Imaginary Friend

Imaginary Friend
Eps.27


__ADS_3

Mereka duduk melingkar disebuah kursi dan ditengahnya ada meja berwarna biru tua. Semua lampu sudah dimatikan dan hanya lentera sumbu yang menjadi sumber penerangan.


Ruangan ini khusus jika mereka yang melakukan astral projection masuk di Darkness yang disinggahi oleh Iblis terkuat seperti Zozo.


Bahaya sekali jika melibatkan Jungkook walaupun sudah biasa, lebih bahaya pada Taehyung karna dia masih baru baru melakukan astral projection.


"Saya minta sesuatu yang berhubungan dengan Irene"


Taehyung melepaskan gelang yang dibelikan oleh Irene, itu adalah gelang couple. Yoonji memberikan sapu tangan yang diberi oleh Irene, juga gantungan tas karakter Koya milik Irene.


Papa Jungkook meletakan barang itu tepat ditengah tengah meja.


"Sebelum itu, jangan ada yang bicara sedikitpun. Suasana harus tenang dan senyap, tidak boleh ada pergerakan"


Mama Jungkook mulai memejamkan matanya. "Tutup mata kalian berdua, rileks, tenangkan diri kalian, nafas perlahan dan teratur. Biarkan kegelapan menyelimuti mata kalian berdua"


Jungkook dan Taehyung mulai menutup matanya, suasana sudah sangat sepi sekali. Hawa hawa panas mulai menyeruak.


Ditambah ruangan ini memiliki aura yang berbeda, hanya disini yang terasa seperti rumah paranormal biasanya. Hanya disini yang lebih kental aura keluarga paranormal ini.


"Berhati hatilah disana"


Ucap mama Jungkook sedikit lebih pelan, karna aura diruangan ini mulai berubah. Yang lainpun merasakan aura ini berbeda, lebih membuat merinding.


.


.


.


.


.


"Kita dimana?"


Taehyung menatap sekitarnya, ruangan kosong bukan seperti biasanya yang keluar dari tubuh pasti tetap ditempat yang sama.


Ini berbeda, ruangannya kosong sekali dan terasa sedikit angin berhembus. "Aku tidak tahu"


.


.


.


.


.


Mama, dan papa Jungkook membuka matanya. Melihat Taehyung dan Jungkook yang berkeringat sedikit, mereka berdua tidak bisa menembus tempat itu.


Mereka tidak bisa memberi arahan pada mereka berdua, jadi Taehyung dan Jungkook harus berjuang bersama. Menyelamatkan Irene dari kukungan Zozo.


.


.


.


.


.


"Mama dan papa tidak bisa menembus tempat ini, sangat berbahaya dan kita hatus ekstra hati hati"


Tiba tiba ruangan menjadi terang, banyak kristal berwarna merah terang berterbangan menerangi jalan mereka berdua.


"Aku tidak tahu tempat apa ini, yang pasti kita sedang menuju tempat Zozo menyandra Irene noona"


Ini tidak seperti Darkness yang biasa mereka berdua datangi, tempat ini terlalu indah untuk menjadi tempat tinggal iblis.


Bahkan keduanya hingga terkagum kagum dengan kristal merah menyala berterbangan dan sungguh ingin diabadikan lewat kamera ponsel.


"Irene noona"


Jungkook melihat Irene berdiri tidak jauh didepan mereka, Taehyung hendak menghanpirinya namun sama Jungkook ditahan.


Jungkook tau dia bukanlah Irene yang sesungguhnya, hanya arwah yang menyerupai Irene dan dia menunjukan jalan untuk membawa Irene kembali.


Dilihat sepertinya arwah yang menyerupai Irene itu tidak menggunakan pakaian, karna dari dada sampai ke kaki tertutup dengan sesuatu yang berwarna hitam.


Sedangkan dada keatas dibiarkan terbuka dan itu sudah membuktikan kalau dia tidak mengenakan apapun.


Arwah itu jalan terlebih dahulu dengan Taehyung dan Jungkook mengekorinya dari belakang. Semakin mereka mengikuti arwah itu, semakin gelap juga jalan yang mereka lewati.


Tidak ada kristal merah yang berterbangan, mereka semakin jauh kedalam.


Tapi ketika semuanya menjadi sangat gelap, disisi kanan kiri mereka terdapat lentera sumbu menyala disepanjang jalan mereka.


Hanya saja warnanya bukan warna api, melainkan warna putih kebiruan yang sedikit menyilaukan mata. Jalan kembali terang namun tidak ada arwah yang menyerupai Irene itu.


"PERGI KESANA!"


Tiba tiba arwah tadi berteriak keras tepat ditelinga Jungkook hingga membuat Jungkook limbung dan terjatuh, kepalanya sangat sakit sekali.

__ADS_1


Taehyung yang terdorong tubuh Jungkookpun ikut terjatuh, kepala Taehyungpun sama pusingnya karna teriakan tadi sungguh sangat keras.


.


.


.


.


.


Tubuh Jungkook bergetar hingga yang ada disana dibuat panik, tiba tiba Jungkook bergetar. Dan tubuh Taehyung melemas.


"Apa yang terjadi? Mereka berdua kenapa?'


"Aku mencoba menembus mereka"


Papa Jungkook mencoba menembus alam sana untuk melihat apa yang terjadi hingga mereka berdua bisa seperti ini.


Sungguh sangat sulit untuk menembus tempat itu, ingin melihat saja sulit apa lagi untuk memberi arahan pada mereka berdua yang ada disana.


"Akh"


Hidung papa Jungkook mengeluarkan darah, baru saja hendak masuk namun tiba tiba dia diserang entah dengan apa hingga papa Jungkook tidak bisa masuk kesana untuk melihat.


"Dia memberi pelindung didunianya agar tidak bisa ditembus, sulit sekali"


"Kumohon mereka bertiga tidak apa apa"


.


.


.


.


.


"Jung-Jungkook"


Taehyung membantu Jungkook untuk duduk, Jungkook memegang kepalanya yang sangat sakit. Teriakannya benar benar kencang sekali.


"Apa tadi? Kenapa teriakannya seperti itu?"


"Mungkin, agar kita segera menyelamatkan Irene noona"


Jungkook berdiri walaupun harus oleng sedikit, namun Taehyung menahannya. Mereka dengan segera pergi mengikuti arah lentera agar cepat cepat menyelamatkan Irene sebelum terlambat.


"Bagaimana caranya kita masuk?"


"Bagaimana mmmmm-"


Pintu itu tiba tiba terbuka lebar dengan perlahan. Benar saja, didalam sana adalah tempat tinggal Zozo. Bernuansa kuning ke orenan dan banyak tali tali.


"Cepat"


Jungkook dan Taehyung berlari untuk segera mencari Irene dan membawanya pergi. Sebelum ketahuan oleh Zozo mereka harus bisa membawa Irene pergi.


Hanya ada satu jalur dan mereka mengikuti jalur tempat ini, hingga mereka melihat satu belokan yang mereka yakini Irene ada disana.


Mereka masuk kesana dan demi apapun ruangannya menjadi lebih besar lagi, banyak barang barang kuno yang menyeramkan.


Dan mereka melihat Irene yang terbaring disebuah ranjang besar. "Cepat"


Taehyung dan Jungkook menghampiri Irene hingga mereka tidak sadar kalau sedari tadi mereka sampai dipintu besar sudah dipantau oleh Zozo.


Jungkook menaikan Irene dipunggung Taehyung dan mereka segera berlari. Mereka merasa tidak ada apa apa, bahkan merasa Zozo tidak menyadarinya.


Namun mereka salah besar, Zozo terus memantau mereka hingga mereka berhasil keluar dari pintu besar itu.


"Tidak ada yang boleh keluar dari duniaku!"


Taehyung dan Jungkook semakin berlari ketika melihat wujud Zozo yang tinggi besar mengejar mereka. Tidak ada lelahnya mereka berlari bahkan Taehyung tetap memaksakannya.


Entahlah, mereka merasa saat jalan pulang semakin jauh dari pada saat mereka hendak pergi ke pintu besar tadi.


"Salah satu dari kalian harus menjadi tumbalku agar yang lain bisa pulang!"


Suaranya sangat besar dan menggema hingga membuat lentera lentera bergetar bahkan sudah ada yang terjatuh karna suara Zozo.


"Tidak ada satupun dari kami yang bersedia menjadi makananmu"


Jungkook berhenti menatap Zozo dengan amarah yang membeludak, wujud Zozo sangat mengerikan sekali bahkan Jungkook ingin muntah detik ini juga.


"Kau, kau yang menjadi makananku"


"Dalam mimpimu"


Jungkook melemparkan lentera itu pada wajah Zozo dan wajahnya terbakar.


"AAAARGHHHH!!!"


Jungkook segera berlari menyusul Irene dan Taehyung walaupun harus menahan sakit kepalanya karna teriakan Zozo benar benar sangat besar, melebihi arwah tadi.

__ADS_1


Tapi saat Jungkook sudah jauh, kaki Jungkook tiba tiba terikat sesuatu yang membuat Jungkook bergelantung dengan kepala yang berada dibawah.


Jungkook terangkat tinggi sekali. "Jungkook!"


"GRAAAAAAA!!!"


Zozo berteriak tepat diwajah Jungkook, hingga akhirnya Jungkook terdiam. Teringat akan perkataan arwah anak kecil yang pernah memberi tahu Jungkook.


"Mugi, apa ini yang kau maksud?"


Ucap Jungkook lirih meneteskan air matanya.


"Mugi punya firasat aneh, Mugi ngerasa kalau ada yang akan berkorban untuk Kookie hyung dan atau Kookie hyung yang akan berkorban"


"Hyung sepertinya harus berkorban Mugi" Jungkook tersenyum walaupun air matanya terus menetes, tidak menyangka dia akan mati dalam keadaan seperti ini.


"Mugi tidak tau siapa yang akan berkorban dan siapa orang yang mengharuskan Kookie hyung untuk berkorban. Tapi semoga saja ini tidak benar"


"Hyung akan berkorban untuk Irene noona. Hyung tidak akan membiarkan siapapun untuk menggantikan hyung, kita akan satu alam Mugi"


Srett


Brukk


Tali itu tiba tiba putus dan Jungkook terjatuh dengabmn sangat kerasnya. Beruntung dibawah tidak terlalu keras.


"Kau-"


"Pergilah"


"Kita pergi bersama sama"


Jungkook menarik tangannya dan segera berlari dari kejaran Zozo. Jungkook tidak mau kalau dia yang harus berkorban, tidak ingin siapapun menggantikannya untuk berkorban.


Hingga mereka sampai ditempat dimana Taehyung dan Jungkook datang, disana sudah ada sesuatu yang seperti pusaran berwarna putih kebiruan yang mereka yakini kalau itu adalah portal untuk kembali kedunianya.


"KALIAN TIDAK BOLEH PERGI DENGAN KEADAAN LENGKAP!! GRAAAAA!!"


"Ayo cepat masuk"


"Tidak bisa, kita tidak bisa pergi semuanya. Harus ada yang berkorban satu untuk menyelamatkan kalian"


"Tidak, kau yang masuk. Kau pergilah"


"Kita semua harus masuk! Tidak ada yang boleh berkorban!"


"Jika kita semua masuk, portalnya tidak akan seimbang dan malah membuat portal ini tidak berfungsi, kalian pergilah aku tidak apa apa"


"Tap-"


"Pergi!"


"Tidak. Jangan! Keluarkan aku dari sini! Kau tidak boleh berkorban! Biarkan aku saja!"


Pintu masuk portal itu seakan terkunci hingga membuatnya tidak bisa kembali keluar untuk membawanya juga pergi.


"Kau tidak boleh seperti ini! Kau tidak boleh!"


"Maafkan aku, aku seperti ini karna aku sayang kalian. Ini sudah menjadi takdirku berkorban untuk kalian"


"Ini tidak benar! Bukan kau! Seharusnya aku! Keluarkan aku!"


"Selamat tinggal"


"Kkkkkk"


Zozo memegang kepalanya dan seketika diputar hingga kepalanya tercabut begitu saja. "JANGAN!! HIKS!K KAU IBLIS LAKNAT!! MUSNAH KAU!!"


.


.


.


.


.


"Hahhh"


"Hikss.. ga mungkin hikss. Maafkan aku"


"Ini sudah menjadi takdir, biarkan dia tenang jangan kau bersedih seperti ini atau pengorbanan dia sia sia karna kau tidak menerimanya"


"Ini mimpi, ini tidak mungkin benar benar terjadi"


"Sabarlah dan tenang hiks.."


"Maafkan kami"


Irene selamat, Irene sudah berhasil diselamatkan walaupun salah satu dari mereka harus berkorban demi yang lain bisa selamat dari iblis itu, benar benar memiliki tekad yang kuat untuk berkorban.


Tidak bisa dan tidak akan pernah bisa melupakan kebaikan yang sangat besar ini.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2