Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.7


__ADS_3

Jungkook memutuskan untuk mencari Irene saat istirahat kedua, karna istirahat kedua waktunya lebih panjang juga sangat puas kalau ingin bicara lebih banyak dengan Irene.


Taehyung sedari tadi hanya diam saja di samping Jungkook, walaupun dia sudah menjadi sesosok roh tapi dia juga harus memperhatikan materi yang sedang dijelaskan didepan.


Biar nanti saat Taehyung sudah sadar, Taehyung bisa langsung ikut ulangan ulangan tanpa perlu mengulang dari awal kelas 2, Jungkook akan membantu bicara walaupun tidak ada yang mau mendengarkannya, tapi dengan wali kelasnya pasti akan didengarkan.


Bel istirahat kedua sudah berbunyi, Jungkook menutup buku paketnya dan ia masukkan kedalam tas, saat semuanya sudah keluar baru Jungkook mengambil alat perekamnya.


"Kau bantu cari juga"


Taehyung hanya mengangguk dan sekejap mata dia langsung menghilang, Jungkook keluar kelas dengan alat perekam yang terus ia genggam.


Jungkook sudah akan didekat tangga menuju kelas ips, tapi Jimin datang dengan Mingyu dan Jongin. Jungkook terdiam dan entah apa yang harus ia lakukan, melawan percuma karna Jungkook sendirian.


"Karnamu, aku dan Yoonji sedang diambang kehancuran" Jimin menarik kerah baju Jungkook kuat, nafas Jimin sangat terasa dan wajahnya memerah. "Aku tidak meminta Yoonji untuk menjadi temanku"


"Apa bagusnya dirimu yang bersekutu dengan setan" Jungkook terdiam, untuk pertama kalinya Jungkook harus bersyukur dibilang anak indigo dan lain, tapi dibilang bersekutu dengan setan? Jungkook tidak bisa menerimanya.


"Aku memang indigo, tapi jangan pernah kau bilang aku bersekutu dengan setan" Jungkook melepaskan cengkraman Jimin padah kerahnya, menatap Jimin tajam walaupun yg ditatap balik masih meremehkan dirinya.


"Benar bukan? Anak indigo kebanyakan bersekutu dengan setan? Sudah berapa tumbal yang kau berikan?" Mingyu menimpali membuat Jungkook semakin gerah.


"Tambah tidak memandang orang kan? Apa keluargamu yang selanjutnya menjadi tumbal?" Jungkook tidak bisa menerimanya jika kelebihan dia disangkut pautkan dengan yang namanya 'persekutuan dengan setan'


Jungkook hendak menyerang namun dia tumbang dan sebentar kehilangan kesadaran. "Mungkin setan yang ia sembah merasuki dirinya" Jongin menendang pelan kaki Jungkook yang masih tidak sadarkan diri.


"Biarkan dia, pergi ayo"


Mereka sudah hendak pergi dan sudah beberapa langkah melewati Jungkook, tapi suara Jungkook berhasil membuat mereka semua berhenti.


"Park Jimin" yang dipanggil namanya menengok k belakang, melihat Jungkook yang bergaya pongah dan bajunya dikeluarkan? Setau mereka Jungkook selalu rapih.


"Hey setannya merasuki Jungkook, memang kelakuan setan sangat buruk" Mingyu hendak membenahi pakaian Jungkook, namun d tepis dengan Jungkook.


"Kalian tidak tau siapa yang merasuki Jungkook? Kurang ajar sekali kalian" Jungkook menyingkap poninya kebelakang dan menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam.


Jimin membeku, dia hafal betul siapa yang ada didalam tubuh Jungkook. Dari gaya pakaian, cara bicara dan kelakuannya Jimin sangat hafal.


"T-taehyung? Taehyung?!" Jimin menangkup wajah Jungkook dan mengelilingi tubuh Jungkook, ini benar benar Jungkook tapi suaranya mirip sekali dengan Taehyung.


"Berhenti ganggu Jungkook, kau membuat Jungkook telat bertemu dengan Irene"


"Tapi dia yang membuatku hampir putus dengan Yoonji"


"Bersikap dewasa Park Jimin, umurmu sudah mau 18 tahun. Kau sering membully Jungkook tapi balasannya apa? Jungkook sangat membantuku menyampaikan pesan yang ingin ku sampaikan untuk Irene, dan Jungkook sekarang temanku"


Berakhirnya ucapan Taehyung, Jungkook pingsan kembali dan kehilangan kesadaran. Jimin, Jongin dan Mingyu masih membeku ditempatnya.


Sesosok roh yang sedang koma tidak bisa berlama lama berada didalam tubuh manusia, karna roh dari manusia yang sedang koma sama saja seperti angkatan sekolah, seperti masih di taman kanak kanak, bahkan saat harus masuk k dalam tubuh manusiapun sedikit sulit.


Karna si manusia harus merasakan sakit terlebih dahulu pada bagian kepala.


"Beneran yang tadi Taehyung?"- Jongin


"Jungkook introvert, g-ga mungkin tau gimana Taehyung"- Mingyu


"Tapi dia indigo kesempatan bertemu dengan Taehyung sangat besar"- Jimin


"Jeon Jungkook!" yang lain menoleh saat sebuah suara yang sangat familiar terdengar dibelakang mereka semua.


Yoonji berlari dengan tergesa gesa melihat Jungkook yang terbaring namun ketiga pria yang ada disana malah diam saja tidak membantu.

__ADS_1


"Bahkan kalian lebih buruk dari setan"


Yoonji mencoba membantu Jungkook untuk duduk saat mata Jungkook perlahan lahan terbuka. "Kau mau kemana? Ini kan kelas ips"


"Irene Sunbae. Huuh lemes"


Jungkook masih lemas, tpi sma Yoonji langsung dibantu untuk berdiri, tidak perduli dengan Jimin yang sudah membulatkan matanya kesal.


"Sekali lagi ganggu Jungkook, kita akhiri semuanya" tatap Yoonji tajam pada Jimin dan mengantarkan Jungkook k kelas Irene.


Yoonji tidak bisa begitu saja meninggalkan Jungkook walaupun hubungannya dengan Jimin terancam, bagi Yoonji pertemanan sangat penting ketimbang pacaran.


Yoonji tidak bisa lama lama melihat Jungkook selalu menjadi bahan bully anak sekolahan, Yoonji harus bisa membuktikan kalau Jungkook itu sifatnya berbanding terbalik dari semua omongan mereka.


"Terima kasih"


"Tidak masalah, untuk apa kau ingin ke kelas Irene Sunbae?"


"Taehyung menitipkan pesan untuk Irene Sunbae, ini rekamannya"


"Wahh, dia berteman denganmu? Bagaimana kondisinya sekarang?"


"Hmmm, apa Taehyung hyperaktif?"


Yoonji berfikir sebentar sambil terus berjalan disamping Jungkook, skrang dia sudah bisa berjalan sendiri. "D bilang hyperaktif si tidak, tapi dia kadang tidak bisa diam"


Jungkook membuat huruf O pada mulutnya dan mengangguk. "Pantas saja dia kadang terbang kemana mana tidak bisa diam saat d dalam rumahku, dan kadang dia diam"


"Dia memang seperti itu, dia akan aktif jika suasana hatinya sedang bagus. Nah ini kelas Irene Sunbae"


Jungkook sedikit mengintip di balik pintu, kelasnya sangat sepi seperti tidak ada siapa siapa, tapi saat mata Jungkook tertuju pada tubuh sedang bersender di dinding sebelah kanan yang dimana dinding itu terpasang pintu.


Disana Irene sedang menidurkan kepalanya diatas meja tidak bersemangat, dengan perlahan Jungkook masuk dan berdiri tepat disamping Irene, dia tertidur dan wajahnya sedikit pucat.


Jungkook menyentuh sedikit pundak Irene dan kala itu juga Irene terbangun dari tidurnya dan menatap Jungkook dengan tatapan yang lesu.


"Kau sakit Sunbae?"


"Hm tidak"


"Tapi wajahmu sangat pucat"


"Jangan perdulikan aku, apa yang kau lakukan disini? Duduk disini" Irene menyuruh Jungkook untuk duduk disampingnya dan Jungkook nurut walaupun ragu.


"T-Taehyung menitipkan pesan padaku dan untukmu"


Irene membolakan matanya terkejut, Taehyung? Bagaimana bisa? "Apa yang dia sampaikan?" Jungkook memberikan alat perekam itu pada Irene dan diterima baik olehnya.


"Disini ada rekaman suara Taehyung, sangat jelas dan kuharap kau bisa sedikit meredakan sedikit rasa rindumu"


"Jungkook-" mata Irene berkaca kaca, tidak tau harus bagaimana dan ia memeluk Jungkook, Jungkook tentu terkejut bagaimana kalau ada yang masuk dan salah paham? Tapi melihat tanda dari Yoonji, Jungkook tau kalau semuanya akan aman aman saja.


"Aku tidak tau hikss harus bagaimana- hikss terima kasihh.. Aku tau kau memang tidak seburuk yang orang katakan hikss kau sangat baik"


Jungkook ingin mengusap punggung Irene, tapi Jungkook ragu karna ada Taehyung yang duduk dimeja Irene sambil melihat kekasihnya yang sangat pucat karna mungkin memikirkan dirinya.


Taehyung sedari tadi ingin menyentuh Irene, tapi seperti Taehyung memegang udara, tidak tersentuh dan hanya terasa angin saja saat tangannya melewati Irene.


"Kalau kau ingin tau Sunbae, Taehyung sedang duduk dimejamu"


Irene melepaskan pelukannya dan melihat udara kosong didepannya, Irene memang tidak bisa melihat, tapi Irene percaya dengan perkataan Jungkook.

__ADS_1


"Bilang padanya, dengarkan pesanku saat sudah dirumah saja"


"Kata Taehyung, dengarkan pesannya saat Sunbae sudah dirumah"


"Terima kasih Jungkook, kau sangat baik sekali"


"Aku membantu Sunbae karna Sunbae pernah menolongku dari kematian, aku yang sangat berterima kasih"


"Hmmm, kita saling membantu mulai saat ini? Kita berteman? Kau berteman kan dengan Taehyung? Ayo berteman"


Irene menatap Jungkook dengan harap, ingin tapi Jungkook takut karna Irene adalah siswi yang sangat pandai bergaul, apa lagi Irene adalah siswi berpengaruh karna prestasinya.


"Aku janji kau tidak akan diganggu oleh siapapun"


"Percayalah, Irene, aku dan Yoonji akan melindungimu, sudah kuyakini Jimin tidak akan pernah mengganggu mu lagi. Kau harus memiliki teman walaupun hanya kita bertiga saja"


Melihat Taehyung dan Irene yang sangat berharap banyak membuat hati Jungkook tersentuh, mereka benar benar berbeda dan Jungkook tidak tau harus bagaimana selain menerima tawaran pertemanan mereka.


"Baiklah aku akan menjadi teman Sunbae"


"Ah terima kasih Jungkook!! Aku sangat senang sekali"


"Sama sama Sunbae, sesuai pesan Taehyung jagalah dirimu Sunbae ya"


"Apapun. Terima kasih Jungkook"


"Terima kasih kembali Sunbae, aku kembali ke kelas ya. Sebentar lagi akan masuk kelas"


"Ah ambil ini! Biasanya aku makan berdua bersama Taehyung, tapi karna dia sedang terbaring aku membagikan ini untukmu, jangan lupa dimakan" Irene memberikan roti isinya pada Jungkook.


"Ini tidak perlu Sunbae"


"Jangan bikin aku merasa sedih Jungkook, ambilah kumohon"


Sudah pada dasarnya sifat empati dan simpati Jungkook sangat tinggi, dia tidak bisa melihat orang sedih. "Baiklah aku terima, terima kasih Sunbae"


"Sama sama, semangat Jungkook"


"Sunbae juga"


Jungkook keluar kelas dengan perasaan lega, disana sudah ada Yoonji dan beberapa anak kelas Irene yang ditahan oleh Yoonji.


"Yak! Itu Jeon Jungkook! Didalam ada Irene!"- Nancy


"Apa yang kau lakukan disana anak setan?!"- Lia


"Kau pasti ingin membawa Irene pada jalan setanmu! Iyakan?!"- Jeongin


"Sebelum kalian memfitnah lebih baik cari terlebih dahulu kebenarannya seperti apa, karna Jungkook aku bisa berkomunikasi dengan Taehyung. Jangan kalian ganggu Jungkook, mengerti kalian?"


"Kau sudah diberi apa hingga kau membela Jungkook?"- Eunha


"Aku pernah menolong Jungkook dan Jungkook sekarang membantuku, kami saling membantu tanpa terikat apapun selain pertemanan. Kalau kalian tidak tau bagaimana dia didalamnya lebih baik kalian tutup mulut dan jangan mengusik Jungkook"- Irene


"Karna Jungkook tidak pernah mengusik kalian dan tidak pernah membuat kalian celaka"- Yoonji


"Apa kau tidak malu dibela dengan seorang wanita?"- Yugyeom


"Karna akan percuma, kalian tidak akan mendengarkan ku dan kalian hanya mendengarkan berita tidak benar tentangku. Kalian menutup mata dan telinga untukku, tapi kalian membuka semuanya saat ada berita tidak benar tentangku, jadi bisakah kalian diam dan jangan mengganggu ku? Aku jadi tidak nyaman untuk membantu orang orang"


Jungkook segera pergi meninggalkan mereka, disusul dengan Yoonji yang berlari kecil dan meninggalkan sebuah ucapan panjang yang tidak pernah mereka dengar dari mulut Jungkook.

__ADS_1


"Berhenti ganggu Jungkook"


__ADS_2