak, maksud saya apa kamu ada waktu luang kosong malam ini. Jika bisa mau kah kau menonton bioskop bersama ku malam ini Amanda?!," ucap kelvin lagi. Yang memperjelas maksud dari kata katanya.


"Apakah ini bisa disebut kencan!!." ceplos Amanda, lagi lagi ia bodoh mengatakan hal hal yang seharusnya....yang tidak ia katakan. " Duh jadi malu, alasan apalagi yang ku katakan."


"Yah mungkin ini di sebut kencan, atau bisa disebut dengan menjalani hubungan baru." ucap kelvin mengatakan yang sama sekali tak beraksi dari sudut wajahnya. Sedangkan amanda hanya diam menahan malu atas ucapan yang dikatakan oleh kelvin padanya.


"Kau yahhh." ucap Melena sudah amat kesal, di kepalanya begitu banyak kobaran api memuncak.


"Baiklah, Tuan Leon aku mengaku kalah. Apakah anda sudah puas," ucap Melena menginjak kaki Leon dengan amat mendalam sampai Leon meraung kesakitan. Lalu baru ia lepaskan injakan kaki pada Leon dan Melena pergi meninggalkan Leon di lapangan yang masih menahan kesakitan di kakinya.


"Hmp, rasakan itu." ucap Melena berbalik badan melihat Leon memegang kakinya kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2