
"Ingat. Jungkook, Taehyung disana jangan lengah, ikut intruksi kami, disana kalian akan terkoceh dengan banyak suara, kami akan terus bicara dengan menggoyangkan tali merah ini, jadi kalian bisa membedakannya"
Mereka sudah siap diruang tengah, semua lampu dimatikan dan penerangannya hanya sebuah lentera saja, suasana yang sangat sepi karna ini sudah lewat tangah malam.
Taehyung dan Jungkook sudah siap akan berkelana dialam bawah sadar mereka, jam mulai berganti detik dan mereka mulai memejamkan matanya.
.
.
.
.
"Taehyung"
Taehyung membuka matanya, yang dia lihat adalah isi rumah tuan Han yang sangat gelap dan mereka melihat orang tua Jungkook, tubuh Jungkook dan tentu pemilik rumah ini.
Dipergelangan tangan Jungkook ada sebuah tali merah yang diikatkan pada pergelangan tangan eommanya. Taehyung masih tidak percaya dia dialam yang berbeda, ini pertama kalinya.
"Jungkook, Taehyung apa kalian mendengarku?" Itu suara eomma Jungkook, namun hanya suara tanpa ada wujud eommanya.
"Dengar" ucap mereka berdua. "Kalian harus selalu berpegangan tangan karna Taehyung adalah roh yang bangkit dari masa komanya, jika kalian berpisah maka Taehyung dalam bahaya dan itu akan semakin sulit"
Jungkook memegang tangan Taehyung, Taehyung yang kali ini bukan sesosok roh, tapi sesosok manusia biasa, jika mereka sudah kembali maka Taehyung akan berwujud roh kembali.
Jungkook mengambil lentera yang ada dimeja, lalu ruangan seisi rumah ini menjadi sedikit lebih terang namun kabut asap dilantai mulai bermunculan, ini sudah biasa.
"Temukan pintu itu"
Jungkook mengangguk, Taehyung hanya tinggal mengikuti Jungkook saja. Jungkook mulai berjalan mengelilingi lantai bawah rumah keluarga Han mencari pintu untuk keluar dari rumah.
Bukan pintu depan biasa dan keluar rumah yang dimaksud bukanlah luar rumah, tapi tempat dimana Jisoo dibawa.
"Kamar mandi"
Jungkook diam, suaranya memang mirip dengan suara eommanya namun tali merah ini tidak bergerak, Taehyung menggelengkan kepalanya tanda itu suara yang mengecoh mereka.
Tujuan mereka adalah dapur. "Jika ada roh usahakan jangan bersuara" itu suara appanya, memang sangat bahaya jika mereka bertemu roh lain dan bersuara, mereka akan mengincar tubuh asli dan membuat mereka yang dialam bawah sadar terjebak.
"Kalian hanya perlu mendengarkan, jangan bicara"
Jungkook dan Taehyung mengelilingi dapur, tidak menemukan apa apa. Mereka tidak kekamar mandi karna itu akan bahaya, terlebih yang menyuruh kekamar mandi bukanlah orang tua Jungkook.
Puas mereka mengelilingi lantai bawah, dengan perlahan mereka naik kelantai atas. Taehyung dibuat merinding karna sumpah ini sangat menyeramkan, tidak terbayang menjadi Jungkook yang selalu ikut orang tuanya untuk pergi ke alam bawah sadarnya.
Dengan perlahan lahan mereka menaiki tangga, dan mereka seketika menahan nafas ketika ada sesosok roh yang dengan bebasnya terbang melewati keduanya dan mereka terpaksa menempel pada dinding agar roh tersebut tidak mengetahui keberadaan Jungkook dan Taehyung.
Setelah dirasa roh itu sudah tidak ada, mereka lanjut lagi dan menemukan 2 pintu yang diyakini itu adalah kamar milik orang tua Jisoo dan tentu pintu kamar Jisoo.
"Jungkook Taehyung, jangan pergi kekamar orang tua Jisoo, pergi kekamar Jisoo dan pintunya ada dikamar Jisoo"
Taehyung dan Jungkook diam sejenak, disini pintunya ada dua dan mereka tidak tau dimana kamar Jisoo, takutnya mereka malah membuka pintu tuan Han, Jungkook tau dikamar tuan Han ada banyak roh.
"Dimana?"
Ucap Jungkook tanpa bersuara sama sekali. "Coba kau tempelkan telingamu pada pintu, roh bersuara bukan? Kalau banyak suara berarti itu kamar tuan Han" ucap Taehyung berusaha mungkin untuk tidak bersuara.
"Ini dibawah alam sadar kita, bisa saja kita tertipu"
.
.
"Tuan Han, dimana letak kamar putri anda" ucap appa Jungkook sambil terus menatap tubuh Jungkook agar tidak hilang kontak. "Dari tangga disebelah kanan"
.
.
"Jungkook, dari tangga sebelah kanan adalah kamar Jisoo"
__ADS_1
Jungkook langsung kekamar yang diucap oleh eomma, membukanya perlahan dan disana terlihat Jisoo yang terbaring dengan alat infus dipunggung tangannya dan lainnya.
Kamarnya tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, lalu dimana pintunya? Hanya ada sebuah lemari besar dan meja rias milik Jisoo.
Taehyung membawa Jungkook kelemari besar Jisoo, insting Taehyung kalau pintu lemari Jisoo adalah pintu menuju luar.
"Kau yakin?"
"Aku yakin, kau yakinkan dirimu"
Kali ini hanya ada keyakinan, yakin pada diri sendiri adalah yang terbaik, demi menyelamatkan satu nyawa. Jungkook menghembuskan nafasnya dan membuka perlahan pintu lemari.
Perlahah terbuka hingga angin bertiup dari dalam, berguna sekali insting Taehyung ini. Ini benar benar pintu menuju luar dan terdengar banyak suara dari sana.
Luar rumah akan sangat banyak roh dan akan banyak roh yang berusaha membuat kedua manusia ini bingung dan akhirnya salah jalan.
Menunggu angin berhenti berhembus, lalu mereka masuk kedalam kamar dan mereka berada ditempat yang sangat gelap, tidak ada apa apa disini selain kabut asap yang mulai berterbangan dihadapan mereka dan banyak suara roh.
Semakin merinding Taehyung dibuatnya, namun Jungkook sangat tenang karna dia sudah biasa pergi ketempat ini.
Tali yang mengikat dipergelangan tangan Jungkook bergerak. "Kalian sudah berada diluar, hati hati disana dan akan ada roh yang menunjukan jalan, bilang terima kasih jangan menggunakan suara dan hati hati pada roh yang memberi jalan, sekarang jalan lurus sejajarkan dengan kaki agar kalian terus berjalan lurus"
Jungkook benci ini, kalau sudah diluar pasti harus berjalan selangkah selangkah mensejajarkan dengan kaki dan kalau tidak sejajar maka mereka akan berbelok belok dan tersesat.
Taehyung menggenggam tangan Jungkook erat, ini benar benar menakutkan, banyak suara bergemuruh namun tidak ada sosoknya.
Tapi demi membalas kebaikan Jungkook, Taehyung mau membantu dan menemani Jungkook menyelamatkan nyawa seseorang.
Tali Jungkook bergerak lagi, Jungkook diam dan menatap talinya namun tidak bersuara apa apa. "Lihat kedepan Jungkook, Taehyung"
Saat menghadap depan lagi mereka terpaku, satu jengkal dihadapan mereka ada sosok nenek nenek dengan rambut putih semua dan wajahnya pucat sekali.
"Dia menunjukan jalan"
Jungkook tau dia menunjukan jalan, namun mereka berdua bingung. Kedua tangan nenek itu menunjuk kedua arah, kanan dan kirinya.
"Salah satu tangan itu adalah tangan palsu"
"Jungkook, tangan kiri nenek itu diam tidak menunjuk ke arah kiri" ucap Taehyung tidak bersuara.
Jungkook mengikuti arah pandang mata Taehyung, benar tangan kiri nenek itu tidak menunjuk ke arah kiri, berarti arah yang benar adalah arah kanan.
"Terima kasih" ucap mereka berdua, nenek itu tiba tiba tersenyum seram, berbeda dengan Jungkook yang tenang, Taehyung benar benar deg degan.
Kalau nenek itu tersenyum berarti dia senang bisa membantu dan senang ada yang bilang terima kasih walaupun jatuhnya malah seram.
Mereka kembali berjalan, hingga tidak lama mereka menemukan sebuah bangunan, itu adalah villa yang ada dipenglihatan Jungkook, itu tandanya mereka akan segera berhasil.
Dengan buru buru mereka berlari, lebih cepat lebih baik karna dilihat oleh Jungkook kalau Taehyung sudah sangat ketakutan, walaupun dia berusaha menutupinya namun ketara sekali.
Taehyung dan Jungkook segera pergi kebelakang tempat dimana Jisoo menemukan selendang putih itu, terlihat bayangan saat dimana pesta reuni itu diadakan.
Sangat ramai dan Jungkook mencoba mencari keberadaan Jisoo. "Jungkook, Jisoo yang itu?" Tunjuk Taehyung pada sebuah kebun bunga.
Jungkook mengangguk dan segera berlari, namun mereka tertahan oleh roh roh disana, ternyata mereka ketauan. Roh disana menutupi jalan Jungkook.
.
.
.
"Tutup semua pintu!" Teriak eomma Jungkook, yang lain segera berlari menutup semua pintu, kamar mandi, jendela, pintu lemari dan lain lain.
"Hey Jungkook dengarkan eomma, cepat kau bawa Jisoo dan segera kembali atau portal menuju alam manusia terbuka semua"
.
.
.
__ADS_1
Jungkook dan Taehyung menerobos paksa saat Mina membawa Jisoo untuk kepintu merah tepat berada dibawah pohon besar, kalut saat Mina sudah sangat dekat dengan pintu.
Taehyung melepas pegangannya pada Jungkook dan mendorong Jungkook sekuat tenaga hingga Taehyung sekarang bersusah payah mencoba menghindar dari para roh.
"Jangan bawa Jisoo"
Jungkook membuka pintu itu dan mendorong Mina masuk lalu menutupnya lagi, Jisoo tidak sadarkan diri dan segera menggendongnya bridal.
Jungkook tidak melihat Taehyung, Taehyung dimana? "Taehyung! Kim Taehyung!"
Jungkook menerobos kerumunan roh agar bisa cepag cepat pergi dari sini, dan Jungkook melihat Taehyung terjongkok ditengah tengah.
"Taehyung! Taehyung!"
Taehyung mendongak dan segera bangkit, lalu memegang pundak Jungkook agar tidak terpisah lagi. Mereka dengan cepat mengikuti jalur benang yang masih terikat pada Jungkook.
Saat sudah kembali ditempat yang sepi tidak ada apa apa hanya ada kabut, dan tiba tiba ada banyak kerumunan roh mencoba menahan mereka agar tidak bisa kembali.
"Terjang langsung!" Teriak Taehyung, Taehyung didepan sambil memegang tali dan terus menyingkirkan para roh agar Jungkook bisa lewat dengan bebas karna dia membawa Jisoo.
Tidak jauh mereka melihat sebuah pintu, roh semakin banyak berdatangan. "Buka pintunya Kim Taehyung!"
Brak
Taehyung menunggu Jungkook masuk ke lemari, roh dengan cepat ingin masuk juga kedalam lemari, kalau mereka berhasil maka kacau sudah.
"Tutup pintunya!"
Taehyung menutup pintu lemari dan menahannya saat para roh mencoba untuk membuka pintu, Jungkook membawa roh Jisoo pada tubuhnya lalu membantu Taehyung dengan menggeser meja rias dan nakas yang berada disamping kasur.
"Taehyung pegang tangan aku, Jisoo sudah aman dan dalam hitungan ketiga lari secepatnya"
"1.. 2.. lari!"
Mereka lari dan saat itu juga pintu lemari terbuka lebar menampakan banyak roh yang berlomba lomba menempati tubuh Jungkook dan tubuh Taehyung jauh dirumah sakit.
.
.
.
"Hahhh..."
Jungkook membuka matanya dengan nafas memburu, Jungkook melihat Taehyung yang jatuh lemas dilantai, itu pengalaman pertama Taehyung, Jungkookpun sama saat pertama kali.
"Terima kasih Taehyung"
"Hah.. sama sama"
"Jisoo sudah aman dan dia segera sadar" ucap appa lalu membereskan semuanya.
"Eomma.. appa"
"Jisoo, kau tidak apa apa sayang?"
Jisoo turun dari kamarnya dalam keadaan lemas, eomma langsung membawanya duduk disofa. "Eomma, meja rias dan nakasku tergeletak, kenapa?"
Jungkook terkekeh, meja rias dan nakasnya terjatuh karna ulah dirinya dan juga Taehyung.
"Ini air do'a siram mengelilingi rumah terutama jendela dan pintu kamar Jisoo, lalu tabur garam juga jangan lupa, lakukan hal serupa"
Eomma memberikan air do'a yang sudah disiapkan sebelumnya saat hendak berangkat menuju Gangnam. "Terima kasih, kami sangat berterima kasih karna kalian anak kami bisa selamat"
"Sudah menjadi tugas, jika sedang ditempat yang asing usahakan jangan mengambil apapun yang tidak kita ketahui"
"Lalu bagaimana dengan selendang itu?"
"Sudah hilang bersamaan dengan perginya Mina"
"Terima kasih sekali, berhubung sekarang sudah dini hari tinggal disini sebentar untuk memulihkan tenaga, mari saya antar ke kamar tamu"
__ADS_1
"Terima kasih"