Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.13


__ADS_3

Dua hari Wonwoo, Sana dan teman temannya mendaki gunung sekalian kemah disana, Wonwoo sma Sana tentu banyak ambil gambar, pemdangannya itu yang bikin adem di hati.


Jungkook ada nyeselnya ga ikut, tujuan Jungkook si kalo mendaki ya cuma mau liat pemandangannya, gamau manjat gunungnya. Pengennya disetiap gunung ada kereta gantungnya biar ga cape cape ngedaki.


Sampe tinggal pasang tenda, leha leha, liat pemandangan, turun naek kereta gantung lagi. Ya namanya aja mendaki gunung ya pasti jalan kaki, mana ada pake kereta gantung.


Tapi pas Wonwoo udah anter Sana k rumahnya, Sana jadi banyak diem, mukanya sedikit pucat dan kebanyakan melamun disepanjang jalan, Wonwoo si udah yakin ada yang aneh sama pacarnya ini.


Mau langsung bawa Sana k rumahnya, tapi Sana harus istirahat dirumahnya sendiri biar nanti Wonwoo tanyain aja k orang tuanya perihal Sana yang tiba tiba aneh.


Nah sekarang Wonwoo lagi ceritain kenapa Sana tiba tiba jadi diem terus.


"Disana ga ada yang aneh, Sana ga ngelakuin hal hal yang melanggar aturan kalau lagi mendaki digunung, Sana bener bener jaga sikap disana, tapi pas turun gunung aja Sana tiba tiba diem mematung terus pas jalan lagi tatapan dia kosong, sebelumnya masih ketawa ketawa"


"Nanti malam bawa noona kesini"


.


.


.


.


.


Malamnya Wonwoo datang membawa Sana, tidak lupa kedua orang tua Sana juga ikut datang karna sangat khawatir dengan keadaan anaknya, dikira Sana terserang demam karna habis dari gunung, ternyata dugaannya salah.


Awalnya kedua orang tua Sana tidak setuju Wonwoo dan anaknya bertunangan mengingat tiga anggoa keluarga Wonwoo adalah indigo dan pekerjaan orang tuanya seperti itu.


Tapi karna bujukan dan keyakinan Wonwoo juga Sana ingin bersatu akhirnya orang tua Sana luluh juga dan direstui, toh tidak salah karna yang indigo sangat membantu sekali.


Wonwoo sudah membawa Sana duduk disingle sofa rumahnya, kedua orang tua Jungkook bingung apa yang terjadi dengan Sana, tidak ada yang mengikutinya namun aura Sana seperti ada yang melekat padanya.


"Apa yang terjadi dengan Sana hm? Auranya seperti ada yang menempeli, tapi dimana dia?" Tanya papa Jungkook sambil mengelilingi tubuh Sana.


Tidak lama pintu rumah terbuka menampakan Jungkook yang tersenyum lebar namun aneh, tangan kirinya disumputkan dibelakangnya.


"Apa yang kau sembunyikan Jungkook?"


"Noona sudah datang, tebak apa yang kubawa"


Mama dan papa Jungkook meminta jawaban dari Taehyung namun Taehyung diam saja dan terlihat dia ketakutan juga.


"Ini aku bawa ini"


Jungkook mengeluarkan tangan kirinya yang mencekik sesosok arwah menjijikan berlendir dan tubuhnya sangat bau busuk dengan warna hitam pekat dan ada hijau hijaunya.


Mama dan papa Jungkook yang melihat itu merasa mual, sedangkan kedua orang tua Sana dan Wonwoo tidak tau apa yang Jungkook pegang, mereka hanya melihat tangan kiri Jungkook yang kosong dan mencengkram sesuatu namun kosong.


"Parasit ini yang menempeli noona"


"Parasit dari mana dia?"


"Hey dari mana kau berasal" tanya Jungkook sambil menggoyangkan parasit itu, namun hanya kekehan basah menjijikan yang terdengar.


Ini benar benar menjijikan, mama sudah hampir muntah dan Jungkook dengan santainya mencekik parasit itu tanpa jijik sedikitpun? Bahkan wajah Jungkook sangat menjengkelkan dilihatnya.


"Wonu hyung, kalian berkemah dimana?"


"Didekat danau"


"Danau? Kau dari danau sana?" Lagi, hanya kekehan basah menjijikan yang didapat, Jungkook si yakin kalau dia dari danau itu karna bentuk parasit ini basah berlendir hijau dan hitam pekat dan sangat bau.


"Didekat danau kalian ngapain?" Tanya Jungkook sambil berjalan kearah Sana yang masih diam tidak berkedip sama sekali.

__ADS_1


"Kami tidak melakukan hal hal yang melanggar peraturan gunung dan seisinya, Sana bahkan tidak berani melakukan apapun"


"Ceritakan Wonu hyung"


#*flashback


Lelahnya mendaki gunung sudah tergantikan dengan cantiknya pemandangan dari atas gunung, mereka berkemah didekat sebuah danau dan sungguh danau itu terlihat sangat indah.


Wonwoo dan Sana mulai membangun tendanya juga teman teman yang lain membangun tenda sendiri, ada yang menyiapkan api unggun, sebagian mencari kayu bakar dan air untuk merebus sesuatu.


Selesai membangun tenda jam lima sore dan ini sangat pas sekali, selesai menyelesaikannya belum malam dan bisa tiduran untuk mengistirahatkan tubuh.


Semakin menuju malam maka udara semakin dingin, yang perempuan mulai memasak sesuatu yang hangat sedangkan Sana dan temannya membuat minuman hangat.


Minuman sudah jadi, Sana menuangkan dua untuknya dan juga untuk Wonwoo yang sedang mencari sarung tangan punya Sana.


"Wonu minumlah dulu, sarung tangan bisa aku cari sendiri"


"Tidak, ini sudah ketemu" Wonwoo menaruh minumannya dan memasangkan sarung tangan pada Sana.


Sana tersenyum, lalu memberikan minuman hangatnya pada Wonwoo, melihat pemandangan danau dan dilangit banyaknya bintang bintang, Wonwoo dan Sana sangat menyukai ini.


Walaupun disekelilingnya adalah hutan dan banyak suara serangga, namun bisa dikalahkan dengan pemandangan langit yang terang karna bintang dan bulan.


Beberapa menit diselimuti oleh keheningan, makanan malam sudah jadi dan siap dimakan. Sana mengambil dua dan duduk lagi disamping Wonwoo.


.


.


.


.


Tapi Sana meminta Wonwoo mengajaknya melihat sunrise dipagi hari yang pasti akan sangat cantik, Sana tidak ingin kelewat melihat matahari terbit.


Wonwoo melakukan apapun yang Sana inginkan asalkan itu tidak membahayakan juga bisa menyenangkan Sana.


Puas membawa Sana melihat pemandangan dari ketinggian yang lebih lagi, mereka kembali ke tempat kemah, karna siangnya mereka akan memainkan permainan.


Berkemah hanya melihat pemandangan saja bosan bukan? Sudah direncanakan akan bermain beberapa permainan untuk mencairkan suasana.


Saat sudah ada dikemah, beberapa orang sudah mulai bermain permainan, Sana menyempatkan untuk mengistirahatkan kakinya namun Wonwoo langsung gabung karna Wonwoo tidak ada lelahnya.


Permainannya sederhana namun sangat menyenangkan, canda tawa terselip disana karna kadang pesertanya secara tidak langsung melakukan tindakan yang konyol.


Sana pun terhibur dengan Wonwoo yang selalu membuat gelak tawa pecah, Wonwoo tidak sadar tingkahnya membuat semua orang tertawa terbahak bahak.


Hingga sore menjelang semuanya selesai bermain, sangat menguras tenaga apa lagi Wonwoo yang dari puncak keturunnya tidak istirahat, sekarang liat dia sedang memeluk pinggang Sana dengan wajah yang berada diperutnya.


Dia sangat kelelahan dan juga mengantuk, Wonwoo sudah diselimuti oleh Sana, kasihan dengan Wonwoo yang kelelahan juga sering kena jahil teman temannya.


Sedangkan yang lainnya menyiapkan makan malam, Sana menemani Wonwoo tidur. Ingin melepaskan pelukannya tapi susah karna digeser sedikit maka Wonwoo akan merenggut dan semakin erat memeluknya.


Ini membuat hati Sana menghangat sekaligus menggelitik diperutnya seperti banyak kupu kupu terbang disana, Wonwoo sangat manja sekali.


Malam telah tiba, Wonwoo masih betah dalam tidurnya namun perutnya belum diisi makanan.


"Wonu, bangun dan makan dulu"


"Hm"


"Bangun dan makan setelah makan kau bisa tidur lagi"


Sana dengan perlahan memindahkan kepala Wonwoo untuk tiduran dibantalnya sendiri, Sana keluar dan mengambil satu mangkuk sup dan dua cup sedang berisi nasi, lalu kembali lagi kedalam.

__ADS_1


"Hey bangunlah, makan dulu"


Sana menyingkapkan selimut Wonwoo dan menarik Wonwoo agar duduk, walaupun lemas tapi Sana menahan pinggang Wonwoo dengan kedua kakinya memeluk Wonwoo agar tidak jatuh lagi.


Wonwoo masih dalam tidurnya namun sepertinya mendengarkan semua omongan Sana. "Buka mulutmu" Wonwoo membuka mulutnya sedikit dan mengunyahnya perlahan dalam tidurnya.


Tidak apa apa yang penting perut Wonwoo sudah terisi dengan nasi, begitupun seterusnya hingga makananya sudah habis dan Sana memberikan minum pada Wonwoo.


"Tidurlah sambil duduk jangan tiduran dulu"


"Pegal"


Ucap Wonwoo dengan suara beratnya, matanya masih menutup dan kepala Wonwoo sudah sangat berat. "Tahanlah sebentar aku memasukkan ini dulu dalam kantung sampah"


Sana kembali kedalam dan menidurkan Wonwoo disampingnya, menaikan selimut, memeluk Wonwoo dan segera tidur karna besok mereka akan pulang lagi.


#skip


Semuanya sudah siap, sampah sudah dimasukkan kedalam kantung dan semuanya sudah dirapihkan. Sebelum mereka semua berangkat, Sana ingin sebentar merasakan air danau dipagi hari.


Dengan izin Wonwoo, Sana membasuh wajahnya agar kembali segar lagi, airnya dingin namun menyegarkan. Saat Sana hendak keluar dari air, dikakinya seperti ada lumut.


Dengan perasaan jijik Sana menyingkirkan lumut itu dan segera pergi menyusul yang lainnya.


#flashback of*_


Disini Jungkook dan Taehyung, didanau tempat Wonwoo dan kawan kawan berkemah, paginya Jungkook langsung pergi menuju gunung yang digunakan Wonwoo dan temannya berkemah.


Danaunya memang terlihat sangat cantik, Taehyung bahkan terkagum kagum, Jungkook juga sama walaupun banyak arwah yang berkeliaran didaerah danau.


Dengan botol kaca ditangannya yang awalnya bening sekarang botol itu jadi ada bercak hijau dan hitam akibat terlalu lama didalam botol.


Jungkook membuka tutup botolnya dan segera menangkap lagi leher parasit yang menempel pada Sana.


"Hey, dengar. Kalau kau mengganggu keluargaku lagi, kujamin kau pergi dari bumi"


Jungkook dengan santai melempar parasit itu kedalam danau, sebelum menghilang sepenuhnya parasit itu menatap Jungkook namun hanya bagian kening dan mata yang terlihat, kebawahnya sudah terendam oleh air.


"Apa tatap tatap?! Mau ku musnahkan?!" Taehyung mengusap pundak Jungkook untuk bersabar, kenapa juga dia bersikap seperti ini pada sosok parasit?


"Berantem itu sama manusia bukan sama parasit"


"Kau sadar ayo baku hantam"


"Ada orang lain kenapa harus aku?"


"Wonu hyung juga ingin memukulimu btw mengingat kelakuanmu selama jadi roh"


"Aku sadar aku menghindar darimu"


"Jangan lupa kita satu sekolah, tidak perduli si kau akan dijauhi oleh Yoonji juga Irene sunbae"


"Yak! Ancaman itu namanya!"


"Apa? Toh mereka sendiri yang bilang, kau lupa?"


"Ck, udah lah pulang"


Jungkook tertawa kerad merasa menang berdebat tidak jelas dengan Taehyung, benar benar Jungkook merasakan rasanya seperti apa mempunyai teman.


Terlebih dengan Taehyung, Irene, Yoonji juga Jimin, benar benar menyenangkan dan Jungkook sangat bahagia.


Rasanya tidak menyesal dulu hampir menolak permintaan pertemanan dengan Yoonji, rasanya sangat menyesal kalau Jungkook tidak ke toilet sekolah, kalau Jungkook tidak ketoilet mungkin akan sedikit lama mereka berteman.


"Aku harap anakku nanti tidak memiliki kemampuan sepertiku"

__ADS_1


__ADS_2